BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Satu Masalah Telah Usai)


__ADS_3

"Terima kasih sayang, cup.. cup.. cup" Rey tak mau lupa untuk mengerjakan kebiasannya usai mencangkok Maera, yaitu mencium kening nya dan mengucapkan Terima kasih.


"Aku tidak akan pernah lelah, jika itu bersama istri yang kucintai sayang"


Rey lalu memeluk Maera, beristirahat sebentar sembari bertanya pada Maera yang sebenarnya sudah hampir tertidur.


"Sayang, kenapa kau menjauhi ku terus? Apa kau tidak merindukan pelukan ku selama seminggu ini, hem?"


Maera pun teringat pada sesuatu lantas ia bangun untuk duduk.


"Yahh.. aku sudah melupakan janji ku pada Ibu, Kak M2 dan kak Aishe, bagaimana ini?"


"Sayang?? Apa kau menyembunyikan sesuatu dari ku? Kau tau kan dosa istri akan berkali lipat jika membohongi suami nya"


"Hah? Astaga aku baru sadar, selama ini aku membohongi kak Rey? Dan dia kan sebenarnya tidak mengkhianati ku, berarti yang bersalah hanyalah aku"


"Ehmm.. Kak Rey.. Aku mau jujur saja pada mu. Tapi apakah kau mau berjanji akan memaafkan ku setelah aku berkata jujur?" Maera pun memasang wajah mode memelas agar Rey menyetujui nya.


"Hemm, tergantung sayang. Tapi jika kau berselingkuh maka aku tidak akan mengampuni mu!" Balas Rey dengan eksyen serius.


"Yakk.. Kak aku tidak berselingkuh kak, aku berani bersumpah." Maera pun langsung bertindak mengelak den berusaha meyakin kan Rey dengan mengangkat dua jarinya untuk bersumpah.


"Memang nya ada apa sayang? Apa kau memiliki rahasia apa, katakan lah!"


"Kak Rey sebenarnya, Ibu, kak Aishe, dan kak M2 lah yang meminta ku untuk ber akting ketus dan harus memusuhi mu, untuk memberi mu pelajaran, sekaligus ingin melihat sampai mana usaha kak Rey untuk membujuk ku, lagi pula kak Rey juga tidak mengucapkan selamat pada ku ketika mengetahui aku hamil. Aku kan mau seperti cerita di televisi dan novel romantis yang di berikan ucapan selamat dengan istimewa, lalu di perlakukan dengan istimewa juga"


"Astaga sayang... Jadi selama ini kau hanya akting? Hahahaha... Kau bahkan tidak berbakat untuk akting sayang... " Rey malah menertawai Maera karena merasa lucu.


"Kak Rey!!" Maera langsung menutup selimutnya dan menyembunyikan wajah nya di sana. Ia merasa malu karena Rey menertawai nya.


"Hahaha, sayang maafkan aku.. Aku hanya merasa kau sangat lucu. Maaf sayang hahaha"


"Kak Rey jahat! Kak Rey sama sekali tidak memahami perasaanku."

__ADS_1


Rey pun menghentikan tawanya, ia lalu membujuk Maera yang merajuk karena di tertawai oleh nya.


"Sayang, aku minta maaf sayang.. Aku hanya bercanda. Lagi pula kau sendiri tau, aku bukanlah pria romantis. Tapi aku berjanji akan belajar lebih romantis lagi, aku sangat berterima kasih pada mu, karena kau sudah mau menjadi istriku, ibu dari anak-anak ku dan sekarang kau juga mengandung buah hati kita."


Rey pun membuka selimut Maera, lalu memeluk Maera dari belakang.


"Maafkan aku ya sayang.. Aku tidak bisa jauh-jauh lagi dari mu, kau tau untuk pertama kali nya aku merasa gelisah jika tidak bertemu dengan wanita ku, dan wanita itu hanyalah kau sayang."


"Cih... kau tidak romantis tapi kau selalu pintar membuat janji dan merayu wanita kak" Omel Maera yang masih tidak percaya pada ucapan Rey.


"Sayang, tapi kenapa kenapa kau cuma ber akting? Padahal kan kau belum tau kebenaran soal Lucia?"


Maera membulatkan matanya, ia bingung harus menjawab apa kali ini.


"Aduh, kenapa aku bisa lupa? Ya ampun, Maera kau memang benar-benar payah!" Umpat Maera pada diri nya sendiri.


"Sayang, kau semakin sering berpikir sekarang? Apa kau salah makan obat? Aku sampai berpikir Black Jack telah menyuntikkan sesuatu pada mu ckckck"


"Kata nya kalau aku menyembunyikan sesuatu dari suami ku atau membohongi nya maka dosa ku akan berkali lipat. Sebaiknya aku jujur saja, kak Rey pasti akan memaafkan ku"


"Kak Rey... Eh sayang... kau tau, aku kan sudah menjadi milikmu seutuh nya, kau juga sudah tau kan aku takut jika kau marah-marah?" Maera bicara sembari memegangi dada yang lumayan kekar itu seolah sedang melukis di sana.


Rey memegang dagu Maera, ia tau kegundahan di hati Maera yang ingin berkata jujur tapi takut.


"Katakan saja sayang, kau memutar-mutar saja kau tidak akan sampai pada inti permasalahan mu. Aku mencintaimu aku tidak akan marah-marah pada mu kecuali itu tentang perselingkuhan, karena aku benci perselingkuhan"


"Jujur saja, awalnya aku merasa cemburu dan sakit hati, karena kak Rey pernah tidur dengan wanita itu. Tapi aku menyadari kak Rey melakukan nya sebelum bertemu dengan ku. Dan aku tidak bisa menyalahkan masa lalu mu"


Rey terus menyimak apa yang di bicarakan Maera. Ia pun mengerti perasaan cemburu Maera itu tidak bisa di salahkan.


"Sayang, sebenarnya aku tau kehamilan wanita itu tidak ada hubungan nya dengan mu.... Aku mendengarnya dari pembicaraan Tuan jangkung itu di telepon."


"Maksudmu Black Jack? Kenapa kau tidak mengatakan dari awal kepada ku hah?" Rey agak meninggikan suaranya karena terbawa perasaan kesal.

__ADS_1


"Kau tau Maera, Aku sempat berpikir bagaimana kalau memang secara tidak sengaja wanita itu benar-benar mengandung anak ku! Aku hampir saja putus asa memikirkannya."


Maera lalu menangis, karena merasa takut dengan amarah Rey.


"Maafkan aku kak, aku hanya bermaksud untuk... "


Rey langsung mendekap Maera dengan erat..


"Aku juga minta maaf sayang, seharusnya bagian masa lalu tidak menggangu hubungan kita di masa depan. kecerobohan ku lah yang membuat semua ini terjadi. Aku tau apa yang kau harapkan. Maaf aku telah meneriaki mu barusan."


Untuk pertama kalinya Maera pun membalas pelukan Rey dengan erat. Dan untuk pertama kalinya juga Maera membalas Kata Cinta dari Rey.


"Aku mencintai mu Maera sayang ku"


"Aku juga mencintaimu kak Rey..."


"Apa sayang? Aku tidak dengar sayang, tolong katakan sekali lagi!"


"Aku mencintai mu, aku menyayangimu, aku ingin hidup selama nya bersama dengan mu kak Rey sayang."


Rey pun tersenyum bahagia mendengar nya. Malam ini mereka lewati jauh lebih indah dari malam pertama mereka. Karena kali ini ia sudah tau perasaan nya tidak bertepuk sebelah tangan lagi.


Rey lalu menggendong Maera ke kamar mandi untuk bersama-sama membersihkan diri mereka. Tapi jangan harap mereka hanya membersihkan diri. Tentu saja Rey tidak akan melewatkan kesempatan emas untuk mencangkok istri tercinta nya itu.


Akhirnya satu permasalahan lagi sudah selesai... Tidak tau apakah akan ada permasalahan rumah tangga lainnya antara Maera dan Rey nanti.


...********...


...Jangan Lupa Vote yah sayang........


...Semangat ku ada pada dukungan kalian......


...I Love you.. 🥰...

__ADS_1


...AUTHOR MENERIMA KRITIK DAN SARAN SAYANGKUHHH...


__ADS_2