BIARKAN AKU BAHAGIA

BIARKAN AKU BAHAGIA
9. Pesta Pernikahan


__ADS_3

Satu bulan berlalu, sesuai jawaban yang diberikan Arfan pada keluarga Pak Andro yang menerima lamaran untuk Mala adiknya. Maka hari ini adalah hari pernikahan Galih dan Mala yang langsung ditetapkan setelah Arfan menjawab menerima.


Awalnya Mala meminta pernikahan diadakan dengan sederhana saja, karen menurutnya ini hanya pernikahan sementara. Pemintan Mala ditolak keras oleh sang bunda yang memang tidak mengetahui tujuan Mala menikah yang hanya sementara, dia menginginkan pesta yang besar kali ini dengan mengundang kolega dan rekan bisnis keluarga mereka.


Tidak hanya Bunda Sarah yang menolak permintaan Mala, Pak Andro dan Bu Vina juga tidak sependapat dengan calon menantunya. Karena ini pesta pernikahan putra mereka satu-satunya, tentu harus meriah dan mengundang banyak tamu selain keluarga besar mereka, terutama tokoh-tokoh masyarakat dan para pejabat di negara ini yang mereka kenal, rekan bisnis, kolega serta para sahabat kedua keluarga.


Dengan sangat terpaksa Mala harus menerima keinginan ketiga orang yang dia hormati, terlebih lagi Galih sang calon suami kontraknya seakan menginginkan pesta pesta pernikahan mereka digelar semewah mungkin.


Keputusan Mala menikah dengan Galih ditentang Ardi dan Tias, kedua sahabatnya terus membujuk Mala untuk mebatalkan pernikahan ini. Berbeda dengan Zoya yang sangat mendukung pernikahan Mala dan Galih, dia yakin sahabatnya akan sangat bahagia dengan pernikahan ini terlebih lagi setelah dia tahu Mala menikah bukan karena kontrak.


"Lo jadi terima pernikahan ini karena kontrak?" tanya Tias setelah Mala memberitahu ketiga sahabatnya tentang Arfan yang menerima lamaran Galih.


"Tidak ada kontrak pernikahan" jawab Mala berbohong.


Setelah Mala berpikir ulang dia ingin merahasiakan latar belakang dia menerima pernikahan ini walau dengan ketiga sahabatnya. Cukup dia dan Galih yang terikat kontrak yang mengetahuinya.


"Aku menyerahkan semuanya pada bunda dan Mas Arfan, jadi harus menerima apapun keputusan mereka" jawab Mala mencari alasan.


Tias diam setelah Mala menjawab pertanyaanya, begitu juga Ardi tidak lagi bicara banyak. Hanya Zoya yang menyambut baik kabar pernikahannya.


Zoya satu-satunya sahabat Mala yang terlihat bahagia menghadiri pernikahan ini, dia bisa melihat cinta dimata Galih untuk sahabatnya Mala.


"Gue yakin lo akan bahagia La. Gue bisa lihat kalau ada cinta dimata Pak Galih" ucap Zoya saat menemani Mala diruang rias.


Mereka saat ini sudah berada di hotel tempat resepsi diadakan. Akad nikah yang dilakukan tadi pagi di kediaman keluarga Mala berjalan lancar, Mala sudah sah menjadi nyonya Galih Aarav Mandala dimata hukum dan agama dengan Arfan yang langsung menjadi wali nikah adiknya.


"Acara akan segera dimulai" ucap salah satu anggota wedding organizer yang menggurus acara pesta malam ini.


Mala berdiri disamping Galih dengan tangannya yang berada dalam genggaman suami kontraknya. Banyak tamu yang mengakui mereka sebagai pasangan yang serasi. Keduanya memasuki tempat acara ditemani Bunda Sarah dan Bu Vina yang berjalan di belakang mereka lalu ada Pak Andro dan Arfan berjalan dibelakang Bunda Sarah dan Bu Vina.


Tari sebagai sepupu Galih termasuk orang yang ikut berbahagia dengan pernikahan ini. Dia merasa Mala sangat cocok mendampingi Galih sepupunya yang menurutnya pria yang menyebalkan. Bahkan satu bulan ini Galih sudah mulai kembali seperti Galih yang dulu, yang santai dan tanpa emosi. Tari yakin semua karena kehadiran Mala, bahkan wajah kaku dan dingin Galih kini mulai kembali kewajah yang bersahabat dengan senyum yang sudah mulai tampak walau hanya pada waktu tertentu saja.


Tamu undangan yang hadir dipesta malam ini sangat banyak, terlihat dari antrian mereka yang ingin memberikan doa dan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Yang menjadi perhatian awak media adalah kehadiran Rania dipesta malam ini, dia terlihat sudah berada dihadapan Mala dan Galih.


"Selamat A, kamu bisa membuktikan kalau kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih dariku. Tapi aku tidak yakin kamu mencintainya" bisik Rania saat dia menjabat tangan Galih.


Pria itu hanya diam dengan wajah dinginnya tanpa ada senyum seperti yang dia berikan pada tamu sebelumnya. Tidak ada yang bisa menebak apa yang ada dalam pikiran Galih atau yang dia rasakan saat ini.


Rania tersenyum melihatnya lalu beralih pada Mala, dia terlihat menelisik wajah istri mantan kekasihnya tersebut. Mala tertawa dalam hati melihat tingkah Rania.


"Selamat kamu yang dipilih Galih untuk mengalahkan saya. Tapi jangan berbesar hati, saya yakin dia menikahimu tanpa cinta, karena cintanya masih untuk saya" ucap Rania dengan penuh percaya diri pada Mala.


Mala menyungingkan senyum pada wanita sombong dihadapanya ini, dia teringat ucapan Tari yang tidak menyukai sosok Rania. Setelah melihat sendiri Mala paham apa yang membuat Tari tidak suka, sifat sombong yang dimiliki Rania membuatnya terlalu percaya diri dan memandang rendah orang lain. Tari tidak suka dengan sifat seperti yang Rania miliki.


"Saya tidak butuh cinta suami saya, karena dia yang butuh cinta istrinya" jawab Mala. Dia teringat ucapan Zoya yang mengatakan kalau ada cinta dimata Galih untuknya.


"Bukan begitu SUAMIKU?" tanya Mala pada Galih dengan menekankan kata suamiku.


Pria itu tersenyum dengan tatapan penuh cinta pada istrinya, bahkan Galih mengusap lembut wajah Mala dengan mata yang berbinar. Rania yang melihat itu menelan ludah karena malu dengan ucapannya sendiri.


Disaat adegan romantis tersebut, Mala mengenali suara yang saat ini membawakan lagu aku bukan jodohnya milik Tri Suaka.


Ini salahku

__ADS_1


Terlalu memikirkan egoku


Tak mampu buatmu bersanding nyaman denganku


Hingga kau pergi tinggalkan aku


Terlambat sudah


Kini kau t'lah menemukan dia


Seseorang yang mampu membuatmu bahagia


Ku ikhlas kau bersanding dengannya


Benar dugaan Mala, yang bernyanyi dipanggung saat ini adalah Dito sang dosen pembimbing. Pria itu bahkan berani menyatakan isi hatinya di depan orang banyak seperti ini. Mala berusaha untuk tidak terganggu dengan penampilan Dito dengan bersikap sewajarnya dihadapan tamu-tamu mereka


Aku titipkan dia


Lanjutkan perjuanganku 'tuknya


Seperti ku menyayanginya


'Kan kuikhlaskan dia


Tak pantas ku bersanding dengannya


'Kan kuterima dengan lapang dada


Aku bukan jodohnya


Aku titipkan dia


Lanjutkan perjuanganku 'tuknya


Seperti ku menyayanginya


Dan 'kan kuikhlaskan dia


Tak pantas ku bersanding dengannya


'Kan kuterima dengan lapang dada


Aku bukan jodohnya, oh-wo-wo


Disela-sela menyalami tamunya Galih bisa memahami lagu yang dibawakan Dito saat ini mewakili isi hati pria itu.


"Apa mereka menjalin hubungan?" batin Galih sambil melirik istrinya yang tampak tidak terganggu dengan kehadiran Dito membuat Galih semakin bertanya-tanya. Ada hubungan apa antara mereka berdua?


Oh, aku titipkan dia


Lanjutkan perjuanganku 'tuknya


Seperti ku menyayanginya

__ADS_1


'Kan kuikhlaskan dia


Tak pantas ku bersanding dengannya


Dan 'kan kuterima dengan lapang dada


Aku bukan jodohnya


Selesai bernyanyi Dito ikut berbaris untuk memberi selamat pada Galih dan Mala.


"Pak Dito suaranya memang kereen" ucap Zoya yang sudah berdiri disamping Dito.


"Terima kasih Zoya. Kamu sendiri?" tanya Dito. Zoya menggeleng.


"Berdua bapak" jawab Zoya sambil menyengir kuda.


"Saya tidak punya teman untuk memberi selamat unyuk mereka berdua. Saya sama bapak bolehkan?" tanya Zoya.


"Ok, tidak masalah saya juga sendiri" jawab Dito.


"Nah gitu pak, biar tidak kelihatan patah hatinya" bisik Zoya yang terlihat seperti mencium pria itu saat Mala tidak sengaja mengedarkan pandangan kearah mereka.


Sejak tadi yang Mala lihat hanya Zoya, dia kehilangan Tias dan Ardi karena itu Mala sering mengedarkan pandanganya untuk mencari kedua sosok sahabatnya.


"Neng selamat, abah sama ambu ikut bahagia untuk Neng Mala" ucap Ambu Eti yang tidak dilupakan Mala untuk diundang. Bahkan dia sendiri yang mengantarkan undangan tersebut.


"Terima kasih abah, ambu" jawab Mala sambil mencium tangan kedua orang tua itu.


"Den abah dan ambu titip neng Mala, jaga dan bahagiakan dia" kali ini Abah Husen yang bicara pada Galih.


"Tentu, dia sudah menjadi istri saya. Pasti saya akan menjaga dan membahagiakannya" jawab Galih meyakinkan.


"Selamat sayang aku yang cantik" ucap Zoya begitu sudah berdiri dihadapan Mala dan Galih.


Zoya memeluk dan mencium sahabatnya tersebut. Galih dan Dito yang melihatnya speechless dengan tingkah heboh Zoya.


"Dimana Tias dan Ardi?" tanya Mala disela pelukannya dengan Zoya.


"Aku juga tidak melihat mereka" jawab Zoya membuat Mala semakin bertanya-tanya, ada apa?


"Selamat Pak Galih" ucapan selamat Dito menyadarkan Mala dari pikirannya tentang Tias dan Ardi.


"Terima kasih Pak Dito" jawab Galih.


"Nurmala, selamat menempuh hidup baru" Dito beralih pada Mala.


"Terima kasih pak" jawab Mala sambil menerima jabatan tangan Dito.


"Pak titip sahabat saya" lanjut Mala ucapannya membuat Dito menyatukan alisnya.


"Mala jangan gitu" sahut Zoya malu. Mala terkekeh membuat dua pria yang mencintainya itu tak bisa berpaling dari wajah Mala yang terlihat lebih cantik.


...⚘⚘⚘⚘⚘...

__ADS_1


...Biarkan Aku Bahagia...


__ADS_2