
Grace terus memijat kening nya, ia bahkan menghancurkan meja kerja nya.
Ia karena tersulut emosi.
"HHhh, aku harus mencari cara, apapun akan kulakukan demi mengembalikan kakak ku, termasuk mengorbankan mereka." Dengus Grace sembari membuang nafas kasarnya.
Tak berselang lama, Grace sudah mendengar keributan di luar sana. Ia pun mendatangi kericuhan itu.
"Ada apa ini?" Tanya Grace pada para penjaga itu.
"Nonya wanita ini mengaku sebagai kekasih Tuan Muda Rey." Jawab penjaga itu dengan gemetaran tak berani memandang wajah Nyonya Besar itu.
"Biarkan aku masuk Hey, kalian membuat kesalahan pada calon Ibu dari pewaris Emerald.. " Teriak wanita itu sembari mendorong-dorong pintu gerbang keamanan luar itu.
"Cih... Berani-berani nya dia mengakui sebagai ibu pewaris dari keluarga Emerald. Biarkan dia masuk, aku ingin lihat wanita jalangg seperti apa yang berani mencari masalah dengan keluarga Emerald" Titah Grace pada para penjaga nya.
"Baik Nyonya" Penjaga itu pun bergegas membuka gerbang lantas membawa perempuan itu ke hadapan Grace.
"Di mana Rey? Biarkan aku bertemu dengannya!" Teriak wanita itu yang tak mengetahui bahwa yang berdiri di hadapannya adalah Nyonya Besar Emerald.
"Kau bahkan tidak memiliki etika sedikitpun, ckckckc... Dengan begitu kau berani mengaku-ngaku memiliki hubungan dengan putraku? Apa kau sudah kehilangan akal dan cari mati?" Sinis Grace memandang rendah pada wanita berwajah oriental itu.
"Apa kau kepala pembantu disini? beraninya kau memberikan pertanyaan padaku!" Balas wanita itu yang mengira Grace adalah pekerja rumah tangga di kediaman Rey.
Pada penjaga pun langsung memperingatkan wanita itu.
"Nona sebaiknya kau jaga ucapan mu! Kau tidak sadar kau berhadapan dengan siapa"
"Yakkk... Brengsek! Gembel seperti mu hanya membuang waktu ku. Usir dia dari sini!"
"Kau tidak akan bisa mengusir ku! Aku mengandung anak dari Rey!"
"Hah??? Ratusan wanita jalanan seeprtimu mengaku-ngaku dengan cara trik murahan seerti mu, kau kira aku orang bodoh??"
Grace jelas tak percaya begitu saja, Putranya yang tampan sudah terbiasa membuat banyak wanita tergila padanya bahkan tak jarang mengaku-ngaku dengan trik yang sama.
Wanita itu langsung menyodorkan sebuah dokumen yang ternyata berisi hasil USG dan keterangan dokter lengkap di dalam nya.
"Cih, lalu kau pikir ini bisa membuktikan jika yang kau kandung itu anak dari putraku?? Hey Nona... Seperti nya kau perlu memperbaiki otak mu di bengkel" Olok Grace membuat wanita bernama Lucia itu menjadi berang.
"Rey si brengsek itu memang ayah dari anak yang ku kandung!"
__ADS_1
"Tutup mulut mu itu jalangg, jangan berani-beraninya kau menyebut nama putraku dengan tidak sopan!"
"Dia membawa ku dari Club malam tiga bulan lalu, dia bahkan berjanji menikahi ku, tapi aku malah mendengar dia menikah dengan orang lain. Aku tidak akan segan mendatangi media untuk memberi kabar ini. Kalian jangan coba-coba mengancam nyawaku karena kakak ku sudah memiliki buktinya.!"
Maera tengah sibuk dengan Jasmine dan Namiira di ruang tengah. Mereka pun berhamburan keluar saat mendengar suara teriakan itu semakin besar.
"Ada apa, apa yang terjadi di luar? Aku akan memeriksanya, Jasmine kau tunggu di sini dengan bibi Namiira ya sayang"
"Tapi kakak ipar... " Namiira mencoba menahan Maera tapi Maera malah sudah pergi.
Maera pun tak sengaja mendengar keributan itu. Lucia yang melihat kedatangan Maera di belakang Grace malah semakin membesarkan suaranya. Ia menebak bahwa Maera ini adalah istrinya Rey.
"Biarkan aku bertemu dengan ayah dari anak ku! Aku ingin meminta pertanggung jawaban dari Rey pada anak yang ku kandung!"
Seketika Maera menutup mulutnya dengan telapak tangan nya, dan tak terasa bulir bening mengalir dari kedua bola matanya.
"Kak Rey... Kak Rey memiliki bayi dari wanita lain, hiksss" Tangis pecah Maera sembari berlarian ke kamar Tamu, karena kamar itu lah yang paling dekat dari lantai bawah.
Namiira yang melihat Maera menangis sembari berlarian langsung mengejarnya. Tapi Maera sudah mengunci pintu kamar itu. Namiira pun langsung menghubungi Rey.
"Kak Rey, ada masalah kak... Kakak ipar menangis dan mengurung diri di kamar tamu."
"Dia menangis setelah dia tadi keluar mendengar keributan di depan sana kak, kakak cepatlah turun."
"Namiira kau tunggu di situ aku akan turun sekarang." Rey langsung menutup ponselnya lalu berlari ke lift untuk segera turun ke lantai bawah.
Rey pun langsung fokus menuju kamar tamu yang di infokan Namiira, ia lalu menggedor pintu kamar itu. Sementara Jasmine sudah menangis ketakutan, ia pun khawatir pada ibu Maera nya.
"Maera, sayang... Ini aku sayang, tolong buka pintunya. Bicara padaku, apa yang terjadi sayang?" Mohon Rey pada Maera.
"Ayah, kenapa ibu Maera menangis seperti itu? Apakah nenek memarahinya?" Tanya Jasmine sembari merengek.
"Kenapa kau bisa bilang begitu sayang? Apakah nenek juga ada di luar?"
"Iya ayah, nenek tadi keluar karena ada seorang yang membuat keributan."
"Baiklah sayang, sekarang kau bantu ayah untuk membujuk ibu mu, ayah akan keluar melihat apa yang terjadi." Pinta Rey pada putrinya lalu ia pun keluar menemui grace.
"Ibu ada apa ini?"
"Wanita ini mengaku sebagai kekasih mu Rey, dia sedang mengandung sekarang, apa kau pernah bermain dengan wanita jalangg ini?" Tanya Grace sembari memberikan dokumen yang tadi di berikan Lucia.
__ADS_1
Rey pun membaca satu persatu lembaran dokumen itu sementara Lucia terus saja berteriak pada Rey.
"Rey apa kau lupa kau berjanji akan menikahiku malam itu! Aku sedang hamil Rey!"
"Ya ampun, telingaku bisa rusak dalam waktu sekejap karena wanita barbar ini." Eluh Grace yang sejak tadi sudah menahan diri mendengar teriakan-teriakan wanita itu.
"Jaga ucapanmu! Aku tidak pernah berjanji menikahi wanita yang tidak aku cintai, apalagi hanya dalam waktu satu malam!" Teriak Rey membela diri.
"Apakah Maera mendengar semua ini? Pantas saja Maera menangis"
"Ibu.. Kenapa ibu biarkan Maera mendengarkan omong kosong ini? Sekarang Maera mengurung dirinya karena ocehan wanita gila ini"
"Yakk.. Rey ibu sama sekali tdak tau Maera mendengar nya. Ibu tidak melihat Maera datang kesini."
Rey malah pergi ke ruang kerjanya. Ia mengambil sebuah blangko Cek lalu menulis nominal di sana. Lalu dengan cepat lagi dia kembali ke luar. Ia lalu melemparkan Cek itu pada Lucia.
"Ini, kau butuh ini kan? Sekarang sebaiknya kau pergi atau aku tidak akan segan berbuat kasar!"
"Brengsek, aku tidak butuh ini! Aku hanya ingin pertanggung jawabanmu!" Lucia melemparkan kembali kertas yang berisikan nominal besar itu.
"Cih, pertanggung jawaban? Kau pikir aku tidak bisa membuktikan bahwa anak yang kau kandung itu anak siapa?"
"Rey, apa kau memang pernah tidur dengan nya?" Tanya Grace berbisik pada Rey. Ia sebenarnya khawatir juga jika ini benar-benar terjadi.
Membayangkan nya saja Grace sudah tak mampu jika sempat ia berhubungan dengan wanita si tukang teriak ini, ckckck.
"Bu jika itu dua tahun lalu, aku mungkin saja melakukannya. Tapi tidak dalam beberapa bulan belakangan ini"
"Apa kau bilang? Kau bisa lupa tiga bulan lalu kau bersama teman mu Valent meminta aku datang ke kamar mu, hah?" Teriak Lucia lagi yang mendengarkan pembelaan Rey pada ibu nya.
"Tiga bulan lalu?" Beo Rey sembari mengingat-ingat apakah benar ucapan wanita ini.
...*********...
...Jangan Lupa Vote yah sayang........
...Semangat ku ada pada dukungan kalian......
...I Love you.. 🥰...
...AUTHOR MENERIMA KRITIK DAN SARAN SAYANGKUHHH...
__ADS_1