
ke esok paginya Putri pun terbangun dan langsung saja mandi dan siap siap turun kebawa lantai satu dan menuju meja makan dan langsung saja duduk di meja makan disana suda ada Mbo dan Bibi meyiapkan sarapan,
"Bi, mama, papa belum bangun ???" tanya Putri.
belum non mungkin kecapean makanya belum bangun, oh iya non mau kemana, bukanya non masi sakit ???" tanya Bibi.
"Suda merasa sehat bi lagian kalau mama tau aku sakit nanti di larang kekampus," jawab Putri.
"Iya juga si non, tidak lama kemudian Tara pun suda bangun dan mengatakan Tara lapar,
"Sini non biar Bibi ambilin sarapan," ucap Bibi, Tara pun memberikan piringnya dan tidak lama kemudin sekitaran 30 menit mama pun bagun dan langsun menuju meja makan sarapan
"Kamu suda bangun ???" tanya mama Jamilah.
"Iya ma mau ke kampus," jawab Putri.
"Kok masi ke kampus kan suda mau selesai perkuliahan juga kan suda nga terlalu aktif belajar," ucap papa Dewangga.
"Kan Masi kulia papa nasi banyak yang mau di urus," jawab Putri.
"Sebentar lagi kamu suda wisuda, kamu mau kerja di rumah sakit terdekat sini saja, pas ada teman papa dia direktur rumah sakit dan papa mau mengrekomondasikan kamu masuk di situ
kamu mau kan ????" tanya papa Dewangga.
"Mau kerja sendiri pa, mau cari tempat kerja sendiri pa tanpa bantuan papa Putri mau mandiri pa boleh kan ???
"Bole sayang tapi klau kamu ada apa apa kabari papa ya" ucap papa Dewangga.
"Siap papa makasih ya pa," jawab Putri, tidak lama kemudian Putri pun suda selesai makan.
"Pa, ma Putri berangkat dulu daaaah papa, mama," ucap Putri, dan Putri pun menuju garasi mobil dan menghidupkan mobilnya dan pergi ke kampus
tidak lama kemudian Putri pun sampai di kampus dan langsung saja masuk kelas yang biasa tunggu Dinda dan Lisa sekarang langsung saja masuk kelas, tidak lama kemudian Dinda pun datang
"Put, aku mau tanya soal masalah kamu kemarin gimana ??? tanya Dinda.
"Yang mana ???" tanya Putri.
"Masalah di rumah sakit," ucap Dinda.
"Uda nga papa kok," jawab Putri.
"Tegar gimana ???" tanya Dinda.
"Dia marah sih tapi habis itu suda," ucap Putri.
"Tau nga Put, Dokter Raka sama tunangannya katanya pertunangan mereka batal," jawab Dinda.
"Kok bisa si ???" tanya Putri.
"Dokter Raka nga mau terima tunangannya lagi kasihan baget," ucap Dinda.
"Aku sama sekali nga menduka mereka membatalkan pertunangannya," jawab Putri
tidak lama kemudian Lisa dan Andi pun sampai di kampus begitu pun dengan Doni dan Tegar
__ADS_1
dan mahasiswa lainya pun datang dan salah satu mahasiswa mengatakan ke Putri
"Eehhh ini ada undangan buat kalian bertiga" dan ternyata di situ ada salah satu teman Ria.
"Undangan apa ???" tanya Dinda
"Ini undangan ulang tahun Biangka kalian semua di undang" ucap Ria.
undangan pun diberikan ke Tegar, Doni dan Andi, Lisa, Dinda dan Putri mereka pun menerimanya.
"Nga usa datang ngapain juga datang," ucap Dinda.
"Iya beneran nga usa datang malas amet datang," jawab Lisa.
"Kita harus datang hargai orang lah mereka suda kasi undangan," ucap Putri.
"Put, kamu mau datang ???" tanya Lisa.
"Iya nga apa-apa kan, kita datang menghargai mereka," jawab Putri.
"Nga salah, kamu mau datang ke pesta ulang tahun orang kaya mereka," ucap Dinda.
"Tegar Doni dan Andi kalian semua juga datang yah, supaya kita saling menghargai undangan orang lain," ucap Putri dan Tegar pun langsung memangil Putri dan menarik taganya keluar kelas.
"Kita bicara di luar kelas," Putri pun ikut keluar kelas, "ngapain si kamu mau ke acara Biangka ???" tanya Tegar.
"Aku hanya menghargai undanganya," jawab Putri.
"Aku malas mau datang ke pestanya," ucap Tegar.
"Terus masalahnya apa klau satu sekolah atau perna berteman ???" ucap Tegar.
"Hanya menghargai dan tetap menjalin silaturahmi," jawap Putri.
"Iya suda aku akan pergi, tapi kamu harus selalu bersama ku," ucap Tegar.
"Iya siap," jawab Putri, tidak lama kemudian Putri pun masuk kelas dan mengatakan,
"Dinda, Lisa kalian harus datang juga keacaranya Biangka sebentar malam," ucap Putri.
"Put, mereka itu pasti punya rencana jelek ke kamu tau nga," jawab Dinda.
"Mereka itu undang kita pasti ada tujuannya," ucap Lisa.
"Jangan so ujon sama orang, berfikir positif saja, kita datang supaya kita menghargai undangan mereka, Doni, Andi dan Tegar juga datang kok menjalin silatuh Rahmi mereka," jawab Putri.
"Iya suda de kita datang," ucap Dinda.
"Gitu dong sahabatku yang baik hati," ucap Putri.
tidak lama kemudian Dosen pun masuk kelas dan menyampaikan pengarahan dan tidak lama kemudian Dosen pun keluar kelas.
"Ayo kita ke kafe yuk makan-makan," ucap Lisa.
"Teraktir yah, ???" ucap Dinda.
__ADS_1
"Bayar masing-masinglah aku lagi nga ada uang lebi," jawab Lisa.
"Iya yuk ke Kafe lagian jarang-jarang kita
nongkorong," ucap Putri.
"Kalian mau ke Kafe tapi nga ngajak kita-kita," jawab Andi.
"Wah wah wah Tega bener ni cewe-cewe," ucap Doni.
"Mmmhhhh memang cewe-cewe ini." jawab Tegar.
"Iya kalian juga boleh ikut ayo kita kesana sekarang," jawab Lisa,
mereka pun berjalan bersama Tegar pun mendekatkan diri ke Putri dan bertanya kamu suda sehat ???" tanya Tegar.
"Iya suda," jawab Putri.
"Tapi kamu Masi kelihatan pucat," ucap Tegar.
"Aku suda sehat kok," jawab Putri.
"Biar aku yang bawah mobil yah nanti Lisa bawah motorku, ucap Tegar.
"Jangan Lisa barengan sama Andi ke kampus masa mau di pisahkan," jawab Putri.
"Nga apa-apa kan nga lama juga," ucap Tegar.
"Rese dehhhhhhhhh," jawab Putri.
"Bro sory ya aku ada perlu sama Lisa," ucap Tegar.
"Apa ???" tanya Lisa.
"Aku ada perlu sama kamu tolong bawah motorku ya ke kafe soalya aku mau bawah mobil Putri karna dia baru sembu kemari itu dia sakit dan di infus, aku kaget pas dia ke kampus bukanya istirahat malah mau ke kafe," jawab Tegar.
Dinda dan Lisa pun kaget, "Kamu sakit kok nga bilang si Put ???" tanya Dinda.
"Iya nih,"jawab Lisa.
"Aku suda nga apa-apa kok," ucap Putri.
"Tegar, iya de aku bawa motormu, kamu barengan saja sama Putri," ucap Lisa.
"Gitu dong, terimakasih yah Lisa," jawab Tegar
dan mereka pun berjalan bersama-sama sesampai di parkiran mereka pun berpisah
Tegar dan Putri berjalan bersam Tegar pun menanyakan kunci mobil Putraai dan Putri pun membuka tasnya dan memberikan ke Tegar dan mereka pun masuk kedalam mobil dan Tegar pun membunyikan mobil dan pergi dari kampus ditengah perjalanan Tegar pun bertanya,
"Kamu suda bener-bener sehat Put ???" tanya Tegar yang merasa ragu kalau Putri suda sehat.
"Sebenarya aku masi sedikit pusing cuman kalau aku tidur seharian di rumah mama, papa akan tau kalau aku sakit dan nga boleh keluar rumah,
tadi saja mereka tanya ngapain ke kampus bentar lagi kan wisuda aku bilang masi ada urusan di kampus, apalagi kalau mereka tau aku sakit langsung dikurung di rumah nga boleh keluar-keluar kamar," jawab Putri
__ADS_1