
"Bagaimana mau nyadar di saat aku mencoba menyakinkan kamu suka kepadaku, kamu selalu saja mencari alasan, dan tidak mau mengakuinya, sekarang kita suda tau perasaan kita masing-masing, apapun masalahnya yang kita hadapi nanti kita akan selalu berjuang bersama-sama," ucap Tegar.
"lya," ucap Putri Sambil menganggukan kepalanya.
"Sekarang kita suda jadian kamu mau kan jadi pacar aku?"
"lya aku mau," ucap Putri sambil tersenyum melihat Tegar pipinya pun memerah.
"Aku meminta maaf ya karena suda merasa egois dan gara-gara aku tidak menghiraukan kamu ahirya kamu kecelakaan."
"Tidak apa-apa kecelakaan ini membuat aku bisa tau perasaan kamu kan," ucap Tegar sambil mencubit pipi Putri.
"Tapi?"
"Ambil hikmahnya saja kecelakaan ini membuat kita bisa bersama," ucap Tegar sambil memeluk Putri.
malam pun semakin larut Tegar Pun suda mengantuk. "Suda waktunya istrihat, dan aku pun mau istirahat."
"Yah suda istirahat mimpi yang indah mimpikan aku."
tidak terasa suda tiga hari berlalu dan Tegar pun suda bisa berjalan secara perlahan-lahan. "Aku suda agak mendingan, aku suda mau pulang aku tidak enak lama-lama di rumahmu."
"Apa kamu benar-benar sudah merasa sehat?"
"Iya aku suda merasa sehat, aku akan pulang hari ini, kalau aku suda sampai rumah aku akan memberitahumu, menelfon mu.
"lyah suda yang penting kamu suda benar-benar merasa sehat, nanti aku akan mengantar mu naik mobil"
"Tidak usa aku naik motor saja."
"Tidak boleh aku akan mengantar mu pulang motormu nanti di bawah sama satpam nanti satpam ikut di belakang saat suda sampai rumahmu baru kamu ambil motormu."
"Iya suda aku ikut mau kamu saja yang penting kamu senag dan aku juga senang, Tegar pun bersiap mau pulang kerumanya dan di antar sama Putri tidak lama kemudian Tegar pun sampai di depan pagar rumahnya, "Sampai sini saja, aku nga bisa antar sampai kedalam rumah."
"Iya nga apa-apa" dan Putri pun pergi meningalkan rumah Tegar menuju rumahnya,
Tegar mengetuk pintu rumahnya dan mamanya yang membuka pintu dan mengatakan, "Kamu kenapa nak, kenapa kepalah mu?"
"Aku jatuh dari motor tapi suda tidak apa-apa."
"Tapi ini kepalah mu di perban nak?"
"Tidak apa-apa ma, aku masuk kamar dulu," ucap Tegar, dan masuk kamar, ke esok harinya seperti biasa Tegar Bagun pagi-pagi dan berangkat ke kampus.
"Ma, aku kekampus dulu" Tegar pun terburu karna suda mau terlambat dan keluar rumah menuju parkiran motor, dan berangkat ke kampus sesampai kampus langsung menyapa Doni dan andi, "Haiy sahabatku bagaimana kabar mu?" sapa Tegar.
"Tumben banget kamu hari ini ceria banget, ucap Doni.
__ADS_1
"Iya ketimpa apaa nih, oh iya kaki mu masi sakit," tanya Andi.
"Kaki ku suda baikan kok, oh iya hari ini aku senang banget aku teraktir makan."
"Dalam rangka apaan senenga banget kaya gini pake teraktiran lagi," ucap Doni sambil mengoda Tegar.
"Pokonya lagi senang" tidak lama kemudian Putri pun datang seperti biasa menunggu Dinda dan Lisa di depan kampus, tidak lama kemudian Dinda dan Lisa pun datang.
"Ayo masuk," ucap Putri, dan mereka pun bertiga berjalan masuk kelas, Tegar pun berhadapan dengan Putri namun Putri kembali cuek kepada Tegar.
"Kenapa lagi sih Putri, ini susah banget ditebak
kemarin-kemarin perhatian banget dan selalu senyum-senyum ini ketemu bukanya senyum Mala cuek banget dasar cewe, lagi M kali yahhhhhhh, sambil geleng geleng kepalah
dan mengatakan cewe memang susa di tebak," seruh dalam hati.
saat pelajaran suda berakhir Tegar pun manggil Doni dan Andi ayoh ke kantin saat Tegar melirik Putri namun Putri pun masi cuek dan tidak menghiraukannya pura-pura tidak melihat Tegar.
"Put, kamu sama Tegar suda baikan kan?" tanya Dinda.
"Iya aku sama Tegar suda baikan kok emang kenapa?"
"Tapi kok kamu masi cuek sama Tegar."
"Kalau aku menghiraukan Tegar nanti satu kampus tau lagi, kalau aku sama Tegar sekarang dekat, bisa-bisa heboh satu kampus dan jadi topik terhangat."
"Yah suda tidak apa-apa yang penting aku nga lupa," jawap Putri, sambil tersenyum.
"Yuk ke kantin sarapan lapar nih," ucap Lisa. Dinda dan Putri ayo," sesampai di kantin Meraka bertemu dengan Tegar Doni dan Andi namun Putri tetap saja cuek tidak menghiraukan Tegar
"Dinda kita duduk disini saja, yah" ucap Putri.
"Kita gabung saja sama mereka yuk," ucap Dinda.
"Iya gabung saja yuk?" ucap Dinda.
"Nga usa disini saja nga usa gabung sama mereka," ucap Putri ketus.
Tegar pun mendengar perkataan Putri membuatnya semakin bingun kenapa jadi gini padahalan kita suda jadian tapi Kanya semakin sulit untuk berbicara, dulu aja sebelum jadian kita selalu kumpul-kumpul bareng tapi ini malah menjauh semakin pusing kalau aku pikir mendingan aku diam aja ikuti saja maunya apa, seruh Tegar dalam hati.
"Mba aku mau pesan makanan," ucap Dinda.
mbaknya pun datang dan mengatakan, "Mau pesan apa mba?" tanya mbanya.
"Lisa, Putri kalian mau pesan apa?" tanya Dinda.
Putri nasi goreng, Lisa bakso. "Iya mba di tunggu yah" ucap mbanya, sekitarnya 15 menit makanan pun datang dan mereka pun langsung memakanya sambil berbicara.
__ADS_1
"Pasar malam suda di buka kita kesana yuk?" ucap Dinda.
"Yuk kesana Put?" jawap Lisa.
"Memang kapan di bukanya?" tanya Putri
"Suda di buka dari kemarin suda ramai banget sekarang, kita kesana yuk, ucap Dinda.
"Iya aku juga suka ke pasar malam jadi kapan kita kesana ???" tanya Putri lagi.
"Nanti malam saja kita kesana gimana?" tanya Lisa.
Dinda dan Putri pun setuju.
"Kita ajak Doni, Andi dan Tegar yah," ucap Lisa.
"Ok nanti aku bilang sama Doni pasti dia mau pergi," jawap Dinda.
"Put, nanti kamu ajak Tegar juga yah, supaya kita perginya rame-rame," ucap Lisa.
musti yah pangil cowo-cowo, kenapa nga pergi bertiga saja sih."
"Iya lah kan kalau kita kenapa-kenapa ada yang lindungi kita.
"Kita kan bisa lindungi diri kita masing-masing."
"Yah bedalah kalau ada cowo-cowo kita terasa di lindung gitu, Pokonya nga seruh kalau cowo nga datang."
"Terserah kalian saja deh yang penting kita ke pasar malam, ucap Putri, dan mereka bertiga pun menyetujui pergi bareng cowo-cowo.
sepulang kampus Dinda pun bertemu dengan Doni dan mengatakan, "Doni sebentar malam ada pasar malam kamu bisa pergi nga?"
"Iya bisa, Jam berapa kita pergi?" tanya Doni.
"Jam 7 malam."
"Oke-oke aku akan pergi nanti aku jemput kamu dirumah.
Lisa pun menemui Andi dan mengatakan, "Sebentar malam kamu mau keluar kemana?"
"Nga kemana mana emang ada apa?" tanya Andi.
"Kita ke pasar malam yuk."
"lya jam berapa?"
"Jam 7 malam, yang lain juga datang kok."
__ADS_1
"oke kalau gitu aku pasti datang," ucap Andi.