
Putri pun langsung berjalan santai tanpa menoleh dan menyapa Tegar seakan mereka seperti tidak saling mengenal, Tegar pun begitu kecewa melihat sikap Putri seperti itu dia pun seakan menahan rasa sakit di hatinya,
"Memang benar aku yang memilih seperti ini aku harus kuat menjalani ini semua, walau sebenarnya aku tidak kuat menjauh dari mu, sampai mana aku harus menahan sakit ini, sampai kapan aku bisa bertahan tanpa kamu disisi ku," seru Tegar dalam hati.
Tegar pun berjalan masuk kedalam menuju ruangannya, disana suda ada Doni dan langsung menghampiri Tegar mereka satu ruangan hanya beda dindin saja.
"Tadi malam aku lihat di status Dinda dia ke acara pembukaan Restoran baru yang di pinggir jalan sana bersama Putri mereka bertemu dengan artis Korea dan Dinda unga berfoto-foto di media sosial nya.
dan aku lihat di FB Dinda yang dia ungga ada Putri sedang berdiri tersenyum dengan Seorang laki-laki Korea, coba de kamu lihat fotonya, Doni pun memperlihatkan fotonya satu persatu Dinda yang berfoto namun di belakangnya ada Putri dan End Woo yang berdiri.
seketika hati Tegar seakan terbakar api cemburu melihat foto-foto itu dan bertanya tanya dalam hatinya siapa laki-laki ini, Tegar pun langsung emosi dan pergi meningalkan ruangan Doni dan pergi keruanganya dia hanya mondar mandir sambil memegang jidatnya siapa sih cowo itu, mereka kelihatan akrap sekali lagi.
Tegar tidak fokus dalam berfikir dan membuka kembali Fb Dinda dan melihat di hp nya foto yang di ungga Dinda memang banyak foto foto Dinda, di belakang ada Putri dan End Woo yang sedang berhadapan, Tegar pun kembali ke ruangan Doni dan bertanya, "kamu suda tanyakan ke Dinda siapa laki laki itu ???"
"Aku suda kirim pesan Dinda tingal tunggu balasa nya saja"
"Oke kita tunggu"
tidak lama kemudian Dinda pun membalasnya
Kemarin kita ketemu sama pasien yang suda sembuh dan mengajak kita ke acara pembukaan Restoran kakaknya, dan kebetulan mereka berdarah campuran Indonesia dan Korea.
Doni pun langsung membuka hp nya dan membacanya , oooh begitu yah, dia pun memberitahukan ke Tegar dan mengatakan tidak usa Terlalu di fikirin deh.
tiba tiba hp Tegar pun berdering yang menelfon adalah papanya dan Tegar pun langsung mengangkatnya, "Haloy pa, ada apa ???"
"Mama mu sakit lagi tidak mau makan suda dari tadi malam nga mau makan dan minum obat sampai sekarang, kamu bujuk mama mu dulu nak ???"
"Kenapa nga mau makan pa, mama harus minum obat pa"
"Papa Suda telfon om kamu datang Periksa kondisinya baik, cuman mamamu tidak mau makan dan Tekanan darah tingginya juga suda normal, kamu bujuk mamamu dulu yah nak ???"
"Tapi Tegar Masi kerja pa"
__ADS_1
"tidak lama nak, kalau mama mu suda makan kamu boleh pergi lagi.
"ly pa, Tegar pulang sekarang"
"Doni, aku pulang dulu bentar yah, mamaku sakit dan tidak mau makan aku pergi dulu, Tegar pun pergi menuju parkiran motor dan membunyikan motornya dan pulang kerumah meningalkan rumah sakit
sekitaran 35 menit sampailah di rumah Tegar dan langsung masuk kedalam kamar mamanya, "pa, mama kenapa lagi ???"
"Mamamu tidak mau makan kamu bujuk mamamu dulu.
"Ma, makan dulu, kalau mama nga makan nanti tamba sakit"
"Mama tidak mau makan mama tidak lapar"
"Mama harus makan kalau nga makannanti tamba sakit"
Pokoknya mama tidak mau makan mama tidak lapar"
"Mama kenapa lagi, kenapa tidak mau makan"
Oke ma, Tegar setuju di jodohkan dengan Tania, tapi undang keluarga Tania sebentar malam ke rumah makan malam, dan membicarakan masalah perjodohanku, aku mau bicara dengan Tania terlebih dahulu.
mama Sofia pun langsung bersemangat "Beneran nak, suda setuju di jodohkan, kalau gitu sebentar malam mama akan undang keluarga Marissa datang kerumah"
"lya ma, Tegar suda setuju, kalau gitu mama makan sekarang yah, Tegar mau balik ke rumah sakit tadi Tegar hanya ijin sementara"
"lya sayang mama makan, ucap mama Sofia dan langsung mengambil makanannya dan memakanya.
Tegar pun berdiri dari duduknya dan pergi keluar kamar mamanya, Tampa mengeluarkan satu kata pun kepada papa nya,
papa Armadjaya Suda tau betul bahwa yang dia cintai hanya Putri, dan menerima perjodohan ini hanya karena terpaksa
Tegar pun berjalan menuju parkiran motornya dan menjalankanya dan pergi meningalkan rumahnya menuju rumah sakit, sesampai nya di rumah sakit, dia langsung menemui Doni, "Aku mau bicara sama kamu"
__ADS_1
"lya suda bicara apa ???"
"Aku suda menerimah perjodohanku dengan Tania tapi sebelum itu aku mau ketemu degan Tania lebi dulu menayakan apakah dia mau di jodohkan denganku atau tidak,
dan aku akan menjelaskanya bahwa aku menerima perjodohan ini hanya karena orang tuaku yang meminta aku"
"Bagaimana jika Tania menerima perjodohan kalian ???"
"Aku akan menjelaskan bahwa aku mencintai orang lain aku hanya menerimah perjodohan ini karna orang tuaku yang meminta"
"Aku hanya bisa mendukungmu sebagai sahabat, aku tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, terserah dari kamu mau bagaimana ambil baik nya saja"
"Terimakasih ya bro"
lya santai saja" ucap Doni sambil menepuk pundak Tegar.
disisi lain hp Putri berdering dan melihatnya teryata yang menelfon adalah End Woo, Putri pun mengangkatnya ,"Haloy ada apa ???"
"Kamu sibuk nga ???" tanya End woo.
"lya lumayan sibuk sih, ada apa yah ???" tanya Putri balik
"Tadi nya sih, aku mau minta tolong cicipi masakan aku, makanan tradisional Makassar rasa nya kaya gimana gitu, kamu bisa kesini nga ???" tanya End Woo lagi.
"Gitu yah, tapi aku masi ada pasien, Masi sibuk sedikit sih, bagaiman kalau pulang kerja aja yah"
"Ohhh gitu yah, nga papa sih, terimakasih" dan mematikan hp nya.
Putri pun ke ruangan Dinda namun Dinda lagi ke kamar mandi, Putri pun duduk di kursi dan melihat hp Dinda yang berdering ada komentar hp yang masuk, Dinda pun keluar dari kamar mandi, "Suda dari tadi tumben diam-diam"
"Hpmu nyalah tu ada pesan yang masuk kayanya"
Dinda pun langsung melihat hpnya dan banyak komentar "aduuh senengya bisa ketemu artis korea," Dinda mengeluarkan suara ,"lya-iyalah seneng banget, ketemu artis Korea"
__ADS_1
Putri pun mendekat apaan sih kok ngomong sendiri" dan melihat Dinda mengungga foto nya namun Putri pun terkena foto bersama End Woo, "Kok ada aku sama End Woo sih" ucap Putri kaget melihat dirinya dan End sedang berhadapan di belakang Dinda.