
Dokter Rina pun langsung memeriksa tekanan darah nya ternyata darah tinggi 160/100 yang membuat mama Sofia darah tinggi Tiba-tiba karna dia emosi dan tidak dapat mengendalikan emosinya dan langsung pingsan Dokter Rina pun langsung memberikan suntikan antibiotik.
tidak lama kemudian Mama Sofia pun suda sadar dan mengatakan. "Mama di mana pa ???" tanya Sofia.
"Ahirya mama sadar juga
mama lagi di rumah sakit sekarang, mama pingsan tadi," ucap Armandjaya.
"Kepalah mama pusing banget pa, mama mau pulang saja tidak mau di rumah sakit , Tegar mana ???" tanya Sofia.
"Tegar, pergi ngurus administrasi dulu ma, baru kesini."
"Pokonya mama mau pulang Pa, mama nga mau disini."
"Tunggu disini saja dulu ma, nga lama lagi Tegar pasti datang," ucap Armandjaya.
tidak lama kemudian Tegar pun datang dan mengatakan. "Pa, bagaimana keadaan Mama ???" tanya Tegar.
"Mama mau pulang nak bawah mama pulang nak, nama mau istirahat di rumah saja."
"Mama di rawat di rumah sakit yah, supaya darah tinggi mama turun."
"Pokonya mama mau pulang juga sekarang klau kamu sama papamu, tidak mau antar mama pulang nanti mama pulang sendiri."
"lya ma, kita pulang tapi mama harus dengar kata-kata Tegar banyak istirahat di rumah dan tidak boleh banyak pikiran."
"lya sayang, mama ingin kita pulang sekarang juga, mama nga mau di rumah sakit."
__ADS_1
"lya ma, kita pulang sekarang, Tegar pun mengatakan ke Papanya. "Pa lihat mama dulu aku mau ketemu Dokter dulu baru kita pulang," ucap Tegar dan Tegar pun menemui Dokter Rina.
"Dokter gimana keadan ibu saya apa aku bisa membawanya pulang ???" tanya Tegar.
"Boleh tapi harus selalu di perhatikan polah makanya dan Jagan bikin sters, minum obat penurun darah tinggi supaya darah tingginya menurun," ucap Dokter Rina menjelaskan kepada Tegar.
"Iya Dok, pasti Dokter," ucap Tegar dan mengucapkan terimakasih banyak Dokter Rina.
Tegar pun kembali keruagan Mamanya dan mengatakan, "iya kita boleh pulang hari ini tapi mama harus rutin minum obat yah sama Jagan sters perhatikan polah makan mama."
"lya-iya mama degar, mama akan menurut, ayo pulang sekarang mama suda nga sabar keluar dari rumah sakit ini."
Tegar pun membatu mamanya turun dari tempat tidur dan pergi menuju parkiran mobil papa pun memeegan mama Sofia, Tegar pun pergi mengambil mobil dan tidak lama kemudian mama Sofia pun suda masuk kedalam mobil dan Tegar pun memghidupkan mesin mobilnya dan pergi meningalkam rumah sakit.
sekitaran 40 menit dari rumah sakit Tegar pun sampai di rumahnya dia pun memangil satpam untuk membuka pagar. "Pak buka pagarnya," ucap Tegar dan satpam pun datang dan membuka pagar.
"Tegar, kamu nga usa kemana mana, mama lagi sakit ini jadi di rumah saja ya nak," ucap mama Sofia.
"lya ma, Tegar haya di rumah saja kok ma
oh iya ma kalau gitu Tegar ke kamar dulu ma," ucap Tegar dan Tegar pun berjalan keluar dari kamar mamanya dan menutup pintu kamar mamanya.
"Akukan harus kerja gimana mau bilang ke mama ni tapi nanti saja dulu, aku bilang ke mama, seruh Tegar dalam hati.
setelah waktu pun berjalan Tegar pun masuk kedalam kamar mamanya namun Mama Sofia sedang tidur tidak enak membagungakanya ahirya Tegar pun bicara sama papanya.
"Pa, Tegar mau berangkat kerja terus gimana dengan mama ???"
__ADS_1
"Tidak papa pergi saja nanti Papa yang bilang sama Mamamu kalau suda bagun nanti atau kalau kamu di tanyain mama baru papa bilang.
Tegar pun mengucapkan terimakasi dan dia pun pamit, sebenarya dalam hati Tegar tidak mau masuk kerja hari ini karena mamanya sakit dan dia takut mamanya bagun terus menanyainya kemana.
namun dia tetap masuk karna dia baru saja di terima kerja tidak enak juga degan atasannya baru berapa hari kerja suda ijin tidak masuk kerja jadi terpaksa dia masuk kerja Tegar pun berjalan menuju parkiran motornya sesampai di motornya ia pun memghidupkanya dan pergi meningalkan rumahnya sekitaran 35 menit dia pun sampai di rumah sakit dan langsung mengisi apsen hari ini, Tegar tidak begitu bersemangat kerja yang biasanya sebelum berangkat kerja selalu menghubungi Doni atau Putri.
tapi sekarang tidak sama sekali karena di dalam pikirannya hanya kesehatan mamanya
dia merasa tidak enak meningalkan mamanya yang sedang sakit di rumah, Tegar pun langsung masuk keruangan nya dan melihat ada status pasien yang masuk setelah ia melihat status pasien dia pun pergi.
memeriksa pasien satu-satu di ruangan namun keadaan pasien yang dari kemarin suda mendingan dan bahkan ada pasien yang suda pulang, setelah selesai memeriksa pasien Tegar pun kembali ke ruangan nya dan menulis kembali perkembangan pasien tidak lama kemudian Doni pun suda datang.
"Eeehhh rajin banget sih sahabatku ini suda datang duluan dan tumben banget nga telfon atau W'a biasa kan apapun itu pasti selalu kabarin pasti ada apa-apa nih cerita dong," ucap Doni dan Doni pun mendekat dan mengatakan. "Ada apa sih Tegar, mukamu juga kaya kusut gitu kelihatan lagi ada masalah. "
"Mama ku sakit, darah tingginya naik dan pingsan suda di bawah rumah sakit tapi bersih keras ingin pulang, jadi terpaksa aku bawah pulang tapi suda di ijin sama dokter Rina cuman di kasi obat sama istirahat di rumah, aku kepikiran mama ku karna aku nga sempat pamit tadi soalya pas aku mau pamit mamaku lagi tidur aku nga enak membangunkannya, dan mamaku juga bilang dia melarangku pergi kemana-mana tapi kan aku harus kerja, aku juga baru berapa hari masuk kerja suda mau ijin tidak masuk kerja kan tidak enak."
"Kok bisa si Tante Sofia darah tinggi pasti ada masalah sampai dia darah tinggi."
"lya sih sebenarnya sebelum mama sakit dia berdebat dengan aku di ruang tamu."
"Berdebat karna apa, sampai masuk rumah sakit."
"Aku mau cerita tapi Jagan disini nga enak menceritakan masalah peribadi pada saat kerja, aku nga enak degan yang lain kalau ada Dokter mendengar kita ngobrol pada saat kerja."
"Nga papa cerita saja, apa sih ??? tanya Doni penasaran, "lagian tidak ada yang marah, siapa yang mau marah sama anak pemilik rumah sakit," seruh Doni dalam hati.
"Kamu bener-bener konsisten sama pekerjaan hebat banget biar ada masah entah itu masalah kuarga atau apa, kamu tetap profesional mantap-mantap memang sahabatku ini," ucap Doni sambil mengangkat ke dua tanganya memberikan jempol.
__ADS_1