BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Grelda Terbangun Dari Koma)


__ADS_3

"Kenapa kau jadi pucat Dona? Bukankah seharus nya kau senang istriku memilih mu?"


"Bu.. Bukan begitu Tuan, Ta.. tapi.."


"Kau pasti bisa kak... Aku lihat kau orang yang pintar dan cekatan. Kau pasti akan lebih berguna jika kau menjadi Manager di sini" Ucap Maera dengan nada santun tapi terdengar monohok karena membuat Dona merasa ter sentil.


"Sayang, apa kau yakin?" Tanya Rey ingin memastikan keputusan Maera.


"Hmm... " Maera hanya mengangguk dan pasrah, namun hatinya sendiri yang memang mendorong nya untuk memilih Dona.


"Baiklah, Istriku sudah memutuskan jadi aku akan mengikuti kemauan istriku. Mulai besok Dona akan menggantikan Angel untuk menduduki posisi manager. Selanjutnya kalian bisa bekerja dengan baik di bawah kendali nya." Ucap Rey memberikan pengumuman itu pada seluruh karyawan nya di sana.


"Hhh?? Tuan Rey, apa yang kau lakukan? Apa kau akan menghancurkan perusahaan yang sudah kau bangun dari O ini?" Geram Willman, lagi-lagi hanya dalam hatinya. Ia tak bisa berkutik lagi karena tadi saja dia sudah hampir di terkam oleh singa ngamuk itu.


"Wah selamat ya Dona, kau beruntung sekali. Istri Tuan Rey sangat baik, dia memilih mu meskipun kau telah membully nya sebelumnya." Ucap salah seorang teman nya. Dona sampai bingung sebenarnya ia memberikan selamat atau menyindir.


Rey pun membawa Maera untuk keluar dari ruangan itu menuju mobil yang sudah terparkir tepat di beranda perusahaan berlantai 9 itu.


Cukup lama mereka saling diam sampai Bobby merasa heran lagi.


"Tadi mereka mesra-mesraan, kenapa sekarang jadi seperti orang yang sedang bermusuhan? Sungguh pasangan yang aneh"


"Fokus saja pada kemudi mu Bobby! kau tidak perlu memikirkan keadaan di belakang sini!" Titah Rey yang mengetahui bahwa Bobby sedang mengamati mereka.


"Maaf Tuan Rey"


Beberapa waktu kemudian mereka pun sampai di rumah sakit.


"Ayah! Dimana paman sekarang?"


"Dia masih dalam penanganan dokter Rey, sebaiknya kau melihat Nyonya Grelda terlebih dahulu. Pergi lah bawa Maera ke sana, dia pasti sudah sangat merindukan nya"


"Sebentar ayah, aku hanya ingin melihat wajah paman sebentar, setelah itu aku dan Maera akan kesana." Rey pun langsung masuk ke dalam untuk melihat kondisi paman nya yang sudah belasan tahun tidak bertemu dengan nya.


"Maera sayang, ada apa dengan mu? kenapa wajah mu murung?Apa Rey membuat masalah, hem?" Tanya Gorgh yang masih sempat mengamati mimik wajah menantu kesayangan nya itu.


"Emm Tidak ayah, aku baik-baik saja. Aku ingin menemui ibu, aku pergi sekarang ya ayah." Pamit Maera pada Gorgh... Ia tidak ingin Gorgh mengetahui permasalahan rumah tangga nya dengan Rey, karena bagaimana pun ia harus belajar lebih dewasa untuk menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa harus membebani mertua yang sudah ia anggap seperti orang tua nya sendiri.

__ADS_1


"Baiklah, pergilah nak, maaf ayah belum bisa menemanimu ke sana, ayah harus memeriksa paman mu di sini."


"Aku mengerti ayah, tolong katakan pada kak Rey, maaf jika aku tidak menunggu nya."


"Kau tenang saja sayang, ayah yang akan mengatakan pada Rey nanti."


Maera lalu bergegas mendatangi kamar rawat ibu nya yang berada di ruang VVIP sebelah utara rumah sakit itu.


Ia menghentikan kaki nya di pintu ruang rawat ibu nya. Rasanya Ia masih tidak percaya bahwa ibu nya yang sudah tiga tahun koma itu akhir nya sadar dan sudah duduk bersandar di ranjang sorong rumah sakit itu.


"Ibu... benarkah kau sudah bangun?"


Perlahan Grelda menolehkan wajah nya ke samping.


Maera masih belum tau apakah Grelda masih sama seperti sebelum dia koma, dengan kondisi mental yang agak terganggu hingga membuat nya berteriak,menangis, bahkan memukuli diri nya setiap hari...


"Ma.. e.. ra" Ucap Grelda pertama kali nya dengan nada masih tertatih.


"Iya ibu... ini aku.. putrimu.. hiksss.." Tangis Maera pun membuncah saat langsung memeluk ibu nya.


"Ma.. e.. ra... Kau su.. dah besar nak... I.. ibu minta maaf"


"Duduk sini sayang!" Pinta Grelda sembari menepuk pelan tempat di sebelah nya.


Maera pun menurut duduk di samping ibu nya itu.


"Ibu, apa ibu sudah mengingat semua nya?"


Grelda menangguk pelan. Wajar saja dia ingat karena dia memang bukan amnesia.


Rey datang menyusul Maera, ia pun melihat Maera begitu akrab bahkan sampai meletakkan kepalanya di bahu ibu nya itu. Betapa Maera merindukan kasih sayang orang yang ia anggap ibu itu.


Tak berapa lama Grace pun juga tiba di sana. Gorgh meminta nya untuk datang, walau bagaimana itu adalah besan mereka, dan mereka harus menghargai nya.


"Rey, kenapa kau hanya berdiri di sini?"


Rey yang masih marah pada ibu nya, ia pun menghindari Grace begitu saja.

__ADS_1


"Kau sudah terlalu lama memusuhi ibu Rey, suatu saat kau akan mengerti bagaimana posisi ibu saat itu"


Usai bergumam Grace merasa bukan waktu yang tepat untuk membahas masalahnya dengan Rey. Grace pun lalu masuk ke ruangan itu.


"Ibu Grace..." Maera langsung bangkit dan memeluk Grace sembari ber cepika cepiki.


"Ibu... ibu Grace adalah ibu mertua ku yang tadi aku ceritakan."


Grelda tertegun sesat saat bersalaman dengan Grace. Ia seperti sangat mengenal wajah Grace, tapi ia lupa di mana.


"Hmm senang bertemu dengan mu Nyonya Grelda, sudah sangat lama kami menunggu mu bangun, dan akhirnya saat ini sudah tiba." Basa-basi Grace yang agak bingung karena Grelda tidak kunjung melepaskan jabatan tangan nya.


Mereka pun berbincang di sana. Tapi Grelda masih berusaha keras mengingat siapa Grace.


Di sisi lain...


Bryan yang merupakan paman dari dari Rey atau kakak kandung dari Grelda juga akhir nya mulai siuman.


Zade pun tidak sabar memberitahukan nya pada Rey. Ia mencari-cari Rey yang ternyata berada di depan kamar rawat Grelda.


"Tuan Rey, ada kabar baik.. Tuan Byran sudah sadar dan keadaan nya sudah mulai membaik."


"Benarkah? Aku akan melihat nya" Sahut Rey langsung berlari ke kamar tempat paman nya itu di rawat.


"Bry...an?" Gumam Grelda, dia pun memegangi kepalanya yang semakin terasa sakit karena ia memaksa untuk mengingat sesuatu di masa lalu nya.


"Ibu, apa kau baik-baik saja? Aku akan memanggilkan dokter." Maera panik melihat ibu nya tiba-tiba kesakitan.


"Nyonya sebaiknya kau jangan terlalu banyak berpikir dulu, aku akan memanggilkan dokter untuk memeriksa mu." Dengan langkah cepat Grace pun keluar untuk memanggil dokter.


...*********...


...Terima kasih masih setia bersama karya kecil ini....


...Jangan bosan untuk memberikan dukungan untuk author pendatang baru ini yah......


...Love love love banget buat kalian yang sudah bersedia mendukung Author......

__ADS_1


...Selamat membaca kesayangan......


__ADS_2