Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Nonton Bioskop


__ADS_3

"Tidak apa-apa lagian baru kali ini juga, aku nonton bioskop harus olaraga dulu kaya tadi di kejar-kejar," ucap Putri sambil tersenyum.


End Woo pun tersenyum dengan ucapan Putri dan mengatakan, "Bisa aja Dokter ini, pantesan semua pasien Dokter cepat sembuh karna Dokternya selalu bikin mereka tersenyum," ucap End Woo.


filem pun semakin tegang End Woo pun ikut tegang dan mengatakan. "Baru kali ini aku nonton bioskop bersama Kimberly."


sedangkan Kimberly semakin menikmati filemnya, Putri hanya diam dan ikut saja menonton.


"Suda aaaahhh kakak nga suka nonton filem begini kakak lebih suka nonton komedi banyak lucu-lucunya, suda pulang yuk," ucap End Woo mengajak pulang.


"Tunggu sebentar saja sampai filemnya habis, apa tidak kasihan sama Kimberly yang asyik nonton di temani kakaknya" jawab Putri Tegas.


End Woo pun kembali tenang dan menikmati filemnya dia merasa bosan dan tidak suka dengan filem pilihan adiknya.


tiba-tiba hp Putri berdering ada W'a masuk, Putri pun membukanya ternyata dari Dinda


Put kamu lagi dimana, soalya bibi telfon katanya kamu belum pulang.


Putri pun membacanya dan membalasnya


Aku ketemu sama kimberly pas pulang anterin kamu, pasien kemarin yang suda sembuh diajak nonton bioskop, jadi aku temani dari pada bosan di rumah jadi aku ikut aja.


Putri pun membalas W'a Dinda dan menaruh hpnya kembali ke dalam tasnya, dan fokus menonton filem.


setelah hampir 3 jam menonton bioskop ahirya filem selesai juga dan End Woo pun bernafas dengan lega. "Ahirya kelar juga filemnya."


semua pengunjung bioskop pun keluar satu persatu karna dorong-dorongan dari belakang ahirya Putri pun jatuh menabrak End Woo di didepanya dan dengan cepat End Woo pun memutar badannya dan menangkapnya.


seketika saja Kimberly langsung Tersenyum melihat pemandangan kakaknya degan Putri, "Maaf-maaf saya tidak segala tiba-tiba saja ada yang dorong dari belakang."


"Tidak apa-apa saya mengerti, mereka bertiga pun keluar, dari gedung bioskop menuju parkiran mobil, mereka bertiga pun naik mobil, Putri dan Kimberly duduk di belakang.


"Kakak antar pulang kerumah aja yah de ???" ucap End Woo.


"Antar ke Restoran saja kakak, Kimberly mau makan lapar," jawab Kimberly, dan ahirya End Woo pun balik ke restoran.


sekitaran 40 menit sampailah di tempat restoran milik End Woo, Kimberly dan Putri pun turun dari mobil.

__ADS_1


"Aku pulang dulu ya de, terimakasih hari ini suda mengajak jalan-jalan," ucap Putri.


"Tunggu Dokter, nanti diantar pulang sama kak End Woo," jawab Kimberly menghentikan langka Putri.


End Woo pun kaget, "Haaaaaaaah, kakak masi mau urus catatan dulu," jawab End Woo mengelah.


"Antar Dokter Putri pulang dulu, nga ada alasan apa pun kasihan Dokter Putri nyetir sendiri suda kecapean apalagi suda malam gini, apa kakak nga kasihan sama Dokter Putri ???"


"lya suda, kakak antar, puas."


"Tidak usa, saya suda biasa pulang sendiri suda terbiasa nyetir sendiri."


"Tidak papa Dokter, karna Dokter suda menemani saya hari ini biarkan kakak saya yang megantar Dokter pulang," ucap Kimberly Tegas.


"Biar saya antar saja Dok, nanti mobil Dokter karyawan di restoran ini yang bawah, nanti kalau pulang barengan sama saya.


Putri pun seakan tidak bisa mengelah lagi dan meng iyakan saja.


"Silakan naik Dok."


Putri pun naik di mobil End Woo namun dia duduk di belakan, Kimberly pun mengatakan. "Dokter duduk di depan saja kasihan kak End Woo kaya sopir hehehehehe, memang cocok sih, tampang supir hehehehe," ucap Kimberly menggoda kakanya.


Putri pun mengucapkan terimakasih.


"lya sama-sama, yang seharusnya mengucapkan terimakasih itu saya karna seharian ini suda menemani adik saya jalan-jalan, padahal bukan siapa-siapa hanya sebatas mantan pasien.


"Saya hanya ingin membantu saja," ucap


Putrri sambil tersenyum melihat End Woo.


End Woo pun tersenyum melihat Putri. "Cewe ini baik dan kelihatan tulus dalam membantu," seruh End Woo dalam hatinya di tenga perjalan End Woo pun menanyai Putri.


"Rumah kamu di bagian mana ???" tanya End Woo.


"lni kok arahnya, tingal sedikit lagi sampai, di depan belom kiri, ada taman lewati taman sedikit di sitalah rumah ku.


"Oke, oh iya besok sibuk nga ???"

__ADS_1


"Emang ada apa ya ???"


"Besok ada pembukaan Restoran baru di cabang, aku sebagai pemilik Restoran mengundang Dokter hadir di acara Pembukaan tersebut."


Putri pun terdiam sementara dan ahirya dia menjawab. "Jam berapa ???" tanya Putri.


"Jam 3 sore apakah Dokter bisa hadir besok ???"


"Saya akan usahakan datang tapi saya tidak janji karna jika pasien banyak saya tidak bisa meninggalkan pasien saya di saat jam kerja."


"lya Dokter saya mengerti, Dokter profesional sekali dalam bekerja."


Putri pun hanya bisa tersenyum saja, dia tidak banyak berbicara karna memang suasana hatinya masi dalam keadaan tidak baik, Tidak lama kemudian sampailah di depan rumah Putri. "Di sini saja ini rumah ku, mau mampir ???"


"Tidak, lain kali saja saya mampir."


"lya suda," ucap Putri sambil tersenyum menatap wajah End Woo.


"Bagai mana besok, bisa datang tidak ???"


"Nanti saya usahakan kalau jadi atau tidak nanti saya kabari."


"Bagai mana bisa kamu kabari saya nomormu saja tidak ada."


"Oooh iya, yah," ucap Putri dan mengambil hp nya dan memberikan nomornya kepada End Woo.


End Woo pun mengambil hpnya di saku celana dan mencatatnya dan menyimpannya di hp nya, dan mengatakan suda, dan kembali memasukan di saku celananya.


Putri pun mengucapkan. "Terimakasih suda mengantarku pulang," ucap Putri sambil tersenyum.


"Sama-sama," ucap End Woo sambil tersenyum minat Putri, dan tidak lama kemudian mobil Putri pun sampai karyawan yang membawah mobil Putri pun mem berikan kunci mobilnya.


End Woo pun mengatakan kepada karyawannya "Ayo naik kita balik restoran," ucap End Woo memangil Karyawannya naik bersamanya.


End Woo pun pamit kepada Putri dan pergi meningalkan rumah Putri, satpam pun membuka pagar Putri pun masuk kedalam rumahnya dan mengatakan ke Bibi, "Buatkan aku segelas jus," ucap Putri dan Bibi pun pergi ke dapur membuat segelas jus buat non Putri.


Putri pun berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, dalam hatinya masi terasa sangat sakit akan hubunganya denga Tegar, dia berharap Tegar bisa memperjuangkan hubungan mereka, sesampainya di kamar Putri pun langsung berbaring di tempat tidur pikirannya sangat kacau membuatnya meneteskan air matanya.

__ADS_1


dia sama sekali tidak berhap hubunganya degan Tegar akan berakhir seperti ini, baru kali ini dia jatu cinta degan seorang laki-laki, Putri pun akhirnya menutup matanya dia berharap semua ini hanyalah mimpi, Putri pun menutup matanya dan ahirya dia pun tertidur.


__ADS_2