BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Wanita Malam Rey, Jerry Kalap)


__ADS_3

"Rey, apa kau memang pernah tidur dengan nya?" Tanya Grace berbisik pada Rey. Ia sebenarnya khawatir juga jika ini benar-benar terjadi.


Membayangkan nya saja Grace sudah tak mampu jika sempat ia berhubungan dengan wanita si tukang teriak ini, ckckck.


"Bu jika itu dua tahun lalu, aku mungkin saja melakukannya. Tapi tidak dalam beberapa bulan belakangan ini"


"Apa kau bilang? Kau bisa lupa tiga bulan lalu kau bersama teman mu Valent meminta aku datang ke kamar mu, hah?" Teriak Lucia lagi yang mendengarkan pembelaan Rey pada ibu nya.


"Tiga bulan lalu?" Beo Rey sembari mengingat-ingat apakah benar ucapan wanita ini.


Rey pun mengingat sesuatu...


FLASHBACK 3 BULAN LALU


Malam itu kurang lebih tiga bulan lalu, Rey memang dalam kondisi mabuk. Malam itu saat ulang tahun nya teman-teman dan para anggota nya berkumpul merayakan nya di Bar yang di pegang oleh Vallent.


Di tambah lagi Vallent yang baru saja mengumumkan kehamilan Aishe tentu saja membuat mereka senang bukan kepalang.


Dalam keadaan setengah sadar Rey sempat mengoceh perihal ia belum mendapatkan wanita untuk di nikahi, sehingga juniiiornya lama menganggur, ia juga kesepian.


Vicky yang juga mantan Casanova itu pun akhirnya memiliki ide untuk membuat Rey bersenang-senang malam itu.


"Aku tau penderitaan mu kawan, ckckckck... Kau tenang saja, aku akan membuat mu bersenang-senang malam ini"


Vicky lalu teringat pada tiga orang wanita yang baru saja masuk ke Club Valent tadi sore. Ia sebagai koordinator Club itu tentu saja sangat tau apa yang pantas ditawarkan atau tidak.


"Aku punya barang baru, ku pastikan ini masih fresh tapi tenang saja walaupun mereka baru di dunia malam ini, tapi mereka sudah berpengalaman" Ucap Vicky sembari menyodorkan foto dari para perempuan itu.


Rey yang menang sudah dalam kondisi mabuk hanya mengangguk saja pada apa yang di ucapkan Vicky. Ia menunjuk asal-asal pada sebuah foto.


Vicky lalu membuat pengaturan untuk wanita yang di tunjuk agar datang menemui Rey di kamar hotel yang letaknya ada gedung bagian atas Bar itu.


Tapi Rey benar-benar lupa apakah dia bercinta dengan wanita itu atau tidak.


Entah lah bagaimana cara Rey mengelak dan membuktikannya nanti.


Kembali ke masa sekarang.


"Ibu, berikan solusinya, aku akan menyelidikinya, aku yakin wanita ini hanya berpura-pura" Pinta Rey pada Grace yang langsung di mengerti ibunya itu.


"Hmm... Dasar kau, kau yang membuat masalah aku yang harus turun tangan."

__ADS_1


Rey langsung saja meninggal kan Grace dan Lucia ia kembali untuk menemui Maera.


"Maera sayang, kau dengar penjelasan ku dulu! Apa kau tidak percaya padaku, hem?


Rey terus saja berteriak membujuk istrinya itu. Tapi Maera, dia malah sibuk ber telepon dengan Anetha.


"Aku tidak tau kalau kak Rey akan berbuat seperti ini Neth" Isak Maera pada Anetha, yang membuat Anetha semakin menggeram.


"Tenanglah sayang, aku akan mencari cara bagaimana pun untuk membawamu pergi dari mansion itu."


Tanpa sepengetahuan Anetha, Jerry sejak tadi mendengar percakapan telepon antara Maera dan Anetha ikut menggeram dan tak perlu menunggu lama, ia pun langsung pergi untuk mendatangi kediaman keluarga Emerald.


"Bajingan, akan ku beri dia pelajaran! Tega-teganya dia menyakiti Maera ku!"


Amuk Jerry sembari memukuli kemudi nya itu.


Jerry terus saja mengumpat sampai ia tiba di kediaman Rey.


"Keluar kau, kau hanya pecundang yang berani nya bermain dengan wanita tak berdaya!!" Teriak Jerry yang tadi berhasil masuk dengan mengelabui para penjaga Mansion.


"Astaga... Ada apa lagi ini?? Aku bahkan belum bisa mengambil nafas ku dengan tenang" Omel Grace lalu kembali lagi ke luar menemui Jerry.


"Cih, kau menanyakan sopan santun, lalu bagaimana putramu bisa melupakan itu nyonya? Dia dengan mudah tidur dengan wanita-wanita murahan hingga menyakiti adik ku!"


"Bagaimana pria brandal ini masuk ke mansion dengan mudah, apa kalian sudah bosan hidup? Percuma aku memberi kalian makan dengan upah tinggi" Omel Grace pada semua para penjaga nya.


"Maafkan kami Nyonya, tapi dia berkata jika Nyonya Maera yang memintanya ke sini, jadi kami membiarkan dia masuk" Balas salah satu penjaga memberikan pembelaan.


Jerry yang melihat Grace sedang sibuk mengomeli anak buah nya itu langsung mengambil kesempatan untuk menerobos masuk ke dalam.


"Penjaga!! Cepat tahan dia!!" Teriak Grace saat menyadari Jerry sudah masuk ke dalam mansion.


Para penjaga pun lantas kalang kabur mengejar Jerry, sedangkan Jerry berlarian tak tentu arah mencari di mana posisi Maera sampai akhirnya dia bertabrakan dengan Jasmine. Dalam situasi terdesak ia akhirnya menjadikan Jasmine sebagai sandra.


Para penjaga tak berani berkutik, karena jika salah-salah Jerry bisa saja melukai Jasmine.


"Katakan di mana Maera ku? Kalian pasti menyiksa nya sampai kalian pun mengurungnya." ucap Jerry sembari menggendong Jasmine, dan mengancam nya dengan sebilah pisau kecil di


tangannya.


"Ayah... Ibu..."

__ADS_1


"Diam lah nona kecil, aku hanya ingin mencari Maera"...


"Kak Rey, tolong Jasmine kak!!" Teriak Namiira yang ketakutan terjadi sesuatu pada keponakan nya itu.


Rey langsung berlari ketika mendengar teriakan Namiira. Begitu juga Maera yang berada di dalam kamar. Ia mendengar Namiira meneriakkan nama Jasmine.


"Hey kau, lepaskan putriku! Jangan coba-coba melukai putriku! Aku bersumpah akan menghabisi mu jika sedikit saja putriku terluka." Rey tak dapat mengontrol emosi nya ketika melihat putrinya di apit dan di todong kan pisau.


"Di mana Maera ku! Aku akan membawanya pergi, dia tidak pantas menderita dengan pengkhianat sepertimu!"


Maera yang sudah ikut keluar dari kamar menyusul Rey terkejut menyaksikan adegan horor yang di perbuat oleh Jerry.


"Kak Jerry?? Apa yang kau lakukan kak? Lepaskan putri ku kak..." Pinta Maera dengan suara lirih karena mencemaskan Jasmine.


"Ibu Maera... Tolong aku" Rengek Jasmine ketika melihat ibu Maera nya berniat mendekatinya.


"Sayang, jangan takut... " Bujuk Maera agar dapat menenangkan Jasmine.


"Sevgilim, kau tidak apa-apa?" Jerry perlahan mulai melepaskan Jasmine ketika melihat gadis yang ia cari-cari sudah berdiri di hadapan nya.


"Kak, apa yang kau lakukan? Kenapa kau berbuat seperti ini kak?... Kau bukan kak Jerry yang ku kenal."


"Sevgilim, Maera ku... Aku akan membawamu pergi dari sini sayang" Tiba-tiba saja Jerry langsung memeluk Maera.


Sontak saja Rey yang sejak tadi sudah emosi semakin emosi berlipat ganda.


"Brengsek, lepaskan tangan mu dari istriku!!"


Para penjaga pun segera membekuk Jerry.


...***********...


...*********...


...Jangan Lupa Vote yah sayang........


...Semangat ku ada pada dukungan kalian......


...I Love you.. 🥰...


...AUTHOR MENERIMA KRITIK DAN SARAN SAYANGKUHHH...

__ADS_1


__ADS_2