BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Mempertontonkan Kebucinan)


__ADS_3

Pagi itu sudah kembali ceria seperti biasa nya, bagaimana tidak, singa lapar sudah mendapatkan mangsanya semalaman tadi.


Rey dan Maera baru usai mandi setelah pertempuran yang tak kunjung usai sejak tadi malam.


Maera pun duduk di ranjang sementara Rey sibuk mencari kan baju di lemari yang berasa di ruang khusus pakaian itu. untuk di pakai Maera.


"Sayang, apa kau tidak memiliki pakaian baru lain nya?"


"Hmm itu juga semua masih bagus-bagus kak Rey."


"Sayang, apa suami mu ini begitu sangat miskin sampai kau takut memakai uang nya untuk membeli baju, hem?"


"Bukan begitu kak Rey sayang, tapi ini memang masih bagus."


"Sayang! Apa kata orang nanti jika istri seorang Ceo Emerald Company hanya memakai pakaian seperti ini?"


"Aku kan tidak pernah keluar kak Rey"


"Begini saja sayang, bagaimana kalau kita pergi ke Mall untuk membeli pakaian baru? Kau boleh membeli apapun yang kau mau, hem?"


"Kak Rey..."


"Ayolah sayang"


"Hhhh... Berjalan saja aku sudah gemetar sekarang, bagaimana caranya aku akan berjalan di mall kak?"


"Hahaha, aku bisa menggendong mu sayang, atau kau bisa duduk di kursi dorong, aku akan mengantarkan mu kemana pun toko yang kau mau"


"haishhh, orang-orang akan berpikir aku lumpuh atau sakit jika pakai kursi itu."


"Sudah yah sayang kau harus menurut saja pada suami mu ini, atau aku akan menghukum mu lebih dari ini, hem!"


"Hhh, terserah kau saja kak Rey" Maera menghembuskan nafas kasar nya, ia tak ingin berdebat lebih lama dengan Rey.


Usai berpakaian Maera langsung mengambil ponselnya. Sementara Rey masih dia baru saja mengenakan pakaiannya sebab tadi masih mengurusi Maera.


"Ayo sayang kita turun sekarang" Rey bersiap untuk menggendong Maera, ia pun menunduk agar Maera bisa naik ke punggung nya.


"Apa yang akan mereka pikir kan jika melihat ku digendong seperti ini, huh"


"Kau tenang saja sayang, jangan hiraukan mereka, mereka juga sudah dewasa dan mereka sudah mengerti ckckck."


Mereka sampai di lantai dasar mansion.


"Maera, kau Kanapa? Apa kakimu terluka?" Tanya Aishe yang heran melihat Maera di gandong Rey hingga ke meja makan.

__ADS_1


"ehmm" Maera pun gugup bingung harus jawab apa.


"Aku... "


"Tidak perlu di jawab sayang, biarkan saja mereka berkembang dengan pikiran mereka, agar mereka tidak mengganggu kita" Rey seolah secara tidak langsung ingin memamerkan kemesraan nya pagi ini.


"Cihh, tadi malam saja kau memohon meminta bantuan ku dan Valent, giliran sekarang kau merasa di atas angin, huh" Omel Aishe yang merasa kalau Rey dan Maera bisa baikan itu tak lepas dari bantuan nya dan Valent.


"Aishe, ishh kau ini" Rey mengedipkan mata nya berusaha menahan Aishe untuk tidak membongkar rencana mereka kemarin.


"Maksud Kak Aishe kak Rey meminta bantuan apa kak?" Tanya Maera yang mulai mengambilkan makan pagi untuk Rey.


"Tanya saja pada suami mu itu sayang! Jangan menyombongkan diri kalau tadi malam saja dia sudah seperti orang tidak waras karena kau abaikan selama seminggu ini ckckck"


"Kak Rey?" Maera kembali melihat ke arah Rey.


"Sudah sudah sayang, kau jangan pikirkan omongan Aishe yah, mereka hanya iri dengan kebahagiaan kita, cih"


Rey lalu menarik Maera untuk duduk di pangkuannya lalu menghentikan tangan Maera yang masih sibuk mengambil makanan di meja itu.


"Kak, kenapa kita duduk begini? Kan malu dengan kak Aishe dan yang lainnya."


"Sayang, kau kan masih lelah, biar aku saja yang mengambilkannya untuk mu!"


"Valent, sebaiknya kau jangan membuat rusuh, hatiku lagi bahagia hari ini, hem"


"Dimana ayah dan ibu? Frans juga tidak kelihatan?"


"Paman dan Bibi sudah pergi tadi pagi-pagi sekali, mereka katanya ingin ke Kota xxx menemui seseorang. Frans sendiri sudah berangkat bersama Martha ke Grand Ruby." Balas Valent menjelaskan pada Rey.


"Namiira dan kak Jerry mengantar Jasmine ke sekolah Tuan Rey" Sambung Anetha yang khawatir kakak nya akan dituduh macam-macam.


"Anetha, kau kan sahabat ku, kau juga sudah seperti kakak ku, kau sebaiknya panggil kak Rey dengan sebutan Kak Rey saja. Boleh kan sayang?" Maera langsung memasang wajah manis nya, tentu saja Rey tidak bisa menolak.


"Kau imut sekali sayang, apapun yang kau ingin kan akan ku kabulkan ckckck"


"Anetha kau panggil aku dengan sebutan nama ku saja, kau di sini memang bertugas sebagai asisten Maera tapi kau juga adalah sahabat nya. Aku tidak akan pernah melupakan jasa mu bagaimana pun kalian sangat berjasa dalam hidup istriku."


"Ba.. Baik Tuan.. Maksud ku Kak Rey."


"Sepertinya saudara mu itu sekarang semakin bucin sayang, ckckck" Ucap Aishe pada Valent yang membuat Valent kuga tersenyum melihat nya.


"Sekarang kau baru rasakan Rey apa yang namanya kebucinan pada istri, hahahah"


Valent merasa senang karena selama ini ia selalu di olok oleh Rey karena kebucinannya pada Aishe. Dan sekarang mereka di posisi yang sama, jadi Rey tidak memiliki alasan lagi untuk mengolok nya.

__ADS_1


"Terserah kau saja Valent, aku perduli, yang aku pedulikan sekarang istriku selalu ada di samping ku"


"Baiklah Rey, kau selalu benar kawan ckckck"


"Ya ampun apa Tuan Rey baru saja tersambar petir? Pagi-pagi dia sudah memberikan tontonan percintaan di sini , huh... Andai saja Margh mengizinkan ku, pasti aku sudah memeluknya di depan mereka smua." Umpat Willman dalam hati.


Ia baru saja datang tapi sudah menggerutu melihat ulah boss nya itu.


"Tuan Rey, apa hari ini kau jadi masuk ke kantor?" Willman pun langsung menanyai Rey, karena memang Rey yang meminta nya datang untuk menjemput Rey agar mereka bisa pergi ke kantor.


"Tidak jadi Willman, aku hari ini mau berjalan-jalan ke Mall, aku mau istriku merasakan hasil keringat ku selama belasan tahun, bila perlu ia aku suruh menghabiskan nya jika dia bisa." Ucap Rey sembari terus memeluk Maera yang duduk di pangkuannya itu.


"Baiklah Tuan Rey, Aku permisi dulu.


Rey terlalu asik mengobrol sampai ia pun tak sadar Maera sudah menyuapi nya hingga 3 piring.


"Kak, apa kak Rey masih lapar? Ini sudah piring ke 3 kak" Tanya Maera polos pada Rey.


"Yakkk.. Apa kau tidak salah sayang?"


"Iya sayang, ini sudah piring ke tiga. Kau bicara terus sampai aku menyuapi mu hingga tiga piring ini"


"Hehe.. Maafkan aku sayang, tangan mu begitu manis makanya aku sampai makan banyak ckckck"


"Modussss!!" Aishe langsung merasa gerah di sana. Ia pun pergi dari sana, karena memang ia sudah selesai makan dari tadi.


"Valent kau ajaklah Aishe juga bersiap, kita akan pergi ke Mall hari ini!"


"Tapi Rey, aku harus kekantor hari ini"


"Valent, kau bisa ke kantor setelah kita pulang dari sana."


"Bobby!! Kau siapkan Mobil, kami akan pergi ke Mall hari ini!!"


"Baik Tuan... "


...********...


...Jangan Lupa Vote yah sayang........


...Semangat ku ada pada dukungan kalian......


...I Love you.. 🥰...


...AUTHOR MENERIMA KRITIK DAN SARAN SAYANGKUHHH...

__ADS_1


__ADS_2