
"Sial sekali nasib seorang brandal seorang mafia seperti ku, bahkan harus mengemis untuk tidur bersama istrinya. Huh" Rey menggerutu sendiri.
"Apa itu mungkin bawaan bayi nya Rey?" Tanya Aishe sembari memegang pundak Rey.
"Entahlah Aishe.. Memang nya kau juga begitu, hah?"
"Aku sih semakin lengket dengan Valent, bahkan di kehamilan 4-8 minggu pertama kau tau sendiri kan?Aku bahkan tidak bisa tidak melihat batang hidungnya walau sebentar saja" Aishe menunjukkan wajah serius ketika menjelaskan pengalamannya pada Rey.
Hari sudah menjelang malam, mansion Emerald masih saja terus di ramaikan oleh anak buah dan sahabat-sahabat Rey yang sudah di anggap seperti saudaranya itu.
Semua orang berkumpul di meja makan kecuali Jasmine yang sudah tidur karena kelelahan tadi siang bermain seharian, dan juga Gorgh dan Grace yang sedang menghadiri undangan Teman mereka.
"Willman, aku lihat kau semakin rajin makan malam di rumah. Apa itu karena hubungan mu semakin serius dengan Margh?" Tanya Rey yang baru usai bersantap makan malam itu.
Willman dan Margareth pun saling bertatapan. Willman menelan saliva nya, ia bingung harus berkata apa.
"Habislah aku, aku harus menjawab apa? Margh melarang ku mengatakan nya saat ini, tapi bagaimana aku harus menjawab Boss ku yang tiba-tiba jadi serba ingin tau begini, huh" Ucap Willman dalam hatinya.
"Jangan sampai kau melupakan janjimu untuk tidak memberitahu kan nya saat ini! Awas saja jika itu terjadi Willman, aku tidak akan memberimu jatah sampai setahun!" Omel Margareth juga di dalam hatinya.
"Ehm.. Tuan Rey, Aku...maksudku.." Willman tampak jelas begitu gugup, ia tadi nya sudah berniat memberitahu Rey, tapi mengingat masalah Rey terlalu banyak saat ini, jadi Willman mengurungkan nya.
"Cih, di tanya begitu saja kau sudah gugup dan kebingungan" Goda Rey pada Willman yang Di buat salah tingkah oleh nya.
"Dan kau Frans? Kau juga tumben sekali tidak kelayapan? Biasanya juga kau selalu berkumpul bersama teman-teman wanita mu itu di Bar, ckckckck"
Frans yang tengah meminum air putih itu spontan menyemburkan air dari mulutnya.
"Kakak Ipar, sebaiknya kakak segera berbaikan dengan kak Rey, jika tidak kami yang akan kena imbasnya." Pinta Frans pada Maera yang di disetujui oleh yang lainnya sembari semua memandang ke arah Maera.
"Aku?? Kenapa jadi aku?"
__ADS_1
"Aku tau kau sedang ada masalah Rey, tapi kau jangan melampiaskan pada semua orang." Tegur Valent yang melihat suasana tiba-tiba menjadi hening.
Valent dan Jerry lalu bangkit dari tempat duduk nya lalu duduk di sofa ruang tengah. Untuk pertama kali nya Valent menyalakan TV di mansion itu, meskipun pada akhir nya TV lah yang menonton dirinya, sebab ia sendiri tidak berminat menonton. Pikirannya entah kemana.
Sedangkan Jerry, ia juga Larut dalam lamunannya.
Disusul oleh Aishe, Namiira, dan si kembar masuk ke kamar masing-masing. Tinggal lah Maera dan Rey di sana.
Maera sebenarnya merasa tidak enak pada yang lain nya, tapi entah kenapa dia sendiri bingung harus berbuat apa.
Maera lalu berdiri dan ingin pergi ke kamar Jasmine. Tapi dia singgah di ruang tengah untuk melihat Valent dan Jerry yang tengah larut dalam lamunan mereka masing-masing.
"Kak... kenapa ada bantal dan selimut di sini? Kan kak Valent ada kamar sendiri. Dan kak Jerry, bukankah ada kamar tamu yang kakak gunakan sejak kemarin? Apa kau juga akan tidur di sini?"
"Aku tidak di beri pintu oleh Aishe, para wanita memang sama saja, tidak peka terhadap suami, selalu saja menganiaya perasaan suami. Padahal kami para suami selalu memikirkan perasaan istri walaupun kami sudah lelah bekerja" Ucap Valent yang masih betah bersendet di kursi sofa itu.
Maera merasa Valent bukan hanya menyinggung Aishe tetapi juga menyinggung dirinya. Tapi lagi-lagi dia malah terlihat seperti orang cuek saja, meskipun hatinya sebenarnya sedang berkecamuk juga di dalam.
"Yakkkk.. Apa Maera sudah mati rasa sekarang?" Tanya Valent pada Jerry yang juga heran melihat sikap Maera.
"Kenapa Maera begitu tidak peduli? Padahal dia biasanya paling tidak tega pada orang lain." Sambung Jerry sembari mengernyit kan dahi nya.
Rey sudah naik ke lantai III, tapi ia masih mondar-mandir di depan kamar nya. Ia gelisah memikirkan sesuatu. Berjam-jam ia sibuk dengan pikirannya sendiri. Lalu ia masuk ke kamarnya dan tidur.
Beberapa jam kemudian...
"Aku harus mengambil ponsel ku, tapi ada di kamar, bagaimana ini?" Maera sejak tadi tidak bisa tidur akibat rasa mual nya yang tak berkesudahan tadi.
Ia pun naik ke lantai III untuk mengambil ponsel nya.
"Cekreekk.."
__ADS_1
Maera perlahan membuka pintu dalam kondisi gelap ia mencari saklar yang sebenar nya ia tidak pernah memperhatikan di mana letak nya karena selama ini selalu saja Rey yang menyalakan dan memadam kan nya dengan remot control yang selalu berada di nakas sebelah tempat tidur mereka.
"Apa kak Rey sudah tidur?Sebaiknya aku mencari remote nya dulu untuk menyalakan lampu."
Namun karena kondisi gelap Maera malah tak sengaja menubruk ranjang nya. Dan terjatuh ke pelukan suami nya.
"Akhhh" Teriak Maera yang kemudian meraba-raba apa yang sedang ia tindih itu.
Rey langsung memeluk Maera, entah ia lagi tidur atau mengingau tapi ia memeluk Maera dan tak mau melepaskannya.
"Hhh.. Badan kak Rey panas sekali, apa dia demam sejak tadi?" Maera pun menyalakan lampu tidur di samping nya.
Maera jadi tidak tega melihat Rey yang ternyata memeluknya dengan kondisi mata yang tertutup. Ia pun teringat pada saat ia demam Rey melakukan sesuatu untuk meredakan demamnya, akhirnya ia memutuskan untuk melakukan yang sama. Yaitu melakukan skin too skin untuk berbagi rasa sakit dan panas itu.
Maera awalnya agak ragu membuka bajunya, tapi ia sendiri sebenarnya tidak tau kenapa dia sampai menghukum Rey seperti ini.
"Sayang... aku tidak bersalah, maafkan aku sayang, aku sangat merindukan mu." Eey mengigau dalam tidur nya.
Maera hanya tersenyum lalu memeluk nya erat. Rey pun langsung nyaman ia menenggelamkan kepala nya di antara Squishy kembar tanpa penutup itu.
"Dasar mesum, dalam kondisi sakit pun dia masih saja menyukai posisi itu, cih" Omel Maera dalam hati.
Maera pun ikut tertidur setelah beberapa saat kemudian.
...********...
...Jangan Lupa Vote yah sayang........
...Semangat ku ada pada dukungan kalian......
...I Love you.. 🥰...
__ADS_1
...AUTHOR MENERIMA KRITIK DAN SARAN SAYANGKUHHH...