
Pagi hari yang cerah menitikkan sinarnya membelah bumi seperti pembelahan duren tadi malam.
Maera yang masih merasakan sakit di seluruh badannya bahkan tak mampu bergeser dari tempat nya.
Rey hanya terkekeh meledek istrinya itu sembari terus menggodanya. Tapi ia juga tidak berhenti menciumi gadis polos nya yang sudah di kuasai nya sepenuh nya itu.
"Sayang, biasanya kita harus melakukannya 2-3 kali dalam sehari baru kau bisa menghilang kan rasa pegal dan sakit di akar itu." Goda Rey pada Maera, ia spontan memiliki ide licik nya untuk memperdaya istri polos nya itu.
"Benarkah? Apa memang harus seperti itu kak?"
"Ehm... Apa kau mau aku menghukum mu sayang?"
"Iya maaf kak.. eh sayang... "
"Aku akan mengambil kan makanan dan teh untuk mu. Kau perlu tenaga untuk proses cangkok lainnya, agar kita pohon kita cepat berbuah." Rey sembari menciumi Maera yang masih terbaring di ranjang itu.
"Maksud sayang mencangkok pohon di kebun?"
Rey spontan menjepit hidung Maera saking gemas nya.
"Ckckck istri ku yang manis.... Mencangkok yang di maksud adalah melakukan hal seperti semalam sayang"
"Oh maaf sayang, aku baru tau nama lain malam hubungan suami istri adalah mencangkok" Ucap Maera tetap masih dengan mode muka datar nya."
"Hahaha"
Rey pun tak kuat menahan tawanya melihat kepolosan istrinya itu..
"Sayang kenapa kau tertawa? Memangnya ada yang lucu dengan ucapan ku?" Maera memajukan bibir nya merasa di olok.
"Bukan begitu sayang maafkan aku ckckck. sebaiknya aku pergi dulu kebawah, jika tidak bisa-bisa aku malah memakan mu. "
"Sayang, apa kau juga akan memakan daging manusia?"
"Astaga sayang, aku bukan monster hem.. "
"Tapi sayang, aku khawatir nanti ibu Grace marah kalau kita hanya di kamar saja seperti bertelur dalam kandang"
"Bertelur dalam kandang??" Beo Rey yang begitu asing mendengar istilah itu.
"Iya sayang, orang yang selalu ada di kamar nya tidak keluar sama sekali itu kan seperti ayam yang sedang mengerami telur dalam kandang"
Maera dengan polosnya menjelaskan panjang lebar apa maksud istilah yang sering ia dengar dari lingkungannya yang terdahulu itu.
__ADS_1
"Astaga sayang, ckckck kau itu istriku, tidak akan ada yang bisa memarahi mu termasuk ibu dan ayah, kau jangan khawatir hem"
Rey pun turun kebawah untuk mengambil makanan dan minuman yang ia maksud tadi. Sebenar nya ia bisa saja meminta pelayan yang membawakan ke atas dengan hanya memencet tombol panggilan atau telepon lokal nya. Tapi dia ingin sekali membuat hati Maera senang dengan perlakuan khusus dari nya. Padahal kita sendiri tidak tau IQ Maera akan sampai atau tidak memikirkan hal itu ckckck.
"Rey.. Kenapa kau sendirian? Maera tidak ikut turun?" Tanya Valent saat melihat Rey bersenandung ria tersenyum sendiri.
"Dia masih harus menahankan sakit akibat serangan singa tadi malam"
"Hahahaha... Jadi akhirnya kau melepaskan singa mu itu dari kandang ckckckck, aku bisa membayangkan bagaimana keadaan Maera sekarang." olok Valent yang membuat Rey kesal.
"Kau jangan coba-coba membayangkan istriku Valent, atau kau akan kehilangan Aishe mu nanti" Ancam Rey yang sebenarnya itu pun tidak serius...
"Wohohohoho Ayolah kawan, sekarang kau semakin sensitif saja. Mana mungkin aku mengganggu adik ku sendiri huhh"
"Baguslah, kau ingat juga akhirnya kalau dia sudah menjadi saudarimu ckckck"
Grace yang sejak tadi mendengarkan percakapan Rey dan Valent tersenyum sendiri dari kejauhan. Ia pun berniat mendekati putra dan sahabat putranya itu.
"Sayang, kau tidak boleh membuat nya terlalu lelah. Tapi ibu harap, kau akan memberikan ibu cucu laki-laki. Awas saja jika usaha mu itu tidak membuahkan hasil.!" Goda Grace pada Rey, yang sebenarnya ia memang benar-benar menginginkan cucu laki-laki untuk pewaris garis keturunan Emerald.
"Ibu... ibu tenang saja, jika pun anak pertama dari Maera itu perempuan mama aku akan terus bercocok tanam sampai buah nya laki-laki, ckckck"
"Rey, kau ini memang nya Maera itu pabrik yang harus terus menghasilkan produksi ckckck"
"Berikan salep ini padanya Rey, kau jangan membuat menantuku menjadi penyakitan karena ulah mu"
"Terima kasih ibu, kau memang sangat perhatian hehe" Rey lalu menerima sale itu dari ibunya. Tapi dia juga heran melihat ibu nya yang sudah rapi seperti hendak bepergian.
"Ibu mau kemana? Apa ibu ada acara dengan para wanita sosialita itu?"
"Tidak sayang, ibu ada urusan keluar sebentar. Ada yang harus ibu bereskan."
"Apa aku atau Valent perlu menemani ibu?"
"Tidak sayang, kau temani saja Maera mu, dia membutuhkan mu. Sedangkan Valent dia sebentar lagi juga akan pergi mengurus perusahaan."
Rey melirik ke arah Valent, sebenarnya Rey merasa tidak enak hati pada sahabatnya itu. Bagaimana pun Valent bukan seperti orang lain lagi baginya.
"Maafkan aku Valent, seharusnya aku kembali ke perusahaan sejak kemarin, tapi aku malah membebani mu"
"Kau pikir aku siapa hah? Aku bukan orang lemah kawan, ckckck hanya mengurus itu saja kau sebut beban. Maera yang mengurus mu siang dan malam itu baru beban, hahaha"
"Dasar kau.. "
__ADS_1
"Ya sudah, sebaiknya ibu pergi sekarang, kalian berhati-hati lah selalu."
"Ibu, sebaiknya ibu yang harus berhati-hati. Bawalah beberapa orang mengawal mu ibu. Sangat banyak orang yang ingin mengacau Nyonya Emerald No 1, hem.."
"Tenanglah sayang, ibu bisa menjaga diri. Ibu pergi dulu ya"
Grace sembari ber cepika cepiki dengan Rey dan Valent.
Grace pun pergi meninggalkan Rey dan Valent.
"Valent aku kembali ke atas dulu, jika ada masalah di perusahaan kau langsung hubungi saja aku. Kau jangan menahan nya sendiri, hem" pinta Rey sembari dia pun membawa nampan yang sudah berisi makanan dan teh itu.
Valent hanya mengangguk dan kemudian pergi lebih duluan.
Rey sampai di kamar nya...
"Sayang.. maaf sudah membuat mu menunggu lama."
"Tidak apa-apa sayang... Kak Rey, aku ingin ke kamar mandi, tapi kenapa ini ku sangat sakit digerakkan?" Tanya polos Maera sembari memegang kedua pangkal pahaa nya itu.
Lagi-lagi Rey tersenyum sendiri.
"Itu karena akar pohon mu masih membengkak, sampai berjalan saja masih susah ckckck" Canda Rey dalam hati nya.
"Kak Rey, kenapa kakak malah tersenyum terus sih? Dari tadi kakak selalu saja meledek ku"
"Baiklah sayang, sekarang dengarkan aku, aku akan mengantar mu ke kamar mandi, nanti kau pakailah salep ini agar rasa sakit pada milik ku ini bisa berkurang, hem" Rey sembari menunjuk pada apem tembeem milik Maera itu.
"Kakak, ini kan milikku" Balas polos Maera yang merasa miliknya akan di kudeta oleh Rey.
"Kau mulai lupa lagi, semua yang ada di dirimu itu milikku sayang..ckckck " Rey tak mau berlama-lama ia pun menggendong Maera ke kamar mandi.
Ia bahkan menyiapkan handuk dan lingerie bersih untuk digunakan Maera sehabis membersihkan diri nanti.
"Ya Tuhan sebahagia ini kah diri mu Rey, sampai se bucin itu kau melakukan apa yang tidak pernah kau lakukan seumur hidup mu ckckckck"
...***********...
...MOHON MAAF YAKK KESAYANGANKU SEMUA... AUTHOR NGOS-NGOSAN 2 NOVEL DAN 1 CHAT STORY SEKALIGUS... JADI KALAU AGAK TELAT MOHON DIMENGERTI YAH SAYANG.. CKCKKCCK...
...TAPI JANGAN KHAWATIR TETAP INSYAALLAH AKAN SELALU UPDATE TIAP HARI DEMI KALIAN YANG SETIA.. ...
...I LOVE YOU ALL...
__ADS_1