BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC ( Perawat Dadakan Plus)


__ADS_3

"A.. apa maksudmu Tuan? Aku kan benar-benar ingin membantumu"


"Hhh" Rey pun hanya tertawa kecil.


Maera masih bingung apa yang di maksud Rey, Tapi dia berusaha focus saat membuka kancing kemeja Rey yang berwarna hitam itu.


Pantas saja tidak ada yang menyadari luka nya, karena darah nya tidak tampak sama sekali.


"Maaf, aku harus membuka kancing kemejamu, untuk membersihkan luka mu."


"Aduh, kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini.. Astaga..." Pekik Maera dalam hatinya.


"Rey pun tiba-tiba memegang tangan Maera seolah menahan nya."


"Apa kau sudah pernah melakukan nya sebelumnya?"


"Ma... Maksud Tuan melakukan apa?" Tanya balik Maera yang gugup.


Entah apa yang ada di pikiran Maera ckkcck... Yang pasti dia salah mengartikan bahasa Rey.


"Tentu saja melakukan hal seperti membersihkan luka, mengobati luka.. Memangnya kau sedang apa?"


"Oh.. eng... Aku merawat ibuku di Rumah Sakit selama bertahun-tahun, jadi aku juga sering membersihkan luka bekas operasi ibuku, aku juga pernah beberapa kali menjadi sukarelawan."


"Oh.. Baiklah, kalau begitu kau bisa teruskan"


Frans yang hanya seperti nyamuk di situ hanya mengamati Maera dan Rey. Dia pikir apa sebenarnya Rey mengenal betul gadis yang di bawanya atau tidak.


Tapi sebenarnya Frans lebih mengamati gadis itu, kagum lembut tepatnya. Dia sendiri takut melihat darah.. ckckck


"Kakak, apa tidak sebaiknya aku menghubungi dokter Zade?


Bagaimanapun lukamu perlu penanganan serius."


"Aku rasa Tuan benar, aku hanya bisa membantu membersihkan dengan dengan alat sterill dan air hangat ini, hanya membantu untuk agar tidak infeksi saja. Walau lukanya tidak cukup dalam, ini harus mendapatkan penanganan lanjut."


Rey dan Frans saling memandang satu sama lain, seakan apa yang mereka pikirkan sama.


Mereka berpikir, Maera sudah seperti suster saja, penjelasan dan kata-katanya cukup jelas.


"Aku tidak ingin menggangu Zade malam-malam begini. Besok saja aku memintanya ke sini."


"Kakak... kau ini sangat keras kepala, apa kau tidak mendengar kata-kata suster... siapa namamu nona?"


"Maera.. Maera Crowne"


"Nah... Suster Maera." Sambung Frans lagi melengkapi kata-kata nya sebelumnya.


"Aku bukan Suster Tuan" Ucap Maera yang merasa malu.


"Tapi sekarang kau sudah jadi perawat, seperti janjimu kepada keponakan ku Jasmine.


Jangan sampai mengingkari janjimu, karena dia adalah kesayangan para RedLink E.C... hehehe" Goda Frans pada teman wanita kakaknya itu.


Maera mendengarkan ocehan Frans sembari terus membersihkan luka Rey.


"Oh... Jadi Tuan adiknya Tuan galak ini, aku kira Tuan anaknya juga."


"Apa?? Apa kau pikir aku sudah se tua itu?"

__ADS_1


"Hahahahha... Kau benar Nona, dia sudah seperti ayahku.." Ledek Frans merasa puas ada yang bisa mengolok kk Rey nya.


"Shitttt.." Kesal Rey karena di olok Frans.


Baru saja Rey mengumpat dia pun sempat berteriak kecil menahan sakit saat Maera menekan kain pada lukanya itu.


"Akhh.."


"Apa kau tidak bisa lebih pelan Nona?"


"Maaf Tuan, tapi rasanya aku sudah sangat pelan, seharusnya Tuan bisa menahan sedikit saja."


"Aku harap kau tidak sengaja menyakitiku. Membalas dendam karena tadi aku sudah memberikan mu shock therapy, hem?"


Maera pun merasa sedikit kesal karena di tuduh seperti itu. Dan terlintas lagi ingatannya tentang First Kiss yang di rampas tanpa Izin darinya. Tapi dia tidak kehabisan ide membalasnya.


"Akhh... Kenapa kau malah menekannya semakin kuat, hey Nona??"


"Maaf, ini harus di lakukan untuk mengambil noda yang tak terlihat."


"Kau... Huh, untung saja aku dalam. keadaan terluka, jika tidak sudah ku geret kau ke kandang Xon"


Frans yang bingung dengan apa maksud mereka berdua, hanya bisa menggelengkan kepala dan senyum sendiri.


Sementara itu Lisa yang tadi sedang membuat kan Teh sudah kembali, dan membawakan nya ke kamar tamu itu.


Dia agak merasa heran, mengapa sekarang Maera dan Rey berpindah posisi. Rey di ranjang dan Maera di kursi


"Tu.. Tuan apa yang terjadi dengan mu?"


"Melisa, Kakakku sepertinya mendapat hukuman karena dia sering menyakiti adik dan putrinya ckckck."


"Yakk, masih Sempat-sempatnya kakak mengancam di situasi sedang terluka, cih"


Lisa yang entah kenapa tidak suka melihat Maera membersihkan luka Rey, dia pun menawarkan diri untuk menggantikan nya.


"Biar aku saja yang membersihkan nya Nona."


"Tidak apa-apa Nyonya, ini sudah hampir selesai."


"Lisa, dia sekarang sudah jadi suster pribadi kak Rey, jadi biasa saja dia yang melakukannya."


"Dan Maera, kau bisa memanggilanya Lisa saja, Lisa adalah asisten rumah tangga di sini, kau bisa bertanya padanya jika kau butuh sesuatu." Sambung Frans lagi menjelaskan lebih detail.


"Hmm.." Jawab singkat Maera.


"Apa gadis ini mau coba-coba menggantikan posisi Nyonya Rema di rumah ini? Cih, Jangan harap semudah itu."


"Baiklah, aku permisi dulu Tuan."


Lisa pun keluar dari kamar itu.


sementara Frans dia mendapatkan sebuah panggilan di ponsel nya, dia pun ikut keluar untuk mengangkatnya.


karena ia khawatir akan mengganggu ketenangan kakaknya yang sedang di rawat.


"Ehm.. Sudah selesai Tuan, sekarang aku tinggal memakaikan perban pada lukamu."


"Hmm, Lalu apa lagi sekarang?"

__ADS_1


Maera terdiam sejenak, dia masih memikirkan bagaimana harus membalut perbannya.


"Jika ku tempel saja nanti tidak akan kuat, tapi jika ku lingkaran, nanti dia berpikir aku ingin dekat-dekat. serbasalah."


"Apa lagi yang kau tunggu Nona? Tolong kau percepat, aku sudah lelah." Pinta Rey yang heran kenapa Maera memasang wajah bingung nya.


"Ya sudah lah aku lakukan yang terbaik saja, aku harus profesional" Seolah dia benar-benar perawat saja harus profesional ckck.


Dugdagdigdug....


Jantung mereka saling berdegub kencang lagi saat itu.


"Sial, kenapa dia semakin cantik dan manis saja, jika terlalu dekat.."


Rey yang tidak tahan dengan godaan bibir Maera yang kini tepat di hadapan nya, kembali menarik pinggang Maera lalu kembali lagi mengambil paksa bibir Maera yang padat mungil itu.


Seakan bibir itu memiliki magnet tersendiri bagi Rey. Dan Rey pun seakan menjadi candu pada bibir Maera.


"Mmmmmm"


"Apa Pria ini tidak waras?? Dia terus saja mengambil bibirku dan nafasku menjadi sesak karenanya."


Maera meronta saat Rey mulai terus memasukkan lidah nya kedalam mulut Maera, Maera yang tak mengerti situasi itu terus saja memukulkan tangannya ke dada Rey.


"Kenapa gadis kecil ini membuatku candu?"


semakin Maera meronta, entah kenapa Rey semakin suka dan semakin melu.. mat bibir itu dengan cepat.


Rey seakan tidak perduli, walau dia tau pasti Maera tidak terbiasa melakukan adegan ciuman tapi dia tetap menikmati perannya sendiri.


Lisa yang masih mengintip dari kejauhan pada kamar yang pintunya tidak tertutup itu pun berkata kesal.


"Sial, gadis itu kelihatannya saja polos dan masih anak-anak... tapi menjijikkan, cih. wanita murahan sama saja dengan wanita lainnya." Umpat Melisa dalam hatinya.


Semantara itu Frans yang berniat kembali ke kamar juga kena imbas nya karena menyaksikan adegan itu.


"Akh, Siall.." Umpat Frans yang merasa malu melihatnya.


"Astaga, bahkan sedang terluka pun dia masih saja menyempatkan. huh"


Frans pun memutar kembali badannya, tidak jadi masuk kedalam kamar.


Kemudian Frans melihat Lisa yang masih mematung melihat ke arah Rey dan Maera yang berada di dalam kamar. Ia pun menghampiri nya.


"Lisa, ckckck... apa kau heran melihatnya? Harusnya kau tidak heran lagi.


Kakakku kan memang Brandal Penguasa Cinta. Aku malah kasihan pada gadis malang itu. Hh..."


Lisa pun tampak gugup, karena baru saja kepergok mengamati Tuannya dari situ.


"Ti...Tidak Tuan, aku tidak sengaja melihatnya."


"Kerjakan saja pekerjaanmu! Biarkan mereka berdua, jangan diganggu!"


Tentu saja Frans mengerti perasaan kakak nya yang sudah lama menduda itu, ia pun memberikan kesempatan pada kakak nya untuk melepas jomblo nya. Kwkwkwk.


...*****...


Hai Para pembaca yang budiman... Mohon dukungannya untuk karya saya yah, smoga saja kalian suka.

__ADS_1


Jangan lupa untuk Like+Komentarnya biar aku makin semangat melanjutkan nya.. Terima kasih semua...


__ADS_2