BIARKAN AKU BAHAGIA

BIARKAN AKU BAHAGIA
Menyelamatkan Mala


__ADS_3

Bibi yang menjaga Mala melaporkan pada Dirga jika tuanya itu sudah di ketahui identitasnya oleh Mala. Dirga yang sudah menduga jika Mala akan mengetahui siapa dia setelah Nita membuat keributan, tampak biasa saja menerima laporan dari sang asisten.


"Jaga dan rawat Azhara sebaik mungkin, Bi" ucap Dirga memberi perintah.


"Baik, Den." jawab bibi lalu berlalu dari hadapan Dirga.


Dirga mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Lakukan seperti yang saya perintahkan pada wanita itu." perintah Dirga pada orang yang ada di seberang sana.


Sementara itu Mala yang tidak bisa keluar dari kamarnya karena di kunci dari luar mulai merasa tidak nyaman. Mala takut jika Dirga akan nekat melakukan sesuatu yang buruk padanya, mengingat laki-laki itu sulit di tebak sikap dan pikiranya.


Sejak Mala di culik Galih segera melaporkan kejadian itu pada pihak yang berwajib, tapi dia tidak melakukannya sendiri. Adalah Ardi dan Indra yang diminta tolong Galih untuk melaporkan masalah penculikan Mala.


Galih tidak ingin dia dan Arfan terlihat oleh musuh melaporkan masalah ini pada pihak yang berwajib. Galih dan Arfan yakin, jika mereka berdua juga dalam pengawasan musuh. Mereka harus waspada, Andromega sedang dalam bahaya, begitu juga dengan Mala yang diculik.


Banyak kalangan yang menginginkan Andromega gulung tikar, banyak juga yang menginginkan kehancuran rumah tangga Galih dan Mala. Karena itu mereka harus selalu hati-hati dalam bertindak.


Begitu mendengar penjelasan Lila, Galih merasa lega walau masih sangat khawatir. Tapi setidaknya dia sudah mengetahui dimana Mala berada dan kedaan istrinya itu baik-baik saja.


"Kita secepatnya harus bertindak, sebelum laki-laki itu bertindak lebih jauh." ucap Galih yang langsung dibenarkan Arfan dan Lila.


Galih menghubungi Indra dan Ardi, dia memberi tahu keberadaan Mala dan mengirim bukti foto Mala yang sempat di abadikan Lila saat menemani Nita. Kedua laki-laki itu diminta berkoordinasi dengan pihak yang berwajib untuk menyelamatkann Mala dari tawanan Dirga.


"Pak, kita akan bergerak malam ini." ucap Ardi memberi laporan pada Galih.


"Baik, saya sendiri akan ikut turun." jawab Galih memberi tahu Ardi, jika dia akan ikut menyelamatkan istrinya dari sanderaan Dirga.


Malam tiba, Mala masih terkurung di kamarnya tanpa bisa melakukan apa-apa. Dia juga tidak bisa keluar mencari udara segar walau hanya sekedar berdiri di balkon, pintunya terkunci. Mala yakin itu ulah bibi yang diperintah Dirga untuk mengunci pintunya. Hal itu membuat Mala semakin berharap agar Galih dan kakaknya segera menyelamatkanya.


Dalam lamunan Mala yang berharap masalah ini segera berakhir, seseorang yang membawa masalah untuknya membuka pintu kamar yang Mala tempati. Sosok Dirga terlihat berjalan mendekati Mala dengan wajah yang tersenyum.


"Apa yang kamu inginkan, Tama?" tanya Mala pada Dirga.


Laki-laki itu semakin melebarkan senyumnya mendengar pertanyaan Mala sambil terus berjalan mendekati istri Galih tersebut.


"Aku menginginkan kamu malam ini sayang." jawab Dirga tepat di telinga Mala.


"Jangan gila."


Mala mendorong Dirga agar menjauh dari hadapannya. Mala merasa mual karena mencium bau alkohol dari mulut Dirga. Laki-laki itu sedikit mabuk, membuat Mala harus waspada dan hati-hati menghadapinya.


"Aku memang sudah gila sejak dulu, tergila-gila pada mu." jawab Dirga sambil tertawa.


"Ayolah, malam ini saja kita menghabiskan waktu bersama."

__ADS_1


Dirga kembali mendekati Mala yang sekarang berdiri di dekat sofa yang ada dikamar itu.


"Ternyata kamu lebih senang bermain di sofa dari pada di tempat tidur." ucap Dirga membuat Mala bergidik ngeri.


Kembali menjauhi Dirga, itulah yang Mala lakukan sambil mencari cara agar bisa keluar dari kamar ini.


"Aku suka dengan caramu menghindariku, Sayang." ucap Dirga yang kembali terkekeh.


"Apa kau tahu, itu membuatku semakin begairah." lanjut Dirga ucapannya.


Mala memilih diam dari pada melayani ucapan orang mabuk. Kini dia sudah berdiri didekat pintu, berharap bisa keluar dan menjauh dari Dirga. Sayangnya dia tidak bisa menemukan anak kunci mengantung disana.


"Kamu mencari ini, Sayang?" Dirga memamerkan anak kunci yang ada padanya.


Laki-laki itu kembali terkekeh sambil kembali berjalan mendekati Mala. Kedua tangannya berhasil menahan Mala.


"Aku tidak ingin menyakitimu, Azhara sayang."


"Ayo kita menikah, dan tinggalkan laki-laki bodoh itu."


"Aku bisa membahagiakanmu, memberikan segala yang kamu inginkan, Sayang."


Mala hanya bisa menahan nafas, dia semakin tidak kuat dengan bau alkohol yang keluar dari mulut Dirga. Semakin banyak laki-laki itu bicara, semakin banyak aroma alkohol yang tercium oleh Mala.


"Jangan lakukan apapun padaku" pinta Mala pada Dirga.


Mala merasa tubuhnya lemah tidak berdaya, entah apa yang terjadi dengan dirinya. Sebelumnya Mala merasa baik-baik saja, tapi sekarang dia merasa matanya sangat berat.


"Aku tidak akan menyakitimu, Sayang." jawab Dirga sambil mengelus kepala Mala.


"Aku mencintaimu Azhara, sejak dulu hingga detik ini. Biarkan malam ini aku tidur bersamamu, memelukmu, menciummu dan mema...."


Kalimat terakhir Dirga tidak terdengar oleh Mala karena dia sudah tidak sadarkan diri. Melihat Mala yang sudah terpejam membuat Dirga kembali tersenyum.


"Maafkan aku sayang, aku terpaksa memberimu obat." ucap Dirga.


Dirga memandang wajah Mala yang terlelap, tangannya meraih jarum yang mengkaitkan hijab yang di kenakan Mala untuk membukanya. Jika malam-malam sebelumnya dia bertahan untuk tidak menyentuh Mala, tapi tidak untuk Malam ini.


Dibawah pengaruh alkohol, Dirga menginginkan memiliki istri Galih itu seutuhnya. Tanpa Dirga tahu jika kediamanya sudah di kepung dan para penjaga sudah di lumpuhkan oleh anggota kepolisian yang akan menangkap dirinya.


Dubrak.


Terdengar benturan keras yang mengejutkan Dirga yang baru saja mencoba membuka kancing pakaian Mala.


"Jangan bergerak." ucap seorang anggota kepolisian yang berhasil mendobrak pintu kamar dimana Mala di sandera.

__ADS_1


Diikuti beberapa anggota yang lain, aparat kepolisian berhasil menangkap Dirga. Sebelumnya mereka sedikit mendapat kesulitan karena para penjaga kediaman Dirga melakukan perlawanan.


Melihat istrinya dalam keadaan tidak baik, Galih segera menghampiri Mala.


"Sayang." panggil Galih mencoba membangunkan Mala.


"Sebaiknya istri anda segera dibawa kerumah sakit, Pak." ucap salah satu anggota kepolisian yang melihat Galih tidak bisa menyadarkan Mala.


"Bunda"


Mendengar namanya dipanggil, bunda Sarah langsung menghampiri dan memeluk putrinya yang baru sadarkan diri.


"Syukurlah, kamu sudah sadar sayang." ucap bunda Sarah merasa lega karena putri kesayangannya sudah terbangun dari tidurnya.


"Aku tidak sedang bermimpikan, Bun?" tanya Mala tidak percaya jika yang dilihatnya adalah bunda Sarah.


"Tidak sayang, ini benar Bunda" jawab bunda Sarah sambil memberikan senyum yang lebar.


Sekarang bunda Sarah sudah bisa tersenyum. Selama lima hari ini, dia terus menangis sambil berdoa pada yang kuasa, agar putrinya segera di temukan. Saat kembali melihat Mala, bunda Sarah tidak bisa menahan air mata bahagianya.


"Dimana...."


"Suamimu sedang konsultasi dengan dokter." potong bunda Sarah ucapan Mala.


"Apa yang terjadi, Bunda?" tanya Mala khawatir.


"Tidak ada apa-apa, Galih hanya ingin memastikan kamu dan anaknya baik-baik saja."


"Laki-laki itu?" tanya Mala lagi.


Mala tidak tahu apa yang terjadi, bagaimana dia bisa berada di rumah sakit bersama bunda Sarah. Yang dia ingat, Dirga akan melakukan sesuatu yang buruk padanya. Tapi dia tidak berdaya dan tiba-tiba semua menjadi gelap.


"Sudah diamankan oleh pihak yang berwajib." jawab bunda Sarah.


"Apa Mbak Nita yang memberi tahu keberadaanku pada mas Galih, Bun?" tanya Mala lagi yang mendapat anggukan dari bunda Sarah.


"Bunda, aku ingin bertemu Mbak Nita."


Bunda Sarah kembali tersenyum, "Dia sudah dalam perjalanan bersama Lila."


Mendengar jawaban bunda Sarah, Mala ikut tersenyum senang. Dia ingin berterima kasih pada mantan istri Dirga itu, tanpa Mala ketahui cerita yang sebenarnya.


...⚘⚘⚘⚘...


...Biarkan Aku Bahagi...

__ADS_1


__ADS_2