
"Kau pasti ingin tau, Nak siapa gadis yang sudah kami khitbah untukmu?"
Tanya kyai Abdullah Umar, yang sangat paham dengan apa yang dirasakan oleh Arafka sekarang.
"Jika diidzinkan, Aba." Arafka menjawab dengan segera, dan dengan bahasa yang ta'dziem tentunya.
"Dalam lomba prestasi besok, di Alhasyimi pusat, siapa yang mendapatkan juara satu, itulah calon istrimu," ungkap Sayikhona.
Subhanallah.
Dengan apa yang diungkapkan oleh beliau barusan, tak hanya membuat Arafka saja yang merasa kaget, bahkan begitu juga dengan kyai Musthofa Tamimi dan kyai Fadholi.
Betapa tidak. Melamar seorang wanita untuk Arafka itu hal yang reel yang sudah mereka lakukan, yakni sudah terjadi. Sedangkan pemenang lomba prestasi dengan gelar juara satu di Alhasyimi, besok. Itu belum terjadi, karena masih belum dijalani. Dan pemenang juga belum ditentukan. Lalu dari mana beliau bisa menyimpulkan, kalau pemenang lomba besok, adalah gadis yang baru saja mereka khitbah untuk Arafka.
Sedangkan, dalam lomba prestasi itu, syaikhona bukan hanya tidak ikut andil, --dalam artian, bukan panitia dan juga bukan juri lomba--bahkan juga tidak mengetahui siapa saja pesertanya, yang memungkinkan beliau bisa memanipulasu nilai nantinya. Di Alhasyimi, mau pun di pesantren-pesantren besar yang lain--yang sudah punya jajaran kepengurusan-- pengasuh pesantren itu tidak terjun dalam urusan kependidikan secara praktis, karena pada tiap masing-masing sudah ada bagiannya tersendiri, ada pengurusnya tersendiri. Seperti sebuah perusahaan, sudah ada divisinya tersendiri.
Lalu dari mana beliau bisa menyimpulkan seperti itu?
Itulah yang dinamakan mukasyafah. Atau penyingkapan tabir rahasia atas apa yang belum terjadi dengan idzin Allah. Ada beberapa orang yang istimewa, yang senantiasa menjaga komunikasi aktif dengan tuhannya, yang dianugerahi keistimewaan seperti ini. Dan salah satunya, adalah pengasuh Alhasyimi ini.
-----%%%%-------
Beberapa orang yang mendengarkan cerita itu dari Arafka juga merasa berdesir takjub. Dan segera lafadz syukur mereka panjatkan karena diberi kesempatan untuk mendengarkan kisah keistimewaan orang sholih dengan sifat kelebihan yang dianugerahkan oleh Allah.
__ADS_1
"Saat itu, dan setelah itu, saya merasa yakin, kalau wanita yang dipilih oleh aba itu, adalah pilihan Allah untuk saya. Meskipun saya belum tahu, dia siapa," kata Arafka. Hal mana membuat beberapa hati yang mendengar ucapan itu merasa tergetar. Mereka kagum, akan tingginya keyakinan Arafka pada kekuasaan Allah, sehingga membuatnya merasa tenang dan tidak risau.
"Akan tetapi keesokannya, setelah pemenang lomba itu diumumkan." Arafka melanjutkan ceritanya. "Setelah saya tahu siapa pemenang lomba itu, perasaan saya menjadi goyah," lanjut pemuda tampan tersebut. Membuat beberapa orang dari mereka jadi menatap pada Meidina Shafa. Terlihat gadis itu menunduk dengan berurai air mata.
"Kenapa, Mas?" tanya ustadz Widad dan ustadz Fadil bersamaan.
"Saya tau, meskipun tidak bisa dikata sangat tau, siapa dan bagaimana Meidina Shafa itu. Dan saya merasa berada sangat jauh di bawahnya. Jujur, itu yang saya rasakan saat itu," akunya dengan gamlang, tanpa merasa malu atau sungkan.
Meidina Shafa memang dikenal sangat cerdas, dan lebih menonjol dari pada ketiga rekannya yang lain--kanza Davina, Nabila Alia dan Zaskia Ariva.
Kiprahnya dalam bidang keilmuan semakin diakui saat dia tampil sebagai ketua BES atau badan executiv santri kulliyatul muallimin, yang mana salah satu kegiatan rutin BES adalah membuat forum kajian Alquran. Dan hasil kajian tersebut sering sekali dimuat, di kolom utama majalah Alhasyimi, atau pun mading. Dan tak jarang pula menjadi sumber referensi tugas oleh anak STAI pusat dan cabang.
Sebuah forum kajian yang sukses, tentu karena dimotori oleh orang-orang yang berkompeten di dalamnya, terutama sang ketua itu sendiri, yakni Meidina Shafa. Lebih-lebih kemudian setelah gadis itu terpilih sebagai pemenang lomba prestasi antar Instansi se Alhasyimi, maka posisinya sebagai santri yang cerdas dan berprestasi semakin kokoh tak tertandingi.
Ketika disadari, bahwa wanita yang sehebat itu, yang telah dipilih oleh abahnya sebagai calon istri, perasaan Arafka jadi goyah. Ia pun tak yakin akan bisa menjadi seorang imam untuk wanita yang sudah lebih matang secara keilmuan di bandingkan dirinya itu. Sebagaimana ia juga tak yakin kalau Meidina Shafa akan bersedia menjadikan Arafka sebagai imam dalam hidupnya.
Pemuda itu juga sempat menyalahkan sang aba atas pilihannya, setelah tahu pada kenyataan tersebut. Namun, karena tidak ingin berlarut-larut dalam dugaan, ia memutuskan untuk segera menemui syaikhona. Tak disangka, jika di jalan ia malah bertemu dengan ning Zaskia, yang masih meminta bantuan Arafka untuk memotret dirinya bersama teman-teman, yang di mana juga ada Meidina Shafa di sana. Perasaan Arafka sempat tak nyaman. Namun, ia berhasil memenangkan hatinya, dan bersikap tenang seolah tak terjadi apa-apa.
Se-sampainya di dhelem syaikhona, di sana juga ada bu nyai Syarifah yang menyambut Arafka dengan penuh kasih. Meski bukan ibu yang melahirkannya, Nyai Syarifah memang begitu menyayangi pemuda tampan itu, tak ada bedanya dengan putra kandungnya sendiri.
Belum lagi Rafka menyampaikan maksud kedatangannya, kyai Abdullah Umar sudah lebih dulu berkata kepadanya, "Aba tidak asal tunjuk memilih calon istri untukmu, Nak. Tapi semuanya sudah berdasarkan petunjuk dari Allah."
"Tapi, Aba ... sebelumnya saya mohon maaf, saya hanya merasa kalau kami itu tidak kufu. Dia sudah lebih segalanya di atas saya." Arafka menyampaikan suara hatinya dengan wajah tertunduk.
__ADS_1
Tidak kufu artinya tidak sepadan. Baik dari satu hal atau berbagai hal. Contoh, seorang perjaka punya hak untuk memperoleh calon istri yang se-kufu dengannya, yaitu perawan. Tapi, bila kemudian perjaka tersebut lebih memilih seorang janda untuk menjadi pendamping hidupnya, maka itu berarti ia telah menggugurkan sendiri haknya untuk mendapat yang se-kufu. Demikian, menurut salah satu keterangan. Bisa dilengkapi sendiri oleh pembaca jika kami masih belum tepat dalam memberikan penjabaran.
Kembali ke cerita.
"Kalau kau merasa demikian, sebaiknya kau kaji ulang, apa yang kau rasakan itu. Dari sisi mana, kau merasa kalau dia ada di atasmu," ujar Sayikhona. Sang putra tak memberikan jawaban apa-apa.
"Nak, abahmu melakukan istikharah dan riyadhoh untuk mencari pendamping yang baik untukmu itu, bukan hanya dalam satu atau dua hari saja. Juga bukan seminggu atau dua minggu. Tapi selama 41 hari," ungkap nyai Syarifah yang membuat Arafka terhenyak.
41 hari?
"Bukan hanya dari sejak fitnah yang dilakukan oleh Masayu itu, tapi sudah jauh dari sebelumnya, Nak," lanjut Bu Nyai. "Kami ini sangat merasa risau melihatmu kemana-mana, yang selalu dikejar-kejar perempuan. Abamu lalu melakukan riyadhoh, meminta petunjuk pada Allah, untuk mendapatkan jalan terbaik bagimu. Dan Meidina Shafa itu terpilih berdasarkan petunjuk dari Allah, Nak." Bu nyai melengkapi keterangannya.
"Rumah tangga itu adalah jalan ibadah menuju ridho Allah. Maka aku tidak akan sembarangan untuk memilih calon pendamping untuk putraku. Dalam hal ini aku juga tidak melakukan istikharah seorang diri. Aku juga minta keikhlasan para masyayikh Alhasyimi. Dan kami semua, mendapatkan petunjuk yang sama. Kalau kau tidak percaya, kau boleh bertanya pada paman-pamanmu, Nak." Sayikhona menatap lurus sang putra.
"Saya percaya, Aba," jawab Arafka cepat.
"Dan apa kau pun percaya, bahwa Allah itu tidak pernah salah dengan keputusannya, Nak?"
"Iya, Aba. Saya percaya dan meyakininya."
Maka, adakah dalil yang menyatakan bahwa Allah itu salah dalam memutuskan? Tidak. Allah tidak pernah salah. Yang ada, Allah sering kali disalahkan ketika keputusannya membuat kita tidak senang. Dan itu adalah fase menuju paham bagi kita yang terus butuh untuk belajar. Belajar untuk memahami luasnya kasih sayang ilahi.
"Jika Allah telah berkehendak kau menikah dengan Meidina Shafa, itu berarti Allah telah mengukur semuanya. Tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang. Yang harus kau lakukan sekarang adalah belajar ikhlas, Nak. Ikhlas pada apa yang sudah menjadi pemberian Allah. Kemudian kokohkan niatmu untuk ibadah. Maka Allah yang menjamin kecukupan untukmu."
__ADS_1