
tidak lama kemudian Riky dan Dewangga pun datang dan langsung duduk di meja makan,
"Banyak banget makanan hari ini ma, tumben masak banyak banget ???" tanya Riky penasaran.
"Nga usa banyak pertanyaan kata Putri, kamu punya pacar sekarang, bahkan mau tunangan, berani-beraninya kamu mau tunangan nga bilang sama mama, papa, kamu suda nga menganggap orang tua mu lagi haaaaa"
"Maksudnya apa nih ma, Putri kamu, waaah kamu kerjain kakak yah, keterlaluan baget yah kamu," ucap Riky melihat adiknya degan waja kesel.
"Ma, pa apa yang di bilang Putri itu nga bener, nga usa di dengerin, dia itu cuman bercandain aku ma, mana mungkin aku punya pacar nga bilang sama papa, mama kalian kan orang tua ku nga mungkin aku nga cerita sama mama, papa"
"Putri memang kamu yah, selalu saja buat kakak mu tersangka, suda mama mau ambil sup di dapur," ucap Jamilah dan langsung pergi ke dapur, tidak lama kemudian mama pun suda datang membawa sup dan langsung menaronya di meja makan.
tiba-tiba pintu berbunyi dan bibi pun pergi membukakan pintu, dan tidak lama kemudian tamu itu pun masuk kedalam rumah, Putri pun kaget melihat siapa tamu yang datang malam ini dan yang datang adalah Kim End Woo.
"Selamat malam pak Dewangga, ibu Jamilah, saya tidak terlambat kan pak, bu ???"
"Malam juga, tidaklah, ayo duduk kita makan sama-sama"
"Oh iya ini siapa ??? tanya Jamilah.
"Ini adik saya namanya Kimberly"
"Haloy Tante, Om," sapa Kimberly.
"Haloy juga, ayo duduk nak"
End Woo dan Kimberly pun duduk di kursi Kimberly pun langsung menyapa Putri.
"Haiy kakak lama baget kita nga perna ketemu lagi, gimana kabar kakak ???"
"Baik, Kimberly sendiri gimana kabarnya ???"
"Baik juga kakak, aku seneng sekali bisa di undang datang ke kesini, terimakasih yah kak"
"Iya sama-sama de, ayo makan," ucap Putri sambil tersenyum melihat Kimberly.
__ADS_1
"Ayo silakan di makan," ucap Dewangga.
Kim End Woo dan Kimberly pun mengbil makananya di ikuti degan Riky dan Dewangga begitu juga degan Putri semuanya pun pada makan di meja makan tidak lama kemudian mereka pun suda selesai makan.
"Terimakasih banyak pak Dewangga suda mengundang kami datang kerumah bapak kalangan sunggu sangat enak"
"Syukurlah kalau suka, ini semua masakan istri ku"
"Sunggu sangat enak bu masakanya"
"Masa sih, biasa aja, kamu juga kan jago masak koki handal nga mungkin ibu bisa jalankan orang yang jaga masak"
"Memang masakan Tante sangat enak kok" ucap Kimberly, menyambung cerita, dan mereka pun pada tersenyum semua.
tidak terasa waktu terus berjalan dan suda larut malam dan Kim End Woo pun mengatakan,
"Pak, Bu terimakasih banyak makananya saya dengan adik saya mau pamit pulang"
"Cepat sekali pulangnya, oh iya gimana orang tua mu mau datang ke Indonesia ???"
"Iya agar perjodohan, dan pertunagan kamu dan Putri cepat di lasungkan"
"Iya bu, pasti secepatnya akan saya kabari lagi bu, kalau begitu saya permisih dulu" dan langsung memanggil Kimberly untuk pulang"
"Kakak Putri, aku pulang dulu yah, lain kali kita ketemu dan jalan-jalan lagi yah kak"
"lya de, jaga kesehatan yah, Jagan lupa makan, Jagan telat makan yah"
"Iya kakak sayang aku permisi dulu daaaah kakak, Kimberly dan End Woo pun keluar dari rumah Putri dan mereka berdua pun naik mobil meningalkan rumah Putri.
"Ma, pa aku mau ke kamar dulu mau istirahat suda mengantuk"
"Tunggu Putri, papa mau bicara sama kamu duduk dulu," Putri pun langsung duduk di kursi.
"Gini sayang orang tua Kim End Woo akan datang ke Indonesia untuk membicarakan perjodohan kamu dan Kim End Woo"
__ADS_1
"Apaaaaah, mama, papa tetap mau menjodohkan aku sama Kim End Woo, pa, ma Putri tidak mencintai Kim End Woo, cinta tidak bisa di paksa apa mama mau melihat aku menikah degan laki-laki yang tidak aku cintai dan hidup ku tidak bahagia"
"Kamu memang susa di atur, ini semua karena laki-laki itu kan yang membuat kamu seperti ini, dia suda merubah mu melawan orang tua seperti ini"
"Bukan seperti itu pa, ma karna memang Putri nga cinta sama Kim End Woo, apa cinta harus di paksa"
"Gara-gara laki-laki itu kamu selalu membanta orang tua mu, laki-laki itu suda meracuni otak mu sampai-sampai kamu seperti ini"
"Ma, pa sudah biarkan saja Putri ke kamarnya dulu lstitahat," ucap Riky dan menyuru Putri pergi ke kamar.
Putri pun berdiri dan pergi ke kamarnya.
"Kenapa kamu suru Putri ke kamar, papa belum selesai berbicara"
"Pa kasihan Putri harus di tekan terus masalah perjodohanya, bukan seperti ini caranya pa, biarkan saja dia memilih hidupnya sendiri"
"Apa kamu bilang kamu setuju adik kamu menikah degan anak Armadjaya itu ???"
"Bukan begitu pa, aku juga tidak suka degan keluarga Armandjaya tapi aku juga tidak mau melihat Putri tertekan dan tersiksa masalah perjodohanya"
"Sudalah pa, stop berdebat, ini suda tenga malam kita masuk kamar istitahat saja, Riky kamu masuk kamar gih, istirahat" ucap mama Jamilah menghentikan perdebatan Riky dan Dewangga.
"Iya ma, Riky kemar dulu" dan langsung berjalan menuju kamarnya.
"Ayo pa, kita ke kamar istirahat"
"Ma masalah Putri bagaimana ???"
"Iya nanti kita bicara di kamar saja ayo masuk kamar"
"Iya sudalah ayo," mama dan papa pun masuk kedalam kamar.
di dalam kamar Putri tidak bisa tidur hanya bisa menagis meratapi nasibnya, "Kenapa mama dan papa tidak bisa mengerti degan perasaan aku, mereka egois mereka selalu saja mengingat dendam masalalunya, kenapa mereka tidak bisa melupakan yang namanya masalalu biarlah berlalu,
aku suda tidak tahan lagi seperti ini terus, sampaikan akan seperti ini terus, pasti mama, dan papa akan terus menjodohkan aku degan Kim End Woo, apa lagi kalau orang tua Kim End Woo datang pasti perjodohan ini pasti akan berlangsung, dan aku tidak mau sampai itu terjadi, tapi aku juga tidak tau harus apa sekarang, tapi aku juga tidak mau begini terus aduuuh kepalah ku pusing, "ucap Putri berbicara sendiri.
__ADS_1