Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Di Terima Kerja


__ADS_3

tidak lama kemudia sekitaran 30 menit sampailah di rumah Putri, dan Putri pun masuk kedalam rumah Lisa dan Dinda pun ikut masuk disana suda ada mama Jamilah sedang beres-beres barang, "Mama mau kemana ???" tanya Putri.


"Besok mama balik ke Bandung lagi biasa pekerjaan papa mu, oohh iya Jagan kamu kira mama, papa balik Bandung terus kamu bisa sesukah hati mu, nama, papa tetap melarang kamu berhubungan dengan laki-laki yang bernama Tegar itu," ucap Jamilah sambil mengisi barang kedalam kardus.


"Iya ma, Putri tau, Putri akan mendegarkan perkataan mama, dan menjahui Tegar, jawab Putri degan nada sedikit sedih.


"Selama mama, papa tidak ada di Jakarta ada Riky yang mengawasimu jadi tetap kamu tidak boleh kemana-mana mengerti kamu"


"Iya ma, Putri mengerti ma"


Dinda dan Lisa pun menyapa mama Jamilah dan mengatakan "Tante kami pulang dulu suda larut malam"


"Iya suda kalian pulang gihh hati-hati di jalan, kalian naik apa ???" tanya Jamilah.


"Naik mobil, aku bawa mobil Tante" ucap Dinda.


dan mereka berdua pun pun pamit dan pergi dari rumah Putri.


"Ma, Putri masuk kamar dulu mau ganti baju dan istirahat" dan langsung berjalan menaiki tangga dan membuka pintu kamarnya, karna kecapaian Putri pun membaringkan badanya di kasur dan langsung tertidur.


ke esok paginya Putri pun suda bangun dan melihat papa, mamanya suda beres barang menaronya di mobil seperti biasa,


"Papa suda mau balik ke Bandung lagi" ucap Putri degan waja sedikit sedih


"lya papa harus balik ke Bandung karna pekerjaan sayang, kamu ingat pesan papa Jagan berhubungan dengan Pemuda itu lagi ngerti ???"


"Namanya Tegar pa, iya pa, Putri ngerti pa"


"Papa nga mau tau namanya siapa yang papa tau dia itu anak Armadjaya si penipu itu"


"Tegar, bukan penipu pa dia anaknya baik, jujur, pintar dan dia juga rajin beribadah dan suara bacaan Al-Qur'an nya juga sangat merdu"

__ADS_1


mendengar perkataan Putri seperti itu papa Dewangga pun berkata, "Biar dia anaknya baik dan rajin beribadah tapi dia tetap anak penipu dan orang tuanya perna menipu keluarga kita nak, kamu harus mengerti disitu, kakak mu akan tingal di Jakarta beberapa hari mengawasi kamu supaya kamu tidak ketemu dengan pemuda itu lagi"


tidak lama kemudian mama Jamilah pun datang memangil semuanya suda siap tingal kita untuk berangkat, Tara pun suda naik ke mobil, "hati-hati dirumah jaga kesehatan tidak usa kemana mana kalau tidak perlu, kalau memang perlu pergi sama kakak mu" ucap mama Jamilah.


Riky pun datang menghampiri mama, papa suda mau berangkat ma, ???"


"iya suda mau pergi, jaga adik mu baik-baik awasi dia larang dia keluar rumah apa lagi menemui laki-laki itu.


"lya ma, beres ma, pasti Riky jagain Putri dan melarang dia kemana apalagi menemui laki-laki itu." ucap Riky degan tegas


papa pun naik mobil dan membunyikan mesin mobil dan pergi meningalkan dirumah, dan Putri pun kembali masuk kedalam rumah dan menonton tv.


"Hari ini kamu di rumah saja tidak usa kemana-mana karna mama, papa baru berangkat ke Bandung," ucap Riky.


"lya kak Putri tau kak, kalau gitu Putri mau masuk ke kamar dulu" Putri pun langsung menuju kamar mandi habis itu dia pun sarapan habis sarapan dia pun menonton tv sore nya dia menyiram bungan ditaman, begitu pun ia lalui berhari-hari.


suda dua Minggu Putri tidak perna keluar rumah aktifitasnya hanya menonton tv saja


"Aku suda kirim lamaran kerja di rumah sakit, ini tingal tunggu panggilan saja"


"Siapa tua kamu di terimah ya de, atau Ade mau kakak bantuin supaya cepat di terima kerja di rumah sakit, lagian banyak kenalan kakak di berbagi rumah sakit, kalau Ade suka Ade bisa kerja di rumah sakit kita yang lama lagian disana tidak ada keluarga kita juga yang kerja bagaimana kalau Ade saja yang meneruskan"


"Nga usa kak Putri nga mau kalau kakak sampai bantuin, Putri lebi suka mandiri, Putri nga mau kerja di rumah sakit kita yang lama Putri lebi suka kerja dimana tidak ada satu orang pun mengenal keluarga kita"


"lya juga si bagus kalau gitu kakak dukung ade 100%."


Terimakasi kakak memang kakak yang terbaik sedunia."


tiba tiba Bibi datang dan mengatakan non ada surat buat non, Putri pun langsung mengambil surat itu dan langsung membacanya dan teryata Putri di terimah kerja di rumah sakit tempat ia melamar kerja.


"Kakak aku diterima kerja dan mulai besok aku suda boleh masuk, aku senenga banget terimaksih kak selalu mendukung Putri"

__ADS_1


"Iya sama-sama de," ucap Rikiy yang ikut bahagia melihat adiknya begitu bahagia mendapat pekerjaan, Putri pun berlari ke kamarnya dan menelfon teman-teman lain ingin menyampaikan kalau dia dapat surat pagilan kerja dan besok suda bisa masuk kerja.


Putri pun menelfon Tegar hp Tegar Pun berdering dan mengangkatnya, "Haloy sayang ada apa ???"


"Aku di terima kerja besok suda ada panggilan kerja barusan ada kurir yang antar ke rumah" ucap Putri degan begitu bersemangat.


"Aku juga barusan dapat surat tapi aku belum baca aku baca dulu yah, nanti aku kabari lagi sekalian aku mau ke wc suda dulu nanti aku telfon balik," jawab Tegar dan langsung mematikan hpnya.


tiba tiba hp Putri berdering yang menelfon adalah Dinda, "Haloy Din ada apa ???"


Put, aku dapat surat panggilan kerja besok seneng banget rasanya Put, kita bisa kerja barengan di rumah sakit yang sama" ucap Dinda. yang merasa bahagia.


iya aku juga seneng banget terus Lisa gimana, dia dapat juga ga ???"


"Iya dia juga dapat surat pagilan kerja semua teman kita di terima semua, jadi aku ngerasa senang banget bisa kerja sama- sama degan kalian semua, karna ini semua berkat Doni," jawab Dinda degan sedikit terbata-bata karna keceplosan bicara.


"Kok bisa sih, pasti ada orang dalem yah kok kita bisa kita di terima semua" ucap Putri yang merasa curiga degan kata-kata Dinda.


"Sebenarya ayah Doni pemilik rumah sakit itu dan Doni nga mau kerja di rumah sakit itu karena dia nga mau kerja satu rumah sakit degan ayah nya tapi ayah nya mau Doni kerja di rumah sakit itu.


aku mengatakan ke Doni demi teman-teman kita yang lain mau kerja di rumah sakit itu


bisa kah kamu mengalah demi persahabatan kita, dan ahirya Doni pun mengalah degan catatan semua sahabat nya di terimah kerja di rumah sakit yang sama dan ayahnya pun menyetujuinya karna Tegar dan kamu salah satu Siswa yang berprestasi"


"Gitu yah kok Doni nga perna cerita yah sama kita-kita kalau ayahnya pemilik rumah sakit itu,"


"Aku saja pacarnya nga tau, dia juga nga perna cerita sama aku, lagian aku juga nga perna nanya juga sih hehehehe, suda dulu yah aku mau bantu mama ku masak, dadahhhh langsung mematikan hpnya.


tidak lama kemudian hp Putri pun berdering dan yang menelfon adalah Tegar Putri pun mengangkatnya "Haloy Tegar"


" Put, aku di terimah kerja dirumah sakit yang sama-sama degan kamu" ucap Tegar yang merasa gembira memberitahukan Putri.

__ADS_1


Putri pun pura pura kaget karena dia suda tau kalau Tegar juga kerja di rumah sakit yang sama dengannya, "Syukur de kalau gitu, aku senang banget mendengarnya supaya kita bisa kerja sama dan bisa bertemu setiap hari.


__ADS_2