
Putri pun berdiri di dinding pagar dan melihat bulan dan tidak sangka-sangka ada seseorang berjalan menuju arah Putri dan Putri pun menoleh dan ternyata itu adalah Tegar.
"Kok kamu ada disini ???" tanya Putri merasa kaget degan kedatangan Tegar
"Put, aku mau ngomong sama kamu," ucap Tegar dan mencoba mendekati Putri.
"Mau bicara apa lagi Tegar, bukannya suda cukup jelas selama ini"
"Aku sangat mencintai mu Put, aku tidak mau kehilangan kamu, tolong jagan seperti ini"
"Sudalah Tegar aku cape degan semua tentang kamu bukan nya hubungan kita suda berakhir, kamu mau apa lagi ???"
"Hubungkan kita tidak perna berahir Put, sampai sekarang kamu masi pacar aku, kita belum perna putus"
"Tidak perna putus, apa aku tidak salah dengar, sejak kamu menerima pertunagan mu degan Tania itu, dan kamu meminta maaf kepada ku tidak bisa mempertahankan hubungan kita lagi apa itu bukan putus namanya, atau cuman permaina mu saja, buka mata mu Tegar aku bukan Putri yang dulu lagi yang sering kamu deramai"
Tegar pun seakan mati kata dia hanya berdiri menatap Putri seakan seperti patung,
"Suda lah Tegar jagan perna temui aku lagi, aku tau ini pasti siasat kamu kan yang ingin bertemu degan ku kan, aku suda menduganya"
Putri pun memutar balik badanya dan ingin menuruni anak tangga turun ke lantai bawah, tiba-tiba Tegar langsung memeluk Putri dari belakang dan mengatakan,
__ADS_1
"Aku sangat Mencintai mu Put, sunggu aku sangat mencintai mu tolong jangan siksa aku seperti ini Plissss maafkan aku Put, aku tau aku salah karena aku tidak memperjuangkan cinta kita, tapi kamu tidak tau selama ini aku tersiksa degan perjodohan ku, apa lagi kamu selalu menjauhi ku, dan di tamba lagi degan kehadiran laki-laki yang bernama Kim End Woo itu yang belasteran korea Indonesia itu"
Tegar pun membalik badan Putri dan langsung mencium bibir Putri, dan tiba-tiba Putri langsung memundurkan dirinya dan langsung mendorong Tegar
"Kamu suda gila yah ???"
"Maksud mu Put ???"
"Kita suda tidak ada hubungan apa-apa Tegar, hubungan kita suda berakhir Tegar kenapa kamu nga sadar-sadar sih, kamu yang memulai hubungan ini, kamu juga yang mengahiri hubuang ini apa tidak cukup jelas degan kata-kata ku tadi, apa aku harus jelasin lagi"
"Apa kah suda tidak ada lagi perasaan mu kepada ku, kemana semua cinta kita selama ini, begitu cepatnya kamu berpaling dari aku Put, oooh aku tau ini pasti gara-gara laki-laki Korea itu kan, kamu berubah seperti ini, apa kamu memilikih perasaan kepada laki-laki Korea itu jawab aku Putri"
Putri pun tidak menjawab pertanyaan Tegar dan malah memilih pergi meningalkan Tegar sendiri, Putri pun menurungi anak tangga dan pergi menuju parkiran sesampainya di parkiran dan langsu masuk mobil pergi meningalkan rumah sakit sekitaran 40 menit sampailah di rumah Putri dan langsung menuju kamarnya, Putri pun langsung masuk kamar dan langsung berbaring di tempat tidur dan meneteskan air matanya.
Ke esok paginya Dinda pun datang kerumah Putri dan melihat Putri masi tertidur pulas Dinda pun langsung membuka gorden dan langsung menarik selimut Putri.
"Bangun Put uda siang nih," ucap Dinda berusaha membangungkan Putri degan cara mengoyang-goyang tubu Putri.
"Ngapain sih kamu kesini pagi-pagi menganggu orang tidur saja, emang kamu nga ada kerjaan lain apa ???" tanya Putri dengan mata masi tertutup.
"Banyak banget kerjaan ku di rumah, tapi demi persahabatan dan cinta, aku mengebaikanya"
__ADS_1
"Apaan sih, oh iya kamu kerja sama lagi kan sama Tegar tadi malam, mempertemukan aku degan Tegar, kenapa sih kamu tidak mau mendukung aku, selaluh saja membantu Tegar mempertemukan aku, emang kamu nga kasihan lihat sahabat mu ini di sakitin"
"Maaf Put, bukan begitu, aku kasihan melihat Tegar meneteskan air matanya datang kerumah ku dan menanyai ku begitu banyak pertanyaan aku sama Doni nga tega lihat Tegar tersiksa seperti itu"
"Emang tersiksa kenapa sih dia, bukanya dia sendiri yang mengahiri hubungan masa tersiksa sih"
"Kamu tau nga Put, Tegar itu jarang makan, jarang tidur, kamu lihat nga sekarang badanya kurus gitu, banyak pikiran apa kamu nga kasihan lihatnya, tiap hari Doni selalu cerita dan selalu kasihan melihat Tegar kadang sampai satu malam Tegar tidak perna tidur karna selalu memikirkan perjodohanya dia merasa sangat menyesal karena suda salah mengambil keputusan menyakiti kamu dan dirinya sendiri, demi membahagiakan mamanya dan ahirya dia tersiksa, kamu sama sekali tidak kasihan melihat nya ???"
"Terus aku harus apa Din, menerimah Tegar kembali agar dia bahagia, dan aku tersiksa melihat pertunangan mereka tinggal 3 hari lagi begitu maksudnya ???"
"Bukan begitu Put, setidaknya kamu bicara baik-baik kepada Tegar dan mendengarkan semua penjelasan Tegar setelah kalian bicara berdua aku yakin kalian berdua akan mempertahankan hubungan kalian"
"Jagan tanyakan sama aku Din, masalah memperjuangkan cinta, tanyakan kepada Tegar apakah dia bisa memperjuangkan cinta kita, dia sendiri yang suda memilih menerima perjodohanya biarkan saja lah Din seperti itu, tidak usa bahas lagi masalah ini, aku suda lelah berfikir Din"
"Iya suda Put, aku mengerti yang sabar yah, oh iya kamu pergi kan ke acara pernikahan kakak nya Lisa sebentar malam ???"
"Iya aku pergi lagian nga enak kalau aku nga datang nanti Lisa mara-marah lagi, nanti kita ketemu di sana saja, hari ini aku mau ke butik mama ku, lihat baju untuk aku pake ke acara kakaknya Lisa"
"Kalau gitu aku pulang dulu yah, aku juga mau pergi beli tas, aku kesini cuman mau sampaikan itu saja, daaahhhh"
"Dasar Dinda cuman datang menggu saja, jadi malas mau ngapa-ngapain mendingan aku tidur lagi aahhhh, oh iya dari pada aku tidur lagi mendingan aku ke butik saja sekarang"
__ADS_1
Putri pun bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi setelah mandi Putri ganti baju dan turun ke lantai bawah menuju parkiran mobil Putri pun masuk kedalam mobil dan pergi meningalkan rumahnya menuju Butik milik mama nya, sesampainya di Butik Putri pun masuk ke dalam dan mencari karyawan kepercayaan mama nya, setelah Putri melihat dan langsung memangilnya,
"Mba aku mau cari baju ke pesta sebentar malam ada nga Mba ???" tanya Putri.