Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Undangan Pernikahan


__ADS_3

"Dasar Dinda cuman datang mengangu saja, jadi malas mau ngapa-ngapain mendingan aku tidur lagi aahhhh, oh iya dari pada aku tidur lagi mendingan aku ke Butik saja sekarang"


Putri pun bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi setelah mandi Putri ganti baju dan turun ke lantai bawah menuju parkiran mobil Putri pun masuk kedalam mobil dan pergi meningalkan rumahnya menuju Butik milik mamanya.


sesampainya di Butik Putri pun masuk kedalam dan mencari karyawan kepercayaan mamanya,


setelah Putri melihat dan memangilnya, "Mba aku mau cari baju ke pesta besok ada nga Mba ???" tanya Putri.


"Non Putri maunya cari yang bagaimana ???" tanya Mba nya balik


"Mana-mana aja Mba yang penting cocok buat aku"


"Sebelah sini non, mari saya antar non"


Putri pun berjalan menuju tempat yang di tunjukan tiba-tiba ada beberapa tamu datang dan langsung memangil Mba nya, Putri Pun mengatakan, "Mba layani mereka saja saya gampang kang Butik ini milik mama saya jadi saya bisa layani diri saya sendiri"


Beberapa Karyawan pun langsung datang melayani tamu itu, setalah Putri mengamati degan baik-baik baru dia sadar teryata tamu itu adalah Ibu Sofia, Tante Marissa dan Tania.


"Mba tolong carikan baju buat pertunangan buat anak ku," ucap Tante Marissa.


"Baik bu" dan Mba nya pun memangil Tania pergi ke tempaat baju-baju terbaru.


"Ahirnya yah Marissa anak kita tunangan juga aku senang sekali pertunangan mereka tinggal 2 hari lagi aku suda nga sabar melihat pertunangan mereka" ucap Sofia.


"Iya aku juga sama Sofia, nga nyangka Ahirya anak kita tunangan juga, nga tersa mereka suda besar saja dan bentar lagi mereka akan tunangan dan habis tunangan mereka menikah dan kita punya cucu" ucap Marissa tersenyum melihat Sofia.


Putri pun mendegar pembicaraa mereka dan langsung saja keluar dari Butik mamanya menuju mobilnya dan pergi meningalkan Butik mamanya, hati Putri sedikit sakit mendengar


percakapan mereka dan langsung saja pulang ke rumahnya.


disini lain Tegar pun bangun dan langsung menuju meja makan karena suda sangat lapar, memang beberapa hari ini Tegar jarang makan dan tidur yang cukup karena banyaknya pikiran

__ADS_1


sesampainya di meja makan Tegar pun langsung makan tiba-tiba Andi dan Lisa datang menghampiri Tegar di meja makan, Tegar Pun menoleh dan langsung berdiri


"Andi kok kesini dalam rangka apa, ???"


"Aku kesini mau antar undangan pernikahan kakaknya Lisa, karna Lisa tidak enak datang sendiri jadi aku temani pacar ku lah"


"Aisssss romantis banget sih kalian berdua"


"Apaan sih, biasa saja kok, oh iya ini undangan nya, maaf baru datang antar sekarang soalya sibuk, aku sama Lisa sibuk urus pernikahan kakanya Lisa karena Kakanya Lisa memberi kepercayaan kepada aku dan Lisa"


"Iya tidak apa-apa aku mengerti, aku kira tadi undangan pernikahan kalian berdua lagi"


"Hahahaha, belum kepikiran sampai menikah dulu waktu dekat ini soalya aku sama Lisa Sementara mengumpulkan uang untuk biaya kita nanti, lagian kita juga belum lama kerja jadi jadi manfaatin kumpul uang"


"Enak banget ya kamu Andi, kamu sama Lisa suda punya tujuan untuk menikah dan punya rencana untuk menikah" ucap Tegar sambil memukul dada Andi degan perlahan.


"Yang sabar yah bro, suatu saat pasti ada jalan yang terbaik untuk hubungan kalian"


"Suda nga usa bahas dulu soal itu ini kita di rumah Tegar nanti mama nya keluar nanti kita kena marah bisa-bisa di usir," jawab Andi degan nada kecil sambil membisikan telinga Lisa.


"Iya aku pasti datang sebentar malam" ucap Tegar sambil Tersenyum melihat Andi dan Lisa.


"Kalau begitu aku sama Lisa permisi dulu yah," ucap Andi dan Andi pun pergi meningalkan rumah Tegar,


dan Tegar pun kembali duduk di meja makan dan lanjut makan setelah makan Tegar pun kembali kemar dan menghabiskan waktunya hanya di kamar dan tidak terasa waktu begitu berjalan dan suda malam dan Tegar pun bersiap-siap pergi ke pesta pernikahan kakak nya Lisa, Tegar pun turun kelantai bawah menuju parkiran motor tiba-tiba mama Sofia memangil Tegar,


"Kamu mau kemana nak, ???" tanya Sofia.


"Aku mau ke acara pernikahan teman ku ma"


"Kamu tidak boleh kemana-mana besok lusa pertunagan mu degan Tania, jadi kamu tidak boleh kemana-mana"

__ADS_1


"Tegar harus pergi ma, Tegar tidak enak tidak hadir karena ini acara pernikahan kakanya sahabat Tegar, tolong ma, Jagan tekan Tegar seperti ini, ijinin Tegar pergi ma"


"Suda lah ma, biarin saja Tegar pergi ke acara pernikahan," ucap Armadjaya sambil membujuk mama Sofia.


"Papa kok malah mendukung Tegar sih pa, lusa kan acara pertunangan Tegar dan Tania pa," ucap Sofia sambil cemberut.


"Sudalah ma, biarin saja Tegar pergi, dan papa Armadjaya pun menyuruh Tegar pergi, "Suda sana pergi hati-hati di jalan," ucap Armadjaya.


Tegar pun pergi menuju parkiran motor dan langsung membunyikan nya dan pergi meningalkan rumah nya menuju rumah Lisa, sekitaran 40 menit sampailah dirumah Lisa, Tegar pun langsung masuk dan disana suda ada Doni dan Andi menunggu dan tamu-tamu pun suda sangat banyak, Andi pun langsung menghampiri Tegar,


"Haiy Tegar lama banget si sampai nya uda dari tadi tunggu nya nih"


"Maaf lama, biasa mama ku tidak mengijinkan aku keluar karena lusa pertunagan aku degan Tania"


"Astaga Tegar, terus bagaiman degan hubungan kamu degan Putri, pasti Putri saat ini sangat terluka degan pertunangan mu degan wanita lain"


"Begitulah, sekarang Putri suda sangat membenci ku dan aku suda berapa kali berbicara degan Putri namun selalu di abaikan, aku pusing memikirnya sekarang"


"Sudalah tidak usa di fikirkan kita masuk saja ke dalam cari tempat duduk"


mereka berdua pun berjalan menuju kursi sesampainya Tegar pun langsung duduk, Doni pun langsung mendekati Tegar, dan mengatakan, "Sudalah bro tidak usa di fikirkan dulu kita lagi di pesta buang pikiran yang menganggu sekarang"


Tegar pun hanya tersenyum melihat Doni, tidak mengeluarkan satu kata pun, Doni pun duduk di samping Tegar, dan mengatakan, "Dinda, kamu suda kabari Putri kan kalau ada acara pernikahan kakanya Lisa ????" tanya Doni.


"Iya suda, aku suda sampaikan tadi siang kok" jawab Dinda.


"Tapi kenapa dia belum datang, ???"


"Mungkin macet kali di jalan"


Tiba-tiba Lisa datang menghampiri mereka dan mengatakan "Dinda kamu suda kasi undangan kan ke Putri ???"

__ADS_1


__ADS_2