BIARKAN AKU BAHAGIA

BIARKAN AKU BAHAGIA
83. Cemburu.


__ADS_3

"Kamu mau kemana sayang, pagi-pagi udah cantik begini?" tanya Galih begitu menyadari istrinya sudah berpakaian rapi dan siap untuk pergi.


"Mau ketemu pacar Mala yang baru, Mas." jawab Mala membuat Galih menyatukan alisnya.


"Pacar? Siapa? Jangan bercanda, sayang." tanya Galih penasaran.


"Siapa yang bercanda, Mala serius ini. Mau ketemu cowok ganteng yang buat Mala jatuh cinta pada pandangan pertama." jawab Mala dengan wajah berseri-seri.


Tidak suka dengan jawaban Mala, Galih menarik tubuh istrinya hingga terjatuh dipangkuan Galih.


"Jangan coba-coba nakal." ucap Galih dengan kesal sambil mencubit hidung Mala.


Bagaimana dia tidak kesal, selama jauh dari Mala dia harus menderita dan tersiksa setiap pagi. Sementara istrinya dengan mudahnya tanpa merasa bersalah bertemu pria lain dan jatuh cinta begitu saja. Dia sendiri harus menunggu lama, menggunakan banyak cara dan mengorbankan banyak hal agar Mala luluh dan menjatuhkan hati padanya. Galih tidak bisa terima, jika ini benar.


Mala terkekeh melihat Galih yang cemburu, biar saja, Mala ingin membalas Galih yang pulang tanpa memberi kabar padanya, bahkan membohonginya.


"Siapa cowok itu?" tanya Galih lagi.


"Ih kepo." jawab Mala sambil berdiri. Tapi usahanya sia-sia, Galih kembali menarik tubuh istrinya untuk duduk dipangkuannya.


"Mas, pelan-pelan. Adeknya kaget didalam." ingatkan Mala pada Galih, ada buah cinta mereka yang sedang tumbuh didalam sana.


Deg. Galih lupa, istrinya sedang berbadan dua.


"Maafin ayah sayang." ucap Galih sambil mengelus perut Mala.


"Bunda kamu buat ayah penasaran, sayang." aduh Galih pada anaknya.


"Mas, Mas Galih mau kenalan nggak sama cowok itu?" tanya Mala menggoda suaminya. Entah mengapa Mala suka saja melihat wajah Galih yang menahan cemburu, karena suaminya itu tidak mau mengakui kalau dia cemburu.


"Untuk apa?" tanya Galih yang langsung menolak tawaran Mala, dia tidak suka ucapan Mala.


"Beneran nggak mau nih? Nanti menyesal lho. Ikut yuk." rayu Mala lagi.


"Enggak." jawab Galih tegas.


"Ya sudah kalau tidak mau, Mala pergi sendiri saja."


"Kamu tidak akan kemana-mana, sayang." tahan Galih dengan memeluk tubuh istrinya.


Bagaimana bisa Galih membiarkan Mala pergi meninggalkannya, dia baru saja tiba dan masih merindukan istrinya ini. Tentu saja Galih tidak akan rela Mala pergi meninggalkannya di rumah seorang diri, semetara istrinya akan bertemu pria lain.

__ADS_1


"Sayang..." bisik Galih manja.


Tidak peduli Mala yang memiliki pacar baru, istrinya akan tetap menjadi miliknya dan Galih menginginkan Mala saat ini. Mala mengerti maksud panggilan Galih, jika suaminya sudah memanggil dengan nada manja seperti itu apa lagi kalau bukan menginginkan dirinya.


Cup, Mala mengecup bibir Galih. Tidak ingin memelewatkan kesempatan, Galih langsung saja melahap bibir istrinya yang sudah menjadi candu. Tidak ada lagi percakapan, yang ada hanyalah tindakan untuk melepas rindu dengan memadu kasih.


"Terima kasih sayang." Galih mengucapkannya sambil memeluk erat tubuh istrinya.


Rencana Mala untuk bertemu pacar barunya berakhir ditempat tidur bersama sang suami. Galih terlihat sangat lelah, saat Mala memandangi wajah yang satu minggu ini membuatnya merindu.


"Kenapa sayang?" tanya Galih begitu menyadari Mala tengah memandangi wajahnya.


"Mas, selama disana pasti makannya tidak teratur." tuduh Mala yang langsung di bantah Galih.


"Siapa bilang. Mas tetap makan sehari tiga kali meskipun paginya terkuras habis." jawab Galih membela diri.


Itulah mengapa Galih terlihat sedikit kurus, Mala lupa jika ayah anaknya itu tidak bisa jauh darinya.


"Mala buatin makanan yang enak ya, biar ayah makannya banyak." tawar Mala.


Galih menahan Mala untuk tidak meninggalkannya, dia masih ingin bersama kekasih hatinya.


Menjelang sore, Mala memaksa Galih untuk ikut bersamanya. Sejak bertemu pacar barunya, Mala tidak bisa tidak bertemu walau satu hari saja.


"Kemana?" tanya Galih begitu sudah duduk di balik kemudi. Dia terpaksa mengikuti keinginan Mala yang terus memaksanya.


"Jalan mawar, komplek bunga, blok dua nomor lima." jawab Mala sambil terkekeh


Galih yang tahu alamat itu adalah alamat kediaman sepupunya memastikan ucapan Mala, dia menatap lekat wajah istrinya.


"Iya itu alamatnya." jawab Mala meyakinkan Galih.


"Siapa laki-laki tampan yang ada di kediaman Tari yang buat kamu seperti ini?" Galih yang masih penasaran dengan laki-laki yang dibicarakan Mala kembali bertanya.


Mala hanya bisa tertawa melihat Galih yang penasaran. Suaminya itu lupa kalau sepupunya Tari sudah melahirkan seorang putra, keponakan Galih itulah yang membuat Mala jatuh cinta pada pandangan pertama dan selalu ingin bertemu setiap hari.


"Nanti juga tahu." jawab Mala setelah menghentikan tawaanya.


Galih merutuki kebodohannya sendiri, yang tidak mengetahui jenis kelamin dari anak Tari yang baru saja saudara sepupunya itu lahirkan, membuat Mala puas mempermainkan perasaannya yang menahan cemburu.


"Sayang Bunda, cinta Bunda, tadi ada yang cemburu sama kamu, lho." ucap Mala begitu menggendong Rayen putra Tari sambil melirikkan matanya pada Gaih.

__ADS_1


"Bunda kamu yang buat ayah penasaran, sayang. Nggak mau kasih tahu kalau cowok ganteng itu putra ayah." sahut Galih.


Mala kembali terkekeh mendengar Galih yang mengadu pada Rayen.


"Siapa suruh kasih kejutan sama Bunda." jawab Mala.


Bukan marah, Galih malah gemas dengan istrinya. Maksud hati ingin memberi kejutan tapi dia dibuat cemburu oleh istrinya, cemburu pada bayi yang belum megerti apa-apa.


"Ayo sayang."


Galih mengajak Mala pulang begitu Mala meletakkan Rayen kembali kedalam boxnya.


"Mau kemana? Buru-buru amat, Lo nggak kagen gue, pak bos" tanya Tari sambil menggoda sepupunya itu.


"Ngapain gue kangen sama, lo." jawab Galih membuat Mala menggelengkan kepalanya. Beginilah kedua sepupu ini kalau bertemu, saling melempar ejekan dan candaan seperti dua orang yang bermusuhan, tapi Mala tahu sebenarnya mereka saling menyayangi.


"Eyang Retno mau ketemu sama aku, Mbak." Mala menjawab, agar Tari tidak salah faham dengan Galih.


"Titip salam ya, buat eyang." balas Tari penjelasan Mala.


"Hemm." jawab Galih.


"Mala pulang Mbak. Besok kesini lagi, mau main sama cowok ganteng." ucap Mala sambil melirik Galih yang sudah tidak cemburu lagi.


"Nggak masalah." jawab Galih yang mengerti lirikan Mala.


"Cemburu sama anak gue, makan tuh cemburu." ledek Tari sambil terkekeh yang diikuti Mala.


"Siapa yang cemburu." jawab Galih tidak terima dengan tuduhan Tari yang sebenarnya itulah kenyataannya.


"Iya nggak cemburu, tapi takutkan Mala beneran punya cowok baru, haa... haa..." balas Tari lagi.


"Udah Mbak, Mala pulang." ucap Mala menghentikan pertikaian kedua sepupu itu yang tidak akan berakhir kalau tidak dihentikan.


"Jangan lupa, titip salam buat eyang." ucap Tari.


Mala mengangguk mengiyakan sambil melambaikan tangannya pada Tari.


...⚘⚘⚘⚘...


...Biarkan Aku Bahagia...

__ADS_1


__ADS_2