
Disisi lain Arya dan Putri pun masuk kedalam rumah dan langsung menghampiri Dewangga dan Jamilah yang masi duduk di ruang tamu. "Selamat malam Om Dewangga, saya mau permisi pamit pulang, suda larut malam, lagian ini suda jam 11 malam besok saya juga baru mulai masuk kerja"
"Oh iya, tapi sering-sering datang kerumah yah, hati-hati di jalan," ucap Dewangga.
"Iya Om, kalau gitu saya permisi dulu Om, Tante, Putri," ucap Arya dan langsung keluar dari rumah Putri menuju parkiran mobil pergi meningalkan rumah Putri.
"Ma, Pa Putri ke kamar dulu mau istirahat," ucap Putri dan langsung pergi ke kamarnya sesampainya di kamar Putri pun langsung berbaring di tempat tidur, sambil mengingat perkataan Arya barusan. "Maksud Arya tadi apa yah, kaya ada sesuatu yang mau dia sampaikan tapi apa yah, sudalah mendingan aku tidur aku suda mengantuk," seruh Putri dan langsung menarik selimut dan menutup matanya dan tidur.
ke esok paginya Putri pun bangun dan langsung pergi lari pagi di taman tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri Putri dari belakang. "Putri," ucap seseorang tersebut Putri pun menoleh dan ternyata. "Tegar, kok kamu ada di sini ???"
"Iya aku tau kebiasan kamu kalau di pagi hari pasti lari pagi makanya aku kesini"
"Emangnya ada apa ???"
"Kemarin aku ke rumah kamu dan aku melihat kamu sedang mengebrol degan seorang pria kan ???"
"Sampai segitunya kamu mengikuti aku sampai dirumah aku, kamu tau kan orang tua ku ada di rumah, kalau mereka tau aku masi berhubungan sama kamu bisa-bisa aku di kirim lagi keluar negri dan nga balik laki ke Indonesia, kamu tau kan kenapa orang tua ku mengirim aku keluar negri karna mereka tidak mau memlihat aku patah hati karna kamu, ngerti"
"Aku tau Put, karna itu aku hanya bisa melihat kamu dari luar ingin rasanya aku menghampiri kedua orang tua mu tapi sebelum aku berbicara pasti mereka suda mengusir ku"
"Terus mau kamu apa ???"
"Siapa pria yang bernama Arya itu ??? "
__ADS_1
"Maksud mu apa sih ???"
"Aku suda melihat dengan mata kepalah ku sendiri kamu mengobrol di taman bersama pria yang bernama Arya kan, aku tanya siapa Arya ??? "
"Dia bukan siapa-siapa dia hanya sahabat aku waktu SMA"
"Sahabat, haaaaaah bukanya kamu memiliki perasaan kepadanya dan dia pun memiliki perasaan kepada mu, itu artinya kalian saling menyukai"
"Maksud kamu apa sih Tegar ???" ucap Putri melihat Tegar degan mata berkaca-kaca.
"Kamu tidak usa bohong sama aku karna aku suda tau semuanya, Dinda suda menceritakan semuanya kalau pria itu mencintai kamu dan kamu pun mencintainya hanya karna menjaga persahabatan kalian waktu SMA makan kalian tidak pacaran kan, tapi setelah kalian lulus SMA kalian punya kesempatan kan untuk pacaran hanya saja orang tua mu menyuruh pria itu kulia di luar negri kalau pria itu menyetujui kulia di luar negri dia akan merestui hubungan kalian kan, aku suda tau semuanya"
"Apa yang kamu bicarakan ini Tegar, kamu tau dari Dinda, aku saja nga tau apa-apa soal ini, aku harus cari tau sendiri kebenaran ini, aku harus temui Arya," Seruh Putri.
"Tunggu Putri aku belum selesai ngomong, sekarang aku tau, ternyata aku ini hanya pelampiasan kamu saja kan, aku yang salah karna aku terlalu mencintai kamu, aku tidak perna berfikir untuk menanyakan masalalu mu, karna aku yakin kamu hanya mencintai ku, dan bagi ku kalau kita saling mencintai seseorang, masalalu tidak lah begitu penting, tapi apa, teryata kamu hanya mengangap aku hanya sebagai pelampiasan kamu saja," ucap Tegar dan langsung pergi meninggalkan Putri yang masi berdiri di taman.
"Putri," ucap Dinda dan langsung pergi memeluk Putri. "Aku kangen sekali sama kamu put suda setahun Lebi kita tidak perna ketemu"
"Iya aku juga kangen banget sama kamu, oh iya Din apa petuk yang di bilang Tegar ???"
"Maksud mu Put ???" tanya Dinda Penasaran.
"Tadi aku ketemu sama Tegar dan menceritakan sesuatu yang tidak aku ketahui dia bertanya siapa Arya dan aku mengatakan sahabat aku namun jawabanya yang tidak perna aku segar sebelumnya katanya dia tau dari kamu"
__ADS_1
"Maafkan aku Putri aku terpaksa mengatakan yang karna aku tau Tegar begitu sangat mencintai mu dan lagi-lagi Tegar mengerti ku dan aku tidak bisa menolak karna aku kasihan melihat hubungan kalian.
"Jadi Betul apa yang di katakan Tegar ???"
"Iya itu betul, alangkah baiknya kamu tanyakan sendiri kepada Arya aku rasa kamu suda cukup tau kalau kamu suda menanyakanya sendiri dalam hati mu suda tidak bertanya-tanya lagi"
"Terimakasih Din, oh iya Arya kerja di bagikan apa ???"
"Dia satu ruangan dengan Doni, karna hari ini hari pertama Arya dia pergi ke rumah sakit lama menemui ayah Doni.
Gitu yah, kalau gitu aku permisi dulu," ucap Putri dan langsung pergi meninggalkan ruangan Dinda. "Dari pada aku menunggu nga jelas seperti ini mendingan akun pulang ke rumah saja, nanti malam baru aku temui dia." seruh Putri dan langsung pergi meninggalkan rumah sakit menuju rumahnya dalam hatinyahatinya merasa kebingungan degan hubunganya, tidak lama kemudian Putri oun sampai rumah dan langsung masuk kamar dan tidur.
tidak terasa waktu terus berputar dan suda malam, Putri pun langsung mengambil hpnya dan menelfon Arya namun Arya tidak mengangkatnya, lalu Putri mengirim Pesan.
Aku ingin kita ketemu di taman jam 7 malam.
tidak lama kemudian Arya pun membalas pesan Putri. Oke.
Putri pun membaca pesan Arya dan langsung keluar kamar menuju parkiran mobil sesampainya Putri pun langsung masuk pergi meninggalkan rumahnya menuju taman tidak lama kemudian Putri pun sampai dan langaung mengirim pesan kepada Arya.
Aku suda di taman, kamu lagi di mana???
Arya pun membalas Pesan Putri.
__ADS_1
Aku suda di jalan bentar lagi sampai.
setelah Putri membaca pesan Arya Putri pun duduk di kursi menunggu Arya datang.