BIARKAN AKU BAHAGIA

BIARKAN AKU BAHAGIA
BAB ~ Prolog


__ADS_3

Nama ku Lala Hartono


aku berasal dari salah satu kota kecil di daerah Jawa Barat.


Keluarga ku sedehana di bilang Kaya raya juga tidak, di bilang miskin juga engga. Tapi kami hidup bahagia.


Papa ku seorang Guru SD dan Mama ku memilik kedai makan kecil-kecilan sebenarnya hidup kami cukup dari gaji Papa. Karena Mama ku hobi memasak jadi dia buka kedai makanan di depan rumah ku.


Aku seorang anak sulung, aku memiliki 2 adik 1 adik laki-laki bernama David Hartono dan Lulu Hartono tapi sayang nya adik ku Lulu sudah meninggal saat masih kecil ia menderita leukemia.


Aku cukup populer di sekolah ku karena prestasi ku bukan hanya itu aku juga cukup di bilang anak gaul di sekolah ku.


Aku memiliki sahabat dari kecil nama nya Laura Basuki dan saudara kembar nya Jason Basuki. Mereka sangat baik padaku, selalu ada saat aku sedih maupun senang.


Aku berteman dengan Laura dari SD karena di daerah ku hanya ada 1 yayasan sekolah dari SD sampai SMA, dan sekolah itu milik orang tua Laura. Aku beruntung punya sahabat seperti Laura. sahabat ku bukan hanya Laura tapi ada Jason (saudara kembar Laura, walau dia berasal dari keluarga yang berada dia mau bergaul sama siapa aja tidak memandang kekayaan, agama, suku dan Fisik.


Dan Laura itu sangat pintar dia selalu dapat rangking 1 dan aku rangking 2 banyak yang bilang kalau kami ini seperti anak kembar. Padahal kenyataannya Saudara kembar Laura itu adalah Jason.


Aku juga punya kekasih nama nya Bob sudah 6 bulan aku menjalin kasih dengan dia tapi ya Jarak Jauh atau bahasa keren / gaul nya LDR ( long distance relationship ). Bob ini teman kampus Kakak sepupu aku di Jakarta. kami bertemu saat ulang Tahun Kakak sepupu disitu lah kami mulai dekat.


Setelah Ujian Nasional berakhir, sambil menunggu hasil pengumuman biasa nya selalu ada kunjungan dari kampus-kampus dari kota besar mampir ke sekolah kami untuk mempromosikan kampusnya, termasuk Universitas XYZ.


Aku, Laura dan Jason memilih tes Beasiswa di universitas XYZ yang sudah terkenal itu. Dan aku bahagia aku Lulus Tes dan aku mendapat Beasiswa itu


Akhirnya aku bisa masuk ke jurusan yang aku ingini. Aku segera pulang untuk memberitahu kan keluarga ku dan yang pasti juga Bob.


"Mama.... Mama... Mama...." seru ku mencari mama setelah pulang sekolah yang membawa kabar bahagia.


"Ma, tadi di sekolah ada visit dari kampus ternama di Jakarta dan mereka melakukan test dan wawancara untuk siswa berprestasi dannnnn tau gak ma......." tiba-tiba aku diam sambil tersenyum yang sengaja aku lakukan untuk membuat mama ku bingung.


"maksud kamu? ayo nak lanjut kan kata2 mu jangan buat mama bingung" kata mama penasaran


"hahaha... ia mama. mama lanjut dulu aja melayani pembeli aku masuk dulu ya ma. mau ganti baju dan makan siang nanti aku jelasin ke mama deh ya" kataku sambil berlari


"dasarrr kamuuuu.... " teriak mama sambil senyum dan geleng-geleng kepala


ya aku dan mama sangat lah akrab bukan hanya ibu dan anak tapi kami seperti sahabat. Sampai-sampai papa ku kadang cemburu melihat kedekatan kami.


setelah aku ganti baju dan makan siang serta di tempat dagang mama sudah tidak ada pelanggan aku menghampiri mama sambil mengendap - endap dan aku langsung memeluk mama ku tersayang.


"HAP......." sorak ku


"astagahhh Lala kamu ini selalu saja bikin Mama kaget. gimana kalau mama pingsan karena jantungan, masih untung kalau mama pingsan kalau di panggil sama yang di atas gimana?" nyerocos mama kayak kereta api seakan lupa sama titik dan koma.


"husss mama ngomong nya kok ngawur gitu. Lala kan bercanda mama. Lala masih butuh mama kok. Lala masih sayang sama mama. Sini deh sini Lala peluk peluk manjah ya ma" kata ku sambil mengerucutkan mulut ku.


"dasar kamu tuh.


eh ia kamu tadi mau cerita apa?


ayo cerita jangan buat bikin Mama tambah penasaran! ayok cepet sini. o ia sambil cerita nih kupasin bawang merah sama bawang putih" hardik mama yang tak lupa menugaskan aku untuk membantu nya.


"mama nih selalu aja gak lupa untuk tugas aku ngupas bawang merah bawang putih harus nya itu aku pergi pacaran ma...." senyum jahil ku.


"mama mama tanpa mama suruh pasti aku ngerjain berkutat dengan si bawang ini karena kan emmang sudah tugas aku dari dulu" Batin ku


"sudah lah ayo ceritakan apa yang tadi terjadi di sekolah? kamu di hukum atau gimana? apa kamu berbuat salah? ayooo cepet jawab" penasaran si mama ku yang cantik ini


" sabar ma. sabar. gini, tadi kan aku bilang ada test dan wawancara dari kampus xyz di Jakarta karena aku selalu dapet ranking 2 aku dapat Beasiswa ma di jurusan design interior ma. mama setuju gak? " penjelasan aku ke mama tapi aku lihat mama tampak ada keraguan.


"apa ada yang salah dengan kata-kata ku? apa gimana nih aku jadi tambah bingung" Batin ku


"ma.... ma.... kok ngelamun? apa aku menyinggung mama? atau mama sakit? mama belum makan?" cemas ku

__ADS_1


mama tetap diam fokus dan mengambil alih untuk mengupas bawang yang tadi aku kerjakan sambil bercerita...


" ma.... maaaaaa..." nada ku agak semakin tinggi dan semakin cemas.


Tak lama kemudian papa pun pulang


" HEY LALA kenapa kamu membentak mama kamu? siapa yang ngajarin kamu kurang ajar ke orang tua?" hardik papa yang kaget aku bersikap tidak seperti biasa


aku kaget saat papa marah padaku pertama kali nya.


"eeee.... eng.....engga pa aku gak bentak mama. aku cemas karena setelah aku bercerita dan aku bertanya tentang beasiswa mama diam tak bergeming pa. aku bingung dan cemas jadi bukan maksud aku bentak mama pa. " jelas ku sambil menundukkan kepala karena takut sambil menitikkan air mata.


papa diam dan akhirnya dia tau kenapa istrinya itu diam tak bergeming


"yasudah maafkan papa. kirain papa kamu sudah jadi anak nakal yang gak tau sopan santun.


Nanti papa akan berbicara dengan mama. kamu masuk ke kamar dulu dan istirahat." kata papa sambil menghampiri mama


aku langsung pergi menjauh dari mama dan papa sambil menitikkan air mata.


kenapa sih mama itu hari ini mama itu aneh banget saat dengar kata Beasiswa. seharusnya mama bangga donk ya klo aku dapat beasiswa siapa tau aku nanti bisa sukses dan bisa membahagiakan mereka. batinku


aku langsung ambil HP dan SMS ke BOB.


aku : "Hai, Bob kamu lagi apa?"


gak pakai lama si Bob ini balas SMS ku


BOB : " Hai sayang aku lagi di luar dan lagi nemenin mama aku berbelanja di mall kenapa? kamu kangen aku?"


Aku : "oh kamu lagi sama mama kamu? tumben biasanya kamu suka males nemenin mama kamu"


dan langsung notifikasi hanya centang 1 alias HP nya di matiin.


because of you....


my life has change...


thankyou for the love......


tiba-tiba Hp ku berbunyi ku pikir si BOB borokokok.


Ternyata, sahabat ku Laura yang menelpon.


"kenapa? ada perlu apa? kangen ya sama Gw? padahal tadi disekolah udah mepet-mepet mulu. sana gihhhh sama yayank lo." nyerocos ku sampai tidak memberi kesempatan Laura untuk berbicara.


"aduhhh lu ya kebiasaan kalau orang nelepon itu di angkat bilang Halo atau assalamu'alaikum. bukan nyerocos aja kayak knal pot motor. gw ada berita buat lu ada kabar bahagia dan kabar yang bikin Lo sedih. lu mau tau gak? penasaran gak lu?"


"ahhh lu gak tau gw aja. lu mah gak perlu di halo halo in biasa nya juga gitu. gw telepon lu juga lebih parah lu suka suruh mang Ujang yang angkat telepon gw hahahahha" tiba-tiba aku ingat saat aku di kerjain Laura.


sedikit flashback saat aku di kerjain Laura


saat itu aku pusing tugas sekolah numpuk karena beberapa hari tidak masuk sekolah karena sakit. Sehingga aku telepon Laura sambil video call untuk jelasin materi matematika yang sangat-sangat aku benci. saat aku telepon gak lama di angkat Mang Ujang tiba-tiba muncul di layar HP dengan muka di tutupin pakai rambut WIG milik Laura. Dannnnnnnn aku pun terkejut dan jatuh ke lantai.


terdengar suara tertawa puas Laura dan Mang Ujang.


By the way, mang Ujang itu supir keluarga Laura bukan tukang parkir depan rumah yaaa....🤭


*FLASHBACK END*


" Lala .... Lala.... lu masih disana kan......" teriak Laura di seberang telepon dan aku tersadar seketika.


"eh ia. yaudah gw sekarang ke rumah lu ya dan ada yang mau gw ceritain juga sama lu"

__ADS_1


tuuuuuttttt..... panggilan terputus oleh ku dan aku bersiap-siap untuk kerumah Laura. rumah Laura dengan rumah ku itu tidak terlalu jauh kurang lebih 15 menit sampai dengan mengayunkan sepeda.


15 menit kemudian sampai lah aku di depan gerbang rumah sederhana. eitsss... jangan salah walau dari sederhana dari luar di dalam nya itu cukup mewah untuk di kota kecil ku.


tidak lama mang Ujang membuka gerbang nya. Tidak jauh dari situ terlihat 2 orang yang sedang menunggu ku di Teras. ya siapa lagi kalau bukan si kembar Laura dan Jason. segera aku menaruh sepedah ku di depan garasi rumah itu.


"LALA .......


SINI AKU MERINDUKAN MU" teriak Jason sambil merebahkan tangan sambil tersenyum lebar yang ingin memeluk aku


dan aku lari kecil menghampiri mereka dannnn aku memeluk Laura. aku dan Laura ketawa kecil sedangkan Jason memeluk diri sendiri dan memajukan bibir sexy nya.


"hahahahaahahhahaha..... sukurin Lo. keganjenan si Lo sana peluk Bi Ijah tuh di dapur" kata Laura sambil menarik aku masuk ke ruang tamu.


"La kita lanjut bicarakan yang tadi di telepon ya. lu mau dengerin good news atau bad news? lanjut laura dengan tatapan serius. sedangkan Jason dia ke dapur untuk mengambil cemilan dan minuman untuk kita bertiga.


"ya lu mau ngomong in apa? hmmmm gw kayaknya dengerin bad news dulu deh baru good news. " rasa penasaran ku muncul


"oke oke gw mulai ya. Bad news nya itu gw dan Jason gak jadi kuliah di Jakarta karena nyokap gw udah daftarin kuliah di Singapura. Maaf ya la gw dan Jason juga gak tau kalau mama sudah daftarin disana. kalau gw pengen banget kuliah bareng sama lu La." jelas Laura pelan-pelan takut membuat ku sedih.


karena kami udah berjanji untuk kuliah bareng dan tadi pagi pun kami ikut beasiswa. hati ini juga sedih berpisah sama sahabat yang sudah ku anggap keluarga.


"lalu Good news nya. kita kan nanti gak Deket ya pasti berjauhan......... " mata Laura melirik Jason biar Jason yang memberi informasi itu.


"ia ia sabar nenek lampir.


haiii La, emmmmm.... jadi gini sebenarnya gw udah memendam rasa ke lu dari kita kecil. Gw tau lu udah punya cowo. tapi biar kan gw ungkapin perasaan gw sebelum gw dan Laura pergi ke Singapura. Dan sekarang gw mau lamar lu. WILL YOU MARRY ME?" jelas Jason sambil Gugup dan berlutut di depan ku..


"wahhhh... lu jangan nge prank deh ah gak lucu nihhh...." kata ku yang masih kaget apa yang diucapkan Jason tapi aku liat dari sorot mata nya itu semua JUJUR tanpa ada kebohongan.


"gw jujur La gak main-main. lu terima atau engga itu terserah lu gw cuma mengungkapkan isi hati gw yang sudah bertahun-tahun yang sudah terpendam di hati gw" jelas Jason


"hmmmmm... sorry Jason gw sudah menganggap mu Sahabat rasa saudara gw tak mungkin untuk lebih dari itu. lu bisa cari wanita yang lebih dari gw. masih banyak kok wanita-wanita berkeliaran diluar sana. Dan kamu kan tau kalau aku masih menjalin kasih dengan Bob." jelas ku pelan-pelan takut menyakiti hati nya.


"ya, aku tau. aku sudah lega mengungkapkan nya. terimakasih Lala. sampai kapan pun akan aku tunggu kamu. walau kamu sudah menikah nanti aku akan tunggu janda mu" kata Jason sambil pergi meninggalkan kami.


aku masih diam seribu kata. pikiranku entah berlari-lari kemana. rasa bingung dan rasa bersalah terus menggerogoti pikiran ku apa aku menyakiti hati Jason? aku juga sayang Jason tapi hanya sebatas sahabat rasa saudara gak lebih.


"la, heiii la.... " kata Laura membuyarkan lamunan ku.


"eh ia kenapa?"


"udah gak usah di pikirin Jason nanti juga baik lagi kok dia. lu kata nya mau cerita. cerita apa sini cerita sama gw jangan sungkan tapi sebelum cerita minum dulu dah biar gak gelagapan cerita nya hahahhahahha .... " saran Laura sambil cengar-cengir.


setelah minum aku melanjutkan cerita tentang saat aku menceritakan beasiswa ke mama Laura pun mendengar kan dengan seksama.


"hmmmmm kalau menurut gw sih ya mending lu biarin mama lu berfikir dulu jangan lu usik. tunggu beberapa hari. setelah kondisi aman lu bisa minta bantuan papa lu untuk ngobrol sama mama lu. percaya deh pasti ada alasan tersembunyi yang mungkin mama lu gak bisa ungkapkan. lu harus sabar apapun keputusan yang nyokap lu ambil. Jangan Nekat. inget restu dari seorang Ibu itu luar biasa efek nya." jelas Laura menenangkan hati ku yang kalut


"makasih ya Laura sudah mau denger in celotehan manja aku hhahhaa. by the way, aku juga mau cerita soal Bob tadi aku chat gak begitu. bentar-bentar gw kasih liat deh chat nya ke lu." curhat ku lalu memberikan hp ku ke Laura agar dia membaca chat aku dengan Bob. karena dia adalah cocok jadi tempat curhat semua orang. tidak salah dengan cita-cita nya jadi dokter psikolog.


"kok gw ngerasa ada yang aneh ya dari chat nya? emang ini sekali aja atau sudah sering La?" intograsi Laura.


"udah sering. kalau di chat itu selalu jawab nya ngambang klo gak ya tiba-tiba menghilang gitu dah" kata ku sedih.


"hmmmm.... sabar ya La. nanti juga kita akan tahu. biarlah Tuhan dan waktu yang akan membuktikan semua nya. oh ia Minggu depan gw udah siap-siap ke Singapura tapi sebelumnya pergi gw mau ke rumah Om gw dulu di Jakarta. sebelum gw pergi lu mau bermalam disini dulu?" tanya Laura kepada ku.


"hmmmm.... Gw sih mau mau aja Ra. tapi gw gak enak sama Jason apalagi tadi gw udah tolak dia...... " jawabku yang sebenarnya aku juga ingin berlama-lama bersama Laura yang mengingat dia akan pergi jauh ke Singapura bukan 1/2 hari tapi ya mungkin bisa 3-4 tahun an.


----------------------------------------------------------------------


aku usahakan setiap hari up ya temen2 semua mohon masukan masukan nya yang sifat nya membangun ya. atau ada saran ide boleh juga tuh hehehhee


please no Bully karena aku masih belajar buat novel dan ini Novel ku yang pertama masih amatir

__ADS_1


__ADS_2