
Rey lalu berpaling menghadap Maera. Ia tersenyum dan langsung menghujani Maera dengan ciumaan nya.
"Kalau begitu buktikan sayang." Rey sembari mengedipkan matanya seolah memberi kode untuk segera pada Maera.
Rey kembali membawa Maera ke ranjang sembari terus memeluknya dan menciumminya.. Kali ini Rey tidak membuang-buang waktu lagi...
Ia mulai menggesek-gesekkan junior nya itu ke pintuu guaa milik Maera....
"Ehmm... Hikss"
"Ini sangat sulit... aku harus membasahinya dulu."
Jeda tadi tentu membuat Maera jadi kering.
Rey lalu memberikan sentuhan disana...
Maera pun mengikuti alurnya... Ia hanya bisa men... de.. sah merintih saat Rey bermain dengan li.. dah nya di sana...
"Ehmmm... Kak.. Rey... Aku"
"Ya sayang, katakan sayang... " Rey sudah mulai serak membalasi Maera.
"Aku.. Aku, Sayang aku ingin..."
"Katakan saja sayang..."
"Kak, Maaf aku ingin pipis kak..."
Maera yang tak faham dengan apa yang mau ia keluarkan khawatir jika ia sampai pipis beneran sementara mulut Rey ada di sana...
Rey pun akhirnya menyadari Maera tidak mengerti rasa seperti apa yang sebenarnya Maera alami. ..
"Tumpahkan saja sayang, kau bebas mengeluarkannya."
"Kak Rey.. aku tidak tahan lagi kak... Aghhh"
Maera pun mengeluarkannya... pada akhir nya air hangat itu pun tumpah di hingga mengitari mulut Rey...
Rey tersenyum puas melihatnya...
Rey lalu mengambil tissue untuk membersihkan bibir nya.. Lalu ia kembali meng hi.. sap bi..bir manis itu...
Lagi-lagi ia mendengar kan de.. sahan man.. ja si gadis polos ini.
"Emmmh"
Rey kemudian mulai meng..gesek-gesek..kan Junnior nya itu lagi tepat di pintu ruang khusus milik Maera itu.
"Apa ini akan menyakitkan kak?"
"Kau harus menahannya sebentar sayang. rasa sakit nya tidak akan lama sayang."
"Aghhhh Kak"
Maera seperti sedang menahan kesakitan yang luar biasa... Ia bahkan sampai mencengkram jari-jarinya di punggung Rey hingga meninggal kan bekas kuku nya di sana.
"Aku mohon tahan sayang sebentar lagi kau akan lebih nyaman"
"hhhh... Kak Rey. .. Aghhh"
__ADS_1
Rey terus memaksa menekan ke dalam.
Junniorrnya yang ukurannya di atas normal itu tentu saja tidak mudah untuk menembus nya begitu saja...
Namun Rey tak akan menyerah sampai kesabaran nya itu akhirnya membuahkan hasil.
Tombak besar itu pun akhirnya menembus dinding sela.. put dasar yang sudah di jaga belasan tahun itu.
"Agghhhhhh"
Maera hanya bisa memekik kesakitan..
"Apa ini terlalu sakit sayang?"
Maera hanya mengangguk lemah.. Air mata nya itu membuat Rey semakin jatuh cinta pada Maera... Itu pertanda harta paling berharga miliknya sudah di serahkan pada Rey sepenuh nya. Dan itu membuktikan bahwa Rey tidak salah mencintai Maera nya.
Rey pun mengecup kening Maera..
"Aku akan melakukan nya dengan perlahan sayang.. rasa sakit ini hanya sementara. Percaya padaku, kau akan terbiasa."
lagi-lagi Maera hanya mengangguk pasrah
"Hmm"
Rey pun meneruskan ayunannya itu. Ia memaksa mendorong agar menekan lebih jauh dan dalam lagi.
"Agkkkh Kak Rey..." Maera semakin mencengkram tangannya di badan Rey...
"Sayang Bertahan lah" Pinta Rey dengan nada yang sudah tidak beraturan lagi.
Keringat mulai bercucuran bahkan sudah menyatu pada mereka... Bahkan Pendingin ruangan pun seperti tidak memiliki fungsinya lagi.
Rey pun terus mengayunkannn irama dengan ritme slow.
"Sayang, lupakan semua keresahan mu, aku akan selalu mencintai mu apapun yang terjadi."
Maera pun tersenyum meski masih menahan kan sakit dan matanya masih sembab karena hujaman pertama tadi.
Rey pun mengarahkan tangan Maera untuk memeluknya...
Maera pun mulai nyaman, Rey dengan sabar mengajari Maera harus seperti ini dan itu....
Rey sudah Memastikan Maera nyaman, ia pun kembali menambah ritme ayunan nya... Ia bergerak dengan lihai seakan melampiaskan dendam telah menunggu sejak bertemu dengan Maera...
Ia kembali menyematkan bibirnya pada bibiir Maera... Ia menginginkan Desiran suara halus itu keluar lagi memohon untuk mengeluarkan nya...
"Emmmmh"
"Aghhhhh"
Suara mereka bersaut-sautan memecah dingding yang sudah terbakar oleh gaaiirahh dunia yang panas membaraaa ini...
Rey melu.. mati daun telinga Maera sembari mendengarkan seruan nafas Maera di telinganya...
"Sayang... Aku mencintai mu" Rey mengucapkan nya, ia berharap ingin mendengar balasan dari Maera.
"A.. aku... Aku juga kak Rey... sayang mmm"
Suara itu terputus-putus mengikuti gelombang ayunan yang di mainkan oleh Rey....
__ADS_1
"Kak Rey.. Aku... Aku mau pipis lagi kak Rey"....
"Kau akan mengeluarkan nya sayang, aku juga menginginkan nya" Rey sembari tersenyum memandangi wajah wanita yang baru sebulan ia kenal itu...
Rey menaikkan lagi tempo ayunan itu...
Ia semakin meng... geloraa melihat wajah Maera ketika ingin menumpahkan nya.
"Bersama-sama sayang" Ajak Rey pada Maera saat ia tau Maera sudah waktunya...
Rey semakin lagi dan lagi menaikkan tempo nya... sampai pada akhirnya yang ia tunggu-tunggu akhir nya pun meledak pada waktunya....
"Aggghhh" Pekik panjang Rey dan Maera secara bersamaan...
Maera pun merasakan desiran angin pantai menyapu seluruh badan nya... bagai kupu-kupu keluar bertebaran di sana.. Pele.. pasan itu begitu terasa panjang bahkan sudah hampir tengah malam...
"Aku mencintaimu sayang" Kecup Rey lagi sebelum ia menghempaskan tubuh nya di ranjang itu...
"Aku juga mencintai kak Rey" Balas Maera yang sebenarnya belum benar-benar menyadari apakah ia mencintai Rey atau tidak.
Rey pun memeluk Maera....
"Terima kasih Sayang, Kau sudah membuktikan dirimu padaku"
"Hmm" Maera yang sudah kelelahan itu tak perlu waktu lama untuk akhirnya tertidur di dada suaminya itu.
"Maera... Aku berjanji kau akan bahagia, aku akan selalu bersama mu sampai maut memisahkan, Maafkan aku yang sudah sempat meragukan mu"
Rey tak sadar bahwa sejak tadi ia hanya bicara sendiri.. Ia pun menggendong Maera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya..
"Kak Rey, aku lelah aku ingin tidur"
"Tidurlah sayang, biar aku yang membersihkan nya"
Rey mendudukkan Maera di atas kursi di dekat meja kaca kamar mandi itu. Ia dengan sabar membersihkan Maera. Sementara Maera hanya bersender di bahu Rey yang ada dihadapannya..
Usai memandikan Maera, Rey pun memakaikan nya piyama lalu menaikkan nya ke ranjang dan menyelimuti nya.
Setelah itu barulah ia pergi untuk mandi.
Ia tak berhenti tersenyum senyum sendiri sejak tadi...
Benar-benar kebahagiaan yang sudah lama ia nantikan...
...************...
...MOHON MAAF YAH READERS JIKA TIDAK SESUAI YANG KALIAN HARAPKAN.. TAPI PERCAYALAH PASTI ADA BANYAK WANITA DILUAR SANA MERASAKAN MALAM YANG SEPERTI INI. DI SAAT DI MANA HATI PERLU DIYAKINKAN LAGI BARULAH MAU MENYERAH KAN HARTA PALING BERHARGA MILIKNYA.........
...*********** BOM CRAZY UP ***********...
...*********** BOM CRAZY UP ***********...
...SPESIAL 5 EPISODE SEKALIGUS...
...SPESIAL UNTUK READERS KESAYANGAN...
...JANGAN LUPA SUPORT AKU DENGAN VOTE DAN LIKE NYA YAH SAYANG......
...MAAF KAN AUTHOR MEMBERIKAN SENSASI DI BOOM EPISODE KALI INI.. 🤣😍🥰...
__ADS_1