
"Valent terluka... Valent kau tau aku tidak suka begini, hem!" Teriak Rey pada sahabat nya itu.
"Tenanglah kawan, ini hanya luka kecil."
"Diam lah kau Valent! Aku sudah katakan kau jaga diri mu sendiri baru orang lain!"
"Kak Rey sebaiknya kita cepat membawa Valent dari sini, kita tidak punya waktu banyak." Teriak Tom pula dari sisi kiri.
"Lucas, siapkan semua kendaraan!"
"Jerry... Jerry.." Lucas pun meneteskan air mata melihat keadaan sahabat nya itu.
"Kak Jerry!! Buka mata mu kak!! Kau sudah berjanji akan menjaga ku seumur hidupmu! Kenapa kau tidak membuka mata mu kak!" Maera pun terisak sembari menggoyangkan tubuh Jerry.
Rey tak kuasa mendengar tangis istrinya itu, ia terus menggendong Valent yang sudah tepar di punggung nya.
"Kenapa semua harus berakhir seperti ini?" Bisik Rey dalam hatinya.
Maera, Bobby, dan Jerry sudah sampai di rumah sakit.
"Tolong selamatkan kakak ku!" Maera memohon pada dokter Zade yang sudah bersiap di sana.
"Nyonya, tenanglah! Aku pasti akan berusaha yang terbaik." Balas Zade lalu ia masuk ke ruang emergency itu.
...DI RUANG EMERGENCY...
"Apakah denyut jantung nya masih normal?"
"Denyut semakin melemah dokter!"
"Apakah darah nya sudah di dapatkan?"
"Golongan darah O positif tersedia tiga kantung"
" Siapkan AED (automated external defibrillator)!"
Sementara Zade melakukan operasi bedah untuk mengeluarkan selongsong peluru itu dari badan Jerry. para perawat mengatur pasokan darah dan yang lainnya mempersiapkan alat selanjutnya
Setelah kurang lebih setengah jam pembedahan pun telah usai, namun denyut jantung Jerry semakin terlihat melemah.
Di luar Maera dan Bobby masih menunggu dengan setia.
Tak lama Valent pun tiba di rumah sakit. Ia langsung di naikkan ke brankar dan di dorong menuju ruang emergency lain nya.
"Kak Valent??! Kakak, apa yang terjadi padamu?" Maera kembali menangis melihat Valent sudah tak berdaya di sana.
__ADS_1
"Denyut jantungnya masih ada, kami akan segera menanganinya" Ujar dokter lain yang kebetulan berjaga malam itu.
"Apa yang kau katakan? Tentu saja denyut jantung nya masih ada, dia masih hidup!" Rey yang sangat panik langsung saja merasa emosi mendengar ucapan Dokter itu.
"Tuan, bersabarlah! Mereka akan menanganinya" Bobby mencoba menenangkan Rey.
Maera seketika berubah menjadi terdiam kaku di sana.
"Ini semua salah ku. kakak-kakak ku terluka karena ingin menyelamatkan aku, aku yang bersalah"
Rey mondar mandir di depan pintu emergency tempat Valent di tangani yang berdampingan dengan ruang Jerry.
Dokter dari ruangan Valent keluar, Rey dengan cepat menghampiri nya.
"Bagaimana dengan saudara ku?" Tanya Rey mendesak dokter itu.
"Mohon maaf, kami membutuhkan darah tambahan secepatnya, pasien kekurangan banyak darah. Apakah ada yang memilki golongan darah B positif?"
"Darah golongan itu sangat sulit di temukan, bagaimana ini?" Tanya Rey pada Bobby.
"Aku... Aku memiliki darah B positif dokter. kau boleh mengambil darah ku, bahkan semuanya pun aku mau." Sahyr Maera yang tak berpikir panjang tentang kondisi nya yang lagi hamil.
"Maera, sayang kau lagi hamil, kau tidak bisa mendonorkan darah mu" Ucap Rey sembari menarik Maera.
"Dari mana Kak Rey tau aku sedang hamil?"
Maera langsung mendekati dokter, lalu meminta dokter tersebut mengambil darah nya.
"Dokter, ambillah darahku sekarang, kakak ku membutuhkannya"
"Tapi Nona, apa kau yakin? ini bisa berbahaya bagi jamin mu jika yang dikatakan Tuan Rey benar kau sedang hamil."
"Maera dokter dan Rey benar, kau bisa membahayakan nyawamu" Sambung Lucas yang tak mau sesuatu terjadi pada Maera.
"Dia terluka demi nyawa ku, apa aku harus diam ketika dia membutuhkan ku?"
"Baiklah, kita tidak banyak waktu lagi, aku akan meminta perawat memeriksa mu dulu baru bisa mengambil darah mu" Ucap dokter itu sembari memanggil perawat untuk membawa Maera ke ruang pengambilan darah.
Rey bingung harus berbuat apa, di satu sisi nyawa istri dan anak nya berisiko berbahaya. Namun di sisi lain nya sahabat nya yang sudah seperti saudara kandung nya itu sedang di ujung kematian.
Setelah melakukan pemeriksaan, Maera pun dibawa ke ruang emergency tempat Valent tadi di tangani.
"Maera... Aku tidak akan bisa memaafkan diriku jika sesuatu terjadi padamu!" Ucap Rey saat ranjang sorong Maera melewati nya saat hendak di masukkan ke ruangan emergency itu.
Naera hanya diam saja, perawat pun kembali mendorong Maera masuk.
__ADS_1
"Kak.. Aku bahagia jika aku bisa membantu mu kembali bangun, kau adalah kakak ku. Kau harus tetap hidup untuk keluarga kita." Ucap Maera pada Valent yang terbaring di ranjang sebelah nya.
Mereka pun melakukan transfusi darah dari Maera lalu di salurkan langsung Valent.
Mereka berhasil melakukan transfusi itu, namun tentu saja masih memerlukan waktu untuk Valent bisa sadar.
Para medis memindahkan Maera ke ruang rawat karena kondisi nya masih lemah setelah usai transfusi darah.
Rey meminta Tom dan beberapa anak buah nya untuk berjaga di depan pintu, sementara ia ingin memeriksa perkembangan Jerry.
Zade keluar dari ruang emergency... Ia tampak sedih, dan lesu keluar dari sana.
"Zade, bagaimana keadaan Jerry?" Tanya Rey yang merasa curiga dengan mimik wajah Zade.
"Maafkan aku Tuan Rey, Dia... Dia tidak dapat tertolong." Jawab Zade dengan nada lemah.
Anetha dan Felicia baru saja tiba di sana.
Anetha tak sengaja mendengar pembicaraan Zade dan Rey. Ia pun menangis menjerit memanggil nama Jerry.
"Tidak... kakak ku tidak mungkin mati, itu tidak mungkin!!!" Anetha pun meronta-ronta memaksa masuk ke ruangan Jerry. Rey sudah lebih dulu masuk ke sana.
"Tidak!! Jangan lepaskan peralatan itu!" Titah Rey saat para perawat itu ingin melepaskan semua peralatan yang menempel di tubuh Jerry.
"Tapi Tuan... "
"Aku bilang jangan lepaskan Apa kalian tidak mendengar nya!!" Teriak Rey yang membuat para perawat itu sontak gugup dan merinding ketakutan.
Akhirnya para perawat itu pun memasang kembali peralatan medis nya.
"Kakak... Jangan tinggal kan aku dan Maera kak, kau sudah berjanji untuk menjaga kami sampai tua. Kau tidak boleh pergi begitu saja kak!" Isak Anetha tak terbendung ia terus saja berusaha membangunkan kakaknya.
...********...
...***** CRAZY UP 6 EPISODE *******...
...******* CRAZY UP 6 EPISODE *******...
...PUKUL 13:00 3 EPISODE...
...PUKUL 20:00 3 EPISODE...
...SPESIAL TERGILA CRAZY UP 6 EPISODE, SPESIAL UP UNTUK KALIAN PARA READERS KESAYANGAN....
...TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMOGA SAJA KALIAN TETAP SETIA PADA KARYA KECIL INI......
__ADS_1
...I LOVE YOU ALLL...