Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Kembali


__ADS_3

"lya sayang aku juga seperti itu, tapi kita harus meyakinkan kedua orang tua kita agar mereka merestui hubungan kita, pokonya kita berjuang bersama-sama sayang"


"lya sayang aku akan memperjuangkan cinta kita sampai kapan pun"


"Terus bagaimana degan mama mu sekarang, apa kamu tidak memberi kabar kepada keluarga mu ???"


"Aku suda memberi kabar ke papa ku, suda tidak usa di pikirkan sayang yang penting beberapa hari ini kita selalu bersama jadi kita nikmati saja kebersamaan ini sayang"


"lya sudalah kalau seperti itu, tidak terasa waktu begitu berjalan dan suda mulai sore Putri dan Tegar pun menikmati suasana pantai dan di sore hari setelah beberapa jam di pantai dan suda malam Putri pun mengatakan kepada Tegar, "Pulang yuk suda malam, aku mau mandi badan ku rasanya gatal semua"


"lya suda kita pulang"


Putri dan Tegar pun berjalan menuju mobilnya dan sesamanya di mobil mereka pun naik dan pergi meningalkan pantai sekitaran 20 menit sampailah di rumah, Tegar pun membuka pagar dan mereka pun masuk kedalam rumah


"Tegar aku mandi dulu ya"


"lya suda sana, aku juga mau mandi"


Putri pun pergi kamar mandi dan mandi setelah mandi dan berganti pakaian Putri pun mencari Tegar.


"Kamu suda mandi ???" tanya Putri penasaran karena suda ada Tegar duduk di kursi sambil membuka leptop


"Suda sayang, suda dari tadi, duduk sini gih"


Putri pun memghampri Tegar dan duduk di kursi, "Kamu lagi apa ???"


"Aku lagi buka Email, yang di kirim Doni"


"Emang Doni kirim apa si, di Email ???"


"Data-data pasien sayang dan pengobatannya"


"Dinda tidak kirim apa-apa sama aku"


"lyalah sayang, karna data-datanya di kirim sama Doni dan Doni kirim sama aku"


"Kok seperti itu, kenapa di kirim ke kamu"


"Kan mereka kerja disana mereka suda memeriksa dan mengerjakan, tapi mereka tetap mengirim ke aku supaya kita pelajari juga seperti itu sayang"

__ADS_1


"Iya juga si, oh iya kamu suda berapa lama berteman degan Doni ???"


"Aku lupa berapa lama yang pastinya dari aku SMA sampai sekarang, emang ada apa sayang ???"


"Jadi kamu suda kenal keluarganya dong ???"


"Sudalah sayang, aku kenal semua"


"Berarti kamu kenal dong sama orang tuanya Doni ???"


"lya kenalah sayang, emang kenapa si, sayang kok tanya seperti itu"


"Kamu kenal sama Papanya Doni"


"Aku belum perna ketemu degan papanya Doni sih, tapi kalau mamanya sih, iya aku sering ketemu, emang kenapa sih sayang"


"Tadi bilang kenal semua pas di tanya kenal papanya Doni, bilangnya nga"


"Iya emang kenapa degan papanya Doni ???"


"Kamu tau kan pemilik rumah sakit Temat kita kerja sekarang ???"


"Dia itu papanya Doni, masa kamu tidak tau, bukanya kalian suda berteman lama"


"Yang bener sayang, Jagan megada-ngada, nanti jadi fitna, dosa loh ???"


"Iya beneran aku tidak mengada-ngada aku tau dari Dinda, dia yang cerita sama aku"


"Jadi selama ini kita kerja di rumah sakit milik papanya Doni, astaga aku sama sekali tidak tau dan aku suda kenal Doni selama bertahun-tahun tapi aku tidak tau papanya Doni yang mana, memang si selama ini Doni tidak perna cerita banyak tentang papanya yang aku tau papanya Doni seorang Dokter dan pemilik rumah sakit tapi luar kota,


pantesan setiap tidak ada pasien Doni selalu mengajak pulang, eh ternyata rumah sakit milik papanya, pantesan aja dia sesuka hatinya di rumah sakit, awas kamu nanti Doni kalau aku pulang nanti ku sentil telinganya tu anak, makasih ya sayang suda kasi informasi sama aku"


"Iya sama-sama tapi jagan bilang sama Doni yah kalau kamu suda tau orang tuanya"


"Emang kenapa sayang, kalau Doni tau ???"


"Katanya Dinda, Doni nga mau sampai sahabatnya tau kalau orang tuanya pemilik rumah sakit kita kerja, dia mau kerja mandiri tanpa bantuan orang tuanya, seperti itu Tegar sayang"


"Gitu yah sayang, iya sudalah aku ikut kata-kata sayang aja pura-pura nga tau, hehehe"

__ADS_1


tiba-tiba Putri berdiri dari duduknya dan mengatakan "Aku kekamar mandi dulu mau buang air, Putri pun berlari ke kamar mandi dan buang air setelah beberapa menit di kamar mandi Putri pun ke luar dan menghampiri Tegar namun Tegar suda tertidur di kursi, Putri pun pergi mengambil selimut dan menyelimuti Tegar dan Putri Pun baring di kursi tidak lama kemudian Putri pun tertidur,


Ke esok paginya Hp Putri berdering dan Tegar pun terbangun dan membangunkan Putri, "Sayang hp mu bunyi tu angkat dulu"


Putri pun membuka matanya dan melihat yang menelfon adalah mamanya Putri pun langsung bagun dan mengangkatnya, Haloy, iya ma"


"Putri sebentar malam mama pulang, kamu mau titip apa nak ???"


"Putri nga titip apa-apa ma yang penting mama, papa sampai rumah degan selamat itu aja ma"


"lya sayang, makasih sayang suda dulu ya sayang" dan mama Jamilah pun langsung mematikan hpnya.


"Tegar, kita harus pulang hari ini juga, mama, papa ku pulang nanti malam aku tidak mau sampai mereka tau kalau beberapa hari aku tidak ada di rumah"


"Iya sayang aku tau, kita beres-beres dulu mandi, makan baru kita balik Jakarta"


Putri pun bagun dan langsung pergi ke kamar mandi dan mandi setelah mandi mereka pun sarapan habis sarapan mereka pun beres-beres rumah setelah semuanya suda bersih Tegar pun memutuskan untuk balik ke Jakarta.


"Sayang suda siapkan semua barang-barang kamu, tidak ada yang ketingalan kan ???"


"lya suda, aku suda masukan di dalam mobil semu"


"Kalau gitu ayo kita kembali Kerjakarta"


"Nanti kalau di Jakarta kamu tingal dimana ???"


"Aku akan tinggal di Apertemen milik Doni, ini Doni baru kirim alamatnya nanti aku ketemu di sana, sayang nga usa pikirin itu urusan saya sayang"


"Iya suda kalau gitu ayo kita kita pulang "


Tegar pun mengunci semua pintu rumah dan pagar setela mengunci Tegar pun masuk kedalam mobil dan membunyikan mesin dan pergi menuju Jakarta.


di tenga perjalanan Putri pun mengatakan, "Apa kamu nga apa-apa meningalkan orang tua mu, atau kamu pulang saja kerumah dan bicara baik-baik sama mama mu siapa tau mama mu bisa mengerti tampa harus keluar dari rumah"


"Maaf sayang ini adalah keputusan ku dan suda tidak bisa aku uba-uba lagi"


"Terserah kamu saja si mana baiknya buat kamu"


"lya sayang, yang penting kamu mendukung ku aku pasti bisa menghadapi ini semua asalkan kamu selalu bersama ku," ucap Tegar sambil mengelus-elus kepalah Putri dan Putri Pun tersenyum melihat Tegar.

__ADS_1


__ADS_2