BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Ijab Qobul Rey dan Maera)


__ADS_3

"Valent, Apa apa kau bisa menemui Maera sebentar di atas?" Pinta Rey pada sahabatnya itu.


"Ada apa Rey? kanapa juga Valent harus menemuinya?" Sinis Aishe yang memang mudah sekali cemburu pada suaminya.


"Tenanglah dulu Aishe.. Maera memilih Valent sebagai Wali hakimnya."


"Hah?? Apa kau tidak salah?" Tanya Aishe lagi memastikan ucapan Rey.


"Itu benar Aishe.. Tadi aku memberikannya tiga pilihan, dengan pertimbangan dia akhirnya memilih Valent. Aku juga tidak tau alasannya."


"Aishe sayang, apa kau tidak ingin mengalah pada Rey? Mereka tidak akan bisa menikah tanpa aku sekarang." Rayu Valent sembari menciumi baju Aishe.


"Hem, baiklah... Kau ingat kau jangan sampai macam-macam Valent!"


"Tentu saja sayang, kau jangan khawatir"


"Hmm...Baik pergilah!"


Akhirnya dengan berat hati Aishe pun mengizinkan Valent menemui Maera.


"Terima kasih Aishe" Ucap Rey dengan mimik wajah nya yang masih tegang menjelang akad nikahnya itu.


"Hmm" Jawab singkat Aishe.


Valent kemudian menemui Maera di kamar pengantin. mereka tidak hanya berdua, tapi ada Anetha yang siaga di sana menemani Maera.


Dan juga si kembar yang selalu memasang badan menjaga keselamatan nya.


"Tok.. Tok.. Tok"


"Apa kau mencari ku?"


"Kak Valent..." Maera menghampiri Valent dengan senyum ceria nya.


"Hem aku dengar dari Rey, kau meminta aky jadi Wali hakim untuk akad mu, apakah itu benar?"


"Iya kak Kau benar. Tadi aku juga sudah bertanya pada ayah Gorgh juga ibu Grace.. Bahkan yah Gorgh sudah menelepon seorang ahli agama."


Valent masih mendengarkan Maera menjelaskan panjang lebar. Walaupun sebenarnya ia sudah mengetahui tentang dasar-dasar yang di ucapkan Maera.


"Aku tidak punya kakak dan adik laki-laki yang sedarah, aku juga tidak mengenal keluarga dari ayahku, bahkan aku tidak tau dimana posisi ayahku, apakah dia masih hidup atau sudah mati.


Dan mereka mengatakan aku berhak memilih Wali hakim ku jika keadaan sudah seperti ini."


"Hem, baiklah... aku mengerti situasi mu Maera. Tapi kenapa kau memilihku?"


"Aku tidak tau kak, aku hanya merasa kau orang baik, dan kau sangat cocok menjadi saudara ku. Apakah kakak bersedia?"


"Apakah kau ikhlas dan bersedia menikah dengan Rey?"


Maera tak langsung menjawabnya, ia terdiam sejenak.


"Maera, apa kau ragu?"


"Ehm, Ng ti.. tidak kak... Sejujurnya aku hanya merasa takut dan khawatir."


Valentino pun merasa tersentuh hatinya. Kepolosan Maera selama ini, tentu saja bisa menunjukkan se takut apa perasaan Maera saat ini.


Velant menggenggam tangan Maera dengan lembut.


Aishe yang ternyata mengikuti Valent naik keatas tengah mengintip dari balik pintu kamar itu. Ia sempat ingin murka dan berniat melabrak mereka, manakala ia melihat Valent tiba-tiba memegang tangan Maera.


Tapi ia di tahan oleh Namiira dan Di kembar yang juga ikut menyaksikan keharuan yang akan terjadi itu.


"Maera... Kau jangan khawatir, aku menjamin Rey tidak akan menyakiti mu atau meninggalkan mu. Jika dia salah aku akan memperingatkan mu, jika kau salah kau jangan tersinggung jika aku juga mengingatkanmu."


Maera pun mengangguk setuju pada Valent.


"Kau bisa menganggapku sebagai saudara mu, kakak lelakimu sejak saat ini. Jika misalnya Rey sampai terpaksa menyakitimu maka aku, kakakmu ini yang akan melindungi mu.."


Maera lalu sesenggukan meneteskan air mata nya. Betapa ia sangat terharu, sebab ia pun memang tidak pernah memiliki kakak laki-laki secara langsung, kecuali Jerry yang juga ia anggap sebagai kakak, namun Jerry mengganggap lebih. tidak seperti Valent yang tulus padanya...


Entah kenapa mereka berdua seperti memiliki ikatan bathin yang kuat.


"Terima kasih Kak Valent, aku sangat bahagia sekarang aku memiliki kakak laki-laki ku sendiri."

__ADS_1


Aku akan berterima kasih juga untuk kakak iparku kak Aishe semoga kak Aishe mau menerima ku juga.


Suasana pun mengaharu biru, Valent memeluk kasih sayang pada Maera. cukup lama karena Valent pun ikut meneteskan air matanya di sana.


Lalu Maera mengeluarkan sesuatu dari tas nya.


"Kakak, ini adalah tanda kau menjadi saudaraku, dan aku jadi saudarimu sekarang."



"Hmm, ini bagus sekali" Puji Valent yang memang terharu dengan pemberian Maera.


Maera langsung memasangkannya pada Valent. Sementara Valent, ia pun juga memasankan nya pada Maera.


Lalu Valent menyapu air mata di pipi Maera.


"Kau jangan menangis lagi, ini hari bahagiamu, bukan? Tidak ada pengantin yang terlihat buruk di hari bahagianya apalagi dengan make up yang berantakan di wajahnya."


"Terima kasih Kak..."


Tak terasa Si kembar, Namiira, dan Aishe pun malah ikut terharu dan meneteskan air mata dari balik pintu itu.


"Hikss..aku tidak menyangka, suami ku se dewasa itu. Aku semakin mencintai nya sekarang"


"Hikss... Bukankah kau tadi ingin melabrak nya? Hampir saja aku ingin mengambil kak Valent jika kau mundur kak..." Sahut Margareth yang masih sempat-sempatnya mengolok Aishe.


"Yakkk... Margh!!! Apa kau mau jadi pelakor sekarang?"


Maera dan Valent pun terkejut mendengar kericuhan oleh para wanita ini.


"Aishe" Valent berniat untuk menjelaskan pada Aishe untuk membela diri, namun ia mengurungkan niatnya karena Aishe ternyata tidak berniat untuk marah padanya.


"Kakak ipar Aishe..."


"Apa kau hanya memberikan Valent saja tanda persaudaraan mu, hem?"


"Tentu saja tidak kak,... Tunggu sebentar."




"Dan ini untuk kak kembar yang cantik, untuk Namiira, dan untuk Anetha..."


"Wah kau tau saja seleraku kakak ipar kecil. Tapi kapan kau mempersiapkan semua ini Kakak ipar?"


"Aku sudah membeli nya sejak lama kak., aku sudah membayangkan suatu waktu aku menikah, aku akan memberikan ini untuk keluarga baruku."


"Kau memang imut Maera... ckckck"


Mereka semua merasa terharu dan senang walaupun hadiah itu kelihatannya tidak begitu mahal. Tapi mereka dapat merasakan ketulusan hati Maera.


Maera lalu di beri aba-aba oleh Bibi Malika untuk bersiap dekat tangga.


Sementara Rey sedang bersiap di sana dengan Tuan Kadhi atau penghulu nikah dan Vallent sebagai wali serta Willman, Paman Dante dan Tom sebagai saksi.


"Akad ini di Laksanakan proses nya sesuai peraturan negara yang berlaku. Artinya dah baik secara agama maupun negara." Ucap salah satu pria yang menjadi utusan dari KUA setempat.


Semua tegang saat acara berlangsung...


Rey yang tampak tegang meskipun ini adalah pernikahan ke dua nya, tapi jelas ini berbeda.


Kali ini, ia memang mencintai calon pengantinnya dan memang ia sendiri yang menginginkan dan memilihnya. .


"Saudari Maera binti (fulan) apakah anda menikah sesuai keihklasan hati anda?"


Lalu perwakilan pihak perempuan pun menyampaikan pertanyaan itu kembali pada Maera.


Namun Maera tak langsung menjawab... Semua orang terkecuali Rey memandang kearah nya.


Sementara Rey, ia tampak super tegang menunggu jawaban nya.


"Maera... kenapa kau tidak menjawabnya? semua orang menunggumu..."


"Ng.. mm"

__ADS_1


"Saudari Maera binti (fulan) aku bertanya untuk kedua kali nya, apakah anda menikah sesuai keihklasan hati anda?"


"Maera... tolong jangan buat hati ku hancur... Aku menunggu mu Maera." Bisik hati Rey yang memang begitu sangat khawatir.


Jasmine yang sejak tadi berdiri di samping kursi ayah nya, Tiba-tiba berlari ke arah Maera.


Dengan wajah yang khawatir dan penuh ketakutan Jasmine memanggil Maera.


Pancaran mata Jasmine terlihat penuh harap.


"Ibu Maera..." Jasmine menarik jari jemari Maera sembari menggoyangkan nya.


Grace pun berusaha untuk menahan penghulu saat ingin bertanya ke tiga kalinya.


"Tunggu Tuan.. Calon menantu ku sedang berdoa"


"Baiklah" Jawab Penghulu itu.


"Sayang kenapa kau menangis?"


"Ibu Maera, apa aku punya salah?"


"Tidak sayang, maafkan aku, aku tadi.."


Belum usai Maera menyelesaikan ucapannya, Tuan penghulu nikah sudah mengulangi pertanyaan yang sama untuk ke tiga kalinya


"Saudari Maera binti (fulan) , aku bertanya untuk ke tiga kali nya, apakah anda menikah sesuai keihklasan hati anda?"


"I.. Iya aku bersedia dengan keikhlasan hatiku."


"Hhhhh"


Maera menghembuskan nafas lega nya begitu juga dengan Rey. Sekarang giliran Rey pula yang harus mengucap kan Ijab Qobul nya.


(Mohon maaf Author terjemahkan seperti pernikahan muslim umum di Indonesia aja yah, biar mudah difahami oleh semua orang)


"Terima kasih sayang" Syukur Rey yang sangat bahagia dengan jawaban Maera.


"Saudara Rey Emerald bin Gorgh Emerald... apakah anda sudah bersedia?"


"Ya... Aku sudah bersedia." Jawab Rey dengan nada pasti dan tegas.


"Baiklah Akad akan kita mulai..."



mahar


"Sahabat ku Rey, saudari ku Maera telah memilih ku dan mewakilkan padaku sebagai wali nikahnya."


"Aku nikahkan dan kawinkan Maera binti Fulan Dengan mahar seperangkat alat sholat dan 6 set perhiasan berlian 30 Karat di bayar tunai."


"Aku Terima nikah dan Kawin nya Maera binti Fulan dengan mahar yang tersebut tunai."


"Saksi?"


"Alhamdulillah sah" Dante, Willman, dan Tom sama-sama mengucapkan nya.


"Alhamdulillahirobbil alamin.... (Doa pun dipanjatkan hingga selesai)'


"Selamat kakak ipar sekarang kau sudah menjadi nyonya Rey emerald.." Ucap Amiira pada Maera


"Selamat Maera sayang, aku sangat sedih karena pasti akan sangat sulit bertemu lagi denganmu... Dan sekarang aku sendirian di rumah kecil kita." Haru Anetha memeluk Maera.


"Anetha... kenapa kau berkata begitu? kau boleh kapan saja datang kesini, aku akan meminta izin pada ibu, ayah dan kak Rey."


Yang lain juga sibuk mengucapkan selamat pada Rey. Suasana penuh khidmat dan haru itu sangat terasa di hari ini.


Maera lalu dibawa naik lift untuk menuju ke kamar pengantin. Bukan kamar utama yang sebelumnya ia gunakan tidur, tapi kamar yang berada di lantai tiga Mansion ini.


Dikarenakan Rey tidak ingin di kamar utama lantai dua itu. Walaupun mansion ini bukan rumah bekas nya bersama Rema alias ini Mansion baru tapi entah kenapa Rey lebih suka di lantai tiga itu. mungkin karena ia merasa tidak terganggu oleh siapapun.


kamarnya kini sudah di sulap menjadi kamar pengantin yang indah.


...********...

__ADS_1


...Hai Readers kesayangan, jangan lupa suport author yah dengan cara vote manjamu... Like dan comment secara gratis membuat Author lebih semangat lagi.. Terima kasih sebelumnya....


__ADS_2