BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)

BRANDAL MAFIA CINTA (Seri Novel)
BPC (Persiapan Ke Medan Tempur)


__ADS_3

"HENTIKAN!!!!" Teriak Anetha yang membuat semua nya spontan terhenti. Dan Martha, Felicia, bahkan Grace dan Namiira pun ikut keluar untuk melihat apa yang terjadi.


"Apa guna nya kalian sibuk bertengkar di sini?? Maera ku sedang terancam nyawa nya. Dia membutuhkan kalian semua!! APA KALIAN MASIH INGIN MELIHAT DIA KEMBALI?? HAH??!" Anetha dengan isak tangis nya terus meneriaki mereka.


"Jerry, Maera sedang hamil" Rey tiba-tiba menangis. Ia sudah menahan sesak nya dada sejak tadi. Ia berusaha tampak tegar dan kuat agar yang lain tidak tau betapa hancur nya dia. Sekian lama ia mengharapkan kehidupan nya yang sekarang bersama Maera, seketika bayang-bayang maut istrinya menghantui nya sejak tadi.


Jerry memundurkan langkah nya dengan lunglai. Ia bagai tersambar petir mendengar kondisi Maera yang sedang di sandra ternyata juga sedang hamil.


"Maera ku sudah menderita sejak kecil, tapi dia harus menanggung semua ini!"


Grace sendiri memegang dada nya. Ia juga merasakan sesak di sana. Naluri keibuannya bertolak belakang dengan pikirannya.


"Maera sedang hamil? cucuku? Apa aku egois?" Grace bertanya-tanya dalam hati nya.


Namiira yang merasa mungkin grace bersedih karena dia selama ini memang terlihat menyayangi Maera. Ia pun mencoba menenangkan bibi nya itu.


"Bibi... kuatkan hati mu bibi, kita harus membantu kakak ipar dengan doa"


Grace lalu pergi ke kamar nya, ia pun mengambil tas dan ponsel nya. Ia melihat puluhan panggilan dari Gorgh suami nya. Gorgh masih di Brazil untuk menyelesaikan urusannya. Tapi tidak satupun berita yang tak sampai ke telinganya. Grace pun menelepon balik Gorgh.


"Sayang, bagaimana keadaan kalian? Aku masih menunggu Jet meluncur dari Rusia, aku akan segera kembali sayang" Gorgh langsung menjelaskan panjang lebar pada Grace karena mengira Grace menangis karena ketakutan.


"Gorgh... Maafkan aku, aku sudah jadi istri dan ibu yang egois" Tangis Grace pada suami nya itu.


"Ada apa sayang? Apa ada yang kau sembunyikan dari ku?"


"Maafkan aku, aku juga terlibat dalam kasus ini Gorgh".


"Apa maksud mu Grace?" Sangat Jarang Gorgh menyebut nama istrinya itu, tapi kali ini ia spontan memanggil nama nya saja tanpa embel-embel kata sayang.


"Gorgh, aku melakukan pertukaran antara Maera dengan Bryan" Tangis Grace semakin terisak merasa bersalah.


Gorgh mengeratkan rahangnya mendengar pengakuan istrinya itu. Ia bingung harus berbuat apa, di satu sisi Grace adalah istri yang sangat ia cintai, di sisi lainnya ia memikirkan perasaan putra kebanggaan nya dan menantu kesayangannya yang tak bersalah itu.


"Maera sedang mengandung cucu kita Gorgh"


"Apa??? Grace kenapa kau begitu tega, apa salah Maera padamu?? Kenapa kau tidak menunggu kita mencari solusi lain untuk menyelamatkan Bryan??"


"Maafkan aku Gorgh aku baru mengetahuinya sekarang. jika aku tau sebelum nya... "

__ADS_1


"Brakkk"


Tiba-tiba Grace menghentikan kalimatnya dan menoleh ke belakang.


Ia melihat Rey sudah tersungkur di pintu kamar itu.


"Rey... apa kau mendengar semuanya nak? Maafkan ibu nak.. Ibu tidak bermaksud melepaskannya begitu saja" Grace masih berusaha menjelaskan dengan memberikan pembelaan pada dirinya sendiri.


"Ibu... kenapa kau begitu tega.. Apa salah Maera ku bu" Rey menjadi semakin lemah tak berdaya karena mengetahui ternyata ibu nya juga terlibat.


"Rey, ibu harus menyelamatkan paman mu, dia sudah terlalu lama di tangan Josh Liu dan Duke..."


"Ibu mengenal Duke?"


"Ibu sudah lama mengetahui mereka Rey"


"Tapi kenapa harus Maera yang ibu KORBANKAN??" Rey meneriaki ibu nya untuk pertama kali nya.


Grace pun tersungkur ke belakang karena begitu terkejut.


"Kenapa Rey lama sekali berpamitan pada bibi?" Valent sejak tadi menunggu Rey karena mereka sudah harus segera bergerak menuju tempat Maera.


"Rey apa kau sudah... se.. le.. sai? " Seketika Valent merubah notasi nya menjadi slomotion.


"Jika terjadi sesuatu pada Maera ku, aku bersumpah aku tidak akan memaafkan ibu!"


"Rey apa maksudnya ini? Bibi, kau juga terlibat?" Valent yang tak tau apa-apa mencoba meminta penjelasan. Tapi kedua orang itu tak memberikan nya sama sekali.


Rey pun pergi ke bawah, ia mengajak Valent, tapi Valent masih menatap ke arah Grace. Ia juga tidak percaya, orang yang selama ini ia hormati ternyata sama seperti pengkhianat.


"Valent, kita harus segera bergerak!"


Valent pun menyusul Rey.


Jerry yang tadi tersulut emosi mau tidak mau mengenyampingkan ego nya demi menyelamatkan Maera. Sesuai kesepakatan yang mereka lakukan tadi, mereka akan bersama-sama untuk melakukan misi penyelamatan Maera.


"Anetha, sebaiknya kau tinggal saja di sini! Ini misi berbahaya, aku tidak mau Maera menyalahkan ku jika kau terluka" Titah Rey pada Anetha sembari mempersiapkan persenjataannya.


Martha yang gelisah karena biasanya ikut maju ke medan tempur dengan kembarannya sekarang malah di suruh tetap tinggal untuk menjaga Namiira, Jasmine, Grace, dan juga Felicia sembari menunggu Margareth dan Willman kembali.

__ADS_1


Rey melemparkan rompi anti peluru untuk Jerry kemudian Valent membantu memasangkan peralatan lain nya. Jerry di suruh mencoba satu persatu mencobai senjata yang ada di ruang bawah tanah itu.


"Apa kau pernah menggunakannya sebelum nya?" Tanya Rey memastikan keahlian Jerry.


"Aku hanya pernah menggunakan senapan angin untuk menembak burung" Jawab Jerry sembari mencoba mengokang salah satu senjata di tangannya.


"Itu tidak jauh berbeda. Bedanya senjata api memerlukan jarak tapi senapan angin bisa menempuh jarak lebih."


"Aku mengerti, kau jangan khawatir. Jika aku tidak terdesak aku pun tidak akan menggunakan nya"


"Sebisa mungkin jagalah dirimu sendiri dulu baru kau bantu sekitarmu!"


Mereka pun menyatukan tangan mereka.


Jerry tidak ikut, tapi Rey menarik tangan nya untuk ikut bertumpu pada tangan mereka.


Demi menyelamatkan istri ku sekarang aku menganggap mu sama seperti mereka, yaitu kuanggap saudara ku.


Mereka pun dengan kompak mengucapkan slogan mereka itu dengan nada serius.


"Jaga Nyawamu Lepaskan saja ragamu"


"Saudara-saudara ku, kalian ingat pesan ku, sama seperti yang lalu-lalu. Jika terjadi sesuatu pada ku dan Valent maka kalian harus menyelamatkan diri kalian.


Jaga diri kalian baru kalian menjaga saudara kalian! Karena jika kalian tidak menjaga diri kalian sendiri, bagaimana kalian bisa membantu dan menyelamatkan saudara kalian. Apa kalian mengerti!"


"Kami mengerti kak" Para anak buah Rey semua kompak menjawab nya.


Rey pun terlebih dahulu berpelukan dengan Valent. Kemudian dia juga memeluk Jerry, walaupun Jerry agak enggan tapi Rey berusaha untuk menahan diri karena misi ini bukan lah misi main-main.


...********...


...******* UP 4 EPISODE *******...


...*******UP 4 EPISODE *******...


...SPESIAL TERGILA BESOK CRAZY UP 6 EPISODE, SPESIAL UP UNTUK KALIAN PARA READERS KESAYANGAN....


...TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMOGA SAJA KALIAN TETAP SETIA PADA KARYA KECIL INI......

__ADS_1


...I LOVE YOU ALLL...


__ADS_2