
maaf lama up nya.
karena kemarin aku harus pulang ke rumah orang tua yang jauh di sebrang pulau karena papa aku sakit. Jadi aku gak sempet untuk Up novel ini.
dan sekarang aku baru Up.
happy reading temen2 semua semoga suka sama cerita kehaluan ku haha..🙏
****
Sambil menyiapkan sarapan aku bergumam sendiri dan pikiran ku berkenala kesana kesini aku masih penasaran atasan ku seperti apa, galak atau tidak ya hahahahhah....
harus nya aku berdoa ya semoga Hari ini aku dapat bos dan partner kerja yang seru....
akhirnya aku sudah siap.
Sambil menunggu taxi online datang aku selfie dulu biar menjadi kenangan yang bersejarah.
Di hari pertama aku menggunakan atasan merah polkadot dan lipstik yang sesuai dengan baju yang aku kenakan. Dengan rambut yang aku kepang. Kenapa di kepang? Karena aku suka rambut di kepang. Biar aku makin semangat bekerja di hari pertama.
tiiiinnnnn.... tinnnnn....
akhirnya suara klakson mobil yang aku pesan datang. Siap meluncur ke kantor dengan perasaan deg deg deg an.
setiba di kantor aku langsung masuk ke ruangan
ku yang dimana di hari ini hari pertama ku bekerja mengais rezeki. meluapkan semua ide - ide desain yang ada di otak ku. Dan mengumpulkan semua pengalaman-pengalaman berharga untuk ku.
ruangannya sangat asik, minimalis dan sesuai dengan selera aku.
"hmmm....
seperti nya aku datang terlalu pagi" gumam ku
tidak lama terdengar suara hentakan kaki yang terburu-buru dan terhenti karena dia kaget melihat ku disini
" siapa kamu? ngapain ada di sini? " tanya Seorang wanita berkacamata bulat aku taksir dia umurnya beda 10tahun dengan ku.
" eh.... maaf saya Lala karyawan baru disini. Apakah benar ini Ruangan bagian design? " tanya ku ragu. Ragu kalau aku salah ruangan
" ohhh, karyawan baru itu. kirain siapa. Saya Farida kepala tim bagian design. Kamu duduk di Deket jendela itu ya. Taro barang - barang mu nanti ke ruangan saya sambil menunggu rekan-rekan yang lain datang paling sebentar lagi mereka datang. " Jelas Bu Farida sambil melihat jam yang masih menunjukkan Jam 7 pagi aku datang lebih awal 30 menit yang biasa nya 7.30 itu waktu nya Morning breafing sebelum kerja di mulai jam 8.00
" baik Bu " kata ku yang setelah itu menaruh barang-barang ku di meja dan bergegas ke ruang Bu Farida.
TOKKKK..... TOKKKK... TOKKK....
" masuk " ucap Bu Farida dari dalam
" permisi Bu, ada yang bisa saya bantu? " tanya ku sambil melihat Bu Farida yang dimeja nya berserakan kertas-kertas sepertinya sedang ada proyek.
" ohhh ia ia. sambil menunggu rekan-rekan yang lain tolong bantu saya susun materi rapat ini ya karena nanti saya jam 10 ada rapat bersama Direktur. Job desk kamu nanti aku bahas saat morning breefing nanti " ucap Bu Farida sambil menatap layar komputer.
" baik Bu. " ucap ku sambil segera menyelesaikan tugas yang di berikan Bu Farida sampai waktu nya Morning breefing. Bu Farida memperkenalkan ku pada teman-teman di tim Design.
Tim design tidak lah terlalu banyak hanya 4 orang di tambah 1 orang ya Bu Farida itu.
Aku memilik teman-teman baru mereka sangat humoris dan baik banget ada Firda, Damar , Toni, aku dan Bu Farida
Jobdesk aku hari ini harus membuat design ruangan kerja yang minimalis , elegan, maskulin. karena Bu Farida ingin tau design aku seperti apa apakah cocok dengan selera CEO baru di perusahaan yang aku bekerja sekarang ini.
Perusahaan aku ini perusahaan sangat lah besar banyak banget anak perusahaan ada di bidang Rumah sakit, sekolah, perhotelan, advertising, Pertambangan, properti , dan masih banyak lagi.
sedangkan aku bekerja di bidang properti di bagian design interior gitu.
__ADS_1
aku harus menyelesaikan tugas itu dengan batas waktu yang sangat-sangat lah singkat 2 hari kemudian design ku harus sudah ada di meja Bu Faridah.
aduh aku deg-degan takut tidak sesuai dengan selera si CEO baru itu.
****
akhir nya aku selesai juga design interior untuk si CEO yang belum aku kenal.
" aku suka sama ide design kamu. tadi pagi saya dapat mandat dari CEO dia akan datang hari ini kesini dia mau lihat design yang kamu buat. Berhubung saya ada janji sama client apakah kamu bisa nanti ke ruangannya beliau di lantai 30? Nanti saya infokan ke sekertaris beliau " kata Bu Faridah
" baik Bu. Jika nanti ada koreksi saya jadi lebih tau keinginan beliau untuk ruangan seperti apa. " jelas ku
" Bagus. Nanti Pak Yohan sekretaris Pak Bob akan menelpon ke meja kerja saya. Nanti klo ada telepon di meja saya tolong angkat ya. " jelas Bu Farida yang sedikit membuat ku kaget.
" maaf Bu siapa nama CEO kita? " tanya ku untuk memperjelas apa yang aku pikirkan
" kamu gak tau nama CEO baru kita? astaga.
kamu itu seharus nya tau bos kamu siapa CEO kamu siapa, namanya Pak Bob. Seharusnya sih Tahun kemarin dia jadi CEO gak tau deh kenapa di undur " jelas Bu Farida
" ohhh gitu Bu. baik Bu nanti saya yang menghadap beliau " ucapku sambil berkata dalam hati semoga bukan Bob breng**k itu. Tapi gak mungkin lah kalau si Bob itu kelakuannya aja gak cocok dehhhh....
tak lama kemudian telepon ruang Bu Farida berdering
" Selamat siang dengan bagian design. Ada yang bisa saya bantu? " ucap ku
" saya Yohan mau memberi tahu pak CEO sudah ada di ruangannya segera bawa designnya sekarang ya Gak pake lama ! " ucap seseorang di sebelah sana dengan nada tegas
aku bergegas ke ruangan si CEO itu setelah sampai aku mengetuk pintu setelah diijinkan masuk Aku semakin gemetaran, keringat dingin tiba-tiba mengucur deras di dahi ku, nafas ku tersengal-sengal.
" mana designnya" ucap nya sambil melihat layar komputer sampai belum sadar kemunculan ku di sana
" MANA DESIGNNYA. KAMU TU......" Tiba-tiba kata-kata nya terputus kaget melihat ku ada di ruangannya
" kamu... ngapain ada di sini ha? masih mau balas dendam? atau kamu sadar kalau kamu masih cinta sama aku? " ucap si Bob breng*** itu sambil mendekati aku sambil mengunci pintu dan menutup jendela dengan remot di tangannya dan aku masih berdiri kaku di tempat rasanya sulit sekali melangkah kaki untuk kabur dari ruangan itu. Bibir ku juga terasa kaku sulit untuk berbicara
" bibir mu masih seksi sayang...... cuppp " lanjut Bob sambil mengecup bibir ku aku kaget dan melotot .
Jujur, di hati ku masih ada Bob. Aku masih mencintainya tapi aku sangat kecewa dengan sikap nya dulu. Aku merindukan nya ... batinku
tiba-tiba saja Bob menciumiku lagi tapi lebih ganas dan kasar, tapi aku menikmati nya seakan aku terhipnotis olehnya. Tanpa aku sadari tangan ku mengalungkan di lehernya, tangannya mulai menjalar kemana-mana dari kepala, ke dada dan ke bok*** ku
"Boob...... " kata ku sambil menitikkan air mata
akhirnya Bob menghentikan ciumannya
" kenapa La? aku merindukan kamu. Maaf aku mengecewakan kamu dulu. Aku masih mencintai kamu La. " ucap nya pada ku . Aku lihat di wajahnya sangatlah tulus
" maaf Bob! aku masih bingung tentang perasaan aku. Aku juga masih kecewa dengan apa yang kamu lakukan pada ku " ucap ku sambil mendorong halus tubuh Bob
" Baik lah aku akan memberikan waktu pada mu La. btw, apa yang kamu lakukan disini La? " tanya Bob
" ahhh.... aku kerja di sini Bob. aku gak tau kalau ini punya keluarga kamu." ucap ku
" apa kamu lupa? nama ku Bobby Putrajaya . Ayah ku David Putrajaya dan nama perusahaan ayahku ka PT. Jaya Abadi dan ini salah satu anak perusahaan papa PT. Aneka Jaya dan aku sekarang di mandatkan papa untuk mengelola perusahaan ini. " Jelas Bob sambil mengelus-elus punggung tanganku
" hmmmm..... Bagaimana la apa kita bisa memulai dari awal lagi? Bagaimana kita menikah saja? " tanya Bob
" aaaahhhh...... oh ia Bob ini design yang kamu minta aku tadi lupa berkasnya ketinggalan tapi tadi aku sudah simpan di flashdisk ku ini. kamu mau lihat? " jawab ku mengalihkan pembicaraan Bob
" santai saja la. gw yakin sama hasil kamu kok. kamu tau selera aku seperti apa kan? " ucap Bob sambil membuat kan minuman yang di minibar ruangannya itu dan menyerahkan minuman itu ke aku
" nih, minuman untuk mu aku tau kamu haus. " ucap Bob dan aku menerima minuman itu tanpa curiga dan menghabiskan minuman itu dalam sekejap
prangggggggggg
gelas pun jatuh tak lama badan ku terasa panas semakin panas. Rasa gairah dalam tubuh ku tak tertahan lagi. Dada ku serasa semakin kencang. Bob mendekati aku dan bertanya
__ADS_1
" La, kamu kenapa? kamu sakit? " tanya nya
" Bob, kok panas sih? AC nya mati kah? aduh aku gerah. " jawab ku sambil melihat wajah Bob. Tapi aku semakin bergairah melihat wajah Bob tanpa ku sadar aku menarik Tangan Bob dan mencium nya dengan ganas dan gairah. aku membuka kancing baju ku hingga tersisa B*a . Aku meminta Bob untuk menghisap gunung kembar ku.
Tidak pakai lama Bob langsung mengulum dan memainkan pu**ng ku dan titik sensitif ku.
ahhhhh Gila Bob membuat ku melayang. aku harus mencegah lebih dalam lagi. Tapi pikiran ku dan tubuhku seakan tidak bisa bekerja sama
" aaargggghhhh...... Bob, aku gak tahan aaaaaahhhhh..... " kata-kata ku yang kacau
daaannnn "aaaaaahhhhh.... plissss Bob masukan aku sudah gak tahan lagi.... dan AAAWWWWWWW.... " teriak ku sambil mencakar tubuh Bob aku gak tau lagi apa yang terjadi aku menikmatinya seakan aku terhipnotis dan ketagihan sampai aku tak sadarkan diri lagi
******
"aaaw.... " teriak ku merasakan bagaian intim ku sangat lah sakit ..
" dimana aku? " tanya ku pada diri sendiri sambil menatap sekeliling ku dan mendapatkan sesuatu di sebelah ku.
astagah Bob...
apa kemarin aku.
Ya ampun... bodohnya aku melakukan itu .
aku memang masih mencintainya tapi kenapa aku tak bisa menjaga sesuatu yang berharga yang seharus nya aku mempersembahkan untuk suami ku nanti.
Aku langsung berlari meninggalkan tempat itu. Besok mungkin aku akan mengundurkan diri dari tempat ini. ehhhhh bukan sekarang aja aku mengundurkan diri
" pa, ma maafkan aku ya sudah membuat kalian kecewa hiksssssss. " gumamku sedih
sesampainya di kontrakan ku aku mengurung diri ku di kamar bingung apa yang harus aku lakukan.
sampai akhirnya tanpa ku sadari Jason masuk ke kamar ku dan menemukan ku
" Lala, lu kenapa? muka lu kenapa jelek begini? ada apa? Semalem lu kemana? di telepon gak di angkat. gw kesini gak ada orang" ujar Jason yang panik saat menemukan ku yang dengan mata sembab, wajah tanpa ekspresi.
" Jasonnnnnnnn...... Jasonnnn..... bawa gw pergi Jason. Gw gak sanggup lagi. huaaaaaaaaaaaa " ucapku sambil terisak-isak dan memeluk erat Jason.
" lu kenapa la? ada yang nyakitin lu? sini cerita sama gw deh. kalau lu gak mau cerita yaudah lu tenang dulu. Lu udah makan belum? " kata Jason cemas aku hanya bisa menggelengkan kepala ku
" astagah lu belum makan? mau makan apa? nanti gw suruh si Pak Usup untuk membelikannya."
" terserah." ucap ku
" baiklah. Sudah jangan menangis lagi La. Gw sedih banget kalau lu sedih. Lu harus bertenaga. apa lu masih belum mau cerita sama gw? apa yang terjadi sama lu? " Jason masih penasaran
" hmmmmm...... baiklah gw akan menceritakan pada mu. tapi janji bawa gw pergi jauh Jason. Gw sudah gak tahan lagi. " ucap ku sambil gemetar.
Dan aku menceritakan semua nya ke Jason sambil menangis dan aku meluapkan kesedihan pada Jason. Dan aku melihat Jason marah
" Astagaaaaaa. SIALAN SI BOB! GW AKAN BUNUH DIA DENGAN TANGAN GW! SUDAH LAH LA GW AKAN BERTANGGUNG JAWAB. SEKARANG JUGA KITA PERGI DARI SINI. LU IKUT GW KE AUSTRALIA. SEHABIS MAKAN BERSIAPLAH. GW PERGI SEBENTAR. " ucap Jason dengan nada tinggi. dan aku hanya mengangguk kan kepala.
aku pun segera bersiap-siap,
meninggalkan semua nya. meninggalkan rasa kekecewaan ku.
meninggalkan rasa sakit di hati ku.
semoga dengan meninggalkan semua ini aku.
apa yang harus aku lakukan jika mama dan papa tau? masa depan ku hancur seketika.
oohhhh, Tuhannnn maafkan hamba mu ini atas segala dosa ku Tuhan aku sudah tak layak lagi untuk hidup. ucap ku dalam hati sampai aku bunuh diri saat melihat pisau di dapur untuk memotong urat nadi ku ini.
Tess menetes darah ku ke lantai, kepalaku melayang dan penglihatan ku semakin meredup dan lemas seketika
" Happpppppp. " terdengar suara seseorang dan aku merasakan tangan kekar yang memegang tubuh ku sebelum tubuh ku menyentuh lantai.
__ADS_1
Aku tak tau itu siapa, setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi.