
"hmmmm.... sabar ya La. nanti juga kita akan tahu. biarlah Tuhan dan waktu yang akan membuktikan semua nya. oh ia Minggu depan gw udah siap-siap ke Singapura tapi sebelumnya pergi gw mau ke rumah Om gw dulu di Jakarta. sebelum gw pergi lu mau bermalam disini dulu?" tanya Laura kepada ku.
"hmmmm.... Gw sih mau mau aja Ra. tapi gw gak enak sama Jason apalagi tadi gw udah tolak dia...... " jawabku yang sebenarnya aku juga ingin berlama-lama bersama Laura yang mengingat dia akan pergi jauh ke Singapura bukan 1/2 hari tapi ya mungkin bisa 3-4 tahun an.
"ah Jason biarin aja nanti juga dia kembali ceria lagi kok. tenang aja nanti kita di kamar gw. Lu juga harus agak jaga jarak dulu sama mama lu kan. biar mama lu tenang dulu. lusa lu pulang baru deh bahas sama mama lu. sekarang lu telepon mama atau apa atau si David bilang lu nginep disini biar mereka gak khawatir." jelas Laura.
bener juga sih kata Laura aku langsung deh telepon papa dan David. aku takut untuk telepon mama.
kalau untuk urusan Jason biar lah urusan nanti. Biarlah aku menenangkan pikiran dulu di rumah Laura.
Lalu aku beranjak dari ruang keluarga ke arah kamar Laura untuk menyusul Laura yang sudah ke kamar sambil menunggu waktu makan malam.
Waktu makan malam pun tiba.
tiba - tiba
TOK.... TOK.... TOK... TOK.....
suara pintu yang mengejutkan aku dan Laura yang sedang asik menonton drama korea Princes Hours yang lagi nge-hits .
" siapa? " tanya Laura
" ini gw Jason. cepet buka mama sama papa Uda nungguin di ruang makan. lagi ngapain sih sampe di kunci segala" teriak Jason
" Ya sabar kelesss. ada urusan wanita dan lu gak perlu tahu" ketus Laura sambil buka pintu
Jason kaget saat pintu terbuka dia nemuin aku di kamar Laura. Ya, Jason tidak tahu kalau aku menginap di rumah nya.
"hayooo cepetan turun gw udah laper."
teriak Jason sambil meninggal kan aku dan Laura.
Laura menarik tangan ku untuk ikut makan malam di bawah. sebenarnya aku malu dan takut bertemu Jason.
akhirnya kami makan malam dengan hening kami fokus sama makanan yang ada di depan kami masing-masing. Setelah makan malam mama dan papa Laura itu selalu mengajak ngobrol berbagi cerita di ruang keluarga. Aku hanya diam dan menyimak akan pembicaraan mereka kadang ikut tertawa karena ulah Jason dan Laura. Sungguh keluarga yang Bahagia.
" La, kamu sudah bilang sama orang tua kamu kalau mau menginap disini? jangan sampai mama papa kamu khawatir. Om nanti merasa tidak enak sama orang tua kamu " kata papa Laura yang sedikit mengejutkan aku.
"eh, ia Om sudah aku sudah bilang sama papa kalau aku menginap disini sebelum Laura pergi ke Singapura om" jelas aku.
"oh bagus kalau begitu. Oh ia tadi om dapat laporan kalau kamu dapet beasiswa ya di Jakarta? sudah bilang sama orang tua kamu? pasti orang tua kamu bangga deh punya anak pintar dan cantik seperti kamu. kalau kamu jadi Mantu Om pasti om bangga juga. Gimana Ma?" kata Papa Laura sambil ketawa melihat ekspresi Jason dan aku. Dan mama Laura menyetujui nya
"hahaha.... om bercanda Lala jangan di fikirkan kalian fokus lah sama Kuliah dan kerja kejar lah cita-cita kalian setinggi-tingginya. yasudah sekarang sudah malam kalian tidur dan istirahat. Jason kamu ikut papa ada yang ingin papa bicarakan dengan mu" papar papa Laura yang membuat ku tenang dan lega
__ADS_1
POV JASON
Ujian Nasional sudah selesai tinggal menunggu pengumuman kelulusan.
Walau ujian nasional sudah selesai kami para siswa tetap wajib masuk ke sekolah karena ada Kampus - kampus dari Kota besar sedang mempromosikan kampus nya ke sekolah kami. Termasuk Universitas XYZ, salah satu Universitas terkenal di Jakarta.
Seperti biasa aku, Laura saudari kembar ku , dan teman-teman lainnya mengikuti test tersebut Dan tentu nya sahabat saudari kembarku sekaligus wanita idaman ku dari kecil. Ya, namanya Lala kami sudah berteman dari kami masih SD sampai SMA di kota kecil kami. Dulu aku hanya mengagumi dia dan masih belum mengerti apa itu nama nya Cinta ya namanya masih kecil ya yang pikiran nya hanya bermain dan belajar.
keluarga ku dan keluarga Lala juga sudah sangat akrab apalagi Papa Lala itu salah satu Guru senior di sekolah yang Papa kelola.
balik lagi ke hasil beasiswa.
kami mengikuti test beasiswa secara online yang hasilnya kami tidak harus menunggu lama agar bisa kami di wawancara di hari itu juga. Sambil menunggu hasil aku pergi meninggalkan Laura dan Lala ke kantor Papa karena Papa ada yang mau papa bicarakan ke aku penting.
TOK... TOK.... TOK...
tidak lama papa membuka pintu dan disana juga ada mama.
"ada apa ma , pa panggil aku? tadi papa telepon aku baru selesai ikut test beasiswa." kata ku sambil menarik kursi dan duduk di sebelah mama
"begini sayang, papa dan mama berencana ingin memasukkan Laura kuliah ke Singapura sekalian agar Laura bisa menjalani pengobatan di sana. Papa dan mama tidak mungkin setiap hari ada disana. Papa membutuhkan bantuan kamu biar kamu ikut kuliah disana bersama Laura ya sambil menjaga Laura disana. Untuk tempat tinggal, administrasi kuliah, dan yang lainnya papa udah siapkan jauh-jauh hari. Maaf papa dan mama baru kasih tau kamu sekarang karena kami sibuk mengurus kebutuhan kalian nanti di sana. Dan mama dan papa juga baru dapat kabar dari Dokter yang disana bahwa Laura siap untuk melakukan pengobatan mulai Minggu depan. Jadi Minggu depan kita sudah Ke Singapura.
Jason, bisa bantu mama untuk berbicara dengan Laura? nanti kalian bertiga bicara lah dengan Laura jangan sampai dia stress dan menjadi drop ya. Papa percaya sama kamu karena kalian sangat dekat dan papa tahu kamu sangat sayang sama Laura." penjelasan papa
"Ya sayang, sekarang kamu ajak adik kamu pulang untuk istirahat nanti kita bertemu di rumah. Mama dan papa juga sebentar lagi Pulang. Mama sudah telepon mang Ujang agar menjemput kalian." perintah mama dengan lembut namun terlihat jelas masih ada kesedihan dan ketakutan di wajah mama
sambil menjemput Laura aku bergumam dalam Hati
Ya hati ku ini sedih, sedih harus jauh dari Lala semakin jauh. Padahal aku udah punya rencana untuk semakin mendekati Lala setelah beres ujian Beasiswa ini. apalagi di tambah aku tidak sengaja melihat Bob kekasih Lala di Mall dengan wanita lain sangat lah mesra Saat aku nemenin Papa bulan lalu ke Jakarta. Rasanya pengen aku Hajar itu di Bob Breng*** itu tapi aku urungkan niat karena aku dan dia tidaklah sama-sama kenal aku tahu itu Bob dari buku Lala yang tertinggal di rumah ku saat belajar kelompok bareng.
Tenang La aku akan selalu melindungi kamu dan menjaga kamu suatu saat pasti aku yakin aku bisa mendapatkan mu.
akhirnya aku mendapati Laura yang bingung mencari aku karena aku di panggil untuk wawancara.
"Jason, lu kemana aja sih? daritadi tuh nama lu di panggil buat wawancara. lu niat gak si buat kuliah." nyerocos si bawel saudari kembar ku Laura
"gw gak jadi ikut beasiswa nya Ra. tadi gw ke kantor papa dan papa nyuruh gw buat bawa lu pulang kata nya ada yang mau di omongin sama lu. La gw bawa si Laura pulang dulu ya. semoga beasiswa nya dapet ya semoga lancar." kata ku sambil menarik tangan Laura yang sebenarnya dia risih di tarik2 sama si kutu kupret Jason.
"sakit Jason! lu kira gw kucing apa di tarik-tarik. ada apasih emangnya? dan lu kenapa gak ikut wawancara sayang banget loh. nanti klo gak kuliah disitu lu mau kuliah dimana? apa lu mau jadi pengganguran?" nyerocos si Laura.
"ya mungkin jadi pengangguran. ah itu gampang deh. ngapain juga si beasiswa papa dan mama juga masih sanggup buat biayain kuliah kita. masih aja minta yang gratisan. secara universitas itu banyak gak cuma itu doank. Sudah deh, nanti lanjut di rumah aja" jelas Jason sambil mendorong masuk Laura ke dalam mobil yang sudah di tunggu Mang Ujang sedari tadi
sesampai nya di rumah aku dan Laura membereskan diri dan makan siang. tidak lama kami mendengar suara mobil papa dan mama pulang dan ikut bergabung dengan kami makan siang. setelah makan siang mama mengajak aku dan Laura untuk ke kamar Laura.
__ADS_1
"ma biar aku yang bilang dulu sama Laura. Ra, gimana kondisi kamu masih pusing? masih suka lemas?" tanya aku ke Laura. ya aku liat wajah nya bingung
"maksud nya apa? Gw suka pusing tapi gak separah dulu. emang ada apasih jangan buat gw tambah bingung deh.."
"begini Ra, mama dan papa khawatir dengan kondisi lu. mama dan papa udah dapet pengobatan di Singapura Minggu depan dan pengobatan ini membutuhkan waktu yang lama untuk kontrol dan terapi. kalau kita bolak-balik Indonesia - Singapura pasti akan makan biaya, waktu dan tenaga lebih banyak lagi. Jadi Papa dan mama juga sudah mengurus kuliah kita di sana. sampai lu sehat dan sembuh kalau sebelum kita lulus lu udah sembuh kita akan balik ke sini dan lanjutin kuliah di sini. Paham gak maksud gw Ra? penjelasan ku pada Laura
"ya bener sayang. semua benar apa yang di katakan Jason. kami mau lihat kamu sehat dan bahagia nak. Minggu depan kita sudah berangkat. ya sudah ya sudah jelas mama mau ke kamar dulu nemenin papa kalian" kata mama sambil ninggalin Laura dan aku
"Ra, gw boleh curhat gak? Gw juga sedih kalau harus Ninggalin Lala disini. biasa gw tiap hari liatin senyuman indah nya sekarang udah gak bisa lagi. boleh minta tolong gak lu telepon Lala suruh kesini gw mau lamar dia sebelum kita pergi ke Singapura. Bisa kan?" pinta ku sama Laura
ya Laura sudah tau kalau aku sangat menyukai Lala ya kalau kata orang jaman sekarang mah aku ini BUCIN nya Lala deehhh..
"Lamar? gila Lo ya perjalanan masih panjang lu sama dia harus kuliah dan jadi orang sukses batinku lamar dia. dan lu juga tau Lala masih ada Cowo" tanpa menunggu jawaban dari aku dia lalu menelpon Lala dan seperti nya dia mau datang kesini. aku mengikuti Laura turun dan menunggu Di teras
"lu bisa diem gak sih. mondar mandir kayak lagi nungguin kucing tetangga beranak. Pusing gw liat lu mondar mandir gak jelas. sabar bentar lagi juga dia Dateng tenang aja" hardik Laura
tidak lama aku liat mang Ujang membuka gerbang dan Lala pun masuk sambil mendorong sepeda. ini lah yang aku suka sama Lala. Sederhana , cantik luar dan dalam.
" LALA.... SINI AKU MERINDUKANMU!" teriak ku tak tau malu sambil membuka tangan ku dan berharap Lala menyambut dan memeluk ku mesra.
Ternyata dugaan ku salah dia berlari kecil dan memeluk Laura dan Laura mengejek ku.
Dan mereka meninggalkan aku di teras dengan sedikit kecewa.
aku jalan ke Dapur untuk mengambil kan cemilan dan minuman untuk kami. yang sengaja ku lakukan untuk mencari perhatian Lala.
Sementara itu Laura dan Lala sedang membahas rencana kami untuk kuliah di Singapura tapi Laura tidak menjelaskan kenapa dia ke Singapura. karena Laura tidak ingin ada yang tau Tentang penyakit nya itu. aku melihat wajah Lala yang sedih dan kecewa karena aku tau dia sudah terbiasa dengan kami selalu dengan kami kemana2.
Tiba-tiba saja perasaan ku tidak karuan. semakin deg-deg ser seperti naik halilintar di taman bermain. Tapi sepertinya ini lebih parah. di tambah lirikan Laura yang seakan memberi isyarat kalau sekarang waktu nya aku mengutarakan isi hati ku.
apalagi saat melihat wajah si dambaan hati ku Lala semakin deg deg an dan gemeteran. tiba-tiba kata-kata yang sudah aku rangkai dari tadi hilang seketika seperti di telan bumi.
dan aku melirik Laura lagi. Tapi mata Laura semakin membesar seakan akan keluar dari tempat nya.
"nih, anak gak tau apa ya gw lagi gemeteran, bingung, keringet dingin. untung aja dia saudari ku klo bukan udah ku colok itu mata nya. Okeh - okeh aku mulai menarik nafas lalu hembuskan. Aku harus berani ini kesempatan ku. Jangan sampai aku menyesal" Batin Ku
------------------------------------------------------------------------
ini Novel aku yang pertama
mohon maaf ya zheyenkkk kalau masih amburadul maklum masih amatir hehehe jangan di bully ya.
aku usahakan setiap hari aku akan UP ya tapi aku gak janji pagi / siang / sore / malam / subuh.
__ADS_1
Dan jika teman2 ada saran dan kritik boleh donk di komen tapi yang tetap membangun ya kaka2 semuaaaaa.
happy reading.....