
"Bry..an?" Gumam Grelda, dia pun memegangi kepalanya yang semakin terasa sakit karena ia memaksa untuk mengingat sesuatu di masa lalu nya.
"Ibu, apa kau baik-baik saja? Aku akan memanggilkan dokter." Maera panik melihat ibu nya tiba-tiba kesakitan.
"Nyonya sebaiknya kau jangan terlalu banyak berpikir dulu, aku akan memanggilkan dokter untuk memeriksa mu." Dengan langkah cepat Grace pun keluar untuk memanggil dokter.
Zade yang sudah selesai memeriksa Bryan dengan cekatan berlari lagi untuk memeriksa Grelda.
"Ada apa ini nyonya? Apa tadi kalian meminta nya untuk mengingat sesuatu?"
"Tidak dokter, dia seperti ini ketika mendengar kau tadi menyebutkan sebuah nama."
"Mungkin saja dia kebetulan mengingat nama yang sama di masa lalunya."
"Apa maksud mu dokter? apa yang terjadi pada ibu ku sebenarnya?"
"Apa tuan Rey belum memberitahu mu?"
Maera menggelengkan kepalanya.
"Maaf nyonya, tapi sebaiknya kau bicara dengan Tuan Rey saja. Aku tidak berani melangkahi nya, dia bisa melempar ku ke luar negara ini jika aku memberitahu mu tanpa persetujuan nya.
"Dokter!! Dia ibu ku, aku berhak tau apa yang terjadi padanya"
"Katakan saja Zade! Aku yang akan menanggung akibat nya nanti" Sambung Grace mencoba meyakinkan Zade.
"Baik, tapi sebaiknya kita jangan bicarakan di sini, karena dapat menganggu ketenangan nyonya Grelda sendiri. Kita keruangan ku saja" Pinta Zade pada Grelda dan Maera yang langsung di setujui oleh mereka.
Mereka pun meninggalkan Grelda yang sudah di suntik kan obat penenang itu dan di temani oleh seorang perawat yang memang sudah di perintahkan oleh Rey sejak pertama kali Rey memindahkan nya ke rumah sakit ini.
"Ada apa dokter? apakah ada sesuatu yang sangat buruk terjadi pada kesehatan ibu ku?" Tanya Maera yang masih bingung dan tak sabar lagi mendengar penjelasannya.
"Begini nyonya Maera... Nyonya Grelda sebenarnya bukan mengidap penyakit Leukimia, tapi penyakit nya ini adalah unsur kesengajaan dari seseorang. Ini semua di lakukan oleh mereka saat nyonya Grelda masih berada di rumah sakit sebelumnya."
__ADS_1
"Hhh" Maera pun menutup mulutnya dengan kedua tangan nya. ia benar-benar tidak percaya ibu nya akan mengalami hal ini.
"Lalu apakah ini adalah akhir dampak dari sabotase nya itu Zade?"
" Bukan hanya ini nyonya, ini hanya sebagian nya saja,nyonya Grelda hampir saja mengalami pembekuan di otak nya, beruntung kami sudah sempat melakukan pembersihan dzat cair itu sebelum menjalar ke kepala nya, Kepalanya memiliki cedera yang di akibatkan sebuah benturan yang berulang-ulang. Untuk itu aku juga perlu memastikan sesuatu pada mu nyonya Maera"
"Apa yang ingin kau ketahui dari ku dokter? Aku akan memberitahukan semua nya apa yang aku ketahui."
"Nyonya, aku mohon maaf sebelumnya jika menanyakan ini, tapi apakah nyonya Grelda sempat mengalami depresi berat atau bahkan gangguan kejiwaan?"
"Tidak dokter, ibu ku tidak gila, ibu ku hanya sedikit trauma karena apa yang pernah ia alami di masa lalu nya. Dia tidak gila" Tangis Maera pun pecah pada akhir nya, sejak awal Zade menjelaskan ia sudah tidak tahan, tapi ketika ibunya di sebut gila ia pun merasa begitu sakit yang teramat dalam.
"Maafkan aku nyonya, aku hanya... "
"Maera... sayang kau kenapa? kenapa kau menangis sayang? " Rey tiba-tiba masuk saat Zade masih mau menjelaskan lengkap nya pada Maera.
"Zade?? Apa kau mengatakan semuanya pada nya?" Rey terlihat begitu emosi saat Zade mengangguk kan kepalanya pertanda mengakui apa yang Rey tanyakan.
"kurang ajar kau, aku sudah mengatakan kau jangan beritahu dia dulu!!" Rey pun hampir saja menghajar Zade tapi Materai dan Grace langsung menahan nya.
"Maafkan aku sayang, aku hanya tidak ingin kau bersedih, aku hanya ingin kau mengetahui bahwa ibu Grelda mu akan baik-baik saja."
"Sebaik nya aku membawa mu pulang dulu, tidak baik kau berlama-lama di rumah sakit, apa kau tidak kasihan pada calon anak kita sayang?" Rey berusaha mengalihkan pemikiran Maera yang sejak tadi masih saja meneteskan air mata.
Maera benar-benar tidak mau menjawab nya. Ia hanya diam dan diam di sana.
Mereka akhirnya tetap kembali ke mansion.
...*******...
Di Mansion Rey
Amiira baru saja menidurkan Jasmine yang lelah bermain sejak tadi bersama dirinya dan juga Jerry.
__ADS_1
Ia pun teringat akan kejadian tadi.
" Kenapa perasaan ku jadi seperti ini sejak tadi, huh" Gumam Amiira yang masih terus teringat pada moment tadi.
Namiira yang tidan pandai berenang itu tak sengaja tercebur ke kolam berenang. Jerry yang melihat nya langsung dengan sigap Jerry ikut lompat kemudian menyelamatkan nya.
"Tidak... Tidak.. mungkin itu hanya perasaan ku saja, karena dia memang menyelamatkan ku di waktu yang tepat" Ucap nya lagi pada dirinya sendiri.
Di sisi lain...
"Apa mungkin aku bisa menyukai orang lain selain Maera? Akhh, dasar bodoh mana mungkin itu terjadi, aku sangat mencintai dan menyayangi Maera Sevgilim ku. Walaupun dia sudah bersama Rey, aku tetap akan menunggu nya sampai kapan pun." Jerry masih berusaha mengelak apa yang ia ucapkan sendiri, seolah memang hati dan pikiran nya memanglah sedang tidak sinkron...
Dua makhluk itu terus saja menggumam pada diri sendiri, dan saling menolak juga dengan apa yang mereka pikirkan sendiri.
Tidak lama Rey dan Maera pun sampai di mansion. Awalnya Rey membiarkan Maera berjalan saat masuk ke mansion. Namun setelah masuk ke lift ia langsung menggendong Maera. Maera tetap diam memikirkan apa yang ia pikirkan sendiri.
"Sayang, cobalah berpikir untuk lebih tenang dan dewasa sedikit! Aku melakukan semua ini demi kebaikan mu"
Rey mengucapkan itu pada Maera padahal dia sendiri pun sering tidak menyadari bahwa dia sering bertingkah seperti anak kecil... hmmmm.
"Sayang! Apa kau mendengar kan ku?"
"Kak Rey, apa kau akan mengizinkan ku jika aku meminta untuk malam ini aku tidur bersama ibu ku?"
*Maera, kita kembali lagi ke rumah sakit besok saja. Kau tidak akan pernah mengizinkan mu menginap di mana pun jika itu tidak bersama ku!"
"Ya Ampun kenapa kak Rey semakin posesif seperti ini?" Kesal Maera yang ingin memaksa tapi tidak memiliki keberanian mengatakan itu pada Rey.
...*********...
...Terima kasih masih setia bersama karya kecil ini....
...Jangan bosan untuk memberikan dukungan untuk author pendatang baru ini yah......
__ADS_1
...Love love love banget buat kalian yang sudah bersedia mendukung Author......
...Selamat membaca kesayangan......