
Mala, Tari dan Widya menertawakan Rafi begitu Tari menceritakan Rafi yang tidak mengetahui kalau istrinya Galih adalah Mala. Rafi satu-satunya laki-laki dan menjadi bahan tertawaan para wanita hanya bisa menyengir kuda. Sekarang mereka berempat sedang menikmati makan siang, setelah Rafi dan Mala yang didampingi Tari menyelesaikan kontrak kerja sama dua perusahaan.
Sebelumnya Rafi menghubungi Widya istrinya untuk menemani makan siang tanpa memberi tahu kalau ada Mala. Tujuannya untuk membuat kejutan pada istrinya, sebelum kedua sepupu itu bertemu. Semenjak menikah Widya memang tidak sesering dulu bertemu Mala, terlebih lagi sepupunya masih sibuk kuliah dan dia juga sudah sibuk menjadi ibu rumah tangga dan merintis usaha butik.
Widya adalah sepupu Mala dari Bunda Sarah, usianya satu tahun diatas Mala. Dulu saat mereka masih sekolah dasar, Widya sering dititipkan di kediaman Ayah Riadi setiap pulang sekolah. Karena itu juga setiap Rafi membawakan Mala makanan, Widya akan ikut menikmatinya.
"Itu karena Kak Rafi sering tidak mendengarkan aku bicara, termasuk soal menganti sekertaris. Sekarang kejadiankan kerjasama di tolak. Untung saja kenal baik jadi bisa di lanjutkan" ucap Widya sambil mencebik kesal pada suaminya.
Rafi hanya terkekeh, ucapan Widya istrinya memang benar, dia sering kali tidak menaggapi apa yang dibicarakan istrinya. Bukan mengabaikan tapi pada saat istrinya bicara, Rafi sering dalam posisi memikirkan hal yang lain.
Disaat mereka berempat sedang menikmati makan siang sambil berbincang masa lalu. Di tempat yang sama, hanya berjarak beberapa meja tampak Kiara juga sedang makan siang bersama seseorang yang Tari sangat kenal.
"Mbak Tari, apa itu Mas Alan?" tanya Mala sambil menunjuk pada Kiara yang sedang bersama seorang pria dan anak laki-laki, membuat Tari melihat kearah yang di tunjuk Mala. Rafi dan Widya yang juga mendengar pertanyaan Mala mengikuti apa yang dilakukan Tari.
"Sekertarismu kak" seru Widya pada Rafi begitu dia mengenali wanita yang ditunjuk Mala adalah Kiara.
"Iya, itu Alan sepupu saya dan Galih. Anak kecil yang bersama mereka itu putra mereka" jelas Tari pada Mala kalau itu benar Alan sepupu Galih yang jadi selingkuhan Kiara. Sementara Widya dan Rafi cukup terkejut dengan informasi yang diberikan Tari.
"Dia sudah menikah? Bukankah di CV nya dia masih single?" Widya yang bertanya, dia sempat memeriksa biodata Kiara di HRD karena penasaran dan ingin tahu tentang wanita itu.
"Mereka tidak pernah menikah. Sepupu saya sudah punya istri tapi tetap saja berselingkuh dengan pacar sepupunya sendiri. Disini yang salah bukan hanya Alan tapi juga Kiara. Dua-duanya sama-sama selingkuh dari pasangan masing-masing"
"Kiara itu mantan Mas Galih" Mala melanjutkan penjelasan Tari, karena Widya yang terlihat seperti tidak mengerti.
"Intinya dia bukan wanita baik-baik" kembali Tari yang bicara.
"Segera pecat kak" Widya segera memberi perintah pada suaminya. Bukan apa-apa, sinyal sebagai wanita penggoda sudah ada pada diri Kiara. Dia harus segera menyingkirkan bahaya dalam rumah tangganya sebelum menghancurkannya. Walau Rafi tipe laki-laki setia, tapi jika setiap hari di goda bisa saja suaminya itu tergoda dan berpaling.
"Iya sayang, kakak akan pecat dia hari ini juga" jawab Rafi biar tidak ada lagi perdebatan dengan istrinya.
Setelah mendengar cerita Tari tentang Kiara, Rafi semakin yakin akan memecat sekertarisnya itu. Dia tidak ingin rumah tangganya berakhir karena orang ketiga. Kiara sudah berapa kali menggodanya saat mereka pergi menemui klien berdua, wanita itu sengaja membuka kancing kemejanya agar gunung kembar miliknya terlihat serta memamerkan paha mulusnya. Sebagai laki-laki normal tentu itu cukup menganggu Rafi, untungnya dia masih bisa menahan dan segera melepaskannya pada istrinya begitu sampai di rumah. Entah apa tujuan wanita itu menggoda Rafi, tapi apapun tujuannya dia harus segera menyingkirkan Kiara seperti permintaan istrinya.
__ADS_1
Bertemu dengan Widya dan Rafi sambil mengenang masa lalu mengingatkan Mala kalau dia sudah mengenal Galih sejak kecil. Suaminya itu tipe pria yang tidak banyak bicara, berbeda dengan Rafi yang sering menggodanya dan Widya. Sementara Galih lebih sering memperhatikan Mala dari jarak jauh dan mencuri pandang padanya. Mala beberapa kali melihatnya dan mengapa Mala baru menyadari itu saat ini? Mungkinkah Galih sudah menyukai Mala sejak itu?
"Kenapa?" tanya Leo pada Galih saat melihat sahabat dan juga bosnya itu tampak tidak semangat. Padahal hasil kerja Galih hari ini sangat memuaskan, mereka berhasil memenangkan tender pembangunan hotel bintang lima.
"Dia belum membalas pesan yang aku kirimkan" jawaban Galih mendapat pukulan dilengannya oleh Leo.
"Bucin lo" kesal Leo memaki Galih.
"Gue udah terbiasa dekat istri gue terus beberapa bulan ini, wajarkan kalau gue ngerasa ada yang hilang. Baru ini gue pisah jauh sejak menikah" jawab dan keluh Galih.
"Ini jam makan siang, lo telpon aja langsung"
Seperti yang disarankan Leo, Galih segera menghubungi Mala. Tidak butuh waktu lama, panggilan itu sudah diangkat oleh istrinya.
"Halo, Assalamualaikum mas" sapa Mala begitu tahu yang menghubunginya Galih.
"Waalaikumsalam, kamu sedang apa sayang?"
"Istri lo gue culik buat nemenin gue makan siang" ucap Rafi sontak membuat Galih panik.
"Kamu siapa? Jangan macam-macam sama istri saya. Kamu tahu berhadapan dengan siapa?" tanya, peringatan dan ancaman yang dikeluarkan Galih dari mulutnya.
Rafi tertawa mendengar Galih yang panik dan mengancamnya. Dia merubah panggilan suara itu menjadi panggilan Video. Melihat itu Galih yang panik langsung menerimanya dan wajah paniknya semakin membuat Rafi tertawa keras.
"Breng sek lo" rutuk Galih begitu melihat wajah Rafi.
"Lo bisa-bisanya nggak kenal suara gue" Rafi geleng-geleng kepala.
"Istri lo aman, nggak usah takut" Rafi memberi tahu lalu memperlihatkan wajah Mala, Widya dan Tari.
"Kita lagi makan siang sambil nostalgia dan nyeritain lo yang dulu diem-diem sering nyuri pandang ngeliatin Mala" goda Rafi lagi membuat wajah Galih memerah.
__ADS_1
Tawa Rafi menarik perhatian Kiara, cukup pamiliar baginya suara itu. Benar saja dugaanya begitu melihat suara siapa yang tertawa bahagia itu. Namun saat dia sadar kalau saat ini dia bersama putranya dan Alan, dia segera menutup wajahnya agar tidak dikenali bosnya. Keinginannya menggoda Rafi masih besar, sama besar dengan keinginannya kembali bersama Galih.
"Ada apa?" tanya Alan melihat Kiara yang menutup wajahnya.
"Ada bos aku sama istrinya, Tari dan juga istri Galih" jawab Kiara.
"Terus?" tanya Alan lagi.
"Mereka tahunya aku single dan belum punya anak, takut aja kalau sepupu kamu menceritan tentang kamu dan putra kamu"
"Tari bukan orang seperti itu" beritahu Alan yang cukup mengenal Tari.
"Kita segera pergi dari sini" ajak Kiara yang langsung berdiri ingin menggendong putranya.
Belum sempat meraih putranya, seseorang sudah mengambil alih mengangkat putranya dan menyerahkan pada orang lain.
"Bawa anak ini keluar" perintah orang tersebut pada asistenya langsung membawa pergi putra Kiara.
Plak
Sebuah tamparan mendarat dipipi Kiara. Tidak terima diperlakukan seperti itu, dia mengangkat tangannya untuk membalas. Tapi seseorang menahan pergerakannya dan itu adalah Alan.
"Jangan berani-berani menyakiti istriku" ucap Alan membuat Kiara semakin kesal dengan sikap Alan yang lebih membela istrinya.
Keributan itu jadi tontonan banyak orang termasuk Galih yang masih terhubung lewat video call bisa menyaksikannya. Rafi sengaja mengarahkan kamera smartphone milik Mala ke arah kejadian agar Galih bisa melihat langsung kejadian yang melibatkan sepupu dan mantan pacarnya.
"Akhirnya Alya bertindak" gumam Tari yang masih bisa didengar Mala.
...⚘⚘⚘⚘...
...Biarkan Aku Bahagia...
__ADS_1