
"Sudalah besok kan aku ketemu di kampus, aku akan minta maaf kepada Putri dan menjelaskanya muda-mudahan dia tidak marah dan bisa mengerti," seruh Tegar. malam pun semakin larut lama kelamaan Tegar pun merasa mengantuk. "Mendingan aku tidur saja supaya besok aku bangun pagi-pagi Tegar pun tertidur," seruh Tegar dan menutup matanya dan tidur.
ke esok paginya alaram berbunyi jam menunjukan jam 7 pagi, Tegar pun bangun dan langsung menuju kamar mandi, habis mandi bergegas dan keluar kamar membawa kunci motor dan langsung berangkat ke kampus, 45 menit kemudian Tegar pun sampai di kampus dan langsung parkir motornya, disaat ia berjalan masuk ke dalam kampus, dia melihat ke arah di mana biasanya Putri berdiri menunggu sahabatnya datang tetapi hari ini dia tidak melihatnya namun ia hanya melihat Dinda dan langsung menghampirinya.
"Kamu lihat Putri nggak?" tanya Tegar
"Emangnya kenapa?" tanya Dinda balik.
"Tidak mungkin aku katakan yang sebenarnya kepada Dinda masalah kemarin lebi baik aku tidak mengatskanya," seruh Tegar dalam hati.
"Haiy kenapa bengong?" tanya Dinda sambil menyentu lengan Tegar
"Ini aku mau balikin flesnya, kemarin yang aku pinjam waktu bikin makalah," ucap Tegar spontan.
"Ooohh itu ya."
" Iya, oh ya Putri suda datang belum?"
"Belum datang, ini lagi nungguin dia."
tidak lama kemudian Lisa pun datang bersama Andi dan Doni dan tidak lama kemudian teman yang lain pun suda datang namun Putri belum datang.
"Yuk masuk, Dosen suda mau masuk," ucap Doni dan memangil teman temanya untuk masuk kelas dan mereka pun berjalan menuju kelas setibanya di kelas langsung duduk di kursi. Tegar pun selalu memperhatikan pintu masuk berharap Putri datang, namun kenyataanya Putri pun belum datang.
tidak lama kemudian Dosen pun masuk dan menjelaskan materinya, dan mengatakan tidak lama lagi akan ada peraktek persiapkan diri kalian masing masing. Tegar pun tidak fokus dengan penjelasan apa yang dosen sampaikan dia hanya memandangi pintu masuk kelas.
"Lisa, Putri kabari nggak, kalau hari ini nggak masuk," ucap Dinda.
"Nggak, tumben ya, Putri nggak kabari hari ini, jagan-jagan dia sakit," ucap Lisa.
tidak lama Dosen pun selesai menjelaskan dan keluar kelas.
"Andi, Tegar kita ke kantin yuk ajak cewe-cewe sekalian," ucap Doni mengajak ke kantin.
"Aku tidak lapar masi kenyang kalian saja ke kantin," ucap Tegar.
"Ayo dong Tegar aku juga lapar," ucap Andi.
"Kalian saja deh ke kantin aku beneran tidak lapar."
Andi pun memangil Lisa ke kantin, dan Lisa pun mengiakan dan memangil Dinda sekalian.
"Tunggu de, pangil Tegar saja sekalian biar nggak makan yang penting kumpul bareng," ucap Doni mencoba membujuk Tegar.
__ADS_1
"lyah suda deh aku ikut," seruh Tegar dan langsung berdiri dari duduknya.
sesampainya di kantin Tegar hanya merenung memikirkan Putri, "Kenapa Putri hari ini tidak ke kampus ya, apa dia sakit atau karena gara-gara kemarin, atau karena lain, kok aku jadi hawatir gini," seruh Tegar dalam hati.
"Kamu nggak papa kan?" tanya Doni, sambil memegang pundak Tegar.
"Enggak kenapa-kenapa kok," ucap Tegar sambil tersenyum.
"Eeeh Dinda, kenapa hari ini Putri tidak masuk?" tanya Doni.
"Nggak tau soalya nggak ngabarin, biasanya kalau ada apa-apa dia selalu telfon atau nggak kirim pesan."
"Dia juga nggak ngabarin aku tadi aku telfon juga nggak di angkat, apa mungkin Putri sakit kali ya, jadi nga sempat kabarin," ucap Lisa menebak-nebak.
mendegar perkataan ke dua sahabatnya perasaan Tegar pun bercampur aduk. "Beneran nih, mungkin karena masalah kemarin atau dia mungkin sakit atau menghindar," seruh Tegar dalam hati
"Lisa, lusakan hari libur kamu mau kemana?" tanya Andi.
"Nggak kemana-mana cuman di rumah saja, emangnya ada apa?" tanya Lisa.
"Ada konser lohh, nonton yuk."
"Nggak seru rasanya kalau nggak ada Putri.
"lya nih jadi hawatir mikirin Putri, nggak ada kabar kemarin juga dia pulang duluan dan kelihatan pucat," ucap Lisa merasa hawatir.
"Iya setuju," ucap Lisa.
"Ya suda lusa kabarin ya gaysss," ucap Andi. setelah 30 menit kemudian mereka suda selesai makan dan tidak lama kemudian mereka pun berdiri dari duduknya dan pulang ke rumah Masing-masing.
Disisi lain Putri pun bangun dari tidurnya dan melihat jam suda puku 11.15 badanya terasa sangat lemas dan langsung memanggil bi ljah. "Ya non," ucap Bibi dan berlari menuju kamar Putri.
"Bi, tolong ambilkan air hangat ya bi."
"lya non," ucap Bibi.
Jamilah pun melihat Bibi dari kamar Putri terburu langsung menanyakan ke adaan Putri. "Putri kenapa bi?" tanya Jamilah.
"Lagi tidak enak badan bu, minta air hangat," ucap Bibi.
"Ya suda di anterin ya bi, saya mau lihat Putri dulu," ucap Jamilah dan langsung pergi ke kamar Putri dan melihat Putri terbaring sakit. "Kamu sakit apa nak?" tanya Jamilah.
"Iya Ma, kemarin pas pulang kena hujan ahirya flu."
__ADS_1
"Kan mama suda sering bilang bawah mobil sendiri atau nggak nanti mama sewa supir antar jemput kamu kekampus."
"Nggak usah ma, aku lebi suka naik angkot saja."
"Kamu kalau di bilangin dengar kata orang tua mulai besok ke kampus bawah mobil sendiri ngerti."
" lya ma, Putri ngerti ma."
"Yah suda kamu istirahat lagi."
tidak lama kemudian Bibi pun datang dan memberikan air hangat. "Taro disitu saja bi," ucap Putri.
"bi, tolong bikinkan bubur sama sup ayam buat Putri ya bi," ucap Jamilah menyuruh bibi.
"Iya bu," ucap Bibi dan langsung pergi menuju dapur. tidak lama kemudian Jamilah pun keluar dari kamar Putri pergi kedapur menyusul Bibi.
"Aku benar tidak menyangka soal kejadian kemarin, aku nggak habis pikir kok bisa-bisanya Ria senekat itu yah," seruh Putri sambil geleng geleng kepala.
"Pasti dia benar-benar cinta sama Tegar, kalau di lihat Ria itu cantik, terkenal di kampus masa Tegar nggak suka sama dia, kalau mau di bandingkan dengan aku mah lewat banyak, kalau di pikir-pikir, Ria saja cantik kayak gitu Tegar cuekin apa lagi kayak aku ini ya nggak masuk kraterianya hahaha," seruh Putri sambil tertawa seperti orang bodoh.
"Oh iya kemarin aku dengar Ria menyebut nama Biangka apa itu pacar Tegar ya, suda aaah, lebi baik aku diam saja dari pada mempermasalahkan masalah kemarin biarin saja lah, memang sih nggak bisa di lupain tapi kalau di ingat-ingat jadi kesel sendiri." seruh Putri dalam hati dan langsung baring di tempat tidur.
disisi lain Tegar pun Samapi di rumahnya dan langsung mandi. "Tegar, makan dulu nak," ucap Sofia, ibu Tegar.
"Habis mandi ma, baru makan," ucap Tegar tidak lama kemudian Tegar pun menuju meja makan dan makan. "Kakak belum pulang ma?" tanya Tegar.
"Mungkin sebentar lagi pulang mumpung kakak mu cuti dia manfaatkan jalan-jalan beli keperluanya, kamu makan saja duluan."
Tegar pun menghabiskan makanannya tidak lama kemudian terdengar suara papa, baru pulang dan menyapa mereka. "Kebetulan papa lagi lapar sekali pas lihat makanan sebanyak ini langsung pingin habisin saja," ucap Armadjaya.
tidak lama kemudian Tegar pun suda selesai makan dan berdiri dari duduknya. "Kamu mau keman?" tanya Armadjaya.
"Masuk kamar Pa."
"Temani Papa dulu," ucap Armadjaya, dan Tegar pun kembali duduk.
tidak lama kemudian mama Sofia pun datang dan langsung duduk di sebelah Armadjaya. "Pa suda ada mama yang temani, aku mau bikin tugas dulu," ucap Tegar dan langsung berdiri pergi menuju kamar dan mencoba menghubungi Doni mau menanyakan kabar tentang Putri. Hp Doni pun berdering dan langsung mengangkatnya. "Haloy"
"Doni, apa ada kabar tentang Putri?" tanya Tegar.
Doni pu kaget saat mendengar Tegar bertanya kabar Putri kepadanya. "Loh kok tanya kabar Putri ke aku."
"Maksudku, aku mau balikin flesnya Putri yang di pinjam kemarin waktu bikin makalah."
__ADS_1
"Oooohh itu, blum sempat aku tanyain sama Dinda dan Lisa nanti aku tanyain, kalau suda ada kabar nanti aku kabarin kamu."
"lya suda terimakasih ya Doni," ucap Tegar.