
"Gituyah, kamu tau nga tadi Tegar dan Putri janjian ketemu dan teryata Tegar menceritakan masalah perjodohannya, dan Putri pulang basah kuyup karena kehujanan, aku kasihan banget lihat keadaan Putri sekarang dia kaya bersedih banget," ucap Dinda.
"Siapa sih yang nga bersedih kalau orang yang kita cintai di jodohkan dengan orang lain rasanya pasti sakit banget, sesak tau nga kebayang kalau kamu di gituin tau nga," jawab Doni.
"Jagan sampai lah sayang, aku nga bisa bayangin jadi apa aku itu, kalau aku di jodohkan dengan orang lain"
"Jangan bahas gitu dong sayang aku nga kuat degarnya, istirahat gih, sayang suda jam 11 malam, kamu jagain Putri aja, kamu juga harus jaga kesehatan, aku juga mau istirahat, besok sih libur tapi aku uda ngatuk banget"
"lya suda istirahat gih,,, dan langsung mematikan hpnya, Dinda melihat suda jam 11 malam Dinda pun masuk ke kamar Putri melihat Putri suda tertidur lelap dia pun langsung naik di tempat tidur dan tidur.
disisi lain Tegar pun baru pulang, dan langsung masuk kedalam rumah, dan kebetulan Papa Armadjaya pun bangun dia merasa haus dan mau meminum air dan melihat keadaan Tegar basa kuyup,
"Kamu dari mana Tegar sampai basah kuyup begini, kenapa tidak berteduh," tanya Armadjaya heran.
Tegar pun tidak menjawap pertanyaan papa Armadjaya dan langsung saja berjalan seperti orang yang linglung kebingungan.
__ADS_1
papa Armadjaya pun kebingungan melihat anaknya pertanyaannya tidak di jawab olehnya dan malah pergi menuju kamarnya dalam hati Papa Armadjaya suda merasa bahwah ini pasti gara-gara perjodohan Tegar, sehingga dia seperti ini, kaya orang yang linglung karna cinta,
aku pun perna merasakan hal yang sama dulu waktu aku mencintai mamanya, aku sangat mengerti perasaanya karna aku juga perna merasakanya, terasa hati Papa Armadjaya mulai luluh melihat ketulusan hati Tegar, degan hati yang kasihan ke pada seorang anak dan perihatin sebagai ayah papa Armadjaya pun pergi menuju kamar Tegar
saat papa membukan kamar Tegar, dia melihat kamar Tegar seperti kapal yang pecah, dan sangat gelap papa Armadjaya pun memangil-manggil Tegar, namun seakan Tegar seperti orang yang bisu tidak menjawap pertanyaan papa Armadjaya.
Papa Armadjaya pun menyalakan lampu dan menginjak sebua pecahan parfum untung saja tidak terluka dia pun mencari Tegar, namun dia berada di sudut kamar dan menagis terseduh seduh papa Armadjaya pun langsung duduk dan memeluk anaknya,
"Kamu kenapa nak, Tegar bicara sama papa, kamu kenapa jawab pertayaan papa sambil menepuk-nepuk muka Tegar namun Tegar hanya diam membisu tidak menjawap apa-apa
"Lama-lama kamu bisa depresi nak, kalau kaya kini terus bisa-bisa kamu gilah bicaralah nak, ini papa, kamu tau tidak papa juga perna rasakan apa yang kamu rasakan dulu waktu mama mu di jodohkan, papa seperti orang yang kebingungan dan hampir gila.
"Katakan saja nak, papa akan mendengarkan ceritamu,"
Tegar pun mencoba berbicara, "Hari ini aku suda mengatakan ke pada Putri bahwa aku di jodohkan dengan Teman SMP ku, jika aku menolak aku akan selalu berdebat dengan mama ku sedangkan mama ku sedang sakit, aku tidak mau mama ku sampai kenapa-kenapa, walau sakit rasanya tapi aku harus mengatakannya,
__ADS_1
aku suda menyakiti hati orang yang aku cintai, aku tidak bisa hidup tanpa Putri pa, baru kali ini aku jatuh cinta dengan wanita degan sungguh-sungguh, aku tidak mau sampai berpisah deganya pa, waktu papa dan mama tidak mendukung hubungan ku dengan Putri, aku tetap berusaha bagaiman caranya agar hubungan ku dengan Putri tetap berjalan baik,
walau orang tua kita pun yang menghalangi, kita berfikir positif hati kita selalu sejalan tapi sekarang apa, aku harus menyerah dan aku harus melepaskan cinta ku, aku suda menyakit hati Putri Pa, aku melihat sendri bagaimana kesakitan hati Putri, saat dia mengatakan dia ingin bersama ku,
biarkan aku bersama mu, kita jalani bersama-sama, aku hanya ingin selalu bersama mu, aku melihat dia mencoba menahan air matanya, namun dia langsung pergi tanpa satu kata pun, dia berjalan seakan tidak ada tujuan,
dan aku mengikutinya dan memegang taganya aku mengatakan biarkan aku selalu berjalan bersama mu, sampai kapanpun yang kamu mau, dan aku selalu memegang tangan mu dan menunjukan arah, aku dan Putri berjalan sepanjang jalan sampai Putri mengeluarkan kata sampai disini saja kita berjalan sama-sama, aku ingin berjalan sendiri.
dia melepaskan taganya dari genggaman tanganku pa, aku tau hatinya pasti sangat sakit dan begitu juga degan hatiku saat dia melepaskan taganya dari genggaman ku, dan pergi berjalan sendiri, aku mengingutinya dari belakang dan melihatnya dengan mata kepalah ku sendiri,
beberapa kali dia hanya berputar-putar di persimpangan jalan seakan dia tidak tau arah pulang, aku harus bagaiman sekarang Pa, apa kah keputusan ku salah, atau keputusan ku suda benar, tapi sekarang kenapa hati ku sangat sakit seperti ditusuk-tusuk pisau"
Papa Armabdjaya pun langsung memeluk anaknya dan mengatakan begitu besar pengorbanan mu nak, kepada orang tua mu kamu rela menderita demi orang tua mu kamu rela mengorbankan cinta mu, papa sekarang tidak akan perna melarang hubungan kalian lagi papa merestui hubungan mu dengan Putri.
"Percuma pa, sekarang hubungan ku dengan Putri suda tidak baik, dan Putri suda sangat kecewa kepada ku, jika aku harus mempertahankan hubungan ku dengan Putri pasti mama akan sakit lagi dan aku tidak mau berdebat lagi dengan mama, biarkan aku menahan semua sakit ini Pa, mungkin ini takdir ku pa"
__ADS_1
"Papa akan membantu mu nak, Papa akan mendukung mu semua keputusan mu nak, Papa hanya ingin melihat mu bahagia nak, mungkin sekarang Papa tidak bisa buat apa-apa tapi papa akan membantu mu bicara soal perjodohanmu tapi biarkan mama mu sehat dulu, Papa janji papa akan membantu mu berbicara sama mama mu, masalah perjodohan mu dengan Tania, walau sebenarnya papa masi tidak suka dengan anak penipu itu, tapi melihat keadaan kamu seperti ini, yah suda papa merestui hubungan kalian,
kamu tidak usa pikirkan masalah perjodohan mu, nanti papa bicara sama mamamu, tapi untuk sekarang papa tidak bisa menolak perkataan mama mu yang suda menjodohkan mu, papa juga takut mama mu kenapa-kenapa, Papa hanya bisa bilang sabar yah nak, hanya itu yang bisa papa bilang sekarang, kamu harus mengerti keadaan mama mu yah nak, setidaknya hati mu sedikit tenang karena papa suda merestui hubungan kalian."