BIARKAN AKU BAHAGIA

BIARKAN AKU BAHAGIA
15. Tias dan Ardi


__ADS_3

Tias turun dari mobil yang dikendarai Ardi, setelah mereka sedikit berdebat. Tadinya Tias dan Ardi akan makan siang berdua tapi tiba-tiba Ardi menerima telepon dari ibunya dan meminta putranya untuk menemaninya makan siang. Tias menolak ajakan Ardi untuk makan siang bersama Bu Fatma. Dia tidak ingin ibu Ardi yang juga dosennya melihat Ardi lebih dekat dengannya dari pada dua sahabatnya yang lain.


Tias melangkah dengan perasaan kesal karena makan siang hanya seorang diri menuju restoran yang menjadi salah satu tempat favorit bersama sahabatnya.


Kekesalan Tias hilang saat dia melihat seseorang yang memenuhi ruang hatinya sejak pertama bertemu sedang duduk sendiri. Dengan yakin Tias melangkahkan kakinya menuju meja dimana sang pujaan hati berada. Pikirnya tidak ada salahnya dia mencoba berusaha mendekati cinta pertamanya dan mengakrabkan diri dengan pria itu.


"Maaf saya tidak sengaja" ucap Tias saat dia tidak sengaja menabrak seorang pria karena terlalu sibuk dengan telepon genggamnya untuk menghubungi Mala dan Zoya.


Tias baru saja sampai di bandara untuk menjemput kedua sahabatnya Mala dan Zoya yang baru pulang dari Sidney untuk menghadiri undangan saudara Mala yang menikah dengan pria berkewarganegaraan asing. Dia terlambat tiga puluh menit karena terjebak macet, karena itu dia menghunbungi kedua sahabatnya sambil berjalan dengan cepat untuk sampai dipintu kedatangan internasional yang membuatnya menabrak seseorang.


Pria itu tidak menjawab, bahkan memasang wajah dingin namun tidak bisa menutupi ketampanannya. Tias terpesona saat melihat wajah tanpan pria yang ditabraknya, dia jatuh cinta pada pandangan pertama.


Sejak saat itu Tias terus berharap dia bisa kembali bertemu dengan cinta pertamanya, dia berusaha mencari tahu siapa sosok pria yang membuatnya jatuh hati tapi tidak pernah membuahkan hasil.


Bertahun tahun lamanya Tias memendam rasa, dia tidak bisa menemukan kembali pria yang dia cintai. Tias menyerah, dia akan melepas cinta pertamanya dan membuka hati untuk yang lain.


Namun takdir berkata lain, Tias kembali dipertemukan dengan cinta pertamanya. Keberuntungan menghampiri Tias, kala itu tanpa sengaja Tias melihat pria tersebut berada disebuah perkantoran, dimana Tias bersama Ardi sedang mencari informasi untuk mahasiswa yang ingin mendaftar magang.


Tias tidak pernah menyangka kalau cinta pertamanya ternyata selama ini bekerja di salah satu perusahaan yang jadi rekomendasi dosennya untuk magang.


Ketiga sahabatnya dibujuk untuk memilih perusahaan dimana sang pujaan hati bekerja sebagai tempat magang mereka, tanpa memberi tahu apa tujuan Tias yang sebenarnya. Beruntungnya lagi ketiga sahabatnya setuju dengan keinginan Tias, karena perusahaan itu salah satu perusahaan besar yang bisa memberi banyak wawasan untuk mereka selama magang.


Satu bulan berlalu, Tias dan ketiga sahabatnya mendapat kabar kalau mereka di terima magang di perusahaan yang diinginkan Tias. Segala rencana Tias susun untuk bisa mendekati sang pujaan hati.


Hari pertama magang Tias belum bisa menemukan pria yang dicintainya sampai waktunya makan siang tiba. Hari pertama magang, Ardi mengajak Tias dan kedua sahabatnya pergi ke tempat makan milik pamanya.


Ditengah-tengah menikmati makanannya, Tias melihat pria yang dicintainya berjalan dengan seorang wanita. Ada perasaan sakit dihatinya saat tahu pria itu sudah memiliki kekasih. Tias merutuki dirinya yang bodoh, tentu saja pria itu memiliki kekasih, dia tampan dan sudah bekerja. Tias menundukkan kepala tidak ingin melihat kemesraan sang pujaan hati bersama wanita lain.


Terdengar keributan mengalihkan kesedihan Tias yang ingin tahu apa yang terjadi. Dia melihat keributan berasal dari meja dimana cinta pertamanya berada.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kamu mau menikah dengan wanita lain sedangkan selama ini aku adalah kekasihmu"


Tias terkejut dengan ucapan kekasih pria itu, dia ikut kecewa, merasa ini tidak adil untuknya. Kenapa di saat bisa menemukan pria itu dia harus mendapatkan kenyataan pahit.


"Menikah" gumam Tias dalam hati.


Dia tidak akan membiarkan itu terjadi, pria itu harus menjadi miliknya. Tias akan melakukan apapun untuk mendapatkan cinta pria itu, apa lagi setelah dia tahu siapa calon istri pria itu. Wanita yang tidak mencintai kekasih hatinya yang bisa dia jadikan jalan untuk mempermudah rencananya mendapatkan pria itu.


"Selamat siang pak" Sapa Tias pada sang pujaan hati. Tanpa dipersilakan duduk Tias menjatuhkan pantatnya dikursi yang berada diseberang pria tampan tersebut.


"Siang" jawab sang pria.


Tias sangat bahagia sapaannya di jawab oleh sang pujaan hati, apa lagi pria itu tidak marah dan membiarkan dia duduk dihadapannya. Tias memasang senyum tercantiknya untuk menggoda, sayangnya sang pria hanya diam tanpa mau melihat kearahnya.


"Sayang" panggil Galih pada Mala dan langsung meraih tangan istrinya dan menyuruhnya kembali duduk disampingnya.


Galih adalah cinta pertama Tias, karena itu dia tidak suka Mala menerima lamaran Galih dan menghubungi sang kakak Abiansyah agar segera pulang untuk menikahi Mala gadis yang dicintai sang kakak dan dia yang akan mengantikan posisi Mala.


Tapi apa daya Tias tidak bisa memaksa, Abiansyah tidak bisa kembali ketanah air karena harus memuĺihkan perusahaan keluarga mereka yang hampir gulung tikar.


Karena sakit hati dan kecewa, Tias melakukan perbuatan yang seharusnya tidak dia lakukan. Setelah akad nikah Galih dan Mala, Tias langsung pamit. Ardi yang kalah itu melihat Tias tidak baik-baik saja mengikuti sahabatnya. Tias kembali kerumahnya dan langsung masuk kekamar diikuti Ardi.


"Tias kamu kenapa?" tanya Ardi begitu melihat Tias menangis.


"Ar, cinta pertamaku. Dia menikahi Mala" ucap Tias sambil terisak.


Ardi mendesah, direngkuhnya tubuh Tias masuk kedalam pelukannya. Ardi sudah tahu begitu melihat Tias menolak perjodohan Mala dan Galih. Hal yang sama yang dia lakukan karena dia juga mencintai Mala dalam diam selama ini.


"Hey jangan sedih, masih banyak pria lain diluar sana yang akan mencintaimu atau sayang padamu" Ardi mencoba menghibur Tias.

__ADS_1


Sungguh diluar dugaan Ardi, Tias melepaskan pelukannya lalu mencium bibirnya. Mereka berpangutan sampai kehabisan nafas.


Tidak hanya sampai disitu, ciuman panas mereka menuntut lebih. Sebagai laki-laki normal, tentu saja Ardi tergoda, hilang sudah apa yang dia jaga selama ini pada Tias sebagai sahabatnya.


Ini bukan kali pertama bagi Ardi, selama ini dia biasa bercinta setiap dia memiliki kekasih. Kebiasaan buruknya berhenti saat dia jatuh cinta pada Mala, dia memperlakukan ketiga sahabatnya sangat baik sehinga ketiganya tidak pernah tahu keburukannya dimasa lalu.


""Ar, biarkan aku bahagia hari ini" ucap Tias lalu kembali mencium bibir Ardi sambil membuka kancing kemeja Ardi satu persatu.


"Yas jangan memancing singa yang sedang tidur" bisik Ardi. Akal sehatnya masih berjalan, dia tidak ingin menodai sahabatnya sendiri.


"Biarkan aku bahagia Ar" jawab Tias, tangannya sudah berhasil membuka semua kancing kemeja Ardi.


"Jangan menyesal setelah ini" ucap Ardi akhirnya.


Tubuhnya sudah tidak bisa menahan sentuhan Tias, sudah lama dia tidak pernah lagi merasakan kenikmatan bercinta dan kali ini sahabatnya sendiri yang menawarkan.


"Tidak akan" jawab Tias.


Keduanya di selubungi kabut nafsu dan apa yang seharusnya tidak mereka lakukanpun terjadi. Ardi membus benteng pertahanan Tias yang tidak bisa menolak setiap sentuhan Ardi yang mampu membuat Tias melambung tinggi dan melupakan sakit hati serta kecewanya.


Ardi menjemput Tias untuk menghadiri pesta pernikahan Mala. Mereka datang lebih awal, sama seperti keluarga Mala dan Galih, para sahabat Malapun disediakan kamar untuk istirahat. Saat mereka tiba, mereka menyempatkan diri menyapa keluarga Mala yang sebagian sudah mengenal Tias.


Namun kegilaan kembali mereka lakukan saat pesta berlangsung, keduanya kembali berbagi peluh untuk kedua kalinya sehingga mereka terlambat hadir di pesta pernikahan Mala dan Galih. Tidak sampai disitu, mereka melanjutkan kembali saat pesta berakhir hingga pagi menjelang.


Dihari-hari berikutnya Ardi selalu menginginkan tubuh Tias, dan dengan senang hati Tiaspun menyanggupi keinginan Ardi. Tidak ada cinta diantara mereka, bagi Tias Ardi mampu membawanya melupakan sakit hatinya saat bercinta dan bagi Ardi Tias mampu melepaskan kedahagaannya selama ini.


...⚘⚘⚘⚘...


...Biarkan Aku Bahagia...

__ADS_1


__ADS_2