BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Felicia Pelakor? Maera Mengamuk)


__ADS_3

Tiga hari setelah kejadian, Maera di izinkan pulang oleh Dokter. Namun karena Jerry dan Valent masih di rawat di


sana, Maera malah ikut-ikutan masih ingin tetap berada di sana.


Pagi itu Grace memberanikan diri untuk masuk ke ruangan perawatan Maera. Maera masih tertidur setelah di suntik oleh Dokter Felicia yang baru bergabung di rumah sakit ini atas perintah Rey.


Sejak kejadian beberapa waktu lalu Rey sama sekali tidak mau berbicara dengan Grace, begitu pula Frans dan Gorgh suaminya. Hanya Namiira dan Jasmine lah yang mau berbicara dengannya.


Grace dengan hati-hati memasuki ruanganan itu agar tidak membangunkan Maera. Ia berdiri di dekat Maera sembari berbicara sendiri.


"Maera... Maafkan ibu, ibu sudah melakukan kesalahan dengan membuat kesepakatan kotor dengan mereka, ibu tau ibu tidak pantas di maafkan." Grace menangis penuh rasa bersalah.


Grace merasa sedikit lega telah mengucapkan permintaan maaf nya pada Maera, yah meskipun Maera belum menjawab nya sama sekali. Grace lalu bergerak untuk pergi.


Tapi baru saja ia melangkah, Maera tiba-tiba menarik tangan Grace.


Spontan saja Grace merasa deg-degan seakan-akan sedang menghadapi hakim saja.


"Ibu, kau mau kemana? Apa ibu tidak ingin menemani ku lebih lama?" Ucap Maera sembari memberikan senyuman terbaik nya itu.


"Maera.. sayang..." Grace pun memeluk Maera dengan penuh rasa haru.


"Maafkan ibu Maera, ibu bersalah pada mu."


"Ibu... Kenapa ibu harus minta maaf? Bukankah kewajiban seorang putri untuk membantu ibu nya dalam menyelesaikan masalahnya?"


Grace semakin mempererat pelukannya. Maera nyaris saja kehilangan nafasnya karena terlalu eratnya.


"I... Ibu... Aku hampir kehilangan nafas ku bu..." Ucap Maera yang membuat Grace pun spontan melepaskan Maera.


"Maaf.. maaf sayang, ibu terlalu senang."


"Dasar gadis bodoh! Kenapa kau terlalu mudah untuk memaafkan semua orang." Kesal Anetha yang tadinya ingin masuk ke ruang Maera namun ia mengurungkan nya.


"Kenapa kau tidak jadi masuk Anetha?" Tanya Rey yang baru saja datang. Ia bingung melihat mimik wajah kesal Anetha.


"Ibu mertua sahabat ku ada di dalam Tuan Rey. Aku tidak mau mengganggu adegan haru mereka" Sindir Anetha yang tanpa ia sadari ia seolah melampiaskan kekesalannya pada Rey.

__ADS_1


"Maksud mu, ibuku?" Tanya Rey memastikan lagi ucapan Anetha, ia pun seketika panik mendengar nya.


"Hmm.. memangnya siapa lagi ibu mertuanya Maera?" Balas Anetha lagi masih dengan nada ketus nya.


Rey pun langsung berlarian ke kamar perawatan Maera. Seolah tak memperdulikan keberadaan ibu nya, ia malah menyindir halus ibu nya dengan cara tak menganggapnya ada di situ.


"Maera, sayang kau tidak apa-apa kan?"


Maera pun melirik ibu mertuanya itu."


Maera tak langsung menjawab pertanyaan Rey. Ia merasa kasihan pada ibu mertuanya yang di anggap musuh oleh Rey.


Maera malah membalas seolah tak menganggap Rey ada di situ.


"Ibu... bagaimana keadaan putriku?"


"Dia baik-baik saja sayang... Dia sudah ceria seperti sedia kala, tapi dia terus menanyai mu" Balas Grace yang merasa sangat bahagia karena Maera sudah kembali mengajaknya berbicara, seolah beban di hatinya itu semuanya telah lepas.


"Sayang, sebaiknya kau berhati-hati, kau tau mungkin saja perihal Lucia itu juga adalah perbuatan ibu" Rey bertingkah konyol seolah ingin menghasut istrinya untuk menjauh dari ibunya sendiri.


"Rey, ibu bersumpah, ibu tidak melakukan hal yang satu itu" Grace mencoba untuk meyakinkan Rey.


"Bagaimana ya? Apa aku beritahu sekarang? Tapi jika aku beritahu sekarang, aku tidak bisa melihat usaha kak Rey. Aku kan ingin di bujuk dengan cara-cara romantis seperti di novel-novel yang aku baca di Mangatoon..."


"Maera?" Rey dan Grace sama-sama memanggil Maera yang tiba-tiba tersenyum sendiri.


"Sayang, kau baik-baik saja kan?"


"Kak Rey, sebaiknya kakak pergi. Aku tidak mau energi buruk mendekat pada ku dan calon bayiku. Apa kakak mengerti?"


"Yakkk... sayang, aku ini kan ayah nya, bagaimana bisa kau mengatakan aku membawa energi negatif?"


Felicia kebetulan ingin memeriksa keadaan Maera sesuai jadwal setiap jam dia akan memeriksa kondisi pasien spesial nya itu. Namun baru saja dia melangkah, Rey langsung saja menarik Felicia.


"Nah ini ada Felicia tolong jelaskan Felicia, bukankah seharusnya wanita hamil itu harus lebih dekat dengan suami nya, bermanja-manja atau sejenis nya, hem?" Rey berusaha memberikan kode pada Felicia dengan mengedipkan matanya.


Tapi ternyata Maera malah kesal melihat Rey menarik tangan Felicia dan malah tak sengaja melihat Rey mengedipkan mata pada nya.

__ADS_1


"Dasar, mesum!!!" Maera melemparkan bantal nya pada Rey.


"Pergi dari sini!!... " Teriak Maera lagi saking kesal nya ia pun meminta Rey untuk pergi.


"Dokter Felicia, kau.. kau mau jadi pelakor ya? Kau bukan teman ku lagi kak"


"Hah??? Pelakor?? Tidak.. tidak Maera.. Tuan Rey yang menarik tangan ku bukan aku yang menarik nya." Felicia seketika menjadi gugup dan takut ia pun keluar dari kamar itu dan tidak jadi memeriksa Maera.


Grace hanya menutup mulut nya menahan tawa akibat ulah Maera. Dia tentu saja faham pemikiran menantu nya yang polos itu, walaupun kadang-kadang tiba-tiba normal seperti orang dewasa.


"Dasar pasangan yang aneh!!" Umpat Felicia yang berhasil lolos dari lemparan susulan dari Maera.


"Sayang, dengarkan aku, aku ehm.. Maksudku .. kau cuma salah faham sayang, ini tidak seperti yang kau pikir kan." Bujuk Rey pada Maera yang sekarang tengah posisi meringkuk di dalam selimut nya.


Gorgh baru saja tiba bersama Valent yang masih duduk di kursi roda itu.


"Ada apa ini Rey?" Gorgh dan Valent menatap Rey bersamaan.


"Ayah, tolong jelaskan pada menantu ayah ini, dia hanya salah faham, aku tadi meminta Felicia menjelaskan pada Maera agar tidak jauh-jauh dariku, tapi Maera malah berpikir aku ada hubungan dengan Felicia."


Usai panjang kali lebar kali tinggi Rey pun menatap Gorgh dan Valent secara bergantian. Mengaharap pembelaan, tapi bukan pembelaan yang di dapat.


"Maafkan aku Rey, aku tentu saja lebih memihak pada adik ku" Balas Valent yang membuat Rey kesal karena seolah Valent ikut menuduh nya bersalah. Padahal sesungguhnya Valent juga merasa geli dengan tingkah mereka berdua.


"Ayah?? Apa ayah juga akan memihak Maera?"


"Ayah Gorgh, aku lebih butuh perhatian sekarang, ayah tau aku kan lagi mengandung? Jadi ayah harus berpihak pada ku, ayah kan mengatakan kalau ayah Gorgh juga sama seperti ayahku sendiri." Maera memotong pembicaraan Rey sembari menongolkan wajah nya dari balik selimut itu lalu ia kembali lagi meringkuk di dalam nya...


"Ehmm.. Maafkan ayah Rey, ayah tidak bisa membantu mu kali ini...


Valent seperti nya kita datang di waktu yang tidak tepat" Gorgh pun memutar kursi roda Valent untuk keluar.


"Ayah!!"


...*******...


...TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMOGA SAJA KALIAN TETAP SETIA PADA KARYA KECIL INI......

__ADS_1


...I LOVE YOU ALLL...


__ADS_2