BIARKAN AKU BAHAGIA

BIARKAN AKU BAHAGIA
Suami Sempurna


__ADS_3

Berita pengebrekan dan penangkapan artis cantik Rania langsung menjadi tranding topik. Infotaiment berulang-ulang kali memberitakan masalah Rania yang di temukan sedang memadu kasih berdua kekasihnya, dimana keduanya juga dalam pengaruh narkoba di sebuah hotel.


Tidak ketinggalan media online serta media sosial ikut ramai memberitakan hal yang sama. Tidak sedikit yang menghujat Rania atas perbuatannya, tidak sedikit juga yang membelanya. Entah pihak mana yang lebih dulu mengetahui peristiwa penangkapan tersebut, mereka bahkan memiliki rekaman video proses penangkapannya.


Leo bersyukur Galih memilih untuk menunggu di kendaraanya saat dia ikut masuk ke kamar hotel, sehingga sosoknya tidak terlihat oleh para pemburu berita. Sayangnya bagaimanapun Galih bersembunyi, tetap saja ada beberapa wartawan mengenali dirinya.


"Galih, apa anda datang ke kantor polisi untuk memberikan bantuan pada Rania?" tanya salah satu wartawan.


"Apa Rania yang menghubungi anda untuk membantunya?"


"Apa anda masih memiliki hubungan dengan Rania?"


Galih sangat tidak suka namanya kembali dikait-kaitkan dengan Rania. Mengapa dia lupa jika Rania adalah seorang artis. Tentu saja akan banyak wartawan yang haus berita mengejar dan ingin tahu kebenarannya. Galih terus berjalan, dia menghiraukan pertanyaan wartawan yang cukup mengusik dan mengganggunya. Dia tidak akan mejelaskan apapun untuk saat ini.


"Apa istri anda tahu anda ada di sini?"


"Bagaimana jika istri anda tahu sekarang anda mengurusi mantan kekasih anda?"


Pertanyaan itu menghentikan langkah Galih, dia teringat Mala yang sekarang dia tinggalkan di rumah. Mengapa para wartawan itu mengajukan pertanyaan seakan dia suami yang breng sek.


Menatap semua wartawan Galih mulai membuka suara.


"Istri Saya tahu saya ada disini, karena saya disini bukan untuk artis itu. Diantara kami sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi." jawab Galih.


"Lalu kenapa anda ada disini?"


"Saya disini ada sesuatu yang lain yang harus saya selesaikan" jawab Galih.


"Bisa saya teruskan pekerjaan saya disini"


"Masalah apa yang ingin anda selesaikan?"


"Maaf rekan-rekan wartawan sekalian biarkan klien saya menyelesaikan urusannya dulu di dalam. Nanti kami akan mengadakan konfrensi pers setelahnya." Lila yang barundatang membatu Galih untuk menjawab pertanyaan para wartawan.


Lila adalah asisten pengacara keluarga Andro, dia dipercaya oleh pengacara keluarga Andro untuk membantu Galih. Lila baru saja tiba bersama Arfan , dia melihat begitu banyak wartawan yang mengurumuni Galih. Kliennya itu kesulitan untuk menjawab pertanyaan para wartawan yang bertubi-tubi.


Dari jauh Galih mengenali salah satu wartawan yang mewancarainya, dia adalah Indra yang Galih kenal sebagai teman Mala. Merasa sudah mengenal Galih, Indra tersenyum pada laki-laki itu. Tanpa Indra sangka, Galih diikuti Leo dan Lila menghampirinya dan mengajaknya menjauh dari kerumunan wartawan.


"Bisa bantu saya untuk memberi penjelasan tentang kehadiran saya disini?" tanya Galih langsung tanpa basa-basi.


Awalnya Indra juga menuduh kehadiran Galih di kantor polisi karena masih memiliki hubungan dengan Rania, namun setelah Galih memberi penjelasan, kini Indra mengerti masalah sebenarnya.


Galih menceritakan semuanya pada Indra, mulai dari handphonenya yang hilang sampai peristiwa penangkapan Rania dan steve atas pengaduannya.


"Bisa bantu mengalihkan berita ini keberita yang lain?" tanya Galih pada Indra.

__ADS_1


"Apa ada kasus lain selain ini?" Indra balik bertanya.


"Ada. Kasus penabrakan kemarin saja yang kita angkat" jawab Leo.


"Saya tidak ingin nama saya dan Mala tercium media sebagai pelapor kasus artis itu." pinta Galih pada Indra.


"Pihak kepolisian juga sudah mau bekerja sama" lanjut Leo ucapannya.


Sejak awal Leo melaporkan tentang keberadaan Rania dan Steve, dia diberi tahu jika Rania terutama Steve memang sudah menjadi target pihak kepolisian. Mereka sudah di selidiki, Rania sebagai pengguna dan Seteve selain pengguna juga sebagai pengedar.


Karena itulah saat pihak berwajib menemukan barang terlarang tersebut, Galih minta kasus yang di angkat biarlah kasus narkobanya saja, sedangkan kasus yang dia laporkan sebagai kasus yang sebenarnya mereka tutupi dari media.


Indra menyetujui permintaan Galih, dia juga tidak ingin Mala menjadi orang yang dikejar-kejar wartawan sebagai bahan berita.


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam saat dia tiba dirumah. Mala menyambut suaminya dengan senyum lebar, sudah sedari sore Mala meunggu kepulangan Galih. Dia ditemani bunda Sarah saat ini, karena Zoya diminta tolong untuk menemani Tias di rumah sakit.


"Mas sudah makan?" tanya Mala.


Galih menggeleng. Tidak ada waktu untuk mengisi perutnya, cukup lama dia di dimintai keterangan. Belum lagi dia harus menghindari wartawan. Arfan sempat mengajaknya makan bersama pengacara mereka, tapi Galih lebih memilih pulang. Dia mengingat janjinya untuk selalu ada didekat istrinya.


Galih sudah membersihkan dirinya, dia juga sudah makan ditemani Mala. Kini waktunya dia untuk membaringkan tubuhnya dan istirahat.


"Sayang, maaf. Mas tadi terpaksa ninggalin kamu" ucapa Galih sambil memandang wajah istrinya yang terlihat semakin cantik.


Mala tersenyum, dia tahu suaminya pasti sangat lelah hari ini. Karena itu juga, dia tidak memaksa Galih untuk memberi tahu siapa pelaku yang ingin merusak kebahagiaan rumah tangga mereka.


Senyum yang Mala berikan untuk Galih mampu melenyapkan rasa lelah suaminya. Galih mengusap wajah yang selalu bisa memberikan ketenangan untuknya.


"Kamu sudah dengar berita tentang artis itu?" tanya Galih.


Mala mengerti artis yang tidak ingin Galih sebutkan namanya, siapa lagi kalau bukan mantan kekasih suaminya itu.


"Iya. Tadi tidak sengaja melihat beritanya di televisi"


"Kebetulan sekali Mas ada disana, jadi di kira bersimpati padanya" lanjut Mala jawabannya.


"Jangan terlalu banyak mendengarkan berita gosip"


"Hanya kebetulan saja, tadi tidak sengaja mendengar beritanya" jawab Mala.


"Sebenarnya... dia yang merencanakan dan melakukan semuanya pada kita."


Mala yang sudah menenggelamkan wajahnya didada Galih langsung menatap wajah suaminya.


"Maksud Mas...."

__ADS_1


"Iya dia dan Steve yang mengambil handphone Mas, sengaja ingin membuat kamu membenci Mas"


"Jadi Mas dan dia ada disana itu bukan karena kebetulan?" tanya Mala. Galih mengangguk membenarkan.


"Untuk apa mereka melakukannya, Mas?" Mala menatap mata suaminya.


"Apa masih ada masalah yang belum selesai antara kalian?" tanya Mala lagi.


"Masalah diantara Mas dan Steve mungkin tidak akan pernah berakhir selama dia terus menyimpan dendam."


"Dia melakukannya karena ingin balas dendam?" Mala kembali mengajukan pertanyaan.


"Bisa di katakan seperti itu. Sedangkan dia..." Galih menghentikan ucapannya sesaat. Mencoba tenang dan mencari kalimat yang tepat.


"Mama Vina yang memintanya untuk mengganggu kebahagian kita"


"Mama?" beo Mala. Galih mengangguk.


"Maafin Mas, sayang. Ini masalah Mas dan keluarga Mas, tapi kamu yang selalu tersakiti"


"Jangan berpikir seperti itu. Dengan semua masalah ini, membuat Mala semakin yakin kalau Mas Galih sangat menyayangi Mala"


"Tentu, jangan ragukan itu. Mas sangat sayang dan sagat mencintai kamu"


Galih mengecup kening istrinya lama, dia ingin Mala merasakan begitu dia sangat-sangat sayang dan cinta.


Cup. Galih mengakhiri dengan megecup bibir istrinya. Tangannya mengelus perut Mala yang masih terlihat rata.


"Anak Papi baik-baik saja?" tanya Galih.


"Kami baik-baik saja selama papi selalu menemani" jawab Mala.


"Sudah pasti, Mas akan selalu ada untuk kamu dan anak kita" Gali mengecupi perut istrinya.


Mala kembali menenggelamkan wajahnya masuk kedalam pelukan Galih. Laki-laki itu langsung mengeratkan pelukannya pada sang istri. Rasanya dia ingin menghentikan waktu agar bisa selamanya seperti ini.


Mala memejamkan mata merasakan kehangatan yang diberikan suaminya.


"Terima kasih ayah" gumam Mala didalam hati.


Ayahnya sudah memilihkan suami yang sempurna untuknya. Suami yang sayang dan mencintainya dengan tulus dan juga suami yang bertanggung jawab.


...⚘⚘⚘⚘...


...Biarkan Aku Bahagia...

__ADS_1


__ADS_2