
Tegar pun suda selesai menganti pakainya dan keluar kamar dan menemui Putri. "Minum teh dulu biar badan kamu hangat."
Terimakashi," ucap Tegar dan langsung duduk di kursi sambil meminum tehnya. "Orang tuamu kemana?"
"Ke Bandung."
"Berapa lama?"
"Setiap bulan orang tuanku datang satu bulan sekali selama 1 Minggu di rumah."
"Jadi kamu sering sendiri?"
"Iya, suda biasa bagiku."
tidak lama kemudian hujan pun berhenti. "Putri aku pulang dulu yah sebentar hujan keras lagi, aku tidak bisa pulang."
"lya suda hati-hati," ucap Putri dan mengantar Tegar ke depan dan Tegar pun pergi meningalkan rumah Putri menuju rumahnya.
tidak lama kemudian Tegar pun sampai di rumahnya, langsung masuk kamar dan membuka pakainya, dan menggantinya dan menyuruh pembantu untuk mencuci bajunya.
tidak lama kemudian Tegar pun berbaring di tempat tidur dalam hatinya begitu sangat senang karena dia suda mengungkapkan perasaanya kepada Putri, dan Putri suda tau perasaanya selama ini dia pendam, namun dia pun bingung apakah Putri juga memiliki perasaan yang sama kepadanya karena Putri tidak mengatakan kalau dia juga suka kepadanya.
disisi lain Putri pun senang mendengar perkataan Tegar kalau Tegar suka padanya. "Aku tau Tegar kamu berkata jujur tentang perasaanmu kepadaku namu aku lihat Biangka pun berkata jujur kepadaku.
aku hanya ingin melihat siapa pilihan hatimu, jika memang kamu memilih Biangka aku akan melupakanmu, namun jika kamu memilihku bagaimana dengan Biangka yang suda bersamamu selama ini, aku hanya ingin melihat siapa pilihan hatimu," seruh Putri malam pun semakin larut Putri pun mengantuk dan tidur.
ke esok paginya Putri pun bangun dan melihat hpnya kalau ada Dosen masuk hari ini dan kebetulan saja tidak ada Dosen pagi ini dan Putri kembali tidur tidak terasa suda jam 9 pagi dan Putri pun masi tertidur.
tidak lama kemudian Tegar pun sampai di rumah Putri. "Bi, Putri suda bangun?"
"Belum mas masi di kamarnya."
"Bisa minta tolong di bangunin," ucap Tegar menyuruh bibi membangunkan Putri.
Bibi pun pergi ke kamar Putri dan memangilnya. "Non ada temanya non yang kemarin datang."
"Mau ngapain lagi sih itu orang."
"Tidak tau non."
__ADS_1
Putri pun bangun mandi dan bersiap-siap dan keluar kamar menuju meja makan dan tak di sangka suda ada Tegar di meja makan sedang makan, Putri pun menghampiri Tegar. "Heiy ngapain sarapan di rumah orang emangnya di rumahmu tidak menyediakan makanan?"
"Ada banyak makanan tapi di tawarin sama Mbo makan, jadi akun makan lagi, dan makanan Mbo enak."
"liiihhh nggak tau malu masak makan di rumah orang tampa disuru tuan rumahnya makan."
"Kan ada Mbo, ya kan Mbo," ucap Tegar sambil menyendok makananya.
"Jangan bawa-bawa Mboku."
"Sarapan dulu non ini Mbo dah siapin makanan."
"Makasih Mbo ku sayang."
"Mbo saja yang di bilang sayang, aku."
"Apaan sih, emang kamu siapa?"
"Suda nggak boleh berantem di meja makan, pamali," ucap Mbo. Putri sangat menghormati Mbo yang suda merawatnya dari kecil Putri pun duduk dan makan bersama Tegar.
tidak lama kemudian hp mereka berdua berbunyi mereka membuka dan melihat grub W,a PJS hari ini, ada dosen masuk jam 10, seketika mereka kaget Putri dan Tegar pun berdiri dan langsung berangkat
"Maaf Tegar aku nggak bisa barengan ke kampus nanti cewe-cewe satu kampus musuhin aku semua, " ucap Putri sambil tertawa.
"lya suda kamu naik apa ke kampus?"
"Mulai hari ini aku bawah kendaraan sendiri itu perinta dari orang tuaku menyuruhku bawah mobil sendiri dan melarangku naik kendaraan lain takut aku kenapa-kenapa."
"lya suda hati-hati bawah mobilnya, Aku ikut di belakangmu."
"Suda berangkat yuk entar terlambat tidak boleh masuk kelas lagi," ucap Tegar dan mereka pun berangkat bersama namun kendaraan berbeda. tidak lama kemudian mereka pun sampai di kampus Putri pun menelfon Tegar. "Kamu saja lebi duluan masuk aku tidak mau teman-teman lain melihat kita apa lagi Biangka."
Tegar pun menyadari itu, dan lebi dulu masuk Putri pun menunggu Dinda datang dan tidak lama kemudian Dinda pun datang "Haiy Put kamu naik apa tumben cepat datang?"
"Aku naik mobil."
"Pantesan cepat."
"Aku nyetir sendir.i"
__ADS_1
mendengar perkataan Putri, Dinda kaget, "Kamu suda memberanikan diri sendiri bawah mobil keren sahabat ku ini," ucap Dinda sambil menepuk pundak Putri dan mereka pun masuk kelas bersama-sama, dan di dalam kelas suda ada Lisa sedang duduk di kelas.
"Lisa, suda dari tadi ?"
"Lumayan, belum lama."
tidak lama kemudian Dosen pun datang dan menjelaskan materi dan tidak terasa Dosen suda hampir 3 jam menjelaskan materinya dan Dosen pun mengahiri perkuliahanya, dan tidak lama kemudian Dosen pun keluar.
tidak lama kemudian Dinda pun memanggil kedua sahabatnya ke kantin dan berjalan keluar. Tiba-tiba Doni memanggil. "Mau ke kantin ya barengan saja," ucap Doni dan mereka pun berjalan keluar kelas tiba-tiba Biangka berteriak memangil Tegar, danTegar pun berhenti dan menoleh ke belakang.
"Kalian duluan saja nanti aku nyusul."
mereka berlima pun berjalan menuju kantin di dalam hati Putri bertanya-tanya teryata di dalam hati Tegar masi ada Biangka. "Wajarlah kalian pernah dekat cukup lama, muda-mudahan kamu tidak salah dalam memilih pilihan hatimu Tegar," seruh Putri dalam hati.
"Aku harap kamu bisa memilih yang tepat dan aku harus terima kenyataan jika kamu memilih Bingka dan aku harus siap terimah patah hati, aku belum bisa mengungkapkan perasaanku kepadamu bahwa aku pun suka kepadamu, namun aku tidak mampu terima kenyataan dan rasa sakit sehingga perasaanku hanya bisaku pendam," seruh Putri dalam hati.
tidak lama kemudian mereka pun sampai di kantin dan memesan makanan dan makan.
disisi lain Tegar dan Biangka pergi bersama dan ingin berbicara tentang kejelasan hubungan mereka. "Kamu mau bicara apa lagi Biangka?"
"Aku tau kamu masi punya perasaan kepadaku aku mau kita mulai lagi dari awal lagi aku bener-bener sayang sama kamu."
Disisi lain Putri pun pergi ke toilet. tidak lama kemudian Putri pun keluar dari toilet dan berjalan ke kantin tiba-tiba dia mendengar suara dan ia pun berjalan menuju lorong kecil disitu memang jarang di lewati mahasiswa lain karena lagi sementar pembangunan.
Putri pun melihat Tegar dan Biangka sedang berbicara. "Plissssss beri aku kesempatan kali ini saja aku akan mendengar perkataanmu, aku baru menyadarinya orang yang sayang dan peduli kepadaku itu kamu Tegar, plissss kita mulai dari awal lagi dan aku tau kamu masi memiliki rasa kepadaku."
"Aku memang mempunyai rasa sama kamu dan aku sayang sama kamu," ucap Tegar.
Putri pun mendengar perkataan Tegar seperti itu langsung kaget dan tanpa sengaja menyenggol tempat sampa di sampingnya dan gantungan hpnya pun terjatu tidak jauh dari tempat sampah. tidak lama kemudian Putri pun pergi meninggalkan mereka.
Tegar pun kembali melanjutkan perkataanya. "Tapi itu dulu Biangka bukan sekarang, semua perasaan itu suda hilang dan tidak ada rasa sedikit pun, mungkin dulu aku memiliki rasa kepadamu karena kita berteman dari SMA maka timbulah rasa itu, tapi seiring waktu hinga kini kamu datang di hadapanku, aku sama sekali tidak memiliki perasaan sedikit pun, maaf Biangka cinta itu tidak bisa di paksakan dan di dalam hatiku suda ada orang lain yang mengisinya."
Bangka pun kaget mendengar perkataan Tegar bahwa suda ada orang lain di dalam hatinya. "Siapa Tegar, katakan siapa orangnya?"
"Kamu tidak perlu tau siapa orangya, aku harap kita tidak membahas masalah ini lagi, masalah kita suda berakhir sampai disini, aku yakin kamu pasti ketemu orang yang benar-benar sayang kepadamu tapi bukan aku
Biangka mendengar perkataan Tegar dia pun menganguk dan menangis, Tergar pun pergi meninggalkan biangka sendiri yang merenungi dirinya, saat Tegar melewati tempat sampa dia melihat tempat sampa yang iya lewati tadi tidak terjatu dan kini iya lihat berantakan,
dan dia melihat gantungan hp Putri jatuh tidak jauh dari tempat sampah, Tegar pun mengambilnya dan berfikir sejenak. "lni kan punya Putri aku sering melihatnya ada tanda P."
__ADS_1
seketika Tegar tersadar dan berlari. "Berarti Putri ada disini tadi dan mendengar perkataanku, bagaimana kalau dia salah paham. "Putri, aku tidak mau kamu salah paham lagi kepadaku aku sangat sayang kepada mu," seruh Tegar dalam hati.