
malam pun semakin larut dan pesta pun semakin rame dan semakin asyik teman-teman yang lain pun asyik bergoyang, Putri pun duduk di kursi dan menikmati makanya sedangkan Tegar hanya duduk memandangi Putri yang asyik makan, "Kenapa kamu nga makan, malah lihatin aku makan ???"
"Aku ingin puas-puasin mandangin muka kamu malam ini, bsok kan belum liat muka kamu"
"Tadi kamu sendiri yang semangati aku sekarang kamu sendiri yang patah semangat" ucap Putri sambil tersenyum memandangi Tegar yang sedikit mengkerut di wajahnya.
"lya de, semangat-semangat demi perjuangin cinta kita" sambil Tersenyum melihat wajah Putri, aku tidak boleh kelihatan bersedih dihadapan Putri, nanti dia akan bersedih juga," seruh Tegar dalam hati.
mereka pun berhadapan dan saling tersenyum
tidak lama kemudian teman-teman pun datang menghampiri mereka berdua dan memangil Tegar dan Putri bergoyang namun Putri menolaknya, "Aku harus cepat pulang aku takut tidak akan di ijinin keluar rumah lagi kalau kita pulang larut malam"
"lya juga sih, bener kata Putri, aku juga takut kalau sampai Tante Jamilah marah kepadaku dan tidak mempercaiku lagi dan melarang kita berteman dengan Putri karna kita suda membohonginya," ucap Dinda yang merasa hawatir degan perkataan Putri.
dan ahirnya Putri pun menghubungi kakak nya dan mengatakan, Bahwa suda jam 10 malam dia harus segerah pulang takut mama tidak memberikan ijin keluar rumah lagi.
Riky pun mengiyakan perkataan adiknya dan bergegas pergi menjemput adiknya di kampus,
sesampai di kampus Riky menelfon adiknya dan mengatakan, kalau dia suda berada di depan kampus.
"Tegar, aku pulang duluan yah, aku takut tidak di ijinkan keluar lagi dan kita tidak bisa bertemu, Jagan lupa selalu kabari aku yah," ucap Putri.
"Aku antar kedepan yah," jawab Tegar dan mereka berdua pun berjalan menuju parkiran tidak lama kemudian teman-teman yang lain pun menyusul mereka berdua, sesampainya di tempat parkiran,
Dinda pun mengatakan, "Aku sama Lisa ikutan dimobil kak Riky pulang bareng, aku mau temui orang tua Putri mengucapkan terimakasih.
"Aku juga mau pulang bareng sama Tegar mau menemui orang tuanya Tegar takutnya nanti tidak di beri kepercayaan lagi, pas mau keluar suda tidak di ijinkan lagi," ucap Doni dan akhirnya mereka pun sepakat untuk berpisah.
"Sayang jangan lupa selalu kabari aku yah, kapan pun kamu ingin bertemu deganku aku akan selalu usahakan supaya kita bertemu," ucap Putri.
di saat Putri, Dinda, dan Lisa mau masuk mobil
Riky pun keluar dari mobil dan mengatakan, "Aku mau bicara dengan Tegar"
Putri pun kaget degan perkataan kakaknya, "k
"Kakak mau bicara apa dengan Tegar ???"
__ADS_1
"Ada yang mau kakak bicarakan mana Tegar"
"Tegar suda pulang kakak," ketus Putri degan sedikit hawatir di wajahnya.
Riky langsung mengatakan, "Padahal kakak mau bicara sama dia tentang hubungan kalian bagaimana nantinya,"
tiba tiba Putri langsung mengatakan Tegar pasti masi ada di parkiran coba aku telfon dulu
tidak lama kemudian hp Tegar pun berdering dan mengangkatnya "Haloy sayang ada apa ???" tanya Tegar.
"Kamu di mana, suda pulang belum ???"
"Aku di parkiran motor ini baru saja mau pulang ada apa ???"
"Kak Riky mau bicara sama kamu, kamu bisa kesini nga ketemu kak Riky"
"lya bisa sayang, aku kesana sekarang Tegar pun mematikan hp nya dan memasukan ke dalam saku celananya dan mengatakan ke Doni dan Andi, "kak Riky mau ketemu deganku.
"Gawat ni jangan-Jagan kakak Putri marah lagi kalau kamu ketemu Putri di kampus tadi," ucap Doni.
"Tererus apa dong kira-kira yang mau dibicarakan samapai-sampai ingin bertemu deganmu ???"
"Mungkin hanya ingin bertemu deganku ayo kita kesana dulu," ucap Tegar dan mereka pun menuju ketempat Putri
Riky suda menunggu Tegar di luar mobil
tidak lama kemudian sekitaran 5 menit Tegar pun sampai di parkiran tempat Riky memarkir mobilnya
Tegar pun menghampiri Riky dan mengatakan "Ada apa kak ???"
"Kita bicara di sana saja, ucap Riky aga menjauh dari Putri dan teman-teman yang lainya sesampainya, Riky pun bertanya ke Tegar "Bagaimana soal hubungan kamu dengan adik ku ???"
"Aku akan tetap memperjuangkan cintaku sampai orang tua kita masing masing merestui hubungan kita"
"Apa kata katamu bisa saya percaya ???" tanya Riky yang sedikit meragukan perkataan Tegar.
"Bisa sekali kak aku tidak memperdulikan diriku sendiri demi Putri aku sangat mencintai Putri kak, aku tidak akan perna menyakiti Putri," jawab Tegar degan begitu tegas
__ADS_1
"Ok kak percaya dengan pengorbananmu kepada adikku yang telah kamu tunjukan sebelumnya ke adikku aku percaya kakak mendukung hubungan kalian tapi Jagan sesekali kamu kecewakan adikku karna aku tidak akan tinggal diam," ucap Riky yang sedikit mengancam Tegar.
"Terimaka kak suda memberikan aku kepercayaa dan dukungan," jawab Tegar degan sedikit gemetar.
"Sama-sama tapi ingat kakak pegang kata katamu, orang tuaku mungkin besok akan balik ke Bandung kamu bisa ketemu Putri kapan saja
degan alasan kakak akan tingal di Jakarta untuk sementara waktu menjaga Putri bertemu dengan kamu,
dan kerjaan kakak di Bandung jadi pending dan di ganti dengan teman kakak, demi hubungan kalian Pekerjaan kakak tinggalkan"
"Maafkan aku kakak Riky" ucap Tegar degan penuh penyesalan di wajahnya.
"Tidak apa apa cuman ada harganya setelah kamu kerja nanti kamu ganti semua kerugian kakak karna beberapa hari kakak tidak masuk, itu di ganti degan Dokter lain dan kakak harus mebayarnya lebi kepada teman kakak"
"Pasti kak, Tegar akan ganti semua kerugian kakak nanti kalau Tegar suda kerja,"
Riky pun menepuk punggung Tegar "Santai saja kakak sekarang lagi nga perlu uang banget kok
hehehehe"
Tegar pun tersenyum melihat Riky hatinya sedikit bahagia mendapat dukungan dari Riky,
tidak lama kemudian Riky pun meninggalkan Tegar menuju mobilnya dan sesampai di mobil Riky pun masuk dalam mobil dan menghidupkan mesin meningalkan Tegar
Tegar pun dan teman teman lainya pun naik motor pergi menuju rumah Tegar.
di tenga perjalan Putri bertanya kakak tadi bicara apa sama Tegar," tanya Putri.
"Kamu tidak usa tau," ucap Riky.
"Kenapa tidak bole tau kan ini masalahku dengan Tegar"
"tidak usa tanya lagi, kakak lagi fokus bawah mobil nanti kita kenapa-kenapa" Goda Riky.
"Aisssssss" ketus Putri degan Waja murung,
dalam hati Putri penasaran tapi dia tau kalau Riky pasti mendukung hubunganya degan Tegar.
__ADS_1