
"Dia ada di Jogja" Alan membuka percakapannya dengan Galih.
Mereka sedang duduk diteras belakang kediaman Eyang Retno. Alan yang mengajak Galih untuk duduk disana, banyak hal yang ingin dia bicarakan, salah satunya memberi tahu tentang Tias dan ingin meminta maaf yang kesekian kalinya pada Galih yang tidak pernah menjawab permintaan maafnya. Hanya saja, sepupunya itu tidak pernah menghindarinya jika bertemu walau tidak pernah menyapa terlebih dulu. Tidak masalah bagi Alan, selagi Galih masih menganggapnya sebagai saudara, selama ini sepupunya itu juga tidak terlihat membencinya. Hubungannya dengan Galih memang tidak sebaik saat mereka kanak-kanak hingga remaja, Alan sendiri yang merusaknya, dan sekarang dia menyesal. Putranya dengan Kiaralah yang menyadarkannya.
Semua berawal dari rasa iri Alan pada seorang Galih yang memiliki banyak kelebihan dibandingkan dia, terutama pada kecerdasan sepupunya itu. Tidak sekali dua kali papa Alan menjadikan Galih sebagai contoh untuk dirinya, dan selalu memuji Galih dihadapannya. Alan tidak suka itu, Dia adalah dia dan Galih adalah Galih. Terlalu sering dibanding-bandingkan membuat Alan membenci Galih, dia berencana untuk membuat sepupunya itu terlihat buruk. Alan menemukan cara agar Galih terpuruk, dia menggunakan Kiara sebagai alat menghancurkan Galih. Alan tahu kalau Galih menjalin hubungan yang serius dengan wanita itu. Tujuan Alan berhasil, Galih sempat berantakan karena hilangnya seorang Kiara yang dia sembunyikan. Terlebih lagi saat Alan mengatakan dengan jujur dihadapan Galih jika dia dan Kiara sudah memiliki seorang putra dari hubungan gelap mereka.
Sayangnya, Galih hanya terpuruk sesaat, banyak orang yang sayang padanya yang memberikan kekuatan pada sepupunya itu. Kehidupan Galih kembali normal, dan Alan tidak suka Galih yang sempurna. Alan menghadirkan Rania di kehidupan Galih, tanpa sepupunya tahu jika itu skenario yang dibuatnya. Rania berhasil membuat Galih menjalin hubungan yang serius, di saat Galih sedang berada diatas angin, Alan menggunakan musuh bisnis Galih untuk merebut wanita itu. Tapi ternyata Alan salah, Galih tak sehancur saat dia merebut Kiara. Laki-laki itu melawan sakitnya dikhianati dengan sibuk bekerja, menjadikan Andromega sebagai perusahaan yang semakin kuat dalam dunia perbisnisan.
Saat itu Alan masih labil, jiwa mudanya yang egois masih sangat menguasainya, belum lagi tekanan dari sang papa yang menuntutnya harus begini dan harus begitu. Melihat peluang bisa mendekati Kiara, karena ditinggal Galih yang sudah kembali ke Indonesia lebih awal, membuat Alan mendekati kekasih sepupunya itu. Kiara yang kesepian menyambut baik perhatian Alan sampai akhirnya mereka melangkah jauh dengan tidur bersama. Kiara tidak sebaik yang Galih kira, dan itu hanya diketahui Alan.
"Siapa?" tanya Galih tidak mengerti.
"Sahabat istrimu"
Galih hanya diam mendengar jawaban dari Alan, dia berpikir malam ini akan lebih baik jika dia dan Mala menginap di kediaman Eyang Retno, dari pada harus kembali ke Jogja dan berremu Tias. Galih menyugar rambutnya dengan kasar, baru kali ini dia menghidari masalah dengan seorang wanita. Bukan takut atau pengecut, tapi karena dia tidak ingin Mala istrinya marah padanya. Galih memutuskan Ini untuk terakhir kalinya dia menghindar, besok setelah kembali ke Jakarta, dia harus menyelesaikan masalah ini secepatnya. Hubungannya dengan Mala baru saja akan dimulai, Galih tidak ingin ada perusak rumah tangganya masuk dan mengobrak abrik kebahagiaanya.
"Tidak perlu pusing menghadapi wanita seperti itu, aku tahu kamu tidak bisa melakukan apapun padanya karena istrimu. Kamu urus saja istrimu dan aku yang akan mengurus dia" tawar Alan pada Galih yang menimbulkan rasa curiga Galih pada sepupunya itu.
__ADS_1
"Kamu tidak takut Alya akan semakin membuat masalah denganmu?" tanya Galih menjawab tawaran Alan.
"Hubunganku dengan Alya sudah tidak baik sejak awal menikah. Kamu sangat tahu itu, jadi biarkan saja dia terus melakukan apa yang dia inginkan. Semarah apapun Alya, dia tidak akan menceraikanku"
Galih kembali diam, dia membenarkan apa yang diucapkan sepupunya itu, Alya tidak akan dengan mudah melepaskan Alan, wanita itu sangat mencintai Alan sampai mengunakan cara apapun agar bisa menikah dengan sepupunya.
"Aku hanya ingin membantumu, setidaknya bisa sedikit meghapus kesalahan yang pernah aku lakukan" ucap Alan maksud dan tujuannya.
"Aku pikir kamu ada niat untuk melakukan hal yang sama dengan istriku" Alan terkekeh mendengar pernyataan Galih.
"Istrimu wanita baik-baik, aku tidak akan merusaknya. Berbeda dengan dua wanita sebelumnya. Asal kamu tahu, Kiara bahkan sudah tidak perawan saat pertama kali kami tidur bersama, aku pikir kamu yang mendapatkanya terlebih dulu, tapi ternyata bukan"
"Kamu tahu siapa laki-laki itu?" tanya Alan, Galih yang sibuk dengan pikirannya sendiri memalingkan wajah menatap sepupunya.
"Abiansyah, pria yang dulu cukup dekat dengan istrimu" sebut Alan nama laki-laki yang pertama kali tidur dengan Kiara.
Untung saja Galih sudah berhasil memasuki Mala dan tahu jika istrinya masih virgin. Jika tidak dia pasti akan menduga-duga jika Mala mungkin saja sudah tidur dengan Abi. Mengapa Galih harus berpikir buruk tentang Mala? Istrinya itu wanita baik-baik seperti yang Alan katakan, jika Mala tahu itu pasti akan meyakitkan hatinya. Galih harus minta maaf untuk hali ini.
__ADS_1
Mala sedang membaringkan tubuhnya di kamar yang disediakan Eyang Retno untuknya dan Galih. Tanpa diketahui Galih dan Alan, Mala mencuri dengar percakapan mereka berdua. Sayangnya Mala tidak mendenggar dari awal, dia hanya menyimak saat keduanya membicarakan Kiara dan menyebut nama Abi. Seketika ingatanya kembali kedelapan tahun yang lalu, saat itu dia mengunjungi kediaman orang tua Tias dan Abi. Mala belum lama kenal dengan Tias, tapi sudah cukup dekat dan biasanya dia akan langsung masuk kekamar sahabatnya itu bila berkunjung, bukan dia yang tidak sopan tapi Tias sangat pemalas walau hanya sekedar menemui Mala di ruang tamu. Namun hari itu asisten rumah tangga keluarga Tias melarang Mala masuk ke kamar sahabatnya.
"Kenapa bik? tanya Mala tidak mengerti.
"Dikamar neng Tias sedang ada tamu juga" jawaban asisten rumah tangga itu membuat Mala hanya bisa membulatkan bibirnya dengan mengeluarkan suara O.
"Ya udah deh, Mala tunggu di halaman belakang aja kalau gitu, tolong bibi kasih tahu Tias" ucap Mala.
Sambil menunggu Tias, Mala melihat sosok Abi sedang berenang di kolam renang yang ada di kediaman Tias. Hari itulah, Mala bertemu Abi dan akhirnya berkenalan untuk pertama kalinya. Setelahnya dia jadi dekat dengan Abi bersamaan dengan semakin dekat juga hubungannya dengan Tias. Setiap dia pergi dengan Tias, akan selalu ada Abi yang menemani mereka. Sikap dan perhatian Abi membuat Mala jatuh cinta, cinta yang tidak berani Mala ucapkan.
Mengingat ucapan Alan tentang Abi dan Kiara, Mala tidak yakin jika Abi pria seperti itu. Selama dia mengenal Abi, tidak pernah sekalipun Abi menunjukkan padanya jika dia pria bebas yang suka tidur dengan wanita tanpa ikatan. Memang saat itu Abi belum seperti sekarang, dia masih suka bersentuhan dengan lawan jenis termasuk pada Mala yang sering digandengnya jika mereka sedang berpergian.
Setelah empat tahun mengenal dan cukup dekat dengan Abi, pria itu tiba-tiba berubah dan memutuskan untuk hijrah. Dia mulai tidak menyentuh lawan jenis, sudah tidak lagi mengenggam tangan, memainkan rambut dengan mengacak-acak pucuk kepala atau mengusap sayang dengan membelai rambut, bahkan tidak lagi mengecup kening Mala setiap kali mereka akan berpisah.
Mala menghargai keputusan Abi untuk berubah, hal itu membuat Mala semakin menganggumi Abi. Sampai akhirnya mereka tidak lagi bisa bertemu karena Abi harus pergi ke luar negeri. Mala terkadang merindukan kehadiran Abi, rasa cintanya tidak pernah padam walau laki-laki itu jauh. Kehadiran ketiga sahabatnya itulah yang sedikit banyak mengalihkan pikiran Mala dari sosok Abi.
Setelah empat tahun hijrah, baru kemarin Abi kembali menyentuhnya dan kembali mencium keningnya. Entah apa yang ada dalam pikiran Abi, hingga dia melanggar aturan yang dia terapkan. Sayangnya Mala sudah kehilangan rasa bergetar saat Abi menyentuhnya lagi. Kini Mala mengerti, perubahan seorang Abiansyah setelah memiliki putra. Lalu kemana saja Mala selama itu, sampai tidak tahu saat Abi sering bersamanya, laki-laki itu sudah memiliki putra.
__ADS_1
......⚘⚘⚘⚘......
...Biarkan Aku Bahagia...