Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Merasa Kesal


__ADS_3

"Eeehhh sayang ada apa sih kok orang tua mu suru cepat pulang ???" tanya Tegar penasaran.


"Aku juga nga tau, sayang, mama cuman susu cepat pulang katanya mau bicara, muda-mudahan sih bukan masalah perjodohan aku malas baget bahas masalah perjodohan"


"lya sayang yang sabar yah ???"


"Terimakasih yah sayang, aku nga tau harus bagaimana kalau nga ada kamu yang menyemangati aku"


"ltulah gunanya pacar sayang, selau ada di saat susa dan selalu menyemangati, kita saling menyamagati yah sayang ku"


Putri pun langsung bersandar di bahu Tegar dan mengatakan, "Cuman bahu ini yang paling nyaman rasanya"


"Bahu ini akan selalu memberi mu kenyamanan," ucap Tegar sambil mengelus rambut Putri.


tidak terasa sekitaran 45 menit sampailah di pertigaan rumah Putri dan Putri pun turun dari mobil pergi meningalkan Tegar, menuju rumahnya tidak lama kemudian sampailah di rumah Putri dan langsung masuk disana suda ada nama Jamilah dan papa Dewangga suda menunggu di ruang tamu, Putri pun berjalan menghampiri orang tuanya,


"Kamu dari mana saja ???" tanya mama Jamilah.


"Aku dari acara ulang tahun Dinda ma"


"Kamu pasti ketemu sama laki-laki itu kan ???"


"Namanya Tegar ma, dia kan teman Dinda juga mah, jadi dia datang juga ke ulang tahun Dinda.


"Memang kamu susa di atur, mama kan suda bilang Jagan ketemu sama anak Armadjaya itu masi saja kamu temui"


"Kan dia datang ke ulang tahun Dinda juga ma, nga mungkin aku hindari dia pas di hadapan teman-teman"


"Kamu memang susa di bilangin nga mau segar kata orang tua"


"Sudalah ma, nga usa ribut-ribu bentar lagi Kim End Woo datang," ucap Dewangga.


"Suda sana kamu siap-siap Kim End Woo mau datang tu," ucap mama Jamilah.


"Mau ngapain dia datang kesini ???"

__ADS_1


"Nga usa banyak pertanyaan, pergi saja mandi dan siap-siap" ucap mama Jamilah geram.


Putri pun berjalan menuju kamarnya sesampainya di dalam kamar langsung mandi namun dia tidak bersiap-siap untuk pergi, malah langsung berbaring di tempat tidur karna merasa cape Putri pun menutup matanya ingin tidur, tiba-tiba bibi datang mengetuk pintu.


"Non di pangil ibu, di suruh kebawah"


Putri pun tidak menjawab perkataan Bibi, membuat Bibi pergi meningalkan kamar Putri dan pergi menghampiri mama Jamilah.


"Permisi Tuan, bu non Putri tidak menjawab apa mungkin non Putri suda tidur"


"Apaaaaaaah Putri tidur, anak itu di suru siap-siap malah tidur, ma kamu pergi lihat dulu Putri mu sana ???"


"Iya pa, ini mama mau pergi cek sendiri di kamarnya" mama Jamilah pun pergi menuju kamar Putri dan langsung membuka kamar Putri betapa kagetnya mamanya melihat Putri berbaring tidur di kamar.


"Putri bagun, papa mu suda mara-marah di bawah tungguin kamu siap-siap malah tidur, cepat bagun ganti baju sana"


"Putri mengangguk sekali ma, Putri cape seharian bikin acara ulang tahun Dinda, Putri mau istirahat Putri mengantuk"


Putri cepat bagun, kamu nga mau dengar kata-kata mama haaaaa" tersebar suara mama Jamilah begitu keras membuat Putri ketakutan dan langsung bangun.


"Mama tunggu di bawah, jagan lama-lama ganti baju nanti papa mu marah lagi"


"Iya ma," Putri pun pergi membuka lemari dan ganti baju, mama Jamilah pun turun ke bawah sedangkan Putri memih baju untuk di pakai, tidak lama kemudian Putri pun suda selesai ganti baju dan turun kebawah, dan menghampiri orang tuanya,


"Kamu cuman di suru ganti baju lama baget" ucap mama Jamilah geram.


"Sudalah ma," tidak lama kemudian Kim End Woo pun datang dan langsung menghampiri orang tua Putri.


"Selamat malam pak Dewangga, dan ibu Jamilah," ucap End Woo menyapa keluarga Putri.


"Malam juga, mari masuk sini," ucap Dewangga.


End Woo pun berjalan masuk kedalam rumah Putri sambil tersenyum.


"Mau ajak jalan Putri yah, Putri suda siap dari tadi tingal mau pergi tu," ucap Jamilah sambil tersenyum melihat End Woo.

__ADS_1


Putri pun kaget degan perkataan mamanya, siap dari mana yang ada aku mengantuk sekali ingin tidur" seruh Putri dalam hati.


"Suda sana pergi sama Kim End Woo, sambil mendorong Putri ke arah End Woo.


"Terimakasih pak, bu, saya permisi dulu"


Putri dan End Woo pun keluar dari rumah menuju parkiran mobil sesampainya mereka pun masuk, namun kelihatan Putri tidak semangat dan merasa sangat kesal harus jalan degan End Woo degan keterpaksaan karna desakan dari orang tuanya.


"Kamu kenapa ???"


"Nga kenapa-kenapa"


"Maaf yah, tadi orang tua mu menelfon ku, katanya ada acara di rumah, tau-taunya mau ajak kamu jalan, maaf yah aku sama sekali tidak tau"


"Sudalah tidak usa di bahas, kita mau kemana sekarang ???" tanya Putri degan sedikit Waja malas.


"Kita naik wahan yuk, suda lama baget kita tidak perna naik wahana lagi terakhir naik wahana bareng Kimberly dan kamu dan aku mabuk hehehehe"


"Iya suda terserah kamu saja"


End Woo pun menjalankan mobilnya dan pergi meningalkan rumah Putri menuju wahana.


Disisi lain Tegar Pun terbagun karna merasa lapar Tegar pun menuju dapur namun semua persediaan di Apertemennya suda tidak ada.


"Oooh iya yah persediaan ku suda habis, aku belum sempat belanja, walau pun pergi belanja dan masak pasti suda nga tahan baget rasa lapar ku, yah suda aku keluar makan sajalah lebi peraktis"


Tegar pun pergi mengambil kunci motornya dan pergi meningalkan Apertemennya pergi mencari restoran untuk makan.


"Tidak lama kemudian Tegar pun menemukan restoran dan singga untuk makan, Tegar pun memangil pelayan Restoran "Mba aku mau pesan"


"Silakan tunggu sebentar ya mas" ucap pelayan Restoran.


tidak lama kemudian makanan pun sampai dan Tegar pun langsung memakanya karena kelaparan Tegar pun langsung menghabiskannya setelah Tegar membayar makanan Tegar pun pergi meningalkan Restoran dan pergi menuju motornya,


"Aku singa belanja aja sekalian supaya aku nga lupa lagi nanti, apalagi kalau suda sibuk kerja nga sempat belanja karna cape, tapi sebenarnya aku mau ajak Putri temani aku belanja karna dia cewe pasti dia lebi tau dari pada aku, tapi kalau aku tunda hari ini besok pagi aku makan apa dong, yah sudalah aku pergi belanja ajalah belanja yang ku butuhkan saja untuk besok pagi"

__ADS_1


Tegar pun naik motor dan pergi meningalkan Restoran, menuju supermarket, setelah sampai di supermarket Tegar Pun berbelanja keperluanya setelah semuanya suda di beli Tegar pun membayarnya setelah membayar Tegar pun pergi menuju motornya meningalkan Supermarket.


__ADS_2