BIARKAN AKU BAHAGIA

BIARKAN AKU BAHAGIA
13. Kiara


__ADS_3

"Perkenalkan ini nyonya Nurmala Azhara Megantara, putri Bapak Riadi Megantara salah satu pendiri perusahaan Andromega"


Galih memperkenalkan Mala pada wanita yang namanya sudah Galih buang jauh bahkan tidak ingin lagi menyebutnya. Bukan karena tidak bisa melupakan rasa sakit hatinya, tapi dia merasa muak dan jijik melihat wanita murahan yang ada di hadapannya ini.


"Kamu mencari tahu tentang itu?" wanita itu tidak peduli dengan Mala yang dikenalkan Galih sebagai istrinya.


"Tidak ada kepentingan untuk mencari tahu. Sayangnya ayah putra anda itu mengakuinya langsung kepada saya" Galih memberi tahu Wanita itu.


"Untuk kerja sama sebaiknya tidak perlu kita lanjutkan" lanjut Galih ucapannya.


"Ayo sayang" ajak Galih dengan lembut meraih tangan Mala dan menggenggamnya lalu meninggalkan ruangan meeting tersebut.


Mala hanya bisa mengikuti kemana Galih membawanya, sesekali dia melirik suaminya dan melihat wajah itu tampak keras menahan marah dan kesal. Entah ada hubungan apa antar Galih dengan wanita tadi, Mala belum bisa mengerti.


Yang dia tangkap wanita itu selingkuh dengan laki-laki yang masih saudara kekasihnya sampai memiliki anak.


"Mungkinkah" Mala bergumam dalam hati.


Seketika Mala meyakini kalau mereka dulu sepasang kekasih dan wanita itu selingkuh dengan saudara Galih. Sepertinya ini pertemuan pertama mereka setelah lama berpisah.


"Apa pria ini masih mencintai wanita itu sehingga dia membencinya sampai saat ini. Lalu Rania? Celine? Berapa banyak wanita lain lagi yang pernah hadir dalam hidup pria yang ada disampingnya dan berstatus suaminya?" pikiran Mala berkelana.


Terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri tanpa sadar mereka sudah berada didalam ruangan milik Galih dan saat ini Galih sedang memeluk Mala erat.


"Jangan pernah tinggalkan aku" bisik Galih disela-sela pelukannya.


Kembali Mala hanya bisa diam, bahkan Galih tidak menyebut dirinya sendiri saat meminta. Mala bisa merasakan seakan ada trauma yang dialami Galih saat ini. Tidak salah kalau dia trauma, dua kali dia ditinggal pergi kekasihnya, yang satu karena selingkuh dan yang satu lagi karena harta. Miris sekali nasib pria tampan ini dalam percintaan.


Mengapa dia harus merasa kasihan pada Galih? Nasib percintaanya sendiripun menyedihkan. Bertahun-ahun menyimpan rasa pada satu pria yang mungkin tidak akan pernah mencintainya walau mereka dekat. Bahkan sekarang dia terikat pernikahan tanpa cinta walau hanya sementara.


"Mala sayang, berjanjilah untuk tidak meninggalkan mas" pinta Galih yang masih betah memeluk istrinya.

__ADS_1


Beban yang tadi menghimpit dadanya pergi menjauh begitu dia memeluk sang istri. Kemarahan yang tadi dia rasakan mulai mencair. Tubuh Mala mampu meredakan amarahnya.


"Sayang berjanjilah" pinta Galih sekali lagi.


Mala menggelengkan kepalanya, bagaimana dia bisa berjanji? Sementara mereka akan berpisah setelah kontrak itu berakhir.


"Kenapa?" tanya Galih.


Kini dia menatap lekat istrinya setelah menjauhkan kepalanya, sementara kedua tanganya masih melingkar di pinggang Mala.


"Kita terikat kontrak, dan saat semua selesai kita akan berpisah" jawab Mala.


"Bisakah kita melupakan kontrak itu?" tanya Galih sambil mengharap.


"Mas mencintaimu Mala" Galih mengakui isi hatinya pada Mala.


Galih kembali mendekatkan wajahnya, kali ini sangat dekat hingga Mala memejamkan matanya dan bisa merasakan hangat hembusan nafas suaminya. Melihat Mala menutup mata, Galih tidak ingin membuang kesempatan. Dia segera memangut bibir tipis milik istrinya. Disaat Mala akan membalas, seseorang membuka pintu ruangan Galih tanpa mengetuk membuat keduanya menghentikan kegiatan mereka.


Galih menatap tajam wanita itu sambil memeluk Mala dari belakang.


"Maaf aku hanya ingin menjelaskan apa yang terjadi dan mohon jangan tolak kerja sama ini" jawab dan pinta wanita itu.


"Keputusan ada ditangan istriku" jawab Galih.


Mala berbalik menatap suaminya, bagaimana bisa pria itu menyerahkan keputusan besar padanya? Galih hanya tersenyum lembut seakan tidak peduli dengan ketidak setujuan Mala.


"Kami akan meninjau ulang berkas pengajuan kerja sama yang perusahaan anda kirimkan" jawab Mala akhirnya.


Dia tidak bisa memutuskan saat ini, dia harus mempelajari terlebih dulu proposal kerja sama yang diajukan klien mereka.


"Terima kasih dan maaf sudah menganggu" ucap wanita itu lalu berlalu.

__ADS_1


"Bisa dijelaskan?" Mala melepaskan pelukan Galih dan berjalan ke sofa lalu duduk disana.


Tidak ada yang ingin Galih tutup-tutupi dari Mala, dia ingin memulai hubungan yang baik dengan istrinya. Dengan berlahan Galih menceritakan hubungan antara dia dan Kiara. Bagaimana hubungan mereka dan bagaimana pula berakhirnya.


Sementara itu Tari yang tadi ikut menyaksikan kemesraan Galih dan Mala tertawa puas dalam hati. Dulu Tari sebagai sepupu Galih cukup dekat dengan Kiara, dia ikut marah saat wanita itu menghilang dan membuat Galih terpuruk. Kebenciannya semakin bertambah saat tahu Kiara memiliki anak dari sepupunya yang lain yang bahkan sudah memiliki istri.


Murahan, itu nama yang disematkan Tari pada Kiara. Rasa kecewa dan bencinya sangat besar pada wanita itu. Kalau saja dia tahu klien yang akan datang hari ini wanita itu, tentu dia akan langsung membatalkanya. Tari yakin Galih tidak akan marah bila mengambil keputusan seperti itu.


"Lihatlah Galih sekarang sudah bahagia bersama istrinya. Bahkan dia sangat-sangat mencintai istrinya" ucap Tari begitu mereka sudah berada cukup jauh dari ruangan Galih.


"Aku ikut bahagia kalau dia bahagia" jawab Kiara yang sudah pasti berbohong.


Tentu saja Kiara terbakar cemburu, dia masih sangat mencintai pria itu. Bahkan dia sengaja membuat perusahaanya agar bisa melakukan kerja sama dengan Andromega. Untuk apa lagi kalau bukan untuk bisa bertemu Galih, berharap laki-laki itu masih memiliki rasa padanya.


Dia memang sengaja ingin memikat Galih, memaksakan diri berpakaian seksi agar pria itu tergoda.Tapi Galih tetaplah Galih dengan sikap dingin dan wajah datarnya tidak menunjukkan ketertarikan sedikitpun bahkan terlihat jijik memandangnya.


Bukan tanpa sebab dia ingin menggoda Galih kembali. Selama ini hidupnya selalu tercukupi dari uang pemberian Alan sepupu Galih ayah dari putranya dengan caatatan dia tetap melayani nafsu laki-laki itu. Tapi sekarang Alan jarang mengunjungi putranya karena sang istri mulai mencium bau perselingkuhan suaminya, diapun sudah lelah hanya menjadi selingkuhan pria beristri walau hidupnya tercukupi.


Saat yang tepat menurutnya untuk dia kembali menampakkan diri dihadapan Galih, pria yang dia cintai sejak SMA dan terpaksa dia tinggalkan karena terlanjur mengandung anak dari Alan sepupu Galih. Kiara tergoda dengan pesona seorang Alan yang saat itu sedang melanjutkan S2nya di Sedney, di universitas yang sama dengannya dan Galih.


Alan pria tampan yang sudah mapan serta memiliki wajah yang mirip dengan Galih itu terus mengodanya disaat Galih sedang kembali ke Indonesia setelah mampu lulus S1 lebih dulu darinya. Kiara tidak berpikir panjang saat dia rela tidur dengan sepupu Galih yang bahkan sudah memiliki istri.


Galih kembali ke Sidney untuk melanjutkan S2nya, mereka kembali menjalin kasih walau Kiara tetap berhubungan dengan Alan sampai akhirnya sebelum wisuda Kiara mengandung putranya saat ini. Alan menyembunyikan Kiara dari Galih dengan membawa wanita itu ke apartemenya yang tidak pernah diketahui oleh siapapun bahkan istri Alan sekalipun saat dia mengunjungi suaminya di Sedney.


Hilangnya Kiara dengan meninggalkan pesan seakan-akan pria itu mengabaikan dirinya karena lebih memperhatikan Tari dari pada dirinya membuat Galih tidak terima dengan keputusan Kiara yang sepihak. Tidak ada keinginan Galih untuk mencari Kiara walaupun dia merindukan kekasihnya. Sejak saat itu Galih merubah dirinya semakin dingin dan kasar terhadap wanita yang mendekatinya.


Dengan kepercayaan yang sangat tinggi Kiara yakin Galih masih mencintainya, hubungan yang terjalin selama tujuh tahun antaa mereka bukanlah hubungan yang singkat tentu akan meninggalkan banyak kenangan indah Kiara yakin itu. Sayangnya Kiara tidak tahu jika Galih sudah tahu alasan kepergian Kiara dari mulut Alan sendiri.


Tari tidak pernah lagi percaya dengan ucapan Kiara, wanita itu licik dan pandai berbohong. Tari yakin ada maksud dan tujuanya Kiara kembali hadir dihadapan Galih. Tari akan menyelidiki ini, dia tidak ingin rumah tangga sepupunya tercerai berai karena pelakor seperti Kiara. Dulu karena dirinyalah Galih bisa tahu keberadaan Kiara yang ternyata menjadi selingkuhan Alan, dan kini dia akan membuat wanita itu menyesali kehadirannya kembali yang mencoba mengganggu kebahagiaan Galih.


...⚘⚘⚘⚘...

__ADS_1


...Biarkan Aku Bahagia...


__ADS_2