Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Hati Yang Piluh


__ADS_3

mereka bertiga pun berjalan keluar kampus dan


tiba tiba Dinda mengatakan, "Tunggu ada yang ketinggalan di kelas aku ambil dulu, kalian duluan saja," Putri dan Lisa pun berjalan menuju depan kampus.


Dinda berjalan menuju kantin menemui Doni, Andi dan Tegar dan langsung menyapa "Haiy."


"Haiy juga, mana Putri?" tanya Doni.


"Dia suda jalan ke depan tadi."


"Ada apa Din, biasanya selalu jalan bersama?" Tanya Doni heran.


di dalam hati Dinda ragu untuk membicarakan masalah tadi di toilet karna banyak orang. "Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin pesan makanan di bungkus pulang hehehe, aku pesan dulu yah," ucap Dinda sambil tersenyum.


Doni merasa ada yang aneh sama Dinda seperti ada sesuatu yang mau di sampaikan cuman tidak jadi.


"Habis makan kita pulang saja yuk tidak ada mata kulia juga mendingan kita pulang," ucap Tegar dan langsung berdiri dari duduknya.


"Iya suda, yuk pulang," ucap Andi dan langsung berdiri dari duduknya pergi membayar makananya dan pulang, saat mereka bertiga menuju parkiran. Tiba-tiba Doni mengelah. "Gaysss, motor ku parkir sebelah situ aku duluan yah," ucap Doni dan langsung berpisah dari Tegar dan Andi.


Doni pun berjalan masuk kedalam menuju kantin dan melihat Dinda masi menunggu pesanya, Doni pun langsung menghampiri Dinda. "Heiy Din."


"Eeeh Doni bukanya suda pulang tadi?" tanya Dinda penasaran dan kaget tiba-tiba Doni balik lagi.


"lya memang suda pulang tapi aku masuk lagi,


aku merasa ada sesuatu yang mau kamu bilang tadi kan, cuman tidak jadi."


"Kok dia bisa tau," seruh Dinda dalam hati.


"Nggak usah heran kenapa aku bisa tau kelihatan kok dari muka kamu."


"Masa si?" tanya Dinda heran.


"lya bilang saja, apa yang mau kamu bilang."


"Tadi Ria labrak Putri di toilet sambil ngancam gitu."


"Betulkan pemikiran aku."


"Emangnya pemikiran kamu apa?"


" lya itu."

__ADS_1


"lya itu apa?" tanya Dinda semakin penasaran.


"Ria itu suka sama Tegar suda dari dulu waktu masi SMA cuman Tegar saja nggak pernah suka sama dia, tapi kamu nggak usah cerita sama siapa-siapa ya, hanya kamu saja yang tau."


"Tenang saja saya tindak akan menceritakan ke siapa-siapa."


tidak lama kemudian hp Dinda berdering dan melihat hpnya yang menelpon adalah Lisa. "Lama banget si katanya cuman ambil sesuatu kok lama banget."


"lni suda ko, suda mau kesitu." ucap Dinda dan langsung mematikan hpnya.


"Terimakasih atas infonya aku duluan soalya suda di tunggu."


"Iya sama-sama."


Dinda pun langsun berlari menuju depan kampus menemui kedua sahabatnya. "Lisa, aku ikut kamu ya nebeng ke jalan raya mau ambil loundry mama ku," ucap Dinda.


"Oke-oke," ucap Lisa.


"Aku duluan ya suda ada taxi dahhhh," ucap Putri. tidak lama kemudian sekitaran 40 menit Putri pun sampai di rumah dan langsung masuk kamar dan tidur hatinya piluh dan sedih memikirkan perkataan Ria tadi.


ke esok paginya Putri datang terlambat kekampus karena Dosen pun belum pasti datangnya jam berapa, begitu juga dengan Tegar datang bersamaan.


"Tumben kamu sendiri biasanya datang bareng Dinda dan Lisa," ucap Tegar.


"Mereka paling suda duluan kamu sendiri kenapa sendirian, biasa selalu bareng Doni dan Andi."


Ria keluar dari toilet dan tidak sengaja melihat pemandangan yang tidak menyenangkan, membuat hatinya jadi panas mendidi melihat Tegar dan Putri tersenyum bersama-sama.


"Barengan sama Tegar ya ?" tanya Dinda penasaran.


"Nggaklah kebetulan saja ketemu di depan dan sama-sama masuk kelas."


"Kamu barengan sama Putri ya?" tanya Doni.


"Ngga kok kebetulan saja ketemu di depan."


tiba-tiba ada salah satu murit di kelas berteriak. "Dosen masi lama deh kayanyaa, mungkin saja tidak masuk, aaah nga jelas kayanyaa, kalau memang Dosen masuk infoin di grub ya aku mau ke kantin makan," setuh salah satu teman di kelas.


tiba tiba ada Dosen yang lain masuk dan memangil Putri ke ruanganya. "Lisa, Dinda aku ke ruangan Dosen dulu," ucap Putri dan langsung berjalan menuju ruangan Dosen. "Ada apa bu?" tanya Putri.


"Makalah kamu kemarin bagus ibu mau minta di flesnya ya."


"Iya bu," ucap Putri dan langsung memberikannya kepada Dosen. tidak lama kemudian Putri pun keluar dari ruagan Dosen dan berjalan menuju kelas tampa di sadari Ria suda menunggunya. Ria pun langsung menarik tangan Putri dan langsung mendorong ke dinding. "Eloh pikir perkataan gue kemarin cuman main-main haaa," ucap Ria menatap tajam Putri.

__ADS_1


"Aku tidak takut sama ancaman kamu," ucap Putri menatap Ria.


Ria begitu emosi dan marah mendengar perkataan Putri yang tidak menghiraukan ancamannya, sontak saja Ria mau menampar Putri. tiba-tiba ada seseorang yang menahan tangan Ria. Putri pun menoleh dan mihat ternyata Tegar yang berusaha menahan tangan Ria, dan Ria pun kaget dan bermata kaca-kaca melihat Tegar menahan tanganya.


"Lepas, sakit tau."


"Apa ini yang selalu kamu lakukan hanya mengancam, dan memukul."


Aku tidak bermaksud seperti itu." ucap Ria.


Tegar pun menarik tangan Ria sedikit menjau dari Putri dan Ria pun mengungkapkan semua isi hatinya kepada Tegar.


"Eloh nga tau bagemana perasaan gue ke eloh sejak SMA gue suka sama loh, gue cinta sama loh, gue nga bisa berpaling ke yang lain karena cuman eloh yang gue sayang dari dulu sampai sekarang, dan ketika lulus SMA aku selalu mencari tau keberadaan eloh sama kakakku, dan nggak di duga duga, eloh kulia bareng sama gue sekarang, gue sama sekli nggak nyangka dan gue nggak mau sia-siakan itu," ucap menatap Tegar.


"Cinta itu tidak bisa di paksa, cinta itu dari hati, aku sama sekali tidak pernah suka sama kamu kita hanya berteman saja tidak pernah lebi."


"Terus kenapa selama ini eloh baik sama gue, eloh kasi harapan sama gue, loh tu sebenarnya suka sama gue."


"Karena aku cuman hargai perasaan wanita."


"Berarti di hati eloh, ada rasa sama gue atau karena Biangka, eloh nggak berani ungkapin perasaan eloh ke gue, lagian Biangka sekarang dia di luar negri dan belum tentu dia masi ingat eloh, dan gue disini selalu setia meyanyangi eloh."


Putri berdiri dan melihat ke arah Ria dan Tegar,


Ria ingin memeluk Tegar dan dia pun mencoba menahannya, mendengar perkataan Ria seperti itu Putri pun pergi meninggalkan mereka.


"Maaf Ria, cinta itu tidak bisa di paksakan, kamu itu cantik pasti banyak laki-laki yang tulus mencintai kamu tapi bukan aku," ucap Tegar dan langsung pergi meninggalkan Ria dan kembali melihat Putri namun Putri suda pergi.


setibanya Putri di kelas Putri pun pamit ke dua Temanya. "Aku pulang duluan ya soalya mama ku lagi sakit disuru pulang sekarang, lagian tadi aku suda tanya Dosen nggak jadi masuk, karena masi memberikan peraktek di kampus lain," ucap Putri.


mendengar perkataan Putri seperti itu Lisa dan Dinda mengiyakan, Putri pun langsung mengambil tasnya dan keluar kelas dan berjalan menuju jalan raya dan memanggil taxi.


tidak lama kemudian Tegar pun masuk kelas dan melihat Putri suda tidak ada, Tegar pun melihat Tasya Putri pun suda tidak ada hati Tegar merasa bersalah kepada Putri atas kelakuan Ria kepadanya,


"Kamu kenapa sih?" tanya Doni penasaran.


"Nggak kok, Dosen jadi masuk nggak?" Tanya Tegar balik.


"Katanya si masi memberikan peraktek di kampus lain kemungkinan tidak masuk."


"Ya suda kalau gitu kita pulang saja," ucap Tegar dan langsung mengambil tasnya dan langsung keluar kelas.


"Dia itu kenapa sih," seruh Doni, merasa heran melihat sikap Tegar yang seperti orang kebingungan.

__ADS_1


Tegar pun pergi menuju parkiran sesampainya Tegar pun naik motor pergi menuju rumah Putri karena Tegar merasa bersalah. tidak lama kemudian Tegar pun sampai di rumah Putri dan melihat-lihat sekitar berharap Putri akan keluar.


setelah 2 jam menunggu di luar namun Putri pun belum keluar rumah akhirya Tegar pun pergi meningalkan rumah Putri.


__ADS_2