Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Pergi Ke Pasar Malam


__ADS_3

Putri pun menelfon Tegar, hp Tegar pun berdering dan mengangkatnya, "Haloy."


"Kalau kamu tidak sibuk sebentar malam ada pasar malam kamu harus datang, semua teman kamu Andi dan doni juga datang, jadi kamu harus datang juga jam 7 malam ok," ucap Putri, dan langsung mematikan telfonya.


"Bener-bener de nih, Putri setelah jadian main paksa saja aku saja blum bilang iya suda di matiin telfonya, tamba lagi uda cuek banget lagi, nga tau maunya apa si sebenarnya," seruh Tegar dalam hati.


"Maaf ya Tegar aku harus tetap cuek sama kamu selama kita masi di kampus," seruh Putri, tidak lama kemudian Putri pun pulang kerumanya sesampai dirumanya dia langsung ke kamar dan melihat lihat baju di lemari dan mengatakan bajuku yang mana ya yang harus aku pake.


nga ada bajuku yang bagus, aku coba aja satu satu mana yang cocok itu aja yang aku pake ia pun mencoba semua bajunya yang ada di lemari dan menemukan satu yang cocok ini aja deh yang aku pake.


Putri pun pergi mandi habis mandi makan dan dia pun bersiap siap, tidak terasa suda jam 6 Putri pun langsung pergi ke parkiran mobil dan langsung naik mobil dan berangkat ke pasar malam, namun pasar malam begitu ramai sekali sehingga membuat macet di jalan, tiba-tiba Dinda menelfon, hp Putri berdering dan mengangkatnya. "Haloy."


"Kamu suda dimana sekarang ???" tanya Dinda.


"Aku lagi di jalan macet banget nih, kamu suda di mana sekarang ???"


"Aku suda di denpan pintu masuk pasar malam aku belum masuk karna aku tunggu kalian"


"Lisa suda datang ???" tanya Putri.


"Belum datang, mungkin masi di jalan juga."


"Ya suda yah aku masi menyetir nih"


"Iya hati-hati di jalan."


tidak terasa Andi dan Lisa pun suda datang dan tidak lama kemudian Tegar pun suda datang dan menayakan, "Putri suda datang ???"


"Belum katanya masi di jalan kena macet," ucap Dinda.


"Kita tunggu saja disini" tidak lama kemudian 15 menit Putri pun suda sampai Tegar langsung mengatakan, "Lama sekali."


"Maaf, macet di jalan."


"Tidak apa-apa yang penting suda datang," jawap Lisa, mereka pun masuk kedalam pasar malam dan membeli tiket, mereka saling memilih wahana yang mau mereka naiki.


"Aku mau kesana naik yang itu," ucap Lisa.

__ADS_1


"Aku juga mau cari wahana juga yang mau aku naiki," ucap Dinda.


"Ya suda kalian naik saja yang kalian suka," ucap Putri, mereka pun berpisa, Tegar dan Putri pun mereka pergi bersama tapi tidak menaiki wahana, Putri pun malah pergi ke toko aksesoris, Putri pun melihat sebua kalung yang punya ukiran nama, sontak saja Tegar langsung Bilang, "Mas saya mau beli kalung yang inisial T dan P tapi perhiasan yang paling bagus."


Putri pun kaget karena dia blum sempat bilang apa-apa dan belum sempat meliha-lihat tapi Tegar suda langsung mau beli, "Kamu kok langsung main bilang beli saja."


"Usssss diam saja" Tegar pun bertanya ke masnya, "Ada mas ???"


"Ada saya ambilkan dulu," ucap mas penjual.


masnya pun mangabil dan memberikan kepada Tegar, "Ini mas inisial T dan P, Tegar pun langsung membayarnya dan memberikan uangnya kepada mas penjual, lalu dia memasangkan ke leher Putri, dan mengatakan,


"Aku mau kamu pakai kalung ini supaya kamu selalu ingat aku di saat kamu melihat kalung ini" Putri pun mengucapkan terimakasih.


Putri dan Tegar meningalkan toko aksesoris dan pergi mencari wahana, "Tegar, kita naik wahana yuk apa saja yang penting kita naik, ucap Putri.


"Iya ayoh" melihat Putri begitu bersemangat mau naik wahana dalam hati Tegar "Tadi di kampus cuek banget, nga ajak ngomong, di telfon aja blum bilang iya tapi suda di matiin hpnya, ini kelihatan seneng banget kaya nga ada salah."


aku mau naik yang ini yah ???"


"Iya aku beli karcis dulu" Tegar pun pergi mengantri beli karcis dan tidak lama kemudian Tegar pun membeli karcis dan mereka pun naik wahana, saat wahananya berjalan Putri pun ketakutan dan memeluk erat tubu Tegar disaat itu pun Tegar langsung tersenyum, "Mau naik wahana tapi ketakutan" tidak lama kemudian wahana pun berakhir dan Putri pun masi saja memeluk Tegar.


"Gimana si ni perasaan cewe, dia sendiri yang peluk dia sendiri yang marah-marah dasar cewe, susa banget untuk di mengerti," seruh Tegar dalam hati, dan ahirya mereka pun turun dari wahana tidak terasa mereka suda berputar-putar ahirya Putri pun merasa lapar.


"Tegar kita makan yuk lapar nih."


"lya ayo kita cari makan," ucap Tegar dan mereka berdua pun pergi mencari makanan bersama sesampai di tempat makanan mereka pun makan bersama


"Makan kesukaan mu apa ???" tanya Putri.


"Aku paling suka makan bakso tapi tidak pake batang bawang, aku suka makan nasi goreng sama ayam asam manis pokonya makanan yang enak-enak aku suka semua, hahaha."


Putri pun tertawa hahahaha. "Ada-ada aja Tegar ini"


"Supaya kamu selalu tersenyum selama bersamaku."


"Iya-iya," ucap Putri, sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kalau kamu makanan kesukaan mu apa ???" tanya Tegar.


"Kalau aku suka makan nasi goreng sama martabak."


"Cobain de makanan aku sambil menyuapi Putri, gimana rasanya ???"


"Enak" dan Putri pun menyuapi Tegar, "Cobain juga punya ku."


"Kok rasanya beda yah ???"


"Beda apanya, sama kok sama punya mu."


"Jelas bedah lah, punyamu lebi asam, manis, gurih gitu, seperti asam manis gurih cinta kita,,, yeaahhh


Putri pun tertawa terbahak bahak, "Hahahahaha


ada-ada aja aku kirain beneran tadi eehhh tau-taunya cuman gombalan doang."


"Supaya kamu selalu tersenyum."


"Kamu sering gombalan cewe kaya gitu yah ???"


"Nga perna lah orang yang pertama kali aku gombalin ya cuman kamu Doang."


"Masa sih nga percaya aku."


"Mau aku gombalin disini pas lagi banyak orang nih ???"


"Nga aku suda percaya kok, hehehe, yang ada cuman bikin malu," Tegar, kamu mencoba bertingka lucu demi membuat aku senang kan," seruh Putri dalam hati, sambil tersenyum menatap Tegar.


"Kok makananya nga di makan ???" tanya Tegar.


"Ini baru mau di makan," jawap Putri, mereka berdua pun makan makananya, tidak lama kemudian makanan pun suda habis dan Tegar pun membayarnya, "Habis ini kita masuk lagi ke pasar malam yuk aku masi mau naik wahana lain nih," ucap Tegar.


"Iya-iya, tapi jangan pulang larut malam yah, entar Bibi sama Mbo hawatir dirumah dan bisa bisa di telfon ke orang tua ku deh, dan ahirya aku di larang keluar malam lagi kamu mau begitu ???"


"Ngalah, oke kita akan pulang sebelum jam 11 malam."

__ADS_1


"Oke deh, terimakasih pengertianya."


"Apa si yang nga buat orang yang aku sayang," ucap Tegar sambil tersenyum.


__ADS_2