
"Apa bilang aja apa sih, tunggu dulu ini pasti masalah orang tua kita kan yang melarang kita bertemu ???"
"Bukan itu,,,,"
"Kalau bukan itu, apa, bilang saja apa ???" tanya Putri Penasaran
"Aku di jodohkan dengan sahabat ku bernama Tania anak dari sahabat Mama ku yang di Bandung, aku suda berapa kali menolak perjodohan ini, sampai-sampai mama ku pingsan dan masuk rumah sakit, aku berusaha menjelaskan kepada mama ku, aku tidak mau di jodohkan, mama ku kembali sakit,
jujur aku tidak mau di jodohkan, aku tidak mencintai wanita yang bernama Tania itu, aku hanya mencinta kamu, aku tidak mau pisah dari kamu, orang yang aku cintai hanya kamu aku hanya ingin bersama mu.
Putri pun kaget mendengar perkataan Tegar yang di jodokan hanya bisa duduk berdiam, kebingungan, Tegar melihat Putri yang hanya Terdiam, kebingungan dia pun terdiam ke bingungan.
"Aku mengerti perasaan kamu Tegar bagaimana, tapi aku hanya ingin bersama kamu, kita berjuang sama-sama menghadapi masalah ini,"
"Aku tau Put, tapi kamu pasti akan terluka jika kamu bertahan, tapi jika kamu pergi dari ku, aku yang tidak bisa bertahan"
Putri pun kebingungan mau jawap apa lagi perkataan Tegar dia pun berdiri dan berjalan enta mau kemana, dan tujuan kemana, Tegar pun berdiri dan memegang tangan Putri di belakang dan mengatakan mari kita berjalan sama-sama, aku hanya ingin berjalan bersama mu kemana pun kamu ingin pergi.
Tegar pun memegang Tangan Putri seakan tidak tau tujuan kemana mereka berjalan sepanjang jalan
dan tibalah Putri mengatakan, "Sampai sini saja" dan melepaskan tangan Tegar dia pun berjalan sendiri sepanjang perjalanan hujan pun turun
dia pun berlari basa-basahan menuju mobilnya setibanya di mobilnya dia pun masuk kedalam mobil air matanya suda keluar dan takak dapat menahan lagi dan ahirya dia pun menagis sekuat-kuatnya
hujan pun semakin deras dan air matanya pun semakin deras keluar, dia pun menjalankan mobilnya dalam keadaan mengis dia kebingungan tidak tau arah jalan beberapa kali dia berbelok arah dari rumahnya dan seakan dia lupa rumahnya sendiri.
__ADS_1
setelah dia berhenti di belokan dia pun berfikir dengan jerni arah rumah ku sebelah sana dan dia pun memutar mobil tidak terasa berkali-kali dia putar arah jalan dan ahirya dia sampai di rumahnya
dia pun membuka pagar, satpam pun kaget melihat Putri basa-basa, dan merasa heran "Bukanya non di dalam mobil kok bisa sampai basah," tanya satpam.
Putri pun tidak menjawap apa-apa dan masuk kedalam rumah, Bibi pun kaget, "yah ampun non kenapa basa kuyup begini non," tanya Bibi.
lagi-lagi Putri tidak menjawap hanya berjalan menuju tangga di mana kamarnya berada
dia pun membuka kamarya, dan langsung menuju kamar mandi berendam dan mengis sekuat-kuatnya selama 1 jam di dalam kamar mandi dia pun keluar dari kamar mandi
tiba tiba Dinda datang dan membuka pintu kamar Putri yang tidak terkunci, Dinda pun kaget melihat Putri yang basah kuyup degan baju yang lengkap dan tas masi di dada.
"Kamu kenapa Put, kenapa bisa basa kuyup begini, kamu dari mana ???" tanya Dinda
Putri sama sekali tidak menjawap pertanyaan Dinda dia hanya duduk, dan menagis melihat Putri yang mengis, Dinda pun duduk dan memeluk Putri dan menagis, Heiy Put kamu kenapa, ??? kenapa menagis ada apa, ???? aku juga ikut menagis cerita sama aku ada apa ???"
setelah Putri Tenang dia pun bersuara, "Tegar di jodohkan dengan orang tuanya dan Tegar pun menerimh perjodohan itu.
Dinda pun kaget sekaget kagetnya dan langsung memeluk Putri dan menepuk nepuk pundak Putri dan mengatakn, "yang sabar ya Put, aku yakin pasti ada jalan diantara hubungan kalian, kalau kalian memang ditakdirkan bersama pasti selalu bersama tapi, jika kalian tidak di takdirkam bersama seberapa kuat kamu mempertahankan hubungan kamu tetap tidak akan bisa bersama"
"Aku mengerti Dinda, terimakasih suda ada saat aku sedang gunda.
Malam ini aku tidur disini, besok kita kan lepas dinas jadi aku tidur disini saja lagian orang tuaku kan di luar negri dan aku suda bilang sama kakak ku, aku tidur disini"
"Terimakasih Dinda," ucap Putri dan langsung memeluk Dinda.
__ADS_1
"Sama-sama, ganti baju dulu habis itu istirahat," jawab Dinda, Putri pun ganti baju dan dia langsung saja naik ke tempat tidur dan berbaring, Dinda pun mengambil hp nya dari tasnya dan mengirim pesan ke pada Doni.
Aku ingin bicara degan mu, aku menginap di rumah Putri, nanti aku telfon yah.
Dinda pun melihat Putri suda tertidur dengan lelap jam suda menujunkan jam 10 malam Dinda pun keluar dari kamar Putri dan menelfon Doni namun Doni tidak mengangkatnya.
dalam hati Doni dia suda tau, "ini pasti masalah Putri dan Tegar yang di jodohkan, aku harus apa aku tidak bisa membantu apa-apa hanya Tegarlah yang bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, aku tau Putri pasti samgat terluka, tapi Tegar juga pasti sangat terluka dengan keputusan nya.
aku juga ikut bingun mau angkat atw tidak tapi kalau aku angkat aku harus bilang apa, Dinda pasti merasa kasihan kepada Putri dan menginap di rumahnya, aku tidak bisa membantu apa-apa, aku angkat atau tidak ya kok aku jadi bingung juga.
Setelah 3x berdering hp Doni dan ahirya Doni pun mengangkatnya, "Haloy sayang" dengan nada baru bagun tidur
"Kamu suda tidur yah, ???" tanya Dinda.
"Iya sayang, aku kecapean tadi kerja di rumah sakit lumayan si pasienya oooh iya, ada apa sayang ???" tanya Doni balik.
"Kamu tau nga masalah perjodohan Tegar ???" tanya Dinda lagi.
"Tegar di jodohin, masah sis sayang ???" tanya Doni berpura-pura tidak tau,
"Kamu tau, apa pura pura nga tau ???" tanya Dinda yang merasa geram degan Doni
dalam hati Doni kalau aku bilang Dinda akan menanyaiku panjang lebar, dia pun mengatakan, "Tidak tau sayang cuman aku lihat tadi sih, Tegar begitu murung dia saja pulang cuman kirim pesan, kalau kamu nga percaya aku kirim ni, pesan Tegar," ucap Doni meyakinkan Dinda.
dalam hati Doni tadikan memang Tegar kirim pesan pulang lebi duluan supaya meyakinkan ke Dinda kalau dirinya memang tidak tau.
__ADS_1
"Gituyah, kamu tau nga tadi Tegar dan Putri janjian ketemu dan teryata Tegar menceritakan masalah perjodohannya, dan Putri pulang basah kuyup karena kehujanan, aku kasihan banget lihat keadaan Putri sekarang dia kaya bersedih banget"