
Sudah satu minggu berlalu dari terungkapnya hubungan rahasia antara Tias dan Ardi oleh Mala dan Zoya. Sesuai kesepakatan Mala dan zoya, mereka berdua berpura-pura tidak tahu tentang hubungan keduanya dan akan bersikap biasa saja didepan Tias dan Ardi. Tanpa Mala ketahui kalau Zoya satu minggu ini terus mengawasi setiap pergerakan Tias dan Ardi.
Sore ini mereka berempat mengunjungi Abah Husen dan Ambu Eti, Tias yang meminta mereka berkumpul. Entah apa yang akan di bicarakan sahabatnya itu, Mala diminta wajib datang dan ikut berkumpul bersama mereka. Masalahnya bukan perkara mudah bagi Mala untuk meminta ijin pada Galih agar bisa berkumpul bersama sahabatnya sore ini.
Peringatan Galih untuk tidak sering bersama Tias masih berlaku, Mala tidak tahu apa yang menyebabkan Galih melarangnya dekat dengan sahabatnya yang terjalin sejak SMP itu. Yang anehnya Galih tidak membatasi persahabatannya dengan Zoya.
Jelas saja Galih tidak melarangnya berteman baik dengan Zoya, karena sahabatnya itu jauh lebih tulus dari Tias yang bahkan nekat ingin mengenggam tangnnya saat berada dalam lift dan Mala tidak tahu itu. Mereka bertengkar bergitu sampai dirumah karena Mala tidak terima Galih mengatur dengan siapa dia berteman, bahkan pria itu ingin dia menjauhi Tias.
Untung saja Galih ada pertemuan dengan klien dan hanya ditemani asistenya sore ini, sehingga dia diijinkan mengunjungi Abah Husen dan Ambu Eti dan memenuhi undangan sahabatnya untuk berkumpul, hal yang sudah lama tidak mereka lakukan setelah Mala menikah.
"Dapat ijin juga lo akhirnya" ledek Zoya sambil terkekeh. Mala mencebikkan mulutnya tidak suka dengan ledekan Zoya membuat sahabatnya itu tertawa keras.
"Tias mengajak kita berkumpul apa mau mengakui hubungannya dengan Ardi ya?" pertanyaan Mala menghentikan tawa Zoya.
"Mungkin iya mungkin juga tidak. Satu minggu ini gue amati mereka tidak terlalu sering pergi berdua"
"Malah lo yang sering pergi berdua si bos"
"Lo takut si bos ketemu klien cewek ya?" goda Zoya.
"Ishhh" Mala memalingkan wajahnya.
"Udah cinta nih ceritanya sama pak bos"
"Dia yang maksa gue harus ikut kemana dia pergi, alasannya gantiin Mbak Tari, padahal sudah ada asistenya, gue hanya nemeni doang nggak kerja apa-apa"
"Pak Galih kayaknya sayang banget sama lo La, nggak mau jauh dari kamu, dari sikap dan caranya yang gue lihat sih. Lo ngerasa nggak?" balas dan tanya Zoya.
Mala tidak menjawab pertanyaan sahabatnya, apa yang dikatakan Zoya hampir semua benar. Galih yang terlalu perhatian, Galih yang selalu mengalah, Galih yang selalu mengerti dan semua sikap baik lainnya ada pada Galih, walau kadang suaminya itu juga suka menyebalkan seperti yang di katakan Tari.
"Zoy, gue penasaran, sejak kapan Tias dan Ardi memulai semua ini, hubungan mereka..." Mala tidak melanjutkan ucapannya setelah menyadari mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Zoya tahu banyak tentang Tias dan Ardi. Sejak kapan sahabatnya itu jatuh cinta dengan pimpinan Andromega dan Ardi yang sebenarnya mencintai Mala dalam diam. Tapi Zoya belum bisa memberi tahu Mala saat ini, dia masih ingin mencari tahu lebih banyak lagi.
__ADS_1
"Gue kira kalian berdua nggak akan datang" Tias yang bicara menyambut kedatangan mereka.
"Nih bu bos kelamaan minta ijinnya" tunjuk Zoya pada Mala dan mendapat kekehan dari Ardi.
"Itu salah satu kenapa gue larang lo nikah sama dia, susah sendirikan mau pergi-pergi" Tias bicara sedikit ketus membuat Mala hanya diam tidak ingin membalas ucapan sahabatnya.
"Bay the way, gue minta lo harus datang karena ada seseorang yang kangen sama lo, La" lanjut Tias ucapannya.
Setelah Tias mengakhiri kalimatnya, seorang pria tampan menghampiri mereka. Mala sedikit syok, dia tidak menyangka akan kembali bertemu Abi secepat ini. Menurut ucapan Abi disaat terakhir mereka bertemu, pria itu akan kembali satu atau dua tahun lagi.
"Apa kabar Mala, Zoya?" sapa Abi pada keduanya.
"Kabar baik kak" jawab Mala dan Zoya hampir bersamaan.
"Kak Abi kapan sampainya? Kok Tias nggak ngasih tahu?" tanya Mala beruntun.
"Baru tadi pagi, makanya minta Tias mengajak kalian kesini" jawab Abi.
"Wah asik nih, ada yang teraktir kita makan lagi" Zoya menyahuti. Yang lain hanya bisa menertawai ucapan Zoya.
"Kamu tambah cantik sekarang La" entah apa yang dipikirkan Abi, dia memuji Mala padahal selama ini dia tidak pernah memuji fisik seseorang.
"Mala aja, aku nggak ya kak?" sela Zoya. Abi kembali terkekeh.
"Kamu juga cantik jauh lebih cantik dari dua tahun yang lalu" jawab Abi.
"Kok kak Abi sekarang pintar ngegombal ya, apa disana banyak cewek yang bisa digombalin?" seru dan tanya Zoya.
"Itu bukan gombalan, tapi kenyataan" Ardi yang menjawab dan mendapat pukulan dari Zoya.
Dari jauh didalam sebuah mobil seseorang memperhatikan mereka, dia bisa melihat tatapan kerinduan istrinya pada sosok pria yang baru saja ikut berkumpul bersama mereka.
Ya, dia Galih. Pria itu tidak ada pertemuan dengan klien, dia berbohong pada Mala. Awalnya dia tidak ingin mengijinkan Mala berkumpul bersama sahabat-sahabatnya terutama dengam Tias, tapi tidak sengaja Galih mendengar percakapan Tias melalui sambungan telepon dengan seseorang yang Galih tidak tahu.
__ADS_1
"Kak Abi datang saja kesana, aku akan bawa Mala gimanapun caranya biar kalian bertemu. Kak Abi kangenkan sama dia"
Tias diam, sepertinya dia sedang menyimak apa yang dibicarakan Abi dari seberang sana.
"Tenang saja tidak apa-apa, suaminya tidak akan marah" sahut Tias lalu mereka mengakhiri obrolan mereka.
"Ar rencana gue mendekatkan Mala dan Kak Abi pasti berhasil dan itu bisa membuat Mala dan Galih bercerai" ucap Tias pada Ardi yang saat itu menemaninya.
"Gue nggak yakin. Kakak lo itu biar kata tinggal lama di USA sana, pemahamannya tentang agama sangat tinggi. Nyentuh bukan muhrim saja dia nggak mau apa lagi lo suruh rebut istri orang"
"Gue tahu kakak gue gimana, tapi gue yakin Mala yang akan tergoda dengan kembalinya Kak Abi, lo lihat aja nanti Mala itu pasti masih menyimpan cintanya buat Kak Abi"
"Lo jangan terlalu percaya diri, lakinya nggak akan ngebiarin istrinya direbut orang lain biarpun Mala cintanya sama Kak Abi" sargah Ardi geram.
Dia tidak begitu suka dengan rencana Tias, dia mencintai Mala tapi dia tidak akan memisahkan Mala dari Galih untuk memiliki sahabatnya tersebut. Baginya Galih pria yang cocok ada disamping Mala. Bukan dia yang ba jing an dan breng sek.
"Lo kan cinta sama Mala, lo nggak ada keinginan buat dapetin dia seperti gue yang terus berusaha gimana caranya biar dapetin Mas Galih bahkan dengan cara apapun akan gue lakuin" balas Tias jawaban Ardi.
"Sebejat apapun gue, gue nggak akan ngerusak rumah tangga orang. Karena gue cinta sama dia, gue lepas dia sama orang yang tepat. Bukan seperti lo yang rela lakuin apapapun buat ngerebut cowok yang lo cinta" jawab Ardi.
"Lo nggak ngerti gimana cintanya gue sama dia. Sekak SMA gue pendam perasaan gue. Gue nggak niat nyakiti Mala tapi gue nggak terima dia yang nikah sama orang yang gue cintai"
"Mala itu sahabat kita, lo bahkan temenan sama dia sejak SMP. Masak lo tega nyakiti dia. Bukan salah dia juga nikah sama Galih, merekakan dijodohkan"
"Lo juga harus sadar dong, kalau lo itu ngak ada apa-apanya dibandingin Mala"
"Kurang ajar lo Ar, kalau gue memang ngak ada apa-apanya dibanding Mala kenapa lo minta gue terus ngelayani nafsu bejat lo itu" Tias tersinggung dengan ucapan Ardi.
"Bukan gue yang mulai, lo yang minta. Ingat itu! Dan Gue minta lo berhenti nyakitin Mala, dia nggak salah apa-apa sama lo, tapi lo yang terlalu terobsesi sama cinta pertama lo. Jangan sampe lo nyesel dan semakin sakit hati karena cowok yang lo cintai, cinta mati sama sahabat lo sendiri"
Ardi pergi meninggalkan Tias yang masih berdiam diri mencerna setiap kata yang diucapkan Ardi. Tanpa keduanya ketahui Galih dan Zoya mendengar pertengkaran mereka.
...⚘⚘⚘⚘...
__ADS_1
...Biarkan Aku Bahagia...