Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Tegar Kecelakaan


__ADS_3

Putri pun keluar kamar dan mencari kunci mobil dan pergi ke taman tidak, lama kemudian sekitaran 20 menit Putri pun sampai di taman


dan menunggu Dinda tidak lama kemudian Putri pun menelfon Dinda.


"Kamu di mana?" tanya Putri.


"Aku di jalan bentar lagi sampai tunggu saja di situ," ucap Dinda.


"lya suda cepat," ucap Putri dan mematikan hpnya dan dia pun duduk di kursi menunggu Dinda datang. tiba tiba ada seseorang yang memangil Putri, dan Putri pun menoleh ke belakang dan melihat siapa yang memanggilnya.


"Ngapain kamu disini?" tanya Putri.


"Put, aku mau ngomong sama kamu?"


Putri pun tidak menghiraukanya dan putar balik arah dan berjalan pergi namun Tegar menghalangi.


"Put, aku mau ngomong bentar saja," ucap Tegar sedikit memaksa.


"Mau ngomong apa?"


"Aku mau ngomong soal Biangka," ucap Tegar mencoba menjelaskan.


"Stop Tegar apa kamu tidak merasa puas mainin perasaan aku, hari ini kamu bilang suka sama aku dan besoknya kamu bilang suka


sama cewe lain, apa itu yang mau kamu bilang,


apa kamu tidak merasa puas sakiti aku jawap."


"Aku tidak bermaksud untuk itu, aku ingin menjelaskan masalahku dengan Biangka tolong dengar dulu aku akan jelaskan."


"Apa yang harus aku dengar, apa yang harus kamu jelaskan, aku tidak butu penjelasan apa pun darimu," ucap Putri, karena emosi Putri tak tertahankan Putri pun berlari pergi meningalkan Tegar.


Tegar pun mengejar Putri dan tampa di sengaja ada motor berjalan begitu laju Tegar pun tidak melihat kiri dan kanan dan langsung saja menabrak Tegar dan Tegar pun terlempar dan jatuh ke aspal,


Putri membalik badan dan melihat Tegar di tabrak motor, dan langsung lari menemui Tegar yang suda pingsan dan badanya terluka, Putri pun berteriak meminta tolong. "Teman saya kecelakaan," ucap Putri dan langsung menaruh kepalah Tegar di pahanya dan tidak lama kemudian orang-orang pun datang dan menolong Tegar.


tiba-tiba Tegar tersadar dan berbicara, "Aku minta maaf Put, aku tidak apa-apa jangan menagis," ucap Tegar melihat Putri menagis.

__ADS_1


"Aku tidak menagis," ucap Putri dan langsung berteriak. "Pak tolong angkat teman saya ke mobil saya mau bawah kerumah sakit," ucap Putri meminta tolong.


"Tidak usah kerumah sakit saya tidak apa-apa di rawat di rumah saja," ucap Tegar.


"Kamu harus ke rumah sakit, badan kamu terluka."


"Aku tidak mau membuat keluarga ku hawatir, dan aku merasa baik baik saja."


"Iya suda kita kerumah ku saja," ucap Putri, dan Tegar pun diangkat ke mobilnya Putri.


Putri pun membunyikan mobilnya, Tegar pun dibawah kerumah Putri, tidak lama kemudian sekitaran 20 menit Putri pun sampai di rumahnya.


sesampainya Putri pun berteriak memanggil satpam, dan satpam pun datang membuka pagar dan Putri meminta tolong ke satpam untuk mebantu membawah Tegar masuk kedalam. satpam pun membatu Tegar masuk ke dalam rumah.


tidak lama kemudian Putri pun nemanggil Bibi. "Tolong ambil kan tempat obat sama air dingin," ucap Putri. Bibi pun pergi mengambil obat dan tidak lama kemudian bibi pun datang membawanya dan memberikan kepada Putri, dan Putri pun mengucapkan terimakasih.


Putri pun membersikan lukanya Tegar dan mengompres badanya yang bengkak, Putri pun menyuapi makanan dan memberikan obat supaya tidak infeksi luka-lukanya.


"Tegar, istirahat saja dulu besok juga hari libur jadi kamu bisa istirahat," ucap Putri dan Putri pun berdiri dan tiba-tiba tangannya di pegan Tegar dan mengucapkan terimakasih,


"lya sama-sama, suda istirahat gih," ucap Putri sambil Tersenyum dan meninggalkan Tegar istirahat di kamar, dia berjalan ke dapur perutnya suda kerongcongan "Bi, masak apa?" tanya Putri.


"Iya bi aku lapar," ucap Putri, dan langsung duduk di kursi dan makan.


tidak lama kemudian Putri pun menyuruh Bibi ke kamar Tegar. "Bi minta tolong anterin makanan buat teman saya yang di kamar ya bi" ucap Putri.


"iya non," ucap Bibi, dan Bibi pun pergi mengantar makanan ke kamar Tegar. tidak lama kemudian bibi pun datang menghampiri Putri.


"Non kelihatanya teman non demam, coba non lihat," ucap Bibi


Putri pun berdiri dan ke kamar Tegar dan memeriksa keadaan Tegar dengan menaro tangannya di dahinya.


"Yah ampun panas sekali badanya, coba aku cek suhunya dulu dan hasilnya 39,5 badanya panas banget terpaksa aku infus aja sama suntik anti nyeri habis itu di komres," seruh Putri dan Putri pun menjaga Tegar di sampingnya sepanjang malam dalam ke adaan duduk di kursi sambil tidur.


ke esok paginya Tegar pun bangun dan melihat Putri ada di sampingnya duduk di kursi dan masi tidur.


Tegar pun mencoba bangun namun belum bisa karenaa badanya masi terasa sakit, tidak lama kemudian Putri pun bangun.

__ADS_1


"Kamu suda bangun?" tanya Putri.


"Aku haus," ucap Tegar.


Putri pun mengambilkan air dan memberikannya ke Tegar dan Tegar pun langsung meminumnya dan mengucapkan terimakasih.


"lya sama-sama istirahat saja, kamu harus banyak istirahat supaya cepat pulih," ucap Putri.


Tegar pun mencari cari hp nya dan menanyakan Ke Putri. "Dimana hp ku?" tanya Tegar.


"Di tasku, aku ambil dulu ya," Putri dan langsung pergi mengambilnya dan memberikan kepada Tegar dan Tegar pun langsung menelfon mamanya supaya tidak hawatir.


"Tegar, kenapa tidak pulang semalam nomor kamu juga tidak aktif, mama jadi hawatir."


"Tegar lagi di rumah teman bikin tugas ma, mungkin beberapa hari Tegar tidak pulang soalya lagi mengejar waktu supaya cepat selesai tugasnya, soalya waktunya suda padat dan harus segerah di selesaikan," ucap Tegar menerima jelaskan.


"lya suda jaga kesehatan jangan telat makan kalau uangmu kurang telfon mama," ucap mama Sofia.


"lya ma pasti ma," ucap Tegar dan langsung mematikan Telfonya.


"Kenapa tidak jujur saja kalau kamu kecelakaan?" Putri


"Jangan nanti orang tuaku hawatir, aku tidak mau orang tua ku hawatir."


"Iya suda terserah kamu sajalah," ucap Putri dan dia pun berdiri dari duduknya dan Tegar pun langsung memegang tanganya. "Duduk disini sebentar," ucap Tegar menyuruh Putri duduk di sebelahnya.


"Ada apa?" tanya Putri dan langsung duduk di sebelah Tegar.


"Aku minta maaf soal kejadian kemarin masalah Biangka, aku sama Biangka tidak ada hubungan apa-apa, kemarin aku hanya mengetes soal perasaanku apakah masi ada atau tidak dan nyatanya tidak ada sama sekali. kita memang pernah satu sekolah dan berteman selama 3 tahun karenah kedekatan kita timbulah rasa sukat tapi yatanya kedekatan kita itu hanya sekedar teman saja tidak ada lebih, dulu memang sempat ada rasa suka karena kita ketemu setiap hari di sekolah.


dan selalu kumpul bareng dengan Doni, Andi dan Biangka, disitulah mulai tumbu rasa suka namun hanya sekejap saja setelah Biangka pergi perasaan itu pun suda hilang, dan sebenarnya sebelum Biangka pergi perasaanku suda hilang sejak aku tau kalau Biangka itu punya pacar. aku tau karena aku melihat Biangka pas dia mau berangkat ke bandara dan bertemu dengan pacarnya, aku mendengar Biangka mengatakan sayang jangan nakal ya selama aku pergi ke luar negri, makanya kamu jangan salah paham lagi ke padaku sunggu cuman kamu yang aku suka," ucap Tegar menjelaskan.


"Aku harap kali ini kamu bener-benar berkata jujur Tegar," ucap Putri sambil tersenyum. tidak lama kemudian Tegar pun mendekatkan diri ke Putri dan memeluk Putri dan mengucapkan terimakasih karena suda mempercainya lagi.


"Iya sama-sama" ucap Putri sambil tersenyum melihat Tegar dan keduanya pun saling bertatapan.


Tegar pun mendekat dirinya ke Putri dan tampa di sadari begitu saja Tegar pun langsung mencium bibir Putri.

__ADS_1


Putri pun kaget dan berdiri dan langsung keluar kamar, Tegar pun kaget dan merasa bersalah karena suda mencium Putri. "Kenapa Putri lari apa karna aku suda menciumnya," seruh Tegar dalam hati.


perasaan Putri pun tak karu-karuan karena dia masi merasa kalau Tegar itu pleyboy dan suka mainin Wanita. "Setelah aku pikir-pikir Tegar suda begitu berjuang mengatakannya ke aku soal perasaanya, dan aku lihat begitu besar perjuangannya kepadaku hanya demi kata maaf dariku," seruh Putri dalam hati.


__ADS_2