Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Malam Perpisahan


__ADS_3

"Kami permisi dulu om" ucap Doni dan Andi, Tegar pun langsung pergi meningalkan ruang tamu dan menuju parkiran motornya dan membunyikan motornya dan meninggalkan rumahnya.


di jalan Tegar pun berhenti membawah motor tidak lama mudian Doni dan Andi pun datang menghampirinya kenapa berhenti ada apa ???" tanya Doni.


"Kalian bilang apa sama papaku sampai di ijinkan, kalian hebat banget memang kalian Sahab tebaiku yang bisa di andalkan."


"Kok kalian tau kalau aku ada masalah sama Putri," ucap Tegar


"Tadi Dinda telfon katanya kamu ada masalah sama Putri dia tau juga infonya dari Putri," jawab Doni.


"Terus Putri datang kan ke acara perpisahan ???"


"lya datanglah, Dinda tadi W'a katanya Putri juga suda di ijinin ke acara perpisahan dan mungkin sekarang suda di jalan."


"Sukur de senang banget rasanya aku dengar terimakasih, kalian memang para sahabat yang paling baik."


Doni melihat tangan Tegar di balut dengan perban dan bertanya, "Tangan kamu kenapa Tegar ???"


"lya yah dari tadi aku mau tanyakan juga cuman lupa," sahut Andi.


"Karna emosi aku memukul kaca sampai pecah dan tangan ku berdarah untung saja ada kak Teguh yang balut kalau nga ada aku biarin aja lagian nga sesakit rasanya, yang sakit itu hati ku, kalian tau kan aku nga mau ngerasain namanya sakit hati lagi, aku bener-bener sayang banget sama Putri aku nga mau melepaskan cinta ku kali ini karna aku bener-benar cinta sama Putri."


"lya kami mengerti dan kami siap membantu kapan saja." sahut Andi


"Terimakasi, kalian memang sahabat terbaik yang di berikan Allah kepada ku."


"lya sama-sama" ucap kedua sahabatnya.


mereka pun pergi bersama sama menuju kampus sekitaran 40 menit sampailah di kampus disana Tegar bertanya-tanya kepada teman yang lain kalau Putri suda datang, Tegar pun pergi menelusuri semua sudut kampus namun tidak menemukan keberadaan Putri.

__ADS_1


Doni pun menelfon Dinda namun tidak di angkat, ahirya Tegar memutuskan untuk menunggu Putri di tempat parkiran Tampa di duga-duga mobil Riky pun datang dan memarkir mobilnya, disaat Tegar melihat ada mobil Putih dia langsung memperhatikannya memang benar mobil itu adalah mobil Riky kakanya Putri.


Putri pun turun dari mobil dan mengatakan "Kakak mau masuk ???"


"Nga kakak tunggu di mobil saja" ucap Riky.


"Apa kakak nga bosan menunggu ???"


"Kalau kakak bosan nanti kakak jalan-jalan nanti kalau Ade suda mau pulang baru kabari kakak"


"Nanti kalau ketahuan mama, pasti kakak di marahin."


"Nga de, selama tidak ada yang bilang sama mama, Adekan suda dewasa suda bisa menentukan hidup Ade sendiri cuman sebagai anak kita harus menghormati orang tua, selama menurut Ade itu baik buat Ade, jadi Ade bisa ikuti kata hati ade sendiri."


"Terimakasih kak, cuman kakak yang mengerti perasaan Putri dan langsung memuk kakaknya,


Tegar pun mendengar percakapan Putri dengan kakanya dan merasa senang karena Riky tidak melarang Putri untuk berte mu dengannya.


Tegar pun datang menghampiri Putri dan langsung menarik tanganya, Putri pun kaget mengira siapa orang yang menarik tangannya dan ternya yang menarik tangannya adalah Tegar.


Tegar pun membawah Putri pergi ke atas lantai atas di kampus, menjauhi acara perpisahan yang di sediakan di bawah lantai satu, "Orang tua kita pasti melarang kita bertemu bukan ???"


"Iya mereka juga menyuru ku menjauhi mu," ucap Putri.


"Sama berarti dengan keluarga ku terus apa keputusan mu ???" tanya Putri dengan saura sedikit Serak.


"Aku tetap bertahan aku tidak bisa melupakan mu, aku akan memperjuangkan cinta kita," ucap Tegar dan langsung memeluk Putri.


"Sama aku juga tidak bisa melupakan mu, aku sayang sama kamu Tegar, aku akan memperjuangkan cinta kita sampai kita dapat restu dari orang tua kita masing-masing," ucap Putri sambil menagis.

__ADS_1


"lya sayang aku juga akan memperjuangkan cinta kita, agar kita bisa lewati semua ini kita harus berjuang bersama-sama,Tegar pun memeluk Putri dengan sangat erat, dan langsung mencium bibir Putri begitu mesra dan Putri pun membalas ciuman Tegar dan mereka pun saling berciuman.


"Terus kedepanya kita bagaimana apakah harus sembunyi-sembunyi ketemu begini ???" tanya Putri


"Untuk sementara seperti ini saja dulu kita jarang ketemu namun tetap ada komunikasi, oh iya sayang kamu mau kerja di rumah sakit mana habis ini ???"


"Kalau aku si mau kerja di rumah sakit terakhir kita dinas rumah sakit itu kan masi baru terus disana tempatnya enak dan tidak terlalu jauh dari keramaian ucap Putri sambil tersenyum memandangi wajah Tegar.


"Aku tidak setuju kalau kamu kerja disitu nanti kamu ketemu sama Dr Raka lagi," ucap Tegar ketus.


"Dokter Raka suda pinda tau dari bulan lalu waktu kita suda tidak dinas lagi dirumah sakit itu, aku tau dari kakak Riky yang memberitahu ku."


"lya suda kalau gitu aku ikut kamu saja kerja di rumah sakit itu apa sih yang nga buat kamu sayanlg," ucap Tegar dan langsung memeluk Putri.


tiba tiba Dinda menelfon, hp Putri pun berdering dan Putri pun mengangkatnya, "Haloy, Putri, kamu dimana acara suda mulai."


Putri dan Tegar pun turun ke lantai satu mengikuti acara perpisahan, semua teman-teman yang lain suda hadir di malam ini dan ikut bergoyang termasuk para Dosen, Putri hanya bisa duduk di kursi menyaksikan teman-temanya bergoyang


Tegar pun datang menghampiri Putri sambil membawah makanan. "Kamu kok diam saja ???" tanya Tegar.


"Aku kepikiran besok kita tidak akan bisa bertemu lagi orang tua ku melarang keras kita bertemu apalagi mamaku menyuruh kakak Riky mengawasiku, untung saja kakak Riky mendukung hubungan kita.


"Nga usa di pikirinkan nanti kita ketemu lagi setelah kita kerja di rumah sakit bareng, tiap hari bisa ketemu, kamu tidak usah hawatir aku pasti selalu mencari cara agar kita bisa bertemu lagi sambil tersenyum melihat Putri.


suda dong sayang tidak usa bersedih lagi aku janji sama kamu akan memperjuangkan cinta kita sampai kapan pun aku tidak akan menyerah sampai kedua orang tua kita merestui hubungan kita, senyum dong sayang ku."


Putri pun tersenyum mendegar perkataan Tegar seperti itu, "Aku juga akan berusaha meyakinkan papa, mama kalau kamu itu bukan anak Penipu seperti yang dituduhkan oleh orang tua ku."


"lya sayang begitu dong sayang tersenyum, selama kamu bersama ku kamu harus selalu tersenyum nga boleh sedih-sedih," ucap Tegar sambil memegang pipi Putri.

__ADS_1


Putri pun kaget dan langsung melepas tangan Tegar dan mengatakan, "Banyak orang tau, nanti cewe-cewe pada sirik sama aku" sambil tertawa hahahaha.


Tergar pun tersenyum manis melihat Putri suda tersenyum membuat hatinya sedikit tenang karena dia tau setelah pulang kerumah nanti dia pasti akan bersedih lagi mengingat kelurga mereka masing-masing yang saling bermusuhan.


__ADS_2