
Putri pun tersenyum melihat Dokter dan mengatakan, '"Siapppp Dokter senior."
Dokter Raka pun tersenyum manis dan tertawa melihat Putri dan Putri pun ikut ketawa.
"Ohhh iya kamu suda kelar peraktek hari ini ya ???"
"Iya Dokter."
"Aku sampai lupa kalau ini adalah peraktek terakhir mu habis ini suda balik kampus yah ???"
"Iya Dokter" tidak lama kemudian ada seorang wanita yang datang dan melihat Dokter Raka dengan Putri dari bawah, di saat wanita itu memarkirkan mobilnya di tempat biasa dia memarkir.
wanita itu begitu emosi melihat Dokter Raka bersama wanita lain, wanita itu langsung menelfon Dokter Raka, hp Dokter Raka berdering dan mengangkatnya, "Haloy, ada apa ???" tanya Dokter Raka, sambil memberi isyarat kepada Putri, "Duluan saja saya mau terima telfon dulu."
wanita itu seperti marah kepada Dokter Raka kamu dimana ???" tanya wanita itu.
"Aku di rumah sakit emang ada apa ???"
wanita itu mengatakan. "Aku ada dirumah sakit sekarang di tempat kamu bekerja."
disisi lain Putri pun bertemu dengan Dinda dan mengatakan, "Dinda, laporan kamu suda selesai belum ???" tanya Putri.
"Iya punyak ku semuanya suda kelar, kalau punyamu bagaimana ???" tanya Dinda balik.
"Punyaku juga suda kelar, kalau yang lain gimana, supaya semuanya kelar besok kita suda tidak balik lagi dan hanya fokus di kampus saja suda tidak bolak balik lagi."
"Bener banget tu" ucap Dinda, dan tidak lama kemudian Doni pun menelfon Dinda dan mengatakan, "Hari ini kita mau kerumah sakit semua karna suda terakhir."
"Oke di tunggu sayang."
"Kamu suda pulang belum ???"
"Belum nih bentar lagi pulang tunggu kamu juga datang."
"Iya aku tunggu Tegar dan Andi sama Lisa juga baru kita ke rumah sakit barengan sama mereka sahabat yang setia," ucap Doni santai.
__ADS_1
tidak lama kemudian Putri dan Dinda masuk keruangan Dokter Raka karna mereka suda mau pamit pulang dan suda tidak dinas lagi.
saat Dinda dan Putri masuk di dalam ruangan Dokter Raka ada seorang wanita dan ternyata wanita itu adalah Riyana tunangan Dokter Raka.
"Ooohh iya cewe ini kan yang bersama kamu tadi diatas di lantai 3 di balkon ???" tanya Riyana
"Riy, suda de aku malas ribut," ucap Raka.
"Suda apa, haaaaa" jawab Riyana dan langsung saja membentak Putri dan mengatakan kepada Putri, "Heiy kamu ini siapa si, kamu nga tau Raka ini tunangan saya, kamu mau rebut Raka dari tangan aku haaaa" mendengar perkataan Riyana seperti itu, Dinda pun emosi.
"Eeeh mba disini nga ada yang mau rebut siapapun atau pun mau rebut tunangan mba, kita disin peraktek mba bukan mau merebut milik orang lain," ucap Dinda geram.
"Aku nga bicara sama kamu tapi teman kamu ini kenapa diam apa nga punya mulut bicara."
"Maaf mba saya hanya mahasiswa yang peraktek disini mba saya hanya menjalankan sebagai mahasiswa yang mengikuti bimbingan senior saya," ucap Putri.
Riyana pun tertawa, "Hahahaha mahasiswa apa penganggu tunangan orang itu yang kamu bilang peraktek."
"Cukup Riyana Jagan cari keributan di sini," ucap Raka.
"Karna kamu takut ketahuan kan kalau kamu dengan cewe ini ada hubungan ???"
Riyana pun mengatakan kepada Dokter Raka "Aku mau tanya sama kamu, kamu memiliki perasaan kan sama cewe ini kamu suka kan sama cewe ini kan, jawap Raka ???"
"Oke-oke aku jawap iya aku suka sama cewe ini aku sayang sama dia, dia baik dia apa adanya dia tidak banya neko-neko, dan dia memiliki hati yang tulus."
mendengar perkataan Raka seperti itu, Putri pun kaget dan bertanya, "Maksudnya apa ya Dok, aku sama sekali tidak mengerti."
Raka mencoba menjelaskanya, "begini Put saya suka sama kamu, kebaikan kamu, apa adanya, dan ketulusan hati kamu."
saat meraka suda mau masuk ruangan Tegar pun mendengar pembicaraan di dalam ruangan Tegar begitu emosi mendengar pembicaraan di dalam, dan ingin masuk tanganya suda mengepal namun Doni dan Andi menahan tangannya dan mengatakan, "Kita dengarkan saja dulu."
"Tapi Dokter saya hanya mengangap Dokter sebagai Dokter senior saya yang membimbing saya tidak lebi, lagia saya punya pacar dan saya sangat menyayangi pacar saya Dok."
"Beneran kan apa yang aku bilang," ucap Riyana kesal.
__ADS_1
Dokter Raka pun mencoba menjelaskan ke Putri, "Aku-aku."
Riyana pun langsung emosi, "Raka, apa maksud semua ini ???"
"Aku cape dengan sikapmu Riyana yang manja, hobiy shoping, egois dan hanya mementingkan dirimu sendiri aku cape dengan sikap ke egoisan mu, aku ketemu wanita yang apa adanya baik dan tulus membuat aku jatuh cintah pada pandangan pertama."
"Kita suda tunangan kamu Jang mencoba mempermalukan keluarga kita."
"Aku tidak peduli dengan semua itu," ucap Raka dan dia pun kembali mendekati Putri, dan mengatakan.
"Aku bener- benar suka sama kamu, aku nga bisa lupain kamu, kamu yang membuat aku semangat dan ingin merubah ke angkuhan ku, aku di sukai banyak wanita tapi aku hanya menyukaimu."
Riyana kembali bertanya, "maksudmu apa, kamu anggap apa aku selama ini."
"Riyana, kamu egois karena orang tua kita menjodohkan kita, kamu bisa semaumu, karna orang tuamu suda berjasa kepada keluarga ku,
jadi kamu seenaknya terhadapku, kamu bukan cinta sama aku tapi kamu hanya cinta sama dirimu sendiri," ucap Raka emosi.
mendengar perkataan Raka seperti itu Putri pun berbicara dan mendekatkan diri ke Riyana dan mengatakan, "Mba ini canti, kaya dan kelihatan terhormat coba saja mba mengurangi sedikit saja ke egoisan mba terhadap pasangan, mba terimah dia dengan tulus, terima dia apa adanya mba pasti bahagia."
Riyana hanya bisa terdiam, namun disisi lain Dokter Raka susah untuk mengerti keadaan dan menerima kenyataan, dan mengatakan, "Hati susah untuk di paksakan dan cinta tidak bisa di paksa hanya mencintaimu saja, jika kamu tidak bahagia dengan pacarmu kembali kepadaku aku akan menerimamu dengan sangat ikhlas jika kamu tersakiti maka carilah aku."
mendengar perkataan Raka seperti itu Tegar pun sangat emosi dan tidak dapat menahan emosinya yang begitu membara, Tegar pun langsung masuk kedalam ruangan dan mengatakan, "Aku pacarnya Putri aku akan membahagiakan pacarku bukan orang lain yang membahagiakanya."
"Tegar kamu disini ???" tanya Putri kaget.
"Iya aku disini suda dari tadi dan aku mendengar semua pembicaraan kalian semua."
Putri pun mencoba menjelaskan kembali ke Dokter Raka, "Coba lah belajar mencintai orang lain terimah kekurangan dia, cintai apa adanya aku yakin mba Riyana bisa beruba."
"Aku akan meruba semua ke egoisanku dan merubah sifat buruku."
Putri pun menjelaskanya kembali ke Dokter Raka "Beri mba Riyana kesempatan kedua semua orang bisa berubah termasuk mba Riyana."
"Tapi Put," jawab Raka.
__ADS_1
"Dokter pasti bisa, apa salahnya mencoba dan ikhlas."
Tegar pun langsung menarik tangan Putri dan keluar dari ruangan Dokter Raka dan mengatakan, "Ayo kita pulang aku antar kamu pulang."