BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Grace Merasa Terpojok)


__ADS_3

Jerry pun menghubungi teman-teman lama nya yang mana ia masih tergantung dalam komunitas balap mobil dan komunitas panah. Meskipun ia sudah lama di Prancis tapi Jerry tak pernah putus hubungan dengan mereka.


Jerry pun meminta mereka berkumpul di suatu tempat yang sudah di tentukan.


Sementara menunggu mereka berkumpul Jerry masih saja terus menulusuri kota di malam mencekam ini.


Sampai lah mereka di janjikan mereka pun berdiskusi untuk melacak keberadaan Maera, ia mencoba menelusuri GPS yang ada di ponsel Maera..


Sementara di Mansion Emerald..


Beberapa jam setelah kejadian...


Rey dan Valent langsung berlarian menuju ke dalam Mansion saat melihat anak buah nya bertewasan satu per satu mulai dari gerbang sampai ke dalam rumah.


"Ada apa ini? Dimana Maera dan Jasmine dan Namiira" Teriak Rey yang tak melihat siapapun lagi untuk di tanyai di sana.


"Aku akan mencari mereka di ruang rahasia." Valent langsung bergegas menuju tempat rahasia yang di maksud itu.


Rey membalikkan satu per satu tubuh anak buah nya yang tergeletak di lantai dengan darah berceceran di sekitar nya.


"Apa yang terjadi??.. Kalian adalah pengikut setia ku. Kenapa kalian harus mengalami ini semua??" Teriak Rey sembari menitikkan air matanya.


Rey memang terkenal cuek dan tegas, tapi ia juga di kenal sebagai sosok boss yang menyayangi para anak buah nya. Jadi tidak heran ia merasa kehilangan dan sedih saat melihat anak buah nya terkapar dan pergi meninggalkan nya. Apalagi dengan cara yang tragis.


Rey menyeret mereka semua satu persatu dan di kumpulkan di ruang tengah itu. ia lalu menutupi mereka semua dengan kain putih yang memang selalu tersedia di Mansion nya. Dia sudah menggeluti dunia ke mafia an ini selama belasan tahun jadi mereka selalu bersiap untuk hal terburuk.


"Kak Rey... " Teriak Namiira yang menangis sembari menggendong Jasmine yang masih kondisi lemah akinat trauma kemarin. Ia masih tertidur karena pengaruh obat dari dokter.


"Namiira, kau tidak apa-apa sayang, Jasmine putriku... Maafkan aku karena tidak bisa menjaga kalian dengan baik." Rey menciumi kening Jasmine dan kening Namiira. Ia sangat bersyukur adik sepupu nya dan Putrinya baik-baik saja.


"Kakak, maafkan aku kak, mereka membawa kakak ipar."


Namiira merasa bersalah karena tidak sempat membawa Maera untuk ikut bersembunyi di kamar rahasia itu.


"Apa kau tau siapa yang melakukannya?"


"Tidak kak... Aku bersembunyi sesaat mendengar teriakan dari sini."


"Rey.. Ikutlah dengan ku!" Valent tiba-tiba datang dari arah lain, ia meminta Rey untuk ikut dengan nya ke ruangan CCTV.


Ruangan CcTv letak nya agak terhimpit oleh ruangan ruangan di rumah itu. Mungkin saja para penjahat itu tidak bisa menemukan nya karena memang temoat nya tidak tampak seperti ruangan khusus. Sementara Rey yang sudah berpengalaman tentu saja tidak memasang model CCTV yang mudah di lihat oleh orang lain.

__ADS_1


Mereka pun memutar mulai dari detik-detik Mereka membawa Maera hingga saat Jerry dan Anetha datang.


"Mobil berwarna maroon mereka memiliki tanda tatto barcode dan angka, aku melihat nya"


Rey terus saja me replay kata-kata anak buah nya di dalam video itu.


"Aku seperti mengenali Tatto itu" Ucap Rey sembari menelisik ingatan nya.


"Rey, apa ini ada kaitannya dengan masa lalu? Tapi kenapa mereka membawa Maera? Apa untuk dijadikan sandra bisa saja ini umpan."


"Kau benar, dia black monster! Dia mantan kekasih Ruby yang kita cari selama ini!"


"Black Monster??" Beo Valent yang masih berusaha mengingat-ingat orang yang di maksud Rey.


"Astaga Rey!!! Dia si pembunuh berdarah dingin itu. Kita harus segera menyelamatkan Maera."


Tiba-tiba Grace pun kembali ke Mansion dan bersamaan dengan itu Martha dan Frans juga sudah tiba di Mansion.


"Ada apa ini Rey? Apa yang terjadi dengan orang-orang kita?" Tanya Grace yang terlihat panik dengan kondisi Mansion yang masih mencekam dengan darah berserakan di mana-mana.


"Ibu, kita di serang mantan kekasih Ruby, dia menyandra Maera bu"


"Astaga... Kenapa dia kembali sekarang?" Gumam Grace dengan mimik wajah cemas.


"Ti... tidak Rey, Ibu hanya heran kenapa tiba-tiba Black Monster datang menyerang kita, bukan kah selama ini kita yang mengejar mereka?"


"Kau benar bibi, ada sesuatu yang salah di sini. Aku menduga ada motif lain di balik penculikan Maera, terlalu banyak kejanggalan saat situasi itu berlangsung" Sambung Valent yang malah membuat Grace merasa terpojok.


"Apa maksud mu Valent? Apa kau mencurigai ku?" Grace merasa kesal pada Valent.


"Maafkan aky bibi, aku tidak mengatakan bibi terlibat, aku hanya mengatakan sepertinya ada motif lain."


"Sebaiknya kau jaga ucapan mu kak Valent!" Frans yang memperhatikan obrolan mereka dari jarak 5 meter merasa kesal ibu nya seakan sedang di tuduh oleh Valent.


"Valent, ibu sangat menyayangi Maera, bahkan di awal-awal kami bertemu ibu yang mendesak ku menikahi nya." Rey juga malah ikut-ikutan membela ibu nya.


"Ada apa dengan kalian semua? Aku tidak bermaksud menuduh bibi!"


Martha yang seperti biasa selalu lebih dewasa dari siapapun ketika ada masalah, ia pun mencoba menenangkan semua orang.


"Sudah-sudah kak Rey, Kak Valent, Frans, ini bukan waktunya kita berdebat. Aku tau kalian semua panik. Tapi dari pada kita membuang waktu di sini, lebih baik sekarang kita bergerak mencari tau di mana keberadaan kakak ipar."

__ADS_1


"Kau benar Martha" Balas Rey yang setuju dengan Martha.


Sementara Grace hanya terdiam menyatukan kedua pelipis atas nya itu dengan jarinya.


"Bibi, sebaiknya bibi istirahat saja, Jasmine dan Namiira membutuhkan bibi. Biar kami yang mengurus masalah ini." Pinta Martha yang merasa kasihan pada Grace karena merasa tersudut kan oleh perkataan Valent tadi.


Aishe yang juga mendengar kabar kejadian di Mansion langsung sibuk menghubungi Valent. Aishe sedang berada di rumah ibu nya saat ini.


Valent pun pergi ke menjauh saat mengangkat ponsel nya.


"Valent, apa kau berpikiran yang sama dengan ku sayang?"


"Kau benar Aishe, aku menemukan banyak kejanggalan saat itu terjadi."


"Kenapa Black Monster tau kondisi rumah itu benar-benar sedang tidak ada orang? Dan sebelumnya kita semua akan sudah mendapat tugas masing-masing untuk pergi dari Mansion."


"Aishe, sebaiknya kau jangan bicarakan ini dengan siapapun dulu sayang. Aku harus mencari detail nya lebih jelas agar kita tidak salah langkah. Aku harus menyelamatkan adik ku"


"Aku mendukung mu sayang, kau berhati-hati lah! Ingat sebentar lagi kau akan menjadi ayah, hem!"


"Baik sayang ku, kau jangan khawatir, suami mu ini akan baik-baik saja. Kau juga jagalah baik-baik dirimu dan calon anak kita"


Valent pun menutup ponsel nya.


Ia terus berpikir mencari tau layak nya seorang detektif yang ingin memecahkan sebuah kasus, karena itu memang keahlian Valent.


"Maera, kau sudah menjadi adik ku, saudari ku! Aku akan menyelamatkan mu apapun resiko nya." Gumam Valent sebelum pergi meninggalkan ruang kamar nya itu.


*********


...********...


...*******UP 4 EPISODE*******...


...*******UP 4 EPISODE*******...


...Jangan Lupa Vote yah sayang........


...Semangat ku ada pada dukungan kalian......


...I Love you.. 🥰...

__ADS_1


...AUTHOR MENERIMA KRITIK DAN SARAN SAYANGKUHHH...


__ADS_2